Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Hubungan Energi Kinetik dan Potensial dalam Gerakan Lay Up pada Pemain Bola Basket DBL Manado Independent School Warouw, Jovando T.; Moningka, Maya E.W.; Danes, Vennetia R.; Lintong, Fransiska; Rumampuk, Jimmy F.
Journal of Comprehensive Science Vol. 4 No. 12 (2025): Journal of Comprehensive Science
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v4i12.3786

Abstract

Teknik lay up melibatkan lari, lompatan, dan pelepasan bola ke ring, membutuhkan koordinasi biomekanika yang optimal untuk mencapai akurasi dan efesiensi gerak. Aspek pada teknik lay up dari sudut pandang fisika diantaranya energi kinetik & energi potensial, yang bergantung pada kemampuan fisik atlet. Pada saat atlet berlari energi kinetik yang berperan pada saat berakselerasi menuju ring, dan energi potensial pada saat mencapai ketinggian optimal untuk mencetak poin. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui adanya hubungan antara energi kinetik dan energi potensial pada gerakan lay up pemain bola basket tim DBL Manado Independent School. Metode yang digunakan observasional analisis korelasi, yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara energi kinetik dan energi potensial pada gerakan lay up atlet basket. Penelitian ini hanya mengobservasi dan menganalisis hubungan dari kedua energi tersebut yang akan direkam dan dianalisis menggunakan Kinovea untuk menentukan energi kinetik dan energi potensial pada 3 fase yang berbeda. Data yang diperoleh kemudian diuji menggunakan uji pearson. Terdapat hubungan antar energi kinetik dan energi potensial yang ditandakan dengan r = 0,524 dan ?  < 0,05. Terdapat hubungan antara energi kinetik dan energi potensial pada gerakan lay up yang ditandakan dengan penurunan energi kinetik dan peningkatan energi potensial sampai ke titik puncak
Analisis Penurunan Torsi Fleksi Siku Sebagai Indikator Fatigue Selama Serial Dumbbell Bicep Curl Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Karel, Aurelio H.; Danes, Vennetia R.; Lintong, Fransiska; Moningka, Maya E.W.; Rumampuk, Jimmy F.
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 4 No. 12 (2025): Jurnal Impresi Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v4i12.7284

Abstract

Kemampuan otot untuk menghasilkan gaya akan menurun akibat kontraksi berulang, yang dikenal dengan istilah muscle fatigue. Penurunan ini dapat diukur secara objektif dengan pengukuran torsi, yang secara biomekanik menunjukkan efektivitas gaya otot terhadap sumbu rotasi sendi. Torsi fleksi siku, yang dihasilkan oleh kontraksi otot Biceps brachii, menjadi indikator penting dalam menilai performa otot ekstremitas atas. Namun, penggunaan alat pengukur torsi berbasis elektromiografi (EMG) atau alat isokinetik sering dianggap mahal dan kurang praktis untuk penelitian berskala mahasiswa. Oleh karena itu, penelitian ini menggunakan pendekatan biomekanika berbasis analisis sudut eksternal dengan software Kinovea untuk menghitung torsi fleksi siku selama gerakan dumbbell bicep curl. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat penurunan torsi fleksi siku yang signifikan sebagai indikator muscle fatigue selama serangkaian gerakan dumbbell bicep curl pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado. Penelitian ini menggunakan metode quasi-experimental dengan desain within-subject repeated measures yang melibatkan 20 mahasiswa laki-laki berusia 18-25 tahun. Gerakan tiga set dumbbell bicep curl direkam dan dianalisis menggunakan Kinovea untuk menentukan sudut torsi fleksi siku, kemudian dihitung torsi secara manual. Data antar set diuji dengan Repeated Measures Anova. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan torsi fleksi siku yang signifikan antar set (p < 0,001), dengan uji post-hoc Bonferroni menunjukkan semua perbandingan set bermakna. RPE juga meningkat seiring bertambahnya set. Torsi fleksi siku menurun secara signifikan selama serial dumbbell bicep curl, sehingga dapat digunakan sebagai indikator objektif muscle fatigue.
GAMBARAN KEPADATAN TIKUS DI PELABUHAN LAUT MANADO Sahabati, Grania Virgie; Joseph, Woodford B. S.; Danes, Vennetia R.
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 3 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i3.52503

Abstract

Tikus dapat beradaptasi dengan sukses di lingkungan manusia, seperti pelabuhan, jika lingkungan tersebut mendukung kelangsungan hidup mereka. Tikus dapat membawa infeksi yang menyebabkan penyakit pada manusia, yang berdampak buruk pada kehidupan manusia. Leptospirosis dapat ditularkan melalui air liur dan urine tikus. Wabah pes ditularkan melalui gigitan kutu tikus, dan tikus juga dapat menyebarkan rabies, trichinosis, salmonellosis, rickettsial pox, dan tifus tikus. Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi jenis tikus di area Pelabuhan Laut Manado dan mengetahui angka kepadatan tikus di Pelabuhan Laut Manado. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif observasional yang bertujuan untuk menggambarkan kepadatan tikus di pelabuhan berdasarkan hasil penangkapan selama periode tertentu. Populasi dari penelitian ini seluruh tikus yang ada di Pelabuhan Laut Manado, dan untuk sampel dari penelitian ini yaitu semua tikus yang tertangkap di Pelabuhan laut manado. Perangkap yang digunakan yaitu singel trap yang dipasang di 21 titik yang ada di wilayah Pelabuhan Laut Manado. Umpan yang digunakan yaitu ikan asin.  Berdasarkan hasil penelitian selama 5 hari dengan jumlah perangkap yang diletakkan sebanyak 100 perangkap didapatkan 28 ekor tikus, jenis tikus yang tertangkap yaitu Rattus novergicus sebanyak 22 ekor, dan Mencit sebanyak 6 ekor. Nilai Success Trap kepadatan tikus di Pelabuhan Laut Manado yaitu 28% berdasarkan Permenkes Nomor 2 Tahun 2023 SBMKL untuk kepadatan tikus yaitu <1% maka dapat disimpulkan bahwa kepadatan tikus di Pelabuhan Laut manado tergolong tinggi dan belum memenuhi syarat dan perlu dilakukan pengendalian.  
Hubungan Postur Tubuh Saat Bekerja dengan Nyeri Otot Postural Berdasarkan Penilaian Nordic Musculosceletal Questionnaire (NMQ) dan Visual Analog Scale (VAS) pada Pegawai Administrasi di Universitas Sam Ratulangi Manalu, Raina A. R.; Danes, Vennetia R.; Moningka, Maya E.W.; Lintong, Fransiska; Rumampuk, Jimmy F.
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 6 No. 3 (2026): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v6i3.3020

Abstract

Latar Belakang : Gangguan musculoskeletal merupakan masalah kesehatan yang banyak dialami oleh pegawai kantoran, terutama akibat dari postur tubuh yang kurang ergonomis selama bekerja dalam durasi yang panjang. Tujuan : Mengetahui hubungan antara postur tubuh saat bekerja dan nyeri otot postural berdasarkan penilaian Nordic Musculoskeletal Questionnaire (NMQ) dan Visual Analog Scale (VAS) pada pegawai administrasi Universitas Sam Ratulangi. Metode : Penelitian ini menggunakan desain penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional dan melibatkan 97 responden yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Penilaian postur tubuh dilakukan dengan metode RULA melalui analisis foto posisi kerja, sedangkan keluhan nyeri otot dinilai menggunakan NMQ dan VAS. Analisis data menggunakan uji korelasi spearman. Hasil : Penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden berada pada kategori risiko sedang berdasarkan penilaian RULA. Terdapat hubungan bermakna antara postur tubuh saat bekerja dengan keluhan nyeri pada beberapat bagian tubuh, yaitu leher atas (p<0,001), leher bawah (p<0,001), bahu kiri (p=0,005), bahu kanan (p<0,001), dan lengan kanan atas (p=0,002). Simpulan : Terdapat hubungan yang signifikan  antara postur tubuh saat bekerja dengan nyeri otot postural berdasarkan penilaian Nordic Musculosceletal Questionnaire (NMQ) dan Visual Analog Scale (VAS) pada pegawai administrasi Universitas Sam Ratulangi.