This study aims to analyze strategies, media, and instructional practices in Indonesian language learning based on literacy that contribute to improving students’ reading interest. The research employed a Systematic Literature Review (SLR) method with a descriptive qualitative approach. Data were obtained from 102 research articles published in nationally accredited and internationally reputable journals between 2018 and 2025. A stepwise selection process using inclusion and exclusion criteria resulted in 22 relevant articles for analysis. Data were collected through database searches (Google Scholar, Sinta, ScienceDirect, and ERIC) using keywords such as “literacy-based learning,” “Indonesian language,” and “students’ reading interest.” Data were analyzed through thematic synthesis to identify patterns and trends. The findings indicate that literacy-based Indonesian language learning effectively enhances students’ reading interest when supported by contextual strategies, interactive digital media, and active involvement of teachers and school environments. Four main themes emerged from the synthesis: (1) project- and reflection-based literacy strategies, (2) use of digital and multimodal media, (3) teachers’ and school culture roles in building a literacy ecosystem, and (4) challenges and future directions of literacy in the Merdeka Curriculum era. This study provides theoretical contributions by mapping literacy-based learning practices and practical implications for teachers and policymakers to strengthen literacy culture in schools. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis berbagai strategi, media, dan praktik pembelajaran Bahasa Indonesia berbasis literasi yang berkontribusi terhadap peningkatan minat baca siswa. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh dari 102 artikel ilmiah yang dipublikasikan pada jurnal nasional terakreditasi dan jurnal internasional bereputasi selama rentang waktu 2018–2025. Proses seleksi dilakukan secara bertahap menggunakan kriteria inklusi dan eksklusi, hingga terpilih 22 artikel yang relevan untuk dianalisis. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui database search (Google Scholar, Sinta, ScienceDirect, dan ERIC) dengan menggunakan kata kunci “pembelajaran berbasis literasi”, “Bahasa Indonesia”, dan “minat baca siswa.” Analisis data menggunakan teknik sintesis tematik untuk mengidentifikasi pola dan kecenderungan hasil penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajaran Bahasa Indonesia berbasis literasi efektif meningkatkan minat baca siswa apabila didukung oleh strategi yang kontekstual, penggunaan media digital yang interaktif, dan keterlibatan aktif guru serta lingkungan sekolah. Empat tema utama yang muncul dalam hasil sintesis meliputi: (1) strategi pembelajaran literasi berbasis proyek dan refleksi, (2) pemanfaatan media digital dan multimodal, (3) peran guru dan budaya sekolah dalam membangun ekosistem literasi, serta (4) tantangan dan arah pengembangan literasi di era Kurikulum Merdeka. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dalam pemetaan praktik literasi Bahasa Indonesia, sekaligus implikasi praktis bagi guru dan pengembang kebijakan pendidikan untuk memperkuat budaya literasi di sekolah.