Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search
Journal : PENGABDIAN SOSIAL

MEMBANGUN BUDAYA ORGANISASI SEBAGAI KEUNGGULAN KOMPETITIF PADA STAF YAYASAN RUHAMA GUNUNG SINDUR Unik Desthiani; Annie Rufeidah; Sewaka Sewaka; Katry Anggraini; Rahmayanti Rahmayanti
PENGABDIAN SOSIAL Vol 2, No 1 (2022): JURNAL PENGABDIAN SOSIAL
Publisher : Universiitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.461 KB) | DOI: 10.32493/pbs.v2i1.18430

Abstract

ABSTRACT The Ruhama Foundation was established on March 23, 2012, located at Jalan Betet 1, Kampung Kebon Kopi, RT 03 RW 06, Pengasinan Village, Gunung Sindur District, Bogor Regency, West Java. Human resources are the important meaning of a reality that every human individual is the most important element because it always exists in an organization. Culture provides an identity for members of the organization and evokes a commitment to beliefs and values greater than oneself. The performance of the foundation staff is the basis for the achievement of the foundation's goals and achievements. Foundation staff form an overall perception based on the characteristics of the organizational culture which include innovation, persistence, aggressiveness, results orientation, people orientation, attention to detail, and team orientation. The organizational culture of the foundation staff in continuously improving performance to consistently carry out their duties and responsibilities in accordance with existing provisions and regulations is expected to continue to develop potential, especially regarding various programs at the Ruhama Foundation, so that foundation staff are expected not only to have good performance , but can do professionally. The success of the foundation's staff performance is not only influenced by organizational culture, but also members of the organization are expected to be able to work together with other members to solve problems that arise in the organization, so it is necessary to establish effective and efficient teamwork within the foundation. With the formation of teamwork, it is hoped that the cooperation of the foundation staff will be higher, so that it will facilitate the achievement of the foundation's goals. Keywords: Organizational Culture, Competitive Advantage, Foundation Staff ABSTRAK Yayasan Ruhama berdiri sejak 23 Maret 2012, beralamat di Jalan Betet 1 Kampung Kebon Kopi RT 03 RW 06 Desa Pengasinan Kecamatan Gunung Sindur Kabupaten Bogor Jawa Barat. Sumber daya manusia merupakan arti penting dari suatu realita bahwa setiap individu manusia merupakan elemen yang paling utama karena selalu ada dalam suatu organisasi. Budaya memberikan identitas bagi para anggota organisasi dan membangkitkan komitmen terhadap keyakinan dan nilai yang lebih besar dari dirinya sendiri. Kinerja staf yayasan merupakan dasar bagi pencapaian tujuan dan prestasi yayasan. Para staf yayasan membentuk persepsi keseluruhan berdasarkan karakteristik budaya organisasi yang antara lain meliputi inovasi, kematapan, keagresifan, orientasi hasil, orientasi orang, perhatian ke hal yang rinci, dan orientasi tim. Budaya organisasi staf yayasan dalam meningkatkan kinerja secara berkesinambungan untuk tetap konsisten melaksanakan tugas dan tanggung jawab sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang ada diharapkan untuk terus melakukan pengembangan potensi khususnya tentang berbagai program yang ada di Yayasan Ruhama, sehingga staf yayasan diharapkan tidak saja memiliki kinerja yang bagus, tetapi dapat melakukan secara profesional. Keberhasilan kinerja staf yayasan tidak hanya dipengaruhi oleh budaya organisasi, namun juga anggota organisasi diharapkan mampu bekerjasama dengan anggota yang lain untuk menyelesaikan permasalahan yang muncul dalam organisasi, sehingga perlunya dibentuk teamwork yang efektif dan efisien dalam yayasan. Dengan adanya pembentukan teamwork diharapkan akan meningkatkan kerjasama staf yayasan lebih tinggi, sehingga akan memudahkan tercapainya tujuan yayasan.    Kata Kunci: Budaya Organisasi, Keunggulan Kompetitif, Staf Yayasan
PENGENALAN PENGELOLAAN ARSIP DIGITAL UNTUK MENINGKATKAN PELAYANAN PRIMA DI KANTOR DESA SUKARAME-PANDEGLANG Rahmayanti Rahmayanti; Unik Desthiani; Annie Rufeidah
PENGABDIAN SOSIAL Vol 2, No 2 (2022): JURNAL PENGABDIAN SOSIAL
Publisher : Universiitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.813 KB) | DOI: 10.32493/pbs.v2i2.23144

Abstract

ABSTRACT Archives are something that cannot be separated from an organization or institution, archives have such an important role, they can be taken into account in decision making or become concrete evidence of a moment that takes place within the institution or organization, in its development, archives continue to follow technological changes, Archives are now not only in the form of an object that can be touched, but also something that is stored digitally which we call digital or electronic archives. Archive management is an effort made by the organization in this case the Sukarame village office to be able to provide excellent service in accordance with the character of today's society. Manual management is something that must be changed in the current digitalization period, where archive management is important and there is a need for changes to digitization to make it easier for employees to access data that has been stored at a later date. Digital archive management activities include at least two things, namely: (1) archive storage and (2) archive retrieval. Digital archive storage activities are archive management activities starting from the transfer of archive media to the arrangement of archives in new media. Through this community service activity, the team would like to convey about digital archive management using software which is a modern archive management medium to facilitate the duties of staff at the Sukarame village office in providing excellent service to the community. Keywords: Digital Archives, Software, Service Excellent   ABSTRAK Kearsipan merupakan sesuatu yang tidak bisa dilepaskan dari sebuah organisasi atau lembaga, arsip memliki peran yang begitu penting, ia dapat dijadikan pertimbangan pengambilan keputusan atau menjadi bukti konkrit terhadap sesuatu moment yang berlangsung dalam lembaga atau organisasi tersebut, dalam perkembangannya, arsip terus mengikuti perubahan teknologi, arsip kini tidak hanya berbentuk sebuah benda yang bisa disentuh saja, namun juga merupakan sesuatu yang tersimpan secara digital yang kita sebut dengan arsip digital atau elektronik. Pengelolaan arsip merupakan usaha yang dilakukan oleh organisasi dalam hal ini kantor desa Sukarame untuk dapat memberikan layanan prima yang sesuai dengan karakter masyarakat saat ini. Pengelolaan yang masih manual menjadi hal yang harus dilakukan perubahan pada masa digitalisasi saat ini, dimana pengelolaan arsip merupakan hal yang penting dan perlu adanya perubahan ke arah digitalisasi untuk memudahkan pegawai dalam mengakses Kembali data-data yang telah disimpan di kemudian hari. Kegiatan pengelolaan arsip digital setidaknya meliputi dua hal, yaitu: (1) penyimpanan arsip dan (2) penemuan kembali arsip. Kegiatan penyimpanan arsip digital merupakan kegiatan pengelolaan arsip yang dimulai dari kegiatan alih media arsip sampai pada penataan arsip dalam media baru. Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, tim ingin menyampaikan tentang pengelolaan arsip digital menggunakan perangkat lunak yang menjadi media pengelolaan arsip modern guna mempermudah tugas staf di kantor desa Sukarame dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. Kata Kunci: Arsip Digital, Perangkat Lunak, Pelayanan Prima
PENGUNAAN KOMUNIKASI MELALUI PENDEKATAN PERSUASIF KEPADA STAF YAYASAN DALAM MENSOSIALISASIKAN PENCEGAHAN COVID-19 DI YAYASAN PENDIDIKAN ISLAM JAME PEKOJAN JAKARTA BARAT Annie Rufeidah; Katry Anggraini; Sewaka Sewaka; Unik Desthiani; Rahmayanti Rahmayanti
PENGABDIAN SOSIAL Vol 1, No 2 (2021): JURNAL PENGABDIAN SOSIAL
Publisher : Universiitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.399 KB) | DOI: 10.32493/.v1i2.12974

Abstract

ABSTRACT The Covid-19 pandemic has brought changes in teaching activities in the school environment, as well as teaching and learning activities (KBM) within the Jame Pekojan Islamic Education Foundation which are carried out online at their respective homes. At times like this, there needs to be more intense coordination between the head of the foundation and staff, staff and staff and staff and students. Coordination can run well if done with good communication. Good communication is communication that is carried out in two directions and conveys messages from the sender of the message to the recipient of the message, for example messages from the chairman of the foundation to staff, messages from staff to staff, or messages from staff to students. Although learning activities are carried out online, there are some staff who sometimes have to come to the Foundation to complete work that cannot be done at home, so the Health protocol must be implemented while outside the home. The COVID-19 prevention health protocols include the 5M, namely: wearing masks, washing hands with soap and running water, maintaining a minimum distance of 1 meter, staying away from crowds and limiting mobilization and interaction. The foundation must socialize the prevention by using a persuasive approach so that staff, educators, students and all parties within the Jame Pekojan Islamic Education Foundation can get used to and be disciplined in carrying out health protocols. Keywords: Covid-19 Pandemic, Health Protocols, Teaching and Learning Activities (KBM)  ABSTRAK Pandemi Covid-19 memberikan perubahan dalam kegiatan mengajar di lingkungan sekolah, begitupun dengan kegiatan belajar mengajar (KBM) di lingkungan Yayasan Pendidikan Islam Jame Pekojan yang dilakukan secara online di rumah masing-masing. Di saat seperti ini perlu adanya koordinasi yang lebih intens baik antara ketua yayasan dengan staf, staf dengan staf maupun staf dengan siswa. Koordinasi dapat berjalan dengan baik jika dilakukan dengan komunikasi yang baik. Komunikasi yang baik adalah komunikasi yang dilakukan secara dua arah dan tersampaikannya pesan dari pengirim pesan kepada penerima pesan, misalnya pesan dari ketua yayasan kepada staf, pesan dari staf kepada staf, ataupun pesan dari staf kepada siswa. Meskipun kegiatan pembelajaran dilakukan secara online, namun ada beberapa staf yang terkadang harus datang ke Yayasan untuk menyelesaikan pekerjaan yang tidak dapat dilakukan di rumah, sehingga protokol Kesehatan harus dilaksanakan selama berada di luar rumah. Adapun protokol kesehatan pencegahan Covid-19 diantaranya melakukan 5M yaitu: memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menjaga jarak minimal 1 meter, menjauhi kerumunan serta membatasi mobilisasi dan interaksi. Pihak yayasan harus mensosialisasikan pencegahan tersebut dengan menggunakan pendekatan persuasif sehingga staf, tenaga pendidik, siswa dan seluruh pihak yang berada dilingkungan Yayasan Pendidikan Islam Jame Pekojan bisa membiasakan diri dan disiplin melakukan protokol kesehatan. Kata Kunci: Pandemi Covid-19, Protokol Kesehatan, Kegiatan Belajar Mengajar (KBM)
ETIKA KOMUNIKASI APARATUR PEMERINTAHAN KEPADA MASYARAKAT DI DESA CIBADUNG KECAMATAN GUNUNG SINDUR KABUPATEN BOGOR Annie Rufeidah; Rahmayanti Rahmayanti; Unik Desthiani
PENGABDIAN SOSIAL Vol 3, No 1 (2023): Jurnal Pengabdian Sosial
Publisher : Universiitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/.v3i1.28202

Abstract

ABSTRACT   In general, in association or daily activities, ethics and communication are things that must be considered, this is because both are the basis for a person's behavior with other people in his environment. The definition of ethics itself is a behavior as a standard that regulates association in social groups, while communication is the process of conveying information both orally and in writing or pictures between two or more people to achieve a common goal. Communication ethics can be said as a principle that regulates relationships in interacting between humans, including norms, values or measures of behavior in communication activities in a society. Ethics of communication is needed in every human activity that has the goal of being able to convey information quickly, precisely and accurately as well as being able to build good relationships, as a form of courtesy in behaving, and being part of mutual respect or respect for others. Communication ethics has an important role in everyday life where the message conveyed will be easily received by others and can generate positive feedback. Communication ethics also plays a role in public services so that information can be conveyed and received properly to all levels of society. This explanation encouraged Pamulang University lecturers to hold community service activities (PKM) with the title "Ethics of Communication of Government Apparatuses to the Community in Cibadung Village, Gunungsindur District, Bogor Regency". The purpose of this PKM is to provide an understanding of the roles, benefits, and objectives of communication ethics for the smoothness and success of government apparatus in conveying information to the public. Keywords: ethics, communication, government apparatus  
Upaya Meningkatkan Kepercayaan Diri dan Motivasi Belajar Anak Yatim dan Dhuafa di Yayasan Sahabat Yatim Bintaro-Tangerang Selatan (156-164) Unik Desthiani; Rahmayanti Rahmayanti
Jurnal Pengabdian Sosial Vol 3, No 2 (2023): Jurnal Pengabdian Sosial
Publisher : Universiitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/pbs.v3i2.32128

Abstract

Kesuksesan seseorang akan mudah tercapai jika memiliki kepercayaan diri dan motivasi yang kuat. Kepercayaan diri merupakan suatu keyakinan dan sikap seseorang terhadap kemampuan pada dirinya sendiri dengan menerima secara apa adanya baik positif maupun negatif yang dibentuk dan dipelajari melalui proses belajar dengan tujuan untuk kebahagiaan dirinya. Percaya diri adalah modal dasar seorang manusia dalam memenuhi berbagai kebutuhan sendiri. Seseorang mempunyai kebutuhan untuk kebebasan berpikir dan berperasaan sehingga seseorang yang mempunyai kebebasan berpikir dan berperasaan akan tumbuh menjadi manusia dengan rasa percaya diri. Salah satu langkah pertama dan utama dalam membangun rasa percaya diri aadlah dengan memahami dan meyakini bahwa setiap manusia memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing. Kelebihan yang ada di dalam diri seseorang harus dikembangkan dan dimanfaatkan agar menjadi produktif dan berguna bagi orang lain. Percaya diri merupakan dasar dari motivasi diri untuk berhasil. Agar termotivasi seseorang harus percaya diri. Seseorang yang mendapatkan ketenangan dan kepercayaan diri haruslah menginginkan dan termotivasi dirinya. Banyak orang yang mengalami kekurangan tetapi bangkit melampaui kekurangan sehingga benar-benar dapat mengalahkan kemalangan dengan mempunyai kepercayaan diri dan motivasi untuk terus tumbuh serta mengubah masalah menjadi tantangan. Dari penjelasan tersebut mendorong dosen Program Studi Administrasi Perkantoran D-III Universitas Pamulang untuk mengadakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) dengan judul “Upaya Meningkatkan Kepercayaan Diri dan Motivasi Belajar Anak Yatim dan Dhuafa di Yayasan Sahabat Yatim Bintaro-Tangerang Selatan”. Tujuan dari PKM ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman mengenai kepercayaan diri dan motivasi sehingga mampu untuk menghadapi persaingan yang semakin ketat.Kata kunci: kepercayaan diri, motivasi 
ETIKA KOMUNIKASI APARATUR PEMERINTAHAN KEPADA MASYARAKAT DI DESA CIBADUNG KECAMATAN GUNUNG SINDUR KABUPATEN BOGOR Annie Rufeidah; Rahmayanti Rahmayanti; Unik Desthiani
Jurnal Pengabdian Sosial Vol 3, No 1 (2023): Jurnal Pengabdian Sosial
Publisher : Universiitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/.v3i1.28202

Abstract

ABSTRACT   In general, in association or daily activities, ethics and communication are things that must be considered, this is because both are the basis for a person's behavior with other people in his environment. The definition of ethics itself is a behavior as a standard that regulates association in social groups, while communication is the process of conveying information both orally and in writing or pictures between two or more people to achieve a common goal. Communication ethics can be said as a principle that regulates relationships in interacting between humans, including norms, values or measures of behavior in communication activities in a society. Ethics of communication is needed in every human activity that has the goal of being able to convey information quickly, precisely and accurately as well as being able to build good relationships, as a form of courtesy in behaving, and being part of mutual respect or respect for others. Communication ethics has an important role in everyday life where the message conveyed will be easily received by others and can generate positive feedback. Communication ethics also plays a role in public services so that information can be conveyed and received properly to all levels of society. This explanation encouraged Pamulang University lecturers to hold community service activities (PKM) with the title "Ethics of Communication of Government Apparatuses to the Community in Cibadung Village, Gunungsindur District, Bogor Regency". The purpose of this PKM is to provide an understanding of the roles, benefits, and objectives of communication ethics for the smoothness and success of government apparatus in conveying information to the public. Keywords: ethics, communication, government apparatus  
PENGUNAAN KOMUNIKASI MELALUI PENDEKATAN PERSUASIF KEPADA STAF YAYASAN DALAM MENSOSIALISASIKAN PENCEGAHAN COVID-19 DI YAYASAN PENDIDIKAN ISLAM JAME PEKOJAN JAKARTA BARAT Rufeidah, Annie; Anggraini, Katry; Sewaka, Sewaka; Desthiani, Unik; Rahmayanti, Rahmayanti
Jurnal Pengabdian Sosial Vol 1 No 2 (2021): JURNAL PENGABDIAN SOSIAL
Publisher : Universiitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/.v1i2.12974

Abstract

ABSTRACT The Covid-19 pandemic has brought changes in teaching activities in the school environment, as well as teaching and learning activities (KBM) within the Jame Pekojan Islamic Education Foundation which are carried out online at their respective homes. At times like this, there needs to be more intense coordination between the head of the foundation and staff, staff and staff and staff and students. Coordination can run well if done with good communication. Good communication is communication that is carried out in two directions and conveys messages from the sender of the message to the recipient of the message, for example messages from the chairman of the foundation to staff, messages from staff to staff, or messages from staff to students. Although learning activities are carried out online, there are some staff who sometimes have to come to the Foundation to complete work that cannot be done at home, so the Health protocol must be implemented while outside the home. The COVID-19 prevention health protocols include the 5M, namely: wearing masks, washing hands with soap and running water, maintaining a minimum distance of 1 meter, staying away from crowds and limiting mobilization and interaction. The foundation must socialize the prevention by using a persuasive approach so that staff, educators, students and all parties within the Jame Pekojan Islamic Education Foundation can get used to and be disciplined in carrying out health protocols. Keywords: Covid-19 Pandemic, Health Protocols, Teaching and Learning Activities (KBM)  ABSTRAK Pandemi Covid-19 memberikan perubahan dalam kegiatan mengajar di lingkungan sekolah, begitupun dengan kegiatan belajar mengajar (KBM) di lingkungan Yayasan Pendidikan Islam Jame Pekojan yang dilakukan secara online di rumah masing-masing. Di saat seperti ini perlu adanya koordinasi yang lebih intens baik antara ketua yayasan dengan staf, staf dengan staf maupun staf dengan siswa. Koordinasi dapat berjalan dengan baik jika dilakukan dengan komunikasi yang baik. Komunikasi yang baik adalah komunikasi yang dilakukan secara dua arah dan tersampaikannya pesan dari pengirim pesan kepada penerima pesan, misalnya pesan dari ketua yayasan kepada staf, pesan dari staf kepada staf, ataupun pesan dari staf kepada siswa. Meskipun kegiatan pembelajaran dilakukan secara online, namun ada beberapa staf yang terkadang harus datang ke Yayasan untuk menyelesaikan pekerjaan yang tidak dapat dilakukan di rumah, sehingga protokol Kesehatan harus dilaksanakan selama berada di luar rumah. Adapun protokol kesehatan pencegahan Covid-19 diantaranya melakukan 5M yaitu: memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menjaga jarak minimal 1 meter, menjauhi kerumunan serta membatasi mobilisasi dan interaksi. Pihak yayasan harus mensosialisasikan pencegahan tersebut dengan menggunakan pendekatan persuasif sehingga staf, tenaga pendidik, siswa dan seluruh pihak yang berada dilingkungan Yayasan Pendidikan Islam Jame Pekojan bisa membiasakan diri dan disiplin melakukan protokol kesehatan. Kata Kunci: Pandemi Covid-19, Protokol Kesehatan, Kegiatan Belajar Mengajar (KBM)
MEMBANGUN BUDAYA ORGANISASI SEBAGAI KEUNGGULAN KOMPETITIF PADA STAF YAYASAN RUHAMA GUNUNG SINDUR Desthiani, Unik; Rufeidah, Annie; Sewaka, Sewaka; Anggraini, Katry; Rahmayanti, Rahmayanti
Jurnal Pengabdian Sosial Vol 2 No 1 (2022): JURNAL PENGABDIAN SOSIAL
Publisher : Universiitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/pbs.v2i1.18430

Abstract

ABSTRACT The Ruhama Foundation was established on March 23, 2012, located at Jalan Betet 1, Kampung Kebon Kopi, RT 03 RW 06, Pengasinan Village, Gunung Sindur District, Bogor Regency, West Java. Human resources are the important meaning of a reality that every human individual is the most important element because it always exists in an organization. Culture provides an identity for members of the organization and evokes a commitment to beliefs and values greater than oneself. The performance of the foundation staff is the basis for the achievement of the foundation's goals and achievements. Foundation staff form an overall perception based on the characteristics of the organizational culture which include innovation, persistence, aggressiveness, results orientation, people orientation, attention to detail, and team orientation. The organizational culture of the foundation staff in continuously improving performance to consistently carry out their duties and responsibilities in accordance with existing provisions and regulations is expected to continue to develop potential, especially regarding various programs at the Ruhama Foundation, so that foundation staff are expected not only to have good performance , but can do professionally. The success of the foundation's staff performance is not only influenced by organizational culture, but also members of the organization are expected to be able to work together with other members to solve problems that arise in the organization, so it is necessary to establish effective and efficient teamwork within the foundation. With the formation of teamwork, it is hoped that the cooperation of the foundation staff will be higher, so that it will facilitate the achievement of the foundation's goals. Keywords: Organizational Culture, Competitive Advantage, Foundation Staff ABSTRAK Yayasan Ruhama berdiri sejak 23 Maret 2012, beralamat di Jalan Betet 1 Kampung Kebon Kopi RT 03 RW 06 Desa Pengasinan Kecamatan Gunung Sindur Kabupaten Bogor Jawa Barat. Sumber daya manusia merupakan arti penting dari suatu realita bahwa setiap individu manusia merupakan elemen yang paling utama karena selalu ada dalam suatu organisasi. Budaya memberikan identitas bagi para anggota organisasi dan membangkitkan komitmen terhadap keyakinan dan nilai yang lebih besar dari dirinya sendiri. Kinerja staf yayasan merupakan dasar bagi pencapaian tujuan dan prestasi yayasan. Para staf yayasan membentuk persepsi keseluruhan berdasarkan karakteristik budaya organisasi yang antara lain meliputi inovasi, kematapan, keagresifan, orientasi hasil, orientasi orang, perhatian ke hal yang rinci, dan orientasi tim. Budaya organisasi staf yayasan dalam meningkatkan kinerja secara berkesinambungan untuk tetap konsisten melaksanakan tugas dan tanggung jawab sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang ada diharapkan untuk terus melakukan pengembangan potensi khususnya tentang berbagai program yang ada di Yayasan Ruhama, sehingga staf yayasan diharapkan tidak saja memiliki kinerja yang bagus, tetapi dapat melakukan secara profesional. Keberhasilan kinerja staf yayasan tidak hanya dipengaruhi oleh budaya organisasi, namun juga anggota organisasi diharapkan mampu bekerjasama dengan anggota yang lain untuk menyelesaikan permasalahan yang muncul dalam organisasi, sehingga perlunya dibentuk teamwork yang efektif dan efisien dalam yayasan. Dengan adanya pembentukan teamwork diharapkan akan meningkatkan kerjasama staf yayasan lebih tinggi, sehingga akan memudahkan tercapainya tujuan yayasan.    Kata Kunci: Budaya Organisasi, Keunggulan Kompetitif, Staf Yayasan
Meningkatkan Kompetensi Peserta Didik SMK Letris Indonesia 1 dalam Mempersiapkan Diri Menghadapi Proses Rekrutmen di Dunia Kerja Rahmayanti, Rahmayanti; Desthiani, Unik
Jurnal Pengabdian Sosial Vol 4 No 1 (2024): Jurnal Pengabdian Sosial
Publisher : Universiitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/pbs.v4i1.38295

Abstract

Persaingan global menuntut seseorang untuk dapat bersaing dan menjadi sumber daya manusia (SDM) yang unggul yang berkualitas sehingga dapat meningkatkan kemampuan dalam bersaing di dunia kerja. Upaya yang dapat dilakukan untuk menciptakan SDM yang berkualitas yaitu melalui pendidikan, dimana pendidikan bukan hanya bersifat memberikan ilmu pengetahuan saja, namun juga mempersiapkan peserta didik untuk mampu dalam merencanakan karirnya setelah lulus dari SMK. Pemahaman terkait persiapan yang harus dilakukan untuk dapat siap dalam menghadapi dunia kerja yaitu dengan memberikan gambaran dan perencanaan mengenai proses rekrutmen yang biasanya terjadi di berbagai organsasi dan perusahaan sehingga peserta didik akan mampu dan memiliki persiapan yang matang setelah lulus SMK dan melanjutkan untuk bekerja di suatu perusahaan atau organisasi. Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini bekerja sama dengan SMK Letris 1 Indonesia yang berlokasi di Villa Bintaro Indah Jl. Kalimantan I, Jombang, Kec. Ciputat Kota Tangerang Selatan, Banten. Dari penjelasan tersebut mendorong dosen Program Studi Administrasi Perkantoran D-III Universitas Pamulang untuk mengadakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) dengan judul “Meningkatkan Kompetensi Peserta Didik SMK Letris Indonesia 1 dalam Mempersiapkan Diri Menghadapi Proses Rekrutmen di Dunia Kerja”. Tujuan dari PKM ini adalah memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada peserta didik di SMK Letris Indonesia 1 tentang bagaimana meningkatkan kualitas sumber daya manusia sehingga Jargon “SMK Bisa” dapat diwujudkan. Abstract Global competition requires someone to be able to compete and become superior, quality human resources (HR) so that they can improve their ability to compete in the world of work. Efforts that can be made to create quality human resources are through education, where education is not only about providing knowledge, but also preparing students to be able to plan their careers after graduating from vocational school. Understanding the preparations that must be made to be ready to face the world of work, namely by providing an overview and planning regarding the recruitment process that usually occurs in various organizations and companies so that students will be able and have thorough preparation after graduating from vocational school and continuing to work in a company. or organization. This Community Service activity is in collaboration with SMK Letris 1 Indonesia which is located at Villa Bintaro Indah Jl. Kalimantan I, Jombang, District. Ciputat, South Tangerang City, Banten. This explanation encouraged lecturers from the D-III Office Administration Study Program at Pamulang University to hold community service activities (PKM) with the title "Improving the Competency of Letris Indonesia 1 Vocational School Students in Preparing Themselves for the Recruitment Process in the World of Work". The aim of this PKM is to provide knowledge and understanding to students at SMK Letris Indonesia 1 about how to improve the quality of human resources so that the "SMK Bisa" jargon can be realized.
Etika Komunikasi Perangkat Desa Dalam Memberikan Pelayanan Kepada Masyarakat Di Desa Sukarame, Carita-Pandeglang Unik Desthiani; Sri Utaminingsih; Rahmayanti
Jurnal Pengabdian Sosial Vol 4 No 2 (2024): Jurnal Pengabdian Sosial
Publisher : Universiitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/pbs.v4i2.41867

Abstract

Pada umumnya dalam pergaulan ataupun aktivitas sehari-hari, etika maupun komunikasi menjadi hal yang harus diperhatikan, hal ini dikarenakan keduanya menjadi dasar seseorang berperilaku dengan orang lain dalam lingkungannya. Pengertian etika itu sendiri yaitu suatu tingkah laku sebagai standar yang mengatur pergaulan dalam kelompok sosial, sedangkan komunikasi merupakan proses penyampaian informasi baik secara lisan maupun tulisan ataupun gambar antara dua orang atau lebih untuk mencapai tujuan bersama. Etika komunikasi dapat dikatakan sebagai suatu prinsip yang mengatur hubungan dalam berinteraksi antar manusia, termasuk didalamnya norma, nilai atau ukuran tingkah laku dalam kegiatan komunikasi di suatu masyarakat. Etika komunikasi sangat diperlukan dalam setiap aktivitas manusia yang memiliki tujuan untuk dapat menyampaikan informasi secara cepat, tepat, dan akurat serta dapat membangun relasi yang baik, sebagai bentuk sopan santun dalam berperilaku, dan menjadi bagian dari rasa saling menghormati atau menghargai orang lain. Etika komunikasi memiliki peranan penting dalam kehidupan sehari-hari dimana pesan yang disampaikan akan mudah diterima oleh orang lain dan dapat menghasilkan feedback yang positif. Etika komunikasi juga berperan dalam pelayanan publik agar informasi dapat tersampaikan dan diterima dengan baik kepada seluruh lapisan masyarakat. Dari penjelasan tersebut mendorong dosen Universitas Pamulang untuk mengadakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) dengan judul “Etika Komunikasi Perangkat Desa dalam Memberikan Pelayanan Kepada Masyarakat di Desa Sukarame, Carita-Pandeglang”. Tujuan dari PKM ini adalah untuk memberikan pemahaman mengenai peranan, manfaat, dan tujuan dari etika komunikasi bagi kelancaran dan kesuksesan perangkat desa dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Kata kunci: Etika Komunikasi, Pelayanan, Perangkat Desa