Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Sebuah Interpretasi: Perspektif Ilmu Pengetahuan Menurut Etika Kantian Monica Haprinda; Alfitri Alfitri; Waspodo Waspodo; Sriati Sriati
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 6 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling: Special Issue (General)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i6.10089

Abstract

Pada artikel ini, penulis berusahan mendalami pemaknaan ilmu pengetahuan, etika, dan moral manusia seperti yang dituliskan Kant pada beberapa karyanya yang fenomenal. Manusia sebagai aktor utama pada semesta memegang peranan paling dominan pada terbentuknya Ilmu pengetahuan. Ilmu Pengetahuan sesungguhnya memiliki abstrak yang memiliki etika dan moral. Pengetahuan akan bermanfaat bagi manusia bila memiliki etika dan moral yang mampu dikendalikan. Etika Kantian merupakan rangkaian perlakuan unik yang universal. Pemikiran Etika Kantian merupakan salah satu penyumbang pemikiran dari sistem besar etika normatif saat ini. Semua manusia berbagi kapasitas ini secara setara, karena itu dasar dari persamaan moral dasar semua orang, membuat manusia berkewajiban menjaga moral. Prinsip dasar moralitas menurut Kant bersandar pada sifat rasional dari kehendak, dan persyaratan moral tertentu bersandar pada prinsip-prinsip yang kita buat secara independen dari diri kita sendiri melalui akal. Aspek pemikiran moralnya ini tercermin dalam gagasan kita menentukan isi moralitas.
Improving Tuberculosis Patient Adherence through Collaborative Governance and Public Values in Palembang City Fenty Aprina; Al Fitri; Muhammad Husni Thamrin; Sriati Sriati
Eduvest - Journal of Universal Studies Vol. 5 No. 12 (2025): Eduvest - Journal of Universal Studies
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/eduvest.v5i12.52440

Abstract

Tuberculosis (TB) remains one of the most significant public health issues globally, with high morbidity and mortality rates. The City of Palembang, Indonesia, has been identified as a high-burden area for TB, which poses challenges in achieving the national and global elimination targets by 2030. This study explores the roles of collaborative governance and public value in enhancing patient adherence to TB treatment in Palembang. Using qualitative research methods, including in-depth interviews and focus group discussions (FGD) with TB patients, healthcare providers, and stakeholders, this research aims to understand how collaborative governance structures and patients' perceptions of public value influence treatment adherence. The study finds that effective collaboration between government agencies, healthcare facilities, and non-governmental organizations (NGOs) plays a critical role in improving TB service delivery and treatment adherence. However, challenges remain in the areas of data sharing, coordination, and resource allocation, which hinder the full potential of collaborative governance. Furthermore, the research reveals that patients' adherence to treatment is significantly influenced by their perception of public value, such as feeling respected, having access to equitable healthcare, and trusting the healthcare system. Patients who feel valued and treated with dignity are more likely to adhere to their treatment regimen, while stigma and discrimination remain significant barriers to adherence.
Kinerja Kelompok Tani dalam Program Lembaga Distribusi Pangan Masyarakat (LDPM) dan Hubungannya dengan Produksi dan Pendapatan Petani Padi di Kecamatan Makarti Jaya Kabupaten Banyuasin Sriati Sriati; Nukmal Hakim; M. Arby
Jurnal Lahan Suboptimal : Journal of Suboptimal Lands Vol. 5 No. 2 (2016): JLSO
Publisher : Research Center for Suboptimal Lands (PUR-PLSO), Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33230/JLSO.5.2.2016.307

Abstract

Sriati, et al. Farmer Groups Performance on Program of Institution of Community Food Distribution (LDPM) and the Correlation with Paddy Farmers Production and Income in Makarti Jaya District, Banyuasin Regency. JLSO 5(2):208-218.  The research was aimed to: (1) measure the Farmer Groups Performance on Institution Community Food Distribution (LDPM) Program, (2) measure the  production and income paddy farmers, and (3) to analyze the corelation between Farmer Groups Performance level with paddy farmers income. Research was conducted by survey method and continued  by descriptve and corelation analysis. Responden were consisted of 45 farmers,  from 9 cluster of Sri Rejeki’s farmergroup (respectevely 5 farmers). The result showed that: (1) levProduksi Petani padi peserta LDPM rata-rata 5834 kg/lg/th (produkstivitas 2946 kg/ha)  dan pendapatan rata-rata Rp 6.304.884,00 /ha/th; dan (3) tel of performane group farmers was on high category with score 35,91 (79,8%); (2) Production of paddy farmers LDPM participants average 5834 kg/lg/year (productivity 2946 kg/ha) and average income Rp 6.304.884,00/ha/year; and (3) there was a Rank Spearman correlation coeficient  (Rs) = 0,81 between the level of performance farmers group with level of income paddy farmers  with significant level a 0,05.
PELATIHAN PENGOLAHAN BUAH NANAS GRADE RENDAH MENJADI ICE CREAM UNTUK MENGURANGI RISIKO KERUGIAN PETANI DI DESA TAMBANGAN KELEKAR KECAMATAN GELUMBANG Nurilla Elysa Putri; Sriati Sriati; Yunita Yunita; Selly Oktarina; Muhammad Arbi; Eka Mulyana; Henny Malini; Indri Januarti
JUAN: Jurnal Pengabdian Nusantara Vol. 3 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : CV Sentra Nusa Connection

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63545/juan.v3.i1.207

Abstract

Mayoritas penduduk di Desa Tambangan Kelekar bermatapencaharian sebagai petani nanas. Pendapatan dari usahatani nanas sangat besar kontribusinya bagi pendapatan rumahtangga petani. Akan tetapi, petani menghadapi risiko usahatani atau kerugian akibat adanya buah nanas grade rendah. Oleh karena itu, diperlukan adanya kegiatan pengolahan. Dengan demikian, petani nanas melakukan kerjasama dengan Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Unsri guna mengadakan kegiatan "Pelatihan Pengolahan Buah Nanas Grade Rendah Menjadi Ice Cream untuk Mengurangi Risiko Kerugian Petani di Desa Tambangan Kelekar, Kecamatan Gelumbang". Khalayak sasaran adalah wanitatani yang berjumlah 20 orang. Kegiatan pengabdian ini terdiri dari penyuluhan dan pendampingan berupa pelatihan. Penyuluhan yang diberikan kepada petani mengenai peningkatan nilai tambah komoditi nanas. Pendampingan berupa pelatihan yang dilakukan adalah pengolahan buah nanas grade rendah menjadi produk ice cream. Kemudian setelah pelatihan, Tim pengabdian Unsri memberikan paket bantuan bahan dan alat pembuatn ice cream nanas kepada peserta pelatihan. Hasil dari kegiatan pengabdian ini pengetahuan peserta tentang penngkatan nilai tambah olahan nanas dan cara mengurangi kerugian npetani akibat adanya buah grade rendah bertambah. Dari kegiatan ini juga, terjadi peningkatan keterampilan petani dalam pengolahan buah nanas grade rendah menjadi produk ice cream. Dengan demikian ke depannya, diharapkan dapat membuka peluang usaha kerja bagi masyarakat sekitar.
Transformasi Digital Pelayanan Kesehatan di RSUD Siti Fatimah Sumatera Selatan untuk Peningkatan Pelayanan Prima Rudy Chendra; Sriati Sriati; Raniasa Putra
Strukturasi: Jurnal Ilmiah Magister Administrasi Publik Vol 7, No 2 (2025): STRUKTURASI: JURNAL ILMIAH MAGISTER ADMINISTRASI PUBLIK, SEPTEMBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/strukturasi.v7i2.6439

Abstract

Digital transformation in health services is an urgent need in the modern era, especially in increasing efficiency, transparency, and community satisfaction. This research aims to develop a digital transformation model at Siti Fatimah Hospital in South Sumatra by integrating aspects of continuous training to realize excellent service. Using a descriptive qualitative approach, data were collected through interviews, observations, and documentation studies. The results of the study show that even though the hospital has implemented the Hospital Management Information System (SIM-RS), various challenges, such as limited infrastructure, low digital literacy, and system fragmentation, still hinder the effectiveness of the transformation. Great opportunities remain open, especially in strengthening data-driven decision-making and expanding digital services to patients. The proposed ideal model includes five main components: digital leadership, continuous training, digital culture, collaborative systems, and an excellent service framework. This model emphasizes the importance of a holistic approach that combines technology, people, and public service values to create adaptive and inclusive health services.
Model Sinergitas Kebijakan Pemberdayaan dan Penempatan Tenaga Kerja untuk Menurunkan Pengangguran Sektor Migas Musi Banyuasin Mursalin Mursalin; Sriati Sriati; Raniasa Putra
Strukturasi: Jurnal Ilmiah Magister Administrasi Publik Vol 7, No 2 (2025): STRUKTURASI: JURNAL ILMIAH MAGISTER ADMINISTRASI PUBLIK, SEPTEMBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/strukturasi.v7i2.6559

Abstract

Pengangguran merupakan persoalan multidimensi yang masih menjadi tantangan serius di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), khususnya dalam sektor minyak dan gas (migas) yang padat modal namun rendah serapan tenaga kerja lokal. Meskipun pemerintah daerah telah menetapkan kebijakan pemberdayaan dan penempatan tenaga kerja melalui Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2020, implementasi di lapangan masih menghadapi kendala berupa kesenjangan keterampilan, lemahnya koordinasi lintas sektor, dan terbatasnya akses masyarakat terhadap informasi ketenagakerjaan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model sinergitas kebijakan yang dapat memperkuat kapasitas tenaga kerja lokal agar mampu bersaing di sektor migas. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Informan penelitian mencakup pemerintah daerah, perusahaan migas, serta masyarakat lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program sinergitas telah berkontribusi terhadap penurunan angka pengangguran secara statistik, namun belum menyentuh aspek kesejahteraan pekerja secara berkelanjutan. Kesimpulannya, reformulasi kebijakan diperlukan dengan memperkuat database ketenagakerjaan, meningkatkan relevansi pelatihan, serta memperluas kolaborasi lintas sektor agar manfaat sektor migas benar-benar dirasakan oleh masyarakat lokal.
Model Tata Kelola Kolaboratif dalam Implementasi Proyek Strategis Nasional di Kabupaten Musi Banyuasin Aka Kurniawan; Alfitri Alfitri; Sriati Sriati; Andries Lionardo
Strukturasi: Jurnal Ilmiah Magister Administrasi Publik Vol 7, No 2 (2025): STRUKTURASI: JURNAL ILMIAH MAGISTER ADMINISTRASI PUBLIK, SEPTEMBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/strukturasi.v7i2.6607

Abstract

Penelitian ini membahas model tata kelola kolaboratif dalam implementasi Proyek Strategis Nasional (PSN) di Kabupaten Musi Banyuasin, Indonesia. Fokus utama penelitian ini adalah mengidentifikasi tantangan yang dihadapi dalam pembangunan infrastruktur, seperti pembebasan lahan, dampak sosial-ekonomi, serta potensi penyalahgunaan wewenang dan korupsi. Melalui pendekatan tata kelola kolaboratif, yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan pengelolaan proyek strategis agar lebih efisien dan tepat waktu. Metode yang digunakan adalah analisis kualitatif dengan studi kasus di Kabupaten Musi Banyuasin, di mana data dikumpulkan melalui wawancara dan dokumentasi terkait implementasi proyek PSN. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tata kelola kolaboratif dapat meningkatkan transparansi, akuntabilitas, serta mempercepat pencapaian tujuan pembangunan. Kesimpulannya, model kolaboratif ini merupakan solusi yang efektif untuk mengatasi masalah-masalah yang dihadapi dalam pengelolaan proyek strategis di Indonesia.
Model Collaborative Governance Gugatan Ganti Rugi KUHAP dalam Mewujudkan Keadilan Korban Penipuan Jual Beli Online Budi Herman; Alfitri Alfitri; Abdul Nadjib; Sriati Sriati
Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS) Vol 8, No 3 (2026): Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS), Februari
Publisher : Mahesa Research Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34007/jehss.v8i3.3000

Abstract

The rapid growth of online buying and selling has increased the incidence of fraud, resulting in significant losses for victims. Although Articles 98–101 of the Indonesian Criminal Procedure Code (KUHAP) provide a legal mechanism for combining compensation claims with criminal proceedings, its implementation remains ineffective in practice. This study aims to analyze the implementation of collaborative governance in compensation claims under Articles 98–101 KUHAP and to develop a collaborative model oriented toward justice for victims of online transaction fraud. Employing a qualitative descriptive-analytical approach, the research was conducted at the Bengkulu High Prosecutor’s Office through in-depth interviews, observation, and document analysis. The findings reveal that compensation claims have not been treated as a collaborative process, as reflected in weak initial collaboration conditions, the absence of cross-institutional governance design, and informal, unsustained coordination among law enforcement agencies. This study proposes a collaborative governance model emphasizing strengthened initial conditions, collaborative institutional design, facilitative leadership of the prosecution service as a lead institution, and deliberative inter-agency processes. The proposed model is expected to integrate compensation claims more effectively into the criminal justice system and contribute to the realization of substantive justice for victims.