Rusmansyah Rusmansyah
Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Lambung Mangkurat

Published : 15 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PENERAPAN PEMBELAJARAN E-LEARNING MODEL SCIENTIFIC CRITICAL THINKING UNTUK MELATIHKAN KETERAMPILAN ARGUMENTASI ILMIAH DAN SELF-EFFICACY Hairun Nisa; Rusmansyah Rusmansyah; Leny Leny; Yani Rahman
JCAE (Journal of Chemistry And Education) Vol 4 No 3 (2021): JCAE EDISI APRIL 2021
Publisher : PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA FKIP UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jcae.v4i3.833

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk melatih keterampilan argumentasi ilmiah dan self-efficacy siswa dengan penerapan pembelajaran ­e-learning model Scientific Critical Thinking (SCT) pada materi larutan penyangga serta mendeskripsikan respon siswa terhadap pembelajaran e-learning model SCT. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimen semu atau quasy experiment dengan menggunakan desain one group pretest–posttest design. Sampel pada penelitian adalah siswa kelas XI MIPA 1 SMA Negeri 8 Banjarmasin. Sampel dipilih dengan teknik purposive sampling. Variabel bebas pada penelitian berupa pembelajaran e-learning model SCT, sedangkan variabel terikatnya adalah keterampilan argumentasi ilmiah dan self efficacy. Instrumen penelitian terdiri dari soal tes keterampilan argumentasi ilmiah, angket self-efficacy dan respon siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik tes dan non-tes. Data dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif dan teknik analisis inferensial. Penelitian menunjukkan hasil bahwa: (1) keterampilan argumentasi ilmiah siswa antara sebelum dan sesudah pembelajaran e-learning model SCT memiliki perbedaan yang signifikan, (2) self efficacy yang dimiliki siswa antara sebelum dengan sesudah pembelajaran e-learning model SCT memiliki perbedaan yang signifikan, dan (3) respon positif diberikan siswa terhadap penerapan pembelajaran e-learning­ model SCT
MEDIA SIMULASI PhET (PHYSICS EDUCATION TECHNOLOGY) UNTUK MEREDUKSI MISKONSEPSI SISWA PADA KONSEP ASAM BASA Bety Anitasari; Atiek Winarti; Rusmansyah Rusmansyah
QUANTUM: Jurnal Inovasi Pendidikan Sains Vol 10, No 1 (2019): April 2019
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/quantum.v10i1.5713

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mereduksi miskonsepsi siswa dengan menggunakan media PhET pada konsep asam basa. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilakukan secara bersiklus. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI MIPA SMAN 8 Banjarmasin yang berjumlah 25 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa miskonsepsi yang dialami siswa adalah penggunakan konsep Bronsted-Lowry untuk menjelaskan konsep Arrhenius, serah terima elektron adalah pernyataan dari teori Bronsted-Lowry, zat yang berperan sebagai asam akan menjadi asam konjugasi pada teori Bronnsted-Lowry, siswa menganggap kertas lakmus ikut bereaksi dengan larutan dan mempengaruhi nilai pH, siswa melihat kekuatan suatu asam berdasarkan atom hidrogen, larutan asam kuat atau basa kuat menghasilkan hanya sedikit ion H+ atau OH- yang menyebabkan nyala lampu terang, dan perubahan nilai pH larutan asam lemah menjadi basa lemah dapat meningkatkan kualitas air. Pada siklus II aktivitas guru meningkat sangat baik, aktivitas siswa meningkat sangat aktif, aspek sikap pada siklus II menjadi sangat aktif, miskonsepsi berkurang setelah pembelajaran di siklus II, dan angket respon tergolong baik terhadap pembelajaran dengan media simulasi PhET.
PENERAPAN MODEL GUIDED DISCOVERY LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DAN HASIL BELAJAR Nursidah Nursidah; Bambang Suharto; Rusmansyah Rusmansyah
Vidya Karya Vol 34, No 1 (2019): April 2019
Publisher : FKIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (572.653 KB) | DOI: 10.20527/jvk.v34i1.6387

Abstract

Abstract. It has been conducted the research on the implementation of Guided Discovery Learning (GDL) models on salt hydrolysis material. The factors studied were teacher activities, student activities, critical thinking skills, and cognitive, affective, and psychomotor learning outcomes. This study uses a classroom action research design with 2 cycles. The source of the data is 37 students of class XI IPA 1 SMA Negeri 1 Banjarmasin. The research instruments were tests and nontes. The results showed that there was an increase in teacher activity by 35.20%, from 51.13 (quite good) in cycle 1 to 69.13% (good) in cycle II; there was an increase in student activity by 41.19%, from 47.13% (quite active) in the first cycle to 88.88% (active) in cycle II; students' critical thinking skills increase by 27.30%; learning outcomes of cognitive, affective, and psychomotor respectively increased by 23.39%, 40.43%, and 37.62%. Keywords: GDL, critical thinking, learning outcomes   Abstrak. Telah dilakukan penelitian tentang penerapan model Guided Discovery Learning (GDL) pada materi hidrolisis garam. Faktor yang diteliti yaitu aktivitas guru, aktivitas siswa, keterampilan berpikir kritis, hasil belajar kognitif, afektif, dan psikomotorik. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK) dengan 2 siklus. Sumber data penelitian adalah 37 orang siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Banjarmasin. Instrumen penelitian berupa tes dan nontes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan aktivitas guru sebesar 35,20%, dari 51,13(cukup baik) pada siklus 1 menjadi 69,13% (baik) pada siklus II; terjadi peningkatan aktivitas siswa sebesar 41,19%, dari 47,13% (cukup aktif)  pada siklus I menjadi 88,88% (aktif) pada siklus II; keterampilan berpikir kritis siswa meningkat sebesar 27,30%; hasil belajar kognitif, afektif, dan psikomotor masing-masing meningkat sebesar 23,39%, 40,43%, dan 37,62%. Kata kunci: GDL, berpikir kritis, hasil belajar
MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF DAN SELF EFFICACY SISWA MENGGUNAKAN MODEL CREATIVE PROBLEM SOLVING PADA MATERI SISTEM KOLOID Wahyu Wahyu; Rusmansyah Rusmansyah; Arif Sholahuddin
Vidya Karya Vol 32, No 1 (2017): April 2017
Publisher : FKIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.834 KB) | DOI: 10.20527/jvk.v32i1.4147

Abstract

Abstract. This study aims to improve teacher and students activities, creative thinking ability, self efficacy, and student learning outcomes in Colloid system material using creative problem solving model. The subjects were 36 students of grade XI IPA SMA PGRI 4 Banjarmasin. This classroom action research was conducted in 2 cycles through the stages of planning, action, evaluation and observation, and reflection. The data were collected using observation instruments, creative thinking skills tests, student achievement test, and questionnaires. Analysis of the data used qualitative and quantitative analysis techniques. The results of the cycle I and cycle 2 showed: (1) there was an increase in teacher and student activities from good to very good, (2) students' creative thinking ability increased from moderate to high, (3) self efficacy of students increased from moderate to high, (4) students' learning outcomes on the attitude aspects improved from good (score 71,53) to be very good (score 86.34), the skill aspects improved from good enough to good, and the percentage of students' mastery increased from 52.78% in the first cycle to 83.33% in te second cycle.                  Keywords: Creative problem solving, creative thinking ability, self efficacy, colloid system. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas guru dan aktivitas siswa, kemampuan berpikir kreatif, self efficacy, dan hasil belajar siswa pada materi sistem Koloid menggunakan model pembelajaran creative problem solving. Subjek penelitian adalah 36 orang siswa kelas XI IPA SMA PGRI 4 Banjarmasin. Penelitian tindakan kelas ini dilakukan dalam 2 siklus melalui tahap-tahap perencanaan, tindakan, evaluasi dan observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan menggunakan instrumen observasi, tes kemampuan berpikir kreatif, tes hasil belajar, dan angket. Analisis data menggunakan teknik analisis kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian siklus I dan siklus 2 menunjukkan: (1) terjadi peningkatan aktivitas guru dan aktivitas siswa dari baik menjadi sangat baik, (2) kemampuan berpikir kreatif siswa meningkat dari sedang menjadi tinggi, (3) self efficacy siswa menigkat dari sedang menjadi tinggi, (4) hasil belajar siswa pada aspek sikap meningkat dari baik (skor 71,53) menjadi sangat baik (skor 86,34),  aspek keterampilan meningkat dari cukup baik menjadi baik, dan persentase ketuntasan pengetahuan siswa meningkat dari 52,78% pada siklus I menjadi 83,33% di siklus II.Kata kunci: creative problem solving, kemampuan berpikir kreatif, self efikasi, sistem koloid.
MENINGKATKAN SELF EFFICACY DAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DENGAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING BERBANTUAN VIRTUAL LABORATORY PADA MATERI LARUTAN PENYANGGA Agusnita Maulidah; Rusmansyah Rusmansyah; Leny Leny
JCAE (Journal of Chemistry And Education) Vol 5 No 3 (2022): JCAE EDISI APRIL 2022
Publisher : PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA FKIP UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jcae.v5i3.1297

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang meningkatkan self efficacy dan keterampilan berpikir kritis dengan model pembelajaran Inkuiri Terbimbing berbantuan virtual laboratory pada materi larutan penyangga pada siswa kelas XI IPA 1. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) aktivitas guru; (2) aktivitas siswa; (3) self efficacy; (4) keterampilan berpikir kritis; (5) hasil belajar; (6) respon siswa dengan model pembelajaran Inkuiri Terbimbing berbantuan virtual laboratory. Metode yang digunakan ialah rancangan PTK yang terdiri dari 2 siklus. Peneliti menggunakan subjek penelitian yaitu siswa kelas XI IPA 1 SMA PGRI 4 Banjarmasin dengan jumlah 36 orang. Instrumen penelitian berupa tes dan non tes. Hasil dari penelitian menyatakan bahwa (1) aktivitas guru sebesar 42,67 kategori baik di siklus I menjadi 50,27 dalam kategori sangat baik di siklus II, (2) aktivitas siswa sebesar 39 kategori aktif di siklus I menjadi 48,33 dalam kategori sangat sangat aktif di siklusII, (3) peningkatan terjadi pada self efficacy siswa berdasarkan hasil observasi sebesar 125,12 kategori cukup baik di siklus I menjadi 133,08 kategori baik di siklus II, (4) peningkatan terjadi pada keterampilan berpikir kritis berdasarkan hasil evaluasi secara klasikal dari 60,43% dengan kategori cukup kritis di siklus I menjadi 83,61% dengan kategori sangat kritis pada siklus II, (5) peningkatan terjadi pada ketuntasan hasil belajar kognitif secara klasikal dari 30,56% di siklus I menjadi 86,11% pada siklus II, hasil belajar afektif meningkat berdasarkan hasil observasi sebesar 122,67 dari kategori cukup baik di siklus I menjadi 141, 32 dengan kategori baik di siklus II, (6) respon positif terhadap pembelajaran dengan model inkuiri terbimbing berbantuan virtual laboratory.