Andi Pertiwi Damayanti
Program Studi Peternakan, Jurusan Peternakan, Fakultas Peternakan Dan Perikanan, Universitas Tadulako Palu

Published : 10 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

PENGUKURAN AKTIVITAS METABOLISME BASAL PADA ITIK, ENTOG DAN MANDALUNG Damayanti, Andi Pertiwi
AgriSains Vol 6, No 2 (2005)
Publisher : FAPETKAN UNTAD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.128 KB)

Abstract

This experiment was done to test the basal metabolism activities of Cirebon ducks, Manila ducks and Mule ducks. To measure the basal activities such as O2 consumption, CO2 production, respiration quotient (RQ) and heat production there were 20 Cirebon ducks, Manila ducks and mule ducks.  The measurement of three species was done three times, in which three ducks were measured at one week while another one was measured at four and eight weeks, respectively. Each measurement was replicated four times.  The design used way completely randomized design with four groups as replication while species of duck was used as treatment. The data collected were analyzed with analysis of variant. Statistically, there were no differences in O2 consumption, CO2 production, heat production and quotient respiration in all species of ducks.  However, biologically Cirebon duck in week four gained their energy from carbohydrate oxidation (93.6%) and from lipid (6.4%). Meanwhile, the Manila ducks and Mule ducks received all of their energy (100%) from carbohydrate oxidation (on week one, four and eight) and the Cirebon ducks which received all of their energy (100 %) from carbohydrate oxidation on week one and eight. Kata kunci : Basal Metabolism, Cirebon ducks, manila ducks, mule ducks
Pengaruh Konsentrasi Penambahan Eugenol Daun Cengkeh Terhadap Kecernaan Nutrien Ransum Pada Ayam Pedaging Muhammad Tahir; Hafsah Hafsah; Andi Pertiwi Damayanti; Rizal Y. Tantu
Jurnal Ilmiah Fillia Cendekia Vol 7 No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Fillia Cendekia
Publisher : Universitas Islam Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32503/fillia.v7i1.2340

Abstract

Kandungan eugenol yang cukup besar dalam minyak atsiri daun cengkeh dapat berperan sebagai antimikroba, antioksidan sehingga dapat digunakan sebagai zat bioaktif pengganti antibiotik sintetik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kadar eugenol dalam pakan terhadap nilai kecernaan nutrien ransum pada ayam pedaging. Eugenol yang digunakan diekstraksi dari bahan daun cengkeh yang diperoleh dari kebun petani di Sulawesi Tengah. Pengujian kecernaan nutrisi pakan dilakukan di Kandang percobaan Fakultas Peternakan dan Perikanan Universitas Tadulako. Analisa kandungan bahan kering, protein kasar dan gross energi ransum dan ekskreta dilaksanakan di Laboratorium Kimia Makanan Ternak Universitas Hasanuddin Makassar. Percobaan studi kecernaan nutrisi pakan dilakukan dengan menggunakan 25 ekor ayam pedaging (broiler) umur 6 minggu dengan bobot badan berkisar 1,97 ± 0,092 kg. Pada percobaan ini ditambahkan eugenol pada ransum basal dengan 5 perlakuan yaitu: E0 = ransum basal + 0% eugenol; E1 = ransum basal + 0,5% eugenol; E2 = ransum basal + 1% eugenol; E3 = ransum basal + 1,5% eugenol; E4 = ransum basal + 2% eugenol. Variabel yang diamati adalah nilai kecernaan protein, bahan kering dan energi metabolis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kecernaan yang lebih tinggi adalah penambahan eugenol minyak atsiri daun cengkeh 1,5% pada ransum (E3) dengan kecernaan protein, bahan kering dan energi metabolis masing-masing sebesar 80,3%, 61,5%, dan 68,9%.
PENGARUH KOMBINASI ENZIM DAN BUNGKIL INTI SAWIT TERHADAP KESERAGAMAN TUMBUH, LIVEBILITAS, INCOME OVER FEED DAN CHICK COST AYAM BROILER Ummiani Hatta; Burhanudin Sundu; Andi Pertiwi Damayanti
Agroland: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Vol 17, No 1 (2010)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.349 KB)

Abstract

The objective of this study was to determine the effect of combination of enzyme and palm kernel meal on growth uniformity, liveability and income over feed and chick cost of broiler.    A completely randomized design was used in this study, with 7 treatments and 5 replicated cages of         6 birds pei café.  A total of 210 day – old broiler chicks were used in this study.  Treatments tested were  Ro = 0 % palm kernel meal (PKM), R1=  20 % PKM ,R2= 20 % PKM plus 0.02 % multi enzyme,      R3 =  20 % enzymatically predigested PKM,  R4 = 30 % PKM ,  R5 = 30 % PKM  plus 0,02 % multi enzyme and R6 = 30 % enzimatically predigested PKM. Results of variance analysis indicated that addition of enzyme in palm kernel meal based diets produced non–significant difference in growth uniformity and liveability (P>0,05). Income over feed and chick cost, however, was significantly affected by enzyme addition (P<0,01 ).
KANDUNGAN PROTEIN, LEMAK DAGING DAN KULIT ITIK, ENTOG DAN MANDALUNG UMUR 8 MINGGU Andi Pertiwi Damayanti
Agroland: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Vol 13, No 3 (2006)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (498.666 KB)

Abstract

This experiment was done to determine the chemical composition of meats of duck, Entog, and Mandalung. A proximate analysis of chemical composition was performed on samples obtained from 4 ducks, 3 Entog and 3 Mandalung; all were at 8 moths old. Results indicated that the highest protein content for chest meat was found in the duck (20.04%) followed by mandalung (19.01%) and entog (18.29%); respectively. The highest protein content for husk was obtained in the chest husks of entog (12.9%) followed by drumstick husks of mandalung (12.98%). The fat flesh content of entog, duck and mandalung were 59.32, 38.67, and 68.49%, respectively. The proportions of the husk of drumstick were 52.67, 97.64 and 48.85% for duck, entog and mandalung respectively.  The highest chest fat contents was found in the mandalung (5.06%) followed by duck (3.84%) and entog (3.47%). The drumstick husks content was 8.47% for duck, 5.27% for entog,  and 11.69% for mandalung. This study clearly indicated that the proportion of fat was high in meat husk of all three species.  For this reason, it is suggested for consumers to exclude the husk of these meat products in reducing fat consumption.
Performa Produksi dan Kualitas Telur Burung Puyuh yang Diberi Tepung Wortel (Daucus carrota L.) sebagai Sumber β-Karotein Alami dalam Ransum Muhammad Tahir; Andi Pertiwi Damayanti; Muhammad Asril Adjis; Sri Sarjuni
Jurnal Ilmiah Fillia Cendekia Vol 8 No 1 (2023): Jurnal Ilmiah Fillia Cendekia
Publisher : Universitas Islam Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32503/fillia.v8i1.3444

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan tepung wortel terhadap produksi dan kualitas fisik telur burung puyuh. Penelitian didesain menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 5 ulangan, dimana setiap unit percobaan ditempatkan 3 ekor burung puyuh umur 10 minggu, sehingga jumlah ternak bercobaan yang digunakan sebanyak 75 ekor burung puyuh umur 10 minggu dengan bobot badan 130-140 g/ekor. Perlakuan yang diamati adalah R0 (Ransum Kontrol tanpa penggunaan tepung wortel), R1 (99% ransum kontrol + 1% Tepung Wortel), R2 (98% ransum kontrol + 2% tepung Wortel, R3 (97% ransum kontrol0 + 3% tepung wortel dan R4 (96 rnsum control + 4% tepung Worte)l. Variabel yang diamati untuk mengetahui performa produksi adalah konsumsi ransum, total produksi telu, konversi ransum dan persenatse produksi harian (HDP), sedangkan variable yang diamati untuk mengetahui kualitas fisik terur adalah bobot telur, persentase kerabang telur, persentase putih telur (albumin), persentase kuning telur (yolk) dan Skor warna kuning telur. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan tepung wortel 1-4% memberikan pengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap konsumsi ransum, produksi telur harian (HDP), total produksi telur, konversi ransum, berat telur dan skor warna kuning telur, namun berpengaruh tuidak nyata (P>0,05) terhadap persentase albumin, kuning telur dan kerabang telur. Penambahan tepung wortel hingga 4% sebagai sumber β-karotein alami dalam ransum dapat meningkatkan produksi telur, berat telur, efisiensi ransum dan skor warna kuning telur, namun tidak mempengaruhi persentase masing-masing komponen telur Kata kunci: Burung Puyuh, Produksi telur, Kualitas Telur dan Tepung Wortel (Daucus carrota L.),
EVALUASI PENAMBAHAN EUGENOL DAUN CENGKEH SEBAGAI ADITIF DALAM PAKAN TERHADAP EFISIENSI PENGGUNAAN PAKAN AYAM PEDAGING Muhammad Tahir; Hafsah Hafsah; Rizal Y. Tantu; Andi Pertiwi Damayanti
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 25, No 2 (2023): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jpi.25.2.127-135.2023

Abstract

Minyak atsiri daun cengkeh mengandung 79,72% eugenol yang merupakan antimikroba, antibiotik dan antioksidan. Penambahan eugenol dalam pakan broiler diharapkan dapat memperbaiki efisiensi penggunaan pakan. Penelitian ini mengevaluasi penggunaan eugenol daun cengkeh dalam pakan yang terdiri atas 5 perlakuan dengan 4 ulangan. Setiap unit percobaan tersebut digunakan 10 ekor ayam pedaging umur 1 minggu dengan berat badan awal 142,25 ± 7,75 g/ekor selama 5 minggu (umur ayam 42 hari), sehingga total ayam yang digunakan dalam penelitian ini adalah 200 ekor. Eugenol yang digunakan berbentuk cair yang diisolasi dari minyak atsiri daun cengkeh. Perlakuan yang digunakan adalah E0 (Pakan Basal tanpa penambahan eugenol daun cengkeh), E1 (Pakan basal + eugenol daun cengkeh 0,5%), E2 (Pakan basal + eugenol daun cengkeh 1,0%) dan E3 (Pakan basal + eugenol daun cengkeh 1,5%). Parameter yang diukur adalah konsumsi protein, konsumsi energi metabolis, efisiensi penggunaan pakan dan rasio efisiensi protein. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan eugenol daun cengkeh 0,5 – 1,5% dalam pakan dapat meningkatkan secara sangat nyata (P<0.01) konsumsi protein dan energi metabolis pakan, efisiensi penggunaan pakan dan rasio efisiensi protein pada ayam pedaging. Efisiensi pakan dan rasio efisiensi protein pakan terbaik pada penggunaan eugenol daun cengkeh 1% dalam pakan ayam pedaging masing-masing 0,62±0,02 dan 3,00±0,12 sehingga disarankan penggunaan eugenol daun cengkeh pada ayam pedaging 1% dalam pakan.
Kandungan Protein, Lemak Daging Dan Kulit Itik, Entog Dan Mandalung Umur 8 Minggu Andi Pertiwi Damayanti
Agroland: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Vol 13 No 3 (2006): September
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan untuk mengukur komposisi kimia (kandungan gizi) pada itik, entog dan mandalung. 4 ekor itik, 3 ekor entog dan 3 ekor mandalung masing-masing berumur 8 minggu digunakan untuk analisis kandungan gizi umur 8 minggu (ke-3 spesies telah melewati titik infleksi). Data analisis proksimat kandungan protein, dan lemak daging dada, daging paha, kulit dada dan kulit paha yang didapatkan dianalisis secara deskriptif. Dari setiap spesies kadar protein daging dada tertinggi terlihat pada itik (20.04%) kemudian diikuti oleh mandalung (19.01) dan entok (18.29 %). Kandungan protein kulit tertinggi terdapat pada kulit dada entog (12.91) dan kulit paha mandalung (12.98). Kandungan protein kulit yang tinggi pada mandalung dan entog dalam penelitian ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan olahan pangan yang bergizi setelah mengalami proses pengolahan yang tepat. Dari hasil penelitian ini terlihat setelah melewati titik infleksi sampai pada minggu kedelapan kandungan lemak pada daging itik berada dibawah mandalung. Kandungan protein daging dada itik diatas mandalung dan entog namun kandungan protein daging paha, kulit dada dan kulit paha itik jauh dibawah kedua spesies yang lain. Hal ini menunjukkan itik tidak efisien dimanfaatkan sebagai sumber daging. Tetapi jika ingin memperoleh protein daging dari itik sebaiknya mengkonsumsi bagian dada karena kadar protein daging dada pada itik lebih tinggi (20.04%) dibanding dua spesies yang lain. Kandungan lemak daging dada entog hasil penelitian ini ( 3.47%), itik (3.84%) dan mandalung (5.06%). Kandungan lemak daging paha itik 8.47%, entog 5.27%, mandalung 11.69%. Kandungan lemak kulit dada dan kulit paha itik, entog dan mandalung masing-masing : 59.325% ; 52.67% , 38.67% ;47.64%, dan 68.49% ; 48.85%. Hasil analisis menunjukkan tingginya kandungan lemak kulit pada ke-3 spesies sehingga jika ingin menghindari konsumsi lemak yang berlebihan dianjurkan untuk mengkonsumsi daging unggas air tanpa kulit.
EVALUASI PENAMBAHAN EUGENOL DAUN CENGKEH SEBAGAI ADITIF DALAM PAKAN TERHADAP EFISIENSI PENGGUNAAN PAKAN AYAM PEDAGING Tahir, Muhammad; Hafsah, Hafsah; Tantu, Rizal Y.; Damayanti, Andi Pertiwi
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 25 No 2 (2023): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jpi.25.2.127-135.2023

Abstract

Minyak atsiri daun cengkeh mengandung 79,72% eugenol yang merupakan antimikroba, antibiotik dan antioksidan. Penambahan eugenol dalam pakan broiler diharapkan dapat memperbaiki efisiensi penggunaan pakan. Penelitian ini mengevaluasi penggunaan eugenol daun cengkeh dalam pakan yang terdiri atas 5 perlakuan dengan 4 ulangan. Setiap unit percobaan tersebut digunakan 10 ekor ayam pedaging umur 1 minggu dengan berat badan awal 142,25 ± 7,75 g/ekor selama 5 minggu (umur ayam 42 hari), sehingga total ayam yang digunakan dalam penelitian ini adalah 200 ekor. Eugenol yang digunakan berbentuk cair yang diisolasi dari minyak atsiri daun cengkeh. Perlakuan yang digunakan adalah E0 (Pakan Basal tanpa penambahan eugenol daun cengkeh), E1 (Pakan basal + eugenol daun cengkeh 0,5%), E2 (Pakan basal + eugenol daun cengkeh 1,0%) dan E3 (Pakan basal + eugenol daun cengkeh 1,5%). Parameter yang diukur adalah konsumsi protein, konsumsi energi metabolis, efisiensi penggunaan pakan dan rasio efisiensi protein. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan eugenol daun cengkeh 0,5 – 1,5% dalam pakan dapat meningkatkan secara sangat nyata (P<0.01) konsumsi protein dan energi metabolis pakan, efisiensi penggunaan pakan dan rasio efisiensi protein pada ayam pedaging. Efisiensi pakan dan rasio efisiensi protein pakan terbaik pada penggunaan eugenol daun cengkeh 1% dalam pakan ayam pedaging masing-masing 0,62±0,02 dan 3,00±0,12 sehingga disarankan penggunaan eugenol daun cengkeh pada ayam pedaging 1% dalam pakan.
Perbandingan Penggunaan Ekstrak Daun Pepaya (Carica papaya) dan Ekstrak Daun Mint (Mentha piperita) dalam Pakan terhadap Produksi dan Kualitas Telur Burung Puyuh Kumalasari, Rizki Wahita; Rusdi, Rusdi; Damayanti, Andi Pertiwi
Mitra Sains Vol 11 No 2 (2023): September
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ms26866579.2023.v11.i2.pp80-89

Abstract

Phytobiotics are derivated from the plants which contains active compounds. They produce antibacterial and antioxidants activity and can improve the condition of the digestive tract. Papaya leaf extracts and mint leaf extracts have the potential as natural phytobiotics because they have antibacterial, antioxidant properties, can improve alimentary tract conditions and increase the absorption of nutrients in the feed. The aim of this study was to compare the utilization of papaya leaf extract (EDP) and mint leaf extract (EDM) in feed on the production and quality of quail egg. A hundried and fourty quails of 42 days age were arranged in a completely randomized design with 5 treatments and 4 replicates (7 quails per replicate). The treatment diets consisted of P0 = Basal diet only (Control), P1 = Basal diet + 100 ppm EDP, P2 = Basal diet + 200 ppm EDP, P3 = Basal diet + 100 ppm EDM and P4 = Basal diet + 200 ppm EDM. The results approved that mint leaf extract reduces in feed consumption, increase egg production and mass and reduce feed conversion values, in contrast the papaya leaf extract ​​produce non-significant on those variables. However, papaya leaf extract was able to increase more white index values and haugh unit ​​of quail egg, while mint leaf extract increased more yolk index values. The addition of 100 ppm mint leaf extract resulted in the highest value of egg production and egg mass. Therefore, the perfomance and quality of eggs in mint leaf group were better than papaya leaf group.
THE EFFECT OF DIFFERENT ZONING IN A CLOSED-HOUSE CAGE ON MICROCLIMATE CONDITIONS AND BROILER PERFORMANCE Rahmawati, Sitti; Mozin, Selvy; Damayanti, Andi Pertiwi; Hatta, Ummiani; Sarjuni, Sri; Adjis, Moh. Asril
AGROLAND The Agricultural Sciences Journal (e-Journal) Vol 11 No 1 (2024): June
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agroland.v11i1.2168

Abstract

Closed-house cages have zones in them that have different conditions. Zoning in cages has different temperatures, humidity, speed, and ammonia levels and affects broiler performance. This study aims to determine the effect of different zoning on microclimate conditions and broiler performance in closed-house cages. This research was carried out from June 9, 2023 – to July 6, 2023, at the closed-house cage “Chicken Farm Janna” in Taipa Village, North Palu District, Palu City, Central Sulawesi Province. This study used 396 broiler samples aged 1-28 days with a DOC (Day-old chick) weight of ± 37 grams/head. The strain used is Lohman produced by PT. Japfa Comfeed Indonesia. This study used a t-test with 2 treatments and 9 repeats. The treatment studied is Z1 = Zone 1-60 meters from the inlet and Z2 = Zone 60-120 meters from the inlet. The results of the t-test show that different zoning has a significant influence (t count >t table) on microclimate conditions and broiler performance in closed-house cages. Different zoning exerts a real influence on microclimate conditions and the performance of broilers in closed-house cages. In the closed house cage, the zone opposite the inlet (zone 2) results in a temperature rise, a rise in ammonia levels, a drop in humidity, a loss in body weight, and an increase in mortality.