Pemandu wisata memiliki peran yang sangat penting dalam industri pariwisata, tidak hanya sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai jembatan budaya antara wisatawan dan masyarakat lokal. Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa keterbatasan penguasaan bahasa asing menjadi tantangan besar, khususnya bagi pemandu wisata berkebutuhan khusus. Untuk menjawab tantangan tersebut, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dirancang dengan tujuan meningkatkan keterampilan komunikasi bahasa asing (bahasa Inggris, bahasa Prancis, dan bahasa Jepang) bagi anggota Yayasan Bhakti Senang Hati yang berprofesi sebagai pemandu wisata. Metode yang digunakan adalah pelatihan berbasis konteks guiding, dengan pendekatan komunikatif dan praktik langsung agar peserta mampu mengaplikasikan materi dalam situasi nyata. Kegiatan berlangsung selama tiga bulan, dengan pertemuan mingguan dan materi yang meliputi sapaan, perkenalan diri, mendeskripsikan objek wisata, dan menutup tur. Hasil kegiatan menunjukkan pendekatan pelatihan yang komunikatif, kontekstual, dan berbasis peran (role-play) sangat efektif untuk mendukung pembelajaran bahasa bagi kelompok berkebutuhan khusus. Selain peningkatan keterampilan bahasa, kegiatan ini juga memberikan dampak positif terhadap rasa percaya diri peserta dalam memandu wisata. Keberhasilan kegiatan didukung oleh keterlibatan aktif peserta, dukungan dari mitra yayasan, serta penggunaan metode yang adaptif terhadap kebutuhan khusus peserta. Dengan hasil yang dicapai, diharapkan program ini dapat menjadi langkah awal menuju pengembangan pariwisata inklusif yang berkeadilan.