Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

PEMAHAMAN GIZI SEIMBANG PADA ANAK USIA DINI MELALUI KEGIATAN PARENTING DI KELOMPOK A PAUD USWATUN HASANAH Siti Patonah; Dedah Jumiatin
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 4, No 4 (2021): Volume 4 Nomor 4, Juli 2021
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v4i4.p%p

Abstract

This study aims to analyze the understanding of balanced nutrition in early childhood through parenting activities. Ineffective parenting styles lead to a lack of understanding of balanced nutrition in early childhood. The study population was PAUD Uswatun Hasanah Naringgul. The research subjects were group A with 13 children consisting of 6 boys and 7 girls. The method used is Classroom Action Research (PTK). Data analysis using quantitative descriptive. Data collection techniques used observation, interviews and documentation carried out in the field during the study using the steps of data reduction, presentation and verification. The results showed an increase in understanding of balanced nutrition in children through parenting activities with the category of BSB, the results of pre-cycle 0% (0 people), cycle I 15% (2 people), cycle II 77% (10 people). From these data, it can be concluded that parenting activities can increase understanding of children's balanced nutrition, they can distinguish which foods contain nutrition and which are not, and cooperation appears to be seen between parents and children in every activity.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemahaman gizi seimbang pada anak usia dini melalui kegiatan parenting. Pola asuh yang kurang efektif menyebabkan kurangnya pemahaman gizi seimbang pada anak usia dini. Populasi penelitian adalah PAUD Uswatun Hasanah Naringgul. Subyek penelitian yakni kelompok A dengan jumlah 13 anak yang terdiri dari 6 laki-laki dan 7 perempuan. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Analisis data dengan menggunakan deskriptif kuantitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi yang dilakukan dilapangan selama penelitian berlangsung dengan menggunakan langkah-langkah reduksi, penyajian  dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pemahaman gizi seimbang anak melalui kegiatan parenting dengan kategori BSB hasil prasiklus 0% (0 orang), siklus I 15% (2 orang), siklus II 77% (10 orang). Dari data tersebut dapat diambil kesimpulan yakni dengan kegiatan parentingdapat meningkatkan pemahaman gizi seimbang anak, mereka bisa membedakan mana makanan yang mengandung gizi dan mana yang tidak, dan kerjasama tampak terlihat antara orangtua dan anak dalam setiap kegiatan.
MENGEMBANGKAN KECERDASAN INTERPERSONAL MELALUI METODE BERMAIN PERAN PADA ANAK USIA DINI DI RA AL HIDAYAH BANDUNG Farida Juniarti; Dedah Jumiatin; Arifah A Ariyanto
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 1, No 5 (2018): Volume 1 Nomor 5, September 2018
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.258 KB) | DOI: 10.22460/ceria.v1i5.p1-6

Abstract

Interpersonal intelligence, also known as social ability, is part of multiple intelligences. Compound intelligence is a potential that has existed since the age of o months. This potential genetic potential of both parents is hereditary. Such intelligence will be increasingly apparent if stimulated, trained and developed. Interpersonal intelligence is very important because it relates to the level of socialization, and greatly influences life in the future, when living and socializing in the community. Because the indicators of having interpersonal intelligence, among others, have good social communication, have thoughts about the people around them, and have the sensitivity to respond to the circumstances around them. Judging from the importance of individuals to have interpersonal intelligence, it would be good to develop early. Early childhood, are individuals in the age group 0-6, who have a potential period to receive various learning experiences from various senses and sensory in their body. The development of children's abilities will be more directed, planned with various methods of applying learning in PAUD institutions. An effective learning approach to developing interpersonal intelligence is by the role playing method. The role playing method is a method that invites children to want to establish relationships with other people, do activities simultaneously, listen and express language, so as to form communicative and friendly characters. The character is an indicator part of interpersonal intelligence.
MENINGKATKAN KECERDASAN KINESTETIK MELALUI TARIAN TRADISIONAL PADA KELOMPOK B Aan Susanti; Dedah Jumiatin
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 Nomor 2, Maret 2022
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v5i2.10254

Abstract

The intelligence that is important and must be possessed in early childhood is kinesthetic intelligence or it can also be called gross motor skills, there are many ways to stimulate children's kinesthetic intelligence, namely playing soccer, playing basketball, running, catching the ball, climbing in the area. play and dance. Stimulation of the kinesthetic intelligence of early childhood can be done by dancing is very important to support children's intelligence which is not only academic intelligence needed by early childhood students. However, at RA AL-IKHLAS II Cisarua there are some children whose kinesthetic intelligence abilities are still below the average because at the school they are still very monotonous in their stimulus activities. The teacher only prioritizes academic intelligence compared to other intelligences that might make the child smarter in the future with the skills possessed such as being a professional dancer. The teacher only gave writing and reading assignments to the children at RA AL-IKHLAS II, so the research was carried out with traditional dance activities using the classroom action research method. The research subjects were children aged 4-5 years at RA Al-Ikhlas II Cisarua. This research technique is observation with qualitative data analysis. Based on the results of the study, it was found that 92% of children's intelligence abilities increased after the stimulus for dancing traditional dances was done.Kecerdasan yang penting dan harus dimiliki dalam diri anak usia dini salah satunya yaitu kecerdasan kinestetik atau bisa disebut juga dengan motorik kasar, banyak cara untuk menstimulus kecerdasan kinestetik anak yaitu bisa dengan bermain sepak bola, bermain bola basket, berlari, menangkap bola, memanjat di area bermain dan menari. Stimulasi kecerdasan kinestteik anak usia dini bisa dilakukan dengan menari sangatlah penting untuk mendukung kecerdasan anak yang memang bukan hanya kecerdasan akademik saja yang dibutuhkan oleh anak uisi dini. Tetapi, di RA AL-IKHLAS II Cisarua terdapat beberapa anak yang memang kemampuan kecerdasan kinestetiknya masih dibawah rata-rata itu dikarenakan di sekolah tersebut masih sangat monoton dalam kegiatan stimulusnya. Guru hanya mengedepankan kecerdasan akademik disbanding kecerdasan yang lain yang mungkin saja bisa menjadikan anak tersebut menjadi lebih cerdas dimasa depan dengan keahlian yang dimiliki seperti menjadi penari professional.Guru hanya memberikan tugas menulis dan membaca saja pada anak-anak di RA AL-IKHLAS II, sehingga penelitian dilakukan dengan kegiatan menari tarian tradisional dengan yang digunakan adalah metode penelitian Tindakan kelas. Subjek penelitian adalah anak usia 4-5 tahun di RA Al-Ikhlas II Cisarua. Teknik penelitian ini adalah observasi dengan analisis data kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan hasil 92% bahwa kemampuan kecerdasan anak meningkat setelah dilakukannya stimulus menari tarian tradisional.
PERMAINAN KANCING UNTUK PENINGKATAN PERKEMBANGAN KETERAMPILAN FISIK-MOTORIK ANAK USIA DINI Clara Siti Sendari; Iin Indriani; Arifah A Riyanto; Dedah Jumiatin
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 1, No 5 (2018): Volume 1 Nomor 5, September 2018
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (36.843 KB) | DOI: 10.22460/ceria.v1i5.p23-32

Abstract

One aspect of physical-motor development in early childhood is the muscles that affect the development of strength and motor skills (rough and smooth) which can be increased through learning activities or play activities that are varied, creative, and fun in accordance with the character of an active child, dynamic and enthusiastic. Button play is an activity of playing using button media that has a variety of shapes, colors and sizes, which are carried out or packaged in various ways or strategies, including inserting buttons into bottles, rooting, connecting ribbons, attaching buttons according to their shape and color, moving buttons using tweezers, which is done by walking or running. The action research conducted in this class aims to find out the improvement of the child's physical-motor skills development through the button game approach which is carried out in two cycles. The technique used in data collection is through assessment guidelines and observation sheets. Data obtained from the results of research using statistical analysis methods and description analysis. The study was conducted on 15 children at an early age. Data from the results of research and analysis showed an increase in the development of physical-motor skills in children as subjects of the study. This shows that the button game can improve the development of physical-motor skills in the early childhood group.
PENYULUHAN MODEL PEMBELAJARAN INOVATIF PAUD HOLISTIK INTEGRATIF MELALUI APLIKASI CANVA UNTUK GURU PAUD Lenny Nuraeni; Dedah Jumiatin; Sharina Munggaraning Westhisi
Abdimas Siliwangi Vol 5, No 2 (2022): Juni 2022
Publisher : IKIP SILIWANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/as.v5i2.10339

Abstract

Masa pandemik mendorong guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) untuk terus berinovasi melahirkan beragam model pembelajaran yang mampu memfasilitasi kebutuhan anak saat Belajar Dari Rumah (BDR). Sayangnya, pemahaman dan kesiapan guru PAUD untuk mengimplementasikan kecanggihan teknologi yang ada masih belum optimal, sehingga perlu adanya penyuluhan model pembelajaran inovatif melalui beberapa aplikasi yang ada, salah satunya aplikasi Canva yang mudah diakses. Tujuan diadakan kegiatan penyuluhan ini adalah untuk memberikan pemahaman yang komprehensif dan pembelakan kepada guru PAUD yang berada di Desa Paas Kecamatan Pameungpeuk, Garut Selatan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah ceramah, diskusi, dan workshop. Antusiasme dari para peserta kegiatan sungguh tinggi. Hal ini terlihat saat sesi diskusi, para peserta aktif bertanya terkait dengan materi yang disampaikan. Setelah dilakukan penyuluhan, pemapaham peserta terkait dengan model pembelajaran inovatif PAUD Holistik Integratif (HI) melalui aplikasi Canva mengalami peningkatan. Hal ini tergambar saat para peserta telah mampu menjelaskan kembali materi yang telah disampaikan.
PEMERDAYAAN GURU-GURU MTs CAHAYA HARAPAN MELALUI KEGIATAN TRANSFER IPTEK E-MATHGOGY MENGGUNAKAN PENDEKATAN ICT BERBASIS REVOLUSI INDUSTRI 4.0 Ratni Purwasih; Dedah Jumiatin; Usman Aripin
J-ADIMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : (STKIP) PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/j-adimas.v8i1.1617

Abstract

Indonesia saat ini memasuki era revolusi 4.0 dan post pandemic.  Sistem pembelajaran sudah beralih ke dunia digital. Penemuan-penemuan di bidang IPTEK meningkatkan kualitas dan fleksibilitas proses pembelajaran. Perkembangan IPTEK yang sangat pesat dan canggih mendorong berbagai lembaga pendidikan memanfaatkan ICT untuk mendesain suasana pembelajaran yang nyaman sehingga menghasilkan ouput yang terbaik. Guru diharapkan mampu memiliki keterampilan untuk memanfaatkan ICT dalam menyampaikan materi ajar kepada siswa terutama kondisi pandemic covid-19 yang mengharuskan sekolah belajar melalui e-learning.  E-MathGogy merupakan sistem pembelajaran melalui website untuk memfasilitasi interakis siswa dengan guru melalui dunia online di era digital ini. Di era revolusi 4.0 guru di tuntut mampu memiliki kemampuan mengadopsi dan memanfaatkan ICT sebagai sarana pembelajaran. Oleh karena itu, kemampuan guru menyampaikan materi ajar melalui E-MathGogy berbasis website penting di miliki.  Mitra pengabdian ini adalah MTs Cahaya Harapan Cisarua. Peserta yang ada 25 orang. Pelaksanaan pengabdian pada bulan juli 2020 berlokasi di room meeting zoom Pro. Permasalahan yang dialami mitra diantaranya, guru-guru MTs  Cahaya Harapan  belum mampu melaksanakan pembelajaran melalui e-learning berbasis website dan belum ada buku atau petunjuk tentang e-learning berbasis website. Oleh karena itu, tujuan pengabdian Ini adalah untuk memberikan solusi terhadap permasalahan yang ada di mitra tersebut. Hasil pengabdian ini adalah peserta mengalami peningkatan keterampilan  dan pengetahuan sebesar 36.52%. Kata kunci: Pemerdayaan Guru, ICT, Revlusi Industri 4.0
BERSYUKUR KEPADA ALLAH MELALUI METODE TALQIYAN FIKTIYYAN UNTUK ANAK USIA DINI Lina Aidah; Dedah Jumiatin
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 Nomor 4, Juli 2022
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v5i4.11037

Abstract

This research departs from the ineffective use of methods that have been applied in education in Indonesia, it was marked by the number of children who do not have intelligence in understanding the essence of Allah SWT. The purpose of this study was to investigate the implementation of the talqiyan fikriyyan method in Quranikids Kindergarten. The method used in this research is a descriptive-analytical method with research instruments are observations and interviews with grade A, teachers, principals, and parents of students at Tk Quranikids Cianjur, and the form of data analysis used is reducing data, presenting data (analyzing) and drawing conclusions. The result from the observations at the Quranikids Kindergarten on the talqiyan fikriyyan method seen that students can understand gratitude through sensing the existing facts that make students happy in doing good deeds. Meanwhile, the results from the interviews with the object of research namely, principals, teachers, and parents of students, it can be seen that the talqiyan fikriyyan method is very effective in forming gratitude in early childhood, which makes these students happy in doing good deeds and worship as gratitude to Allah SWT. Penelitian ini bertolak dari kurang efektifnya penggunaan metode yang selama ini diterapkan dalam pendidikan yang ada di Indonesia, hal ini ditandai dengan masih banyaknya anak yang tidak memiliki rasasyukur dalam memahami dzat Allah SWT. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menumbuhkan rasa syukur anak dengan menerapkan metode talqiyan fikriyyan di TK Quranikids.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analitik dengan instrument penelitian berupa observasi dan wawancarapada anak kelas A, kepala sekolah dan orang tua peserta didik di Tk Quranikids Cianjur dan bentuk analisa data yang digunakan yaitu dengan cara mereduksi data, penyajian data (Menganalisa) serta penarikan kesimpulan.  Dari hasilobservasi yang dilakukan di TK Quranikids terhadap metode talqiyan fikriyyanterlihat bahwa anak dapat memahami rasa syukur melalui pengindraan terhadap fakta yang ada sehingga membuat anaksenang dalam melakukan amal shaleh. Sementara dari hasil wawancara terhadap objek penelitian yaitu, kepala sekolah, guru, orang tua dan anak dapat diketahui bahwa, pengaplikasian metode talqiyan fikriyyanini sangat efektif dalam membentuk rasa syukur pada anak usia dini, yang membuat anaktersebut senang dalam melakukan amal shaleh dan beribadah, sebagai rasa syukur kepada Allah SWT.
STIMULASI KECERDASAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK MELALUI PENDEKATAN STEAM DI KOBER AL BANA Tuti Handayani; Dedah Jumiatin
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 Nomor 2, Maret 2022
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v5i2.10318

Abstract

Early Childhood is a child who has a very high curiosity, in addition to a very high sense of curiosity, children always have the desire to try various ways to help themselves when facing problems in their daily environment. One of the intelligence of children that must be developed is emotional-social intelligence. One method that can be used to develop children's emotional-social intelligence is through the STEAM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) approach with the STEAM approach. In Kober Al Bana, it can be seen that children's social-emotional intelligence is still low, especially in group A due to lack of stimulus, teachers play more in the room, therefore this study aims to improve children's emotional-social intelligence with the STEAM approach. The technique of this research is observation with qualitative data analysis. Subjects that the researchers took were 10 children, namely 5 girls and 5 boys. To stimulate the emotional-social intelligence of the children, the researchers used the game of taking the ball in groups outside the room. With these play activities, the researchers got the final result of 90% of children's social-emotional increase.Anak Usia Dini sesungguhnya anak yang memiliki rasa ingin tahu yang sangat tinggi, disamping rasa kaingin tahuannya yang sangat tinggi anakpun selalu mempunyai keinginan  mencoba berbagai cara untuk menolong dirinya sendiri ketika menghadapi masalah dalam lingkungannya sehari-hari. Salah satu kecerdasan anak yang harus dikembangkan yaitu kecerdasan sosial emosional. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengembangkan kecerdasan sosial emosional anak yaitu melalui pendekatan STEAM (Science, Technology, Engineering and Mathematics)dengan pendekatan STEAM bisa dilakukan dengan cara bermain salah satunya adalah dengan permainan ambil bola secara berkelompok. Di Kober Al Bana terlihat kecerdasan sosial emosional anak masih rendah khususnya kelompok A karena kurangnya stimulus, guru bermain lebih banyak didalam ruangan, oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan sosial emosional anak dengan pendekatan STEAM. Teknik penelitian ini adalah observasi dengan analisis data kualitatif Subjeg yang peneliti ambil berjumlah 10 anak yaitu 5 anak perempuan dan 5 anak laki-laki, Untuk menstimulus kecerdasan sosial emosional anak peneliti menggunakan permainan ambil bola secara berkelompok di luar ruangan. Dengan kegiatan bermain tersebut peneliti mendapatkan hasil akhir 90% sosial emosional anak meningkat. 
Pelatihan Pembuatan Video Animasi Powtoon untuk Guru PAUD dalam Peningkatan Kompetensi Profesional di Era Merdeka Belajar Sharina Munggaraning Westhisi; Ema Aprianti; Dedah Jumiatin; Nurlaela Nurlaela; Siti Sadiyah
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 15, No 1 (2024): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v15i1.15547

Abstract

Kemajuan teknologi saat ini sangat berdampak pada kehidupan manusia, salah satunya terhadap kemampuan guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dalam rangka mengembangkan dan meningkatkan kompetensi profesional melalui teknologi. Sayangnya, guru PAUD yang memanfaatkan aplikasi pembuatan video animasi untuk memfasilitasi kebutuhan dan minat anak masih jarang dijumpai. Hal ini yang mendasari pelaksanaan pelatihan “Powtoon”, yang merupakan salah satu aplikasi video animasi, untuk memotivasi guru PAUD untuk membuat media pembelajaran berbasis teknologi, sehingga suasana pembelajaran lebih nyaman dan menyenangkan bagi anak dan sebagai upaya peningkatan kompetensi profesional guru PAUD di era merdeka belajar.  dapat dijadikan media untuk menyampaikan pembelajaran dengan menyenangkan dan praktis. Pelatihan ini melibatkan guru PAUD yang terhimpun pada Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Anak Usia Dini (HIMPAUDI) Kecamatan Cimahi Tengah. Pelatihan ini mampu berkontribusi positif dalam peningkatan kompetensi profesional guru PAUD di era merdeka belajar.