Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

REKONSTRUKSI PENDIDIKAN BERBASIS BERPIKIR KRITIS (PBBK) DALAM MENYIKAPI PERMASALAHAN SOSIAL AKIBAT PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL PADA KURIKULUM SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Marianus Mantovanny Tapung; Marselus Ruben Payong
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 11 No. 2 (2019): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio
Publisher : Unika Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3106.873 KB) | DOI: 10.36928/jpkm.v11i2.152

Abstract

Dari sisi negatif, perkembangan teknologi informasi telah menciptakan permasalahan sosial yang cukup tinggi di kalangan orang muda Indonesia. Hal ini terjadi, selain karena tingkat literasi media yang masih rendah, juga disebabkan karena fasilitas pendidikan yang berbasis berpikir kritis belum terintegrasi secara baik. Padahal, salah satu potensi yang dimiliki oleh orang muda termasuk siswa sekolah menengah pertama adalah kemampuan untuk berpikir kritis. Mengingat hal ini, dengan belajar dari negara-negara maju, salah satu cara untuk menghindari siswa dan masyarakat dari dampak buruk penggunaan media sosial adalah upaya mengintegrasikan pendidikan berbasis berpikir kritis dalam kurikulum sekolah menengah. Dengan adanya pendidikan berbasis berpikir kritis siswa dapat memiliki pengetahuan, sikap, dan keterampilan untuk memecahkan berbagai permasalahan sosial, yang salah satu disebabkan karena penggunaan media sosial yang tidak kritis. Banyak penelitian menegaskan tentang pentingnya pendidikan berbasis berpikir kritis ini untuk diintegrasikan ke dalam sistem kurikulum, konten materi, dan pelaksanaan pembelajaran di kelas. Untuk membantu pemangku kepentingan pendidikan dalam mengintegrasikannya, maka perlu rekonstruksi gagasan tentang pendidikan berbasis berpikir kritis ini. Adapun metode rekonstruksi gagasan, selain didasarkan pada kenyataan faktual mengenai kondisi riil pembelajaran di tengah perkembangan teknologi informasi digital, juga berdasarkan pada hasil penelusuran terhadap berbagai literatur yang berkaitan erat dengan pentingnya pendidikan berbasis berpikir kritis.
ZONA PERKEMBANGAN PROKSIMAL DAN PENDIDIKAN BERBASIS KONSTRUKTIVISME SOSIAL MENURUT LEV SEMYONOVICH VYGOTSKY Marselus Ruben Payong
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio Vol. 12 No. 2 (2020): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Missio
Publisher : Unika Santu Paulus Ruteng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36928/jpkm.v12i2.589

Abstract

This article is a theoretical study of Vygotsky's idea of zone of proximal development. Its aimed at finding out of its relevance to contemporary educational practices that are increasingly complex. Through the description of the background of the emergence of this idea the author concludes that the idea of zone of proximal development is still relevant in modern education, especially to support the educational practices that are friendly toward student’s individual differences at school. Vygotsky's criticism of the practice of levering in schooling is a warning for teachers and education practicioners to consider learning interventions based on individual students' backgrounds especially their mental development differences so that education can be an effective medium to help children's growth and development optimally.
PENGARUH KEHIDUPAN ROHANI UMAT PAROKI TERHADAP MINAT SISWA KOTA RUTENG DALAM MENDALAMI KITAB SUCI Yosef Masan Toron; Keristian Dahurandi; Hironinus Bandur; Oswaldus Bule; Marselus Ruben Payong; Hendrikus Midun
Bahasa Indonesia Vol 22 No 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Lembaga Penelitian STKIP Widya Yuwana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34150/jpak.v22i2.386

Abstract

This study aims to describe the influence of the parish spiritual life toward students' interest in studying the Bible. This study used a quantitative approach. The research sample consisted of 332 high school students, both private and public, in the city of Ruteng, Manggarai Regency, which were taken using a proportional random technique. The data collection instrument used a closed questionnaire. The data analysis technique used Pearson Product Moment Correlation with SPSS version 23.0. The results of the data analysis showed that there was a correlation between parish spiritual life and an interest in studying the scriptures (r = 0.605). As a result, the parish spiritual life contributes 36.4% to the interest in studying the scriptures. Since the regression of biblical interest in parish spiritual life is linear, this relationship is predictable. So, more involvement in spiritual life in the parish means that students will be more interested in studying the scriptures if they spend more time there.
Adaptasi Nilai-nilai Budaya Lokal dalam Pendidikan: Studi Penggunaan Go’et dalam Pendidikan Agama Katolik Marselus Ruben Payong
DUNAMIS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 7, No 1 (2022): Oktober 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Intheos Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30648/dun.v7i1.753

Abstract

Abstract. Local wisdom was practiced by traditional communities to shape human morals and character. The moral values of local wisdom were fostered through formal learning and habits in various traditions. However, the repertoire of local wisdom has not been widely used as a medium of learning in modern education. This paper tries to explore a local wisdom in Manggarai, East Nusa Tenggara, namely proverb (go'et) that can be used in learning Catholic Religious Education in schools. The research was conducted using a qualitative descriptive method. The results of the exploration show that there are important values that are directly related to the achievement of the core competencies of Catholic Religious Education, especially the First Core Competencies (Spiritual Attitudes) and Second Core Competencies (Social Attitudes). The values of local wisdom are very relevant to the basic Christian values that are promoted in Catholic Religious Education learning.Abstrak. Kearifan lokal dipraktikan oleh masyarakat tradisional untuk membentuk moral dan karakter manusia. Nilai-nilai moral dari kearifan lokal tersebut dipupuk melalui pembelajaran formal maupun pembiasaan-pembiasaan dalam berbagai tradisi. Namun demikian, khasanah kearifan lokal belum banyak dimanfaatkan sebagai medium pembelajaran dalam pendidikan modern. Tulisan ini mencoba mengeksplorasi satu kearifan lokal dalam budaya Manggarai, Nusa Tenggara Timur, yakni ungkapan-ungkapan khas (go’et) yang dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran Pendidikan Agama Katolik di sekolah. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil eksplorasi memperlihatkan bahwa ada nilai-nilai penting yang berhubungan secara langsung dengan pencapaian kompetensi inti Pendidikan Agama Katolik terutama Kompetensi Inti Pertama (Sikap Spiritual) dan Kompetensi Inti Kedua (Sikap Sosial). Nilai-nilai kearifan lokal tersebut sangat relevan dengan nilai-nilai dasar Kristiani yang dipromosikan dalam pembelajaran Pendidikan Agama Katolik.
Student response to teacher performance: A review based on teacher's mathematics anxiety level Kristianus Viktor Pantaleon; Marselus Ruben Payong; Apolonia Hendrice Ramda; Gabariela Purnama Ningsi
Math Didactic: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 8 No 2 (2022)
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33654/math.v8i2.1645

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengungkapkan hubungan teoretis antara kecemasan matematika guru dan respon siswa terhadap kinerja guru dalam proses pembelajaran. Penelitian mix-method ini melibatkan dua orang calon guru matematika, yaitu HA dan LA. HA mempunyai tingkat kecemasan matematika tinggi, sedangkan LA mempunyai tingkat kecemasan matematika rendah. Selain itu, penelitian ini juga melibatkan 64 orang siswa yang ditugaskan untuk menilai kinerja HA dan LA. Instrumen yang digunakan adalah angket, tes, penugasan, pengamatan, dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif dan uji chi-square. Hasil analisis deskriptif memperlihatkan bahwa 97% siswa memberikan respon positif terhadap kinerja LA, dan hanya 76% siswa yang memberikan respon positif terhadap kinerja HA. Selain itu, hasil analisis memperlihatkan bahwa nilai = 45,86 > nilai kritis =3,84, yang berarti bahwa ada perbedaan yang signifikan respon siswa terhadap kinerja kedua orang guru. Berdasarkan hasil analisis ini disimpulkan bahwa siswa memberikan respon yang lebih baik terhadap guru dengan tingkat kecemasan matematika lebih rendah.
Promoting Peace Education by Using the Local Wisdom in Manggarai Culture, East Nusa Tenggara, Indonesia Marselus Ruben Payong
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 15, No 1 (2023): AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v15i1.1886

Abstract

Efforts to create a culture of peace in society have been carried out in various forms, including through education in schools. However, violence still occurs in school environments, such as bullying. This study aims to explore one of the local wisdoms of the Manggarai culture, East Nusa Tenggara, Indonesia, namely go'et (poetic expression), which can be used as a medium for peace education in schools. The results show that there are many important values contained in "go’et" that can be used to promote a culture of peace for students. These values include: unity in togetherness, respect for differences, respect for others and their property, fairness to others, and love for others. 
Manajemen pastoral yang inovatif berbasis kecerdasan kultural Marselus Ruben Payong; Fransiskus Sawan
KURIOS Vol. 9 No. 1: April 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v9i1.694

Abstract

Globalization in this communication and information technology era has brought many challenges and new needs, including in the field of church pastoral care. Church leaders must deal with a congregation that is highly diverse and comes from various cultural backgrounds. This means that models of service and pastoral care must be designed so that the proclamation of the Good News can effectively reach the people of God. In the past decade, one attribute variable that has been proven effective as a medium for enhancing service performance is cultural intelligence. This study aims to examine the contribution of cultural intelligence to pastoral management in the context of a multicultural world. The method used is a systematic literature review of various literature on cultural intelligence. The results of the study show that cultural intelligence has a significant contribution to pastoral care. Innovative and practical pastoral design should consider the multicultural aspects of the people of God by utilizing specific theological models/paradigms. Effective pastoral strategies include management, organization, and delivery strategies. AbstrakGlobalisasi di era teknologi komunikasi dan informasi abad ini telah membawa banyak tantangan dan kebutuhan baru termasuk dalam bidang pastoral atau penggembalaan gereja. Para pemimpin jemaat harus berurusan dengan umat yang sudah sangat terbuka dan berasal dari berbagai latar belakang budaya. Ini berarti model pelayanan dan penggembalaan harus dirancang sedemikian rupa sehingga pewartaan Kabar Baik dapat menjangkau umat Allah secara efektif. Dalam satu dasawarsa terakhir, salah satu variabel atribut yang terbukti efektif dalam sebagai medium untuk meningkatkan kinerja layanan adalah kecerdasan kultural. Penelitan ini bertujuan untuk mengkaji sumbangan kecerdasan kultural terhadap manajemen pastoral dalam konteks dunia yang multikultur. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur sistematik terhadap berbagai literatur tentang kecerdasan kultural. Hasil kajian memperlihatkan bahwa kecerdasan kultural memiliki kontribusi yang penting bagi pelayanan pastoral. Desain pastoral yang inovatif dan berdaya guna hendaknya mempertimbangkan aspek-aspek umat Allah yang multikultur dengan memanfaatkan model/paradigma teologis tertentu. Strategi pastoral yang efektif mencakup strategi pengelolaan, pengorganisasian dan penyampaian.
The Stakeholder's Perception of The National Education Standard Fulfilment Based on School Accreditation Grade (A Preliminary Study) Marselus Ruben Payong; Hendrikus Midun; Oswaldus Bule
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 8, No 3: MARCH 2023
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/jptpp.v8i3.21443

Abstract

This study aims to explore the opinions of basic education stakeholders regarding the fulfilment of national education standards in terms of school accreditation ratings. For this purpose, 307 stakeholders were involved (school principals, teachers, school committee members, and parents) from 43 elementary schools and 20 junior high schools in two sub-districts in Manggarai Regency, NTT. The method used was a cross-sectional survey. Data collection used a four-option (1-4) Likert scale questionnaire based on eight national education standards. The study results show that of the eight standards that stakeholders have assessed, two of them, namely the standards for teachers and standards for infrastructure, still need to be improved to the national standards. In addition, an analysis of the average differences using the Kruskal-Wallis Test analysis technique found differences in perceptions of achievement of the eight national education standards seen from the school's accreditation rating.
Student response to teacher performance: A review based on teacher's mathematics anxiety level Pantaleon, Kristianus Viktor; Payong, Marselus Ruben; Ramda, Apolonia Hendrice; Ningsi, Gabariela Purnama
Math Didactic: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 8 No 2 (2022): Mei - Agustus 2022
Publisher : Universitas PGRI Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33654/math.v8i2.1645

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengungkapkan hubungan teoretis antara kecemasan matematika guru dan respon siswa terhadap kinerja guru dalam proses pembelajaran. Penelitian mix-method ini melibatkan dua orang calon guru matematika, yaitu HA dan LA. HA mempunyai tingkat kecemasan matematika tinggi, sedangkan LA mempunyai tingkat kecemasan matematika rendah. Selain itu, penelitian ini juga melibatkan 64 orang siswa yang ditugaskan untuk menilai kinerja HA dan LA. Instrumen yang digunakan adalah angket, tes, penugasan, pengamatan, dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif dan uji chi-square. Hasil analisis deskriptif memperlihatkan bahwa 97% siswa memberikan respon positif terhadap kinerja LA, dan hanya 76% siswa yang memberikan respon positif terhadap kinerja HA. Selain itu, hasil analisis memperlihatkan bahwa nilai = 45,86 > nilai kritis =3,84, yang berarti bahwa ada perbedaan yang signifikan respon siswa terhadap kinerja kedua orang guru. Berdasarkan hasil analisis ini disimpulkan bahwa siswa memberikan respon yang lebih baik terhadap guru dengan tingkat kecemasan matematika lebih rendah.