Dewi Purnama Windasari
Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Makassar

Published : 19 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

FAKTOR RISIKO KEJADIAN KANKER SERVIKS DI RUMAH SAKIT TK. II PELAMONIA TAHUN 2014 Dewi Purnama Windasari
Jurnal Mitrasehat Vol. 6 No. 1 (2016): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v6i1.167

Abstract

Kanker serviks merupakan penyebab kematian nomor dua di dunia pada kaum hawa dari seluruh penyakit kanker yang ada. Kanker serviks di Asia Tenggara masih cukup besar. Setiap tahunnya terdeteksi lebih dari 15.000 kasus di Indonesia dan kira-kira sebanyak 8000 kasus diantaranya berakhir dengan kematian. Pada tahun 2014, terdapat 39 kasus yang baru ditemukan pada penderita di Rumah Sakit Tk. II Pelamonia. Tujuan penelitian untuk mengetahui besar risiko umur, paritas, usia saat menikah dan pendidikan terhadap kejadian kanker serviks. Jenis penelitian adalah Case Control Study, dilaksanakan di Rumah Sakit Tk. II Pelamonia mulai tanggal 27 April sampai 03 Mei 2015. Sampel sebanyak 117 orang terdiri dari 39 kasus dan 78 kontrol. Data yang dikumpulkan adalah data sekunder dari ruang rekam medik. Data dianalisis dengan uji Odds Ratio dengan tingkat kepercayaan 95%, selanjutnya data tersebut disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi dan tabel silang antara variabel independen dan dependen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur merupakan faktor risiko kejadian kanker serviks (OR=3,080), paritas merupakan faktor risiko kejadian kanker serviks (OR=2,857), usia saat menikah merupakan faktor risiko kejadian kanker serviks (OR=2,790), dan pendidikan merupakan faktor risiko kejadian kanker serviks (OR=2,994) Kesimpulan penelitian adalah umur, paritas, usia saat menikah dan pendidikan merupakan faktor risiko kejadian kanker serviks. Disarankan agar sejak usia muda wanita menghindari penyebab kanker serviks, memiliki anak < 3, menikah di usia > 20 tahun dan meningkatkan pendidikannya sampai > SLTA.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA MASYARAKAT DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KASSI-KASSI KOTA MAKASSAR Andi Wahyuni; Dewi Purnama Windasari; Esse Puji Pawenrusi; Muh. Dzul Ikram
Jurnal Mitrasehat Vol. 14 No. 2 (2024): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v14i2.499

Abstract

Latar belakang: Hipertensi sering disebut sebagai silent killer. Dari 34 provinsi di Indonesia, beberapa provinsi memiliki kasus hipertensi di atas rata-rata nasional. Sulawesi Selatan (27%), Sumatera Barat (27%), Jawa Barat (26%), Jawa Timur (25%). Tujuan: Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi pada masyarakat di wilayah kerja puskesmas kassi-kassi kota makassar. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode Cross Sectional. Populasi adalah masyarakat yang menderita hipertensi. Sampel sebanyak 82 orang ditentukan dengan menggunakan teknik Nonprobability Sampling. Penelitian ini menggunakan kuesioner DASS, Aktivitas fisik, dan PSQI sebagai intrumen pengumpulan data. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penderita hipertensi yang stres sebanyak 55 orang (83.3%), yang aktivitas fisik kategori sedang sebanyak 36 orang (69.2%), hipertensi yang kualitas tidur kategori buruk sebanyak 39 orang (86.7%). Hasil uji statistik menggunakan uji chi suquare menunjukkan bahwa ada hubungan antara stres dengan kejadian hipertensi dengan nilai p = 0,019(p<0,05. Kesimpulan: Ada hubungan antara stres, aktivitas fisik, dan kualitas tidur dengan kejadian hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Kassi-Kassi Kota Makassar. Saran dalam penelitian ini bagi masyarakat yang memiliki faktor risiko untuk terjadinya hipertensi yaitu memperbaiki pola hidup.
FAKTOR FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN HIPERTENSI PADA MASYARAKAT DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MACCINI SAWAH Dewi Purnama Windasari; Andi Wahyuni; Aminullah; Elni Putri Olifia Kumape
Jurnal Mitrasehat Vol. 15 No. 3 (2025): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v15i3.541

Abstract

Latar belakang: Hipertensi adalah suatu kondisi pada pembuluh darah, dimana tekanan sistolik ≥140 mmHg atau tekanan darah diastolik ≥90 mmHg. Prevalensi hipertensi di Kota Makassar dengan (29,35%), memiliki jumlah kunjungan penderita Hipertensi terbanyak. Penelitian ini Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara riwayat keluarga, aktivitas fisik, kualitas tidur, kebiasaan merokok dan asupan natrium dengan hipertensi pada masyarakat. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan metode crossectional study. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 250 masyarakat yang menderita hipertensi. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 154 orang di tentukan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian: Hasil uji statistic dari 154 orang dengan menggunakan uji Chi Square terdapat hubungan antara riwayat keluarga dengan hipertensi nilai p = 0,020 (p<0,05), ada hubungan antara aktivitas fisik dengan hipertensi nilai p = 0,039 (p<0,05), ada hubungan antara kualitas tidur dengan hipertensi nilai p = 0,000 (p< 0,05), ada hubungan antara kebiasaan merokok dengan hipertensi nilai p = 0,054 (p<0,05), da nada hubungan antara asupan natrium dengan hipertensi nilai p = 0,016 (p<0,05). Kesimpulan: Simpulan dari penelitian ini terdapat hubungan antara riwayat keluarga, aktivitas fisik, kualitas tidur, kebiasaan merokok dan asupan natrium pada masyarakat. Disarankan pada masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala di tempat pelayanan kesehatan terdekat.
Relationship between knowledge and attitude about dental health with incidence of dental disease Dewi Purnama Windasari; Iskandar Zulkarnaen; Nurhaeda N; Dewi Hikmah Marisda
An Idea Health Journal Vol 2 No 01 (2022): FEBRUARY
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ihj.v2i01.76

Abstract

Dental and oral health is part of the general welfare of humans that can improve health. Data from the Ministry of Health in 2017 shows that the prevalence of caries in Indonesia reaches 60-80% of the population. The purpose of the study was to determine the relationship between knowledge and attitudes of children about dental health with the incidence of dental disease. This research is a quantitative research with analytic observational research type and cross sectional approach. The sampling technique used is the total sampling technique with a total sample of 81 respondents from class V SD Inpres Tangalla. The results of the study using the Chi Square statistical test showed the value of x2 = 51,100 (x2 > 3841) which means that there is a relationship between children's knowledge of dental health and the incidence of dental disease, the value of x2 = 67,331 (x2 > 3841). The conclusion of this study is that there is a relationship between knowledge and attitudes of children towards dental health and the incidence of dental disease. It is hoped that the fifth grade students of SD Inpres Tangalla will improve their dental health by getting used to a healthy lifestyle
RATU CERIA (REMAJA TANGGUH CEGAH ANEMIA) UPT SMP NEGERI 1 KELARA Dewi Purnama Windasari; Iskandar Zulkarnaen; Esse Puji Pawenrusi; Gresina Kabinubun
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jgs.v4i1.427

Abstract

Latar belakang: Anemia merupakan suatu keadaan dengan kadar hemoglobin dan eritrosit yang lebih rendah dari normal. Anemia gizi besi pada remaja putri beresiko lebih tinggi karena menyebabkan seseorang mengalami penurunan daya tahan tubuh sehingg amudah terkena masalah Kesehatan. Tujuan: untuk meningkatkan kesadaran remaja dalam mencegah terjadinya anemia. Metode: Metode yang digunakan adalah intervensi berupa penyuluhan yang di bawakan oleh narasumber dan pembentukan Ratu Ceria (Remaja Tanggu Cega Anemia). Program RATU CERIA (Remaja Tangguh Cegah Penderita Anemia) sebagai pendukung pencegahan stunting melalui sekolah anak dilakukan dengan 5 tahap yaitu Penyuluhan tentang Anemia, Skrining Anemia, Pemberian Tablet Fe, Pembentukan dan pelatihan Kader RATU CERIA. Hasil: Setelah diberikan Penyuluhan mengenai Anemia pada siswa diberikan Kembali kuesioner posttest, Siswa dapat menjawab soal dengan tingkat pengetahuan cukup sebanyak 13 siswa (81,25%) dan dengan tingkat pengetahuan yang kurang sebanyak 3 siswa (5\18,75%). Kesimpulan: Terjadi peningkatan pengetahuan siswa setelah diberikan edukasi.
GITA CERDIK (GERAKAN CUCI TANGAN PAKAI SABUN CEGAH DIARE DAN KECACINGAN) Dewi Purnama Windasari; Esse Puji Pawenrusi; Nour Sriyanah; Renaldi M; Athira Nurul Annisa
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jgs.v4i2.456

Abstract

Latar Belakang : Cuci tangan pakai sabun adalah salah satu tindakan sanitasi dengan membersihkan tangan dan jari-jemari menggunakan air dan sabun oleh manusia untuk menjadi bersih dan memutuskan mata rantai kuman Hal ini dilakukan karena tangan sering kali menjadi agen yang membawa kuman dan menyebabkan patogen berpindah dari satu orang ke orang lain, baik dengan kontak langsung maupun dengan kontak tidak langsung Metode : berdasarkan penyuluhan yang dilakukan dengan pemaparan materi dan pemutaran video edukasi serta dilakukannya demonstrasi cuci tangan pakai sabun pada siswa sekolah kelas 5 dengan jumlah siswa 15 orang. Waktu pelaksanaan pada hari Sabtu 25 Mei 2024 di SDN 74 Bira-Bira. Hasil : Sebelum diberikan edukasi terdapat 10 siswa ( 66,7%) yang memiliki pengetahuan Baik dan terdapat 5 siswa (33,3%) yang memiliki pengetahuan kurang terkait Cuci Tangan Pakai Sabun. Setelah dilakukan edukasi. Terjadi peningkatan pengetahuan dengan kategori Tingkat pengetahuan baik sebanyak 14 siswa (93,3%) dan tingkat pengetahuan kategori kategori kurang sebanyak 1 siswi (6,7%). Dapat disimpulkan adanya peningkatan pengetahuan yang didapatkan oleh anak sekolah SDN 7 Bira-Bira setelah dilakukan Penyuluhan GITA CERDIK ( Gerakan Cuci Tangan Pakai Sabun Cegah Diare dan Kecacingan. Kesimpulan : Pengabdian Masyarakat yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan kegiatan edukasi dengan sampel 15 oorang siswa melalui pemaparan materi, pemutaran video dan demonstrasi cuci tangan pakai sabun ini secara keseluran sangat efektif, sehingga diperoleh peningkatan pengetahuan sesudah dilakukan penyuluhan pada anak sekolah dasar kelas 5 SDN 74 Bira-Bira. Keyboard : Cuci tangan, diare, kecacingan
EDUKASI MENGENAI TIMBANG (TINGKATKAN GIZI SEIMBANG ) PADA SISWA SD 74 BIRA-BIRA KECAMATAN BISSAPU Esse Puji Pawenrusi; Dewi Purnama Windasari; Nour Sriyanah; Jufri; A. Tenri Batari Candrayani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jgs.v4i2.459

Abstract

Latar belakang: Prevalensi masalah gizi anak usia sekolah masih tinggi, padahal Indonesia memiliki Pedoman Gizi Seimbang (PGS). Sosialisasi PGS dalam bentuk pendidikan gizi dan praktik gizi untuk mengaplikasikannya sangat penting dilakukan pada anak usia sekolah.Dinkes Sulawesi Selatan mencatat pada tahun 2015 prevalensi gizi kurang di daerah Kabupaten Bantaeng adalah sebanyak 10,3%. Tujuan: Menganalisis pengaruh pemberian pendidikan gizi terhadap pengetahuan gizi, praktik gizi, dan status gizi pada anak Sekolah Dasar. Hasil Pendidikan gizi meningkatkan pengetahuan gizi dari kategori kurang menjadi cukup. Pendidikan gizi yang diberikan belum dapat meningkatkan praktik membawa makanan gizi seimbang secara signifikan. Status gizi setelah pendidikan gizi menunjukkan perubahan jumlah untuk setiap kategori. Sebagian besar subjek berstatus gizi normal. Hasil uji beda menunjukkan pendidikan gizi memberikan perbedaan nyata antara: pengetahuan gizi pre test dan post test 1 (p=0,000; p0,05), pengetahuan gizi dengan status gizi dan praktik membawa makanan gizi seimbang (p>0,05), kecuali pengetahuan gizi post test II dengan praktik membawa makanan gizi seimbang observasi ke-4 (p=0,001; p<0,05). Kesimpulan: Terjadi perubahan pengetahuan gizi dari kategori kurang menjadi cukup setelah diberikan intervensi. Terjadi peningkatan kemudian penurunan subjek yang membawa makanan gizi seimbang setelah intervensi. Tidak terjadi perbedaan signifikan status gizi subjek sebelum dan setelah intervensi. Sebaiknyapihaksekolahmelakukanpenyuluhansetiapbulanyaataumelakukan program makananseimbang
SIPIL (SOSIALISASI INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH) DI MASYARAKAT DESA BONTO-BONTOA KABUPATEN BANTAENG Dewi Purnama Windasari; Sri Syatriani; Aminullah; Miftahul Jannah; Serli Marsanda; Sulfitra Alhidayah; Muhammad Ali
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jgs.v5i1.539

Abstract

Latar belakang: Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) merupakan sarana penting yang dirancang untuk mengelola air limbah dari rumah tangga, guna mengurangi dampak lingkungan yang merugikan. Di Indonesia, tantangan sanitasi masih signifikan, dengan data WHO menunjukkan peringkat ketiga terburuk di dunia. Air limbah yang tidak diolah dengan baik dapat mencemari sumber air dan merusak ekosistem, serta berpotensi menimbulkan berbagai masalah kesehatan bagi masyarakat. Tujuan: untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait pentingnya sistem pengolahan air limbah yang memenuhi standar STBM. Metode: Metode yang digunakan adalah intervensi berupa penyampaian informasi dengan menggunakan media poster serta pemberian materi edukasi dalam bentuk power point yang dimana kegiatan ini dilakukan di Kantor Desa Bonto-bontoa dan dihadiri oleh 14 orang masyarakat. Hasil: Setelah diberikan edukasi mengenai IPAL pada Masyarakat diberikan Kembali kuesioner posttest, Sebanyak 12 anggota masyarakat (85,71%) mampu menjawab pertanyaan dengan tingkat pengetahuan yang cukup, sementara 2 anggota masyarakat (14,29%) menunjukkan tingkat pengetahuan yang kurang. Kesimpulan: Terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat setelah diberikan edukasi mengenai IPAL.
PERI (PEMBERIAN EDUKASI REMAJA TENTANG ANEMIA DAN TABLET FE) DI SMPN 33 SINJAI Dewi Purnama Windasari; Marisna Eka Yulianita; Esse Puji Pawenrusi; Suciawati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jgs.v5i2.605

Abstract

Pendahuluan: Anemia pada remaja putri merupakan masalah kesehatan yang serius, disebabkan oleh kurangnya asupan zat besi, kebiasaan makan yang tidak sehat, serta kurangnya edukasi gizi. Kondisi ini dapat memengaruhi konsentrasi belajar, kesehatan reproduksi, dan produktivitas. Tujuan: Edukasi tentang anemia dan pentingnya konsumsi tablet Fe menjadi upaya strategis dalam pencegahan. Metode: Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan di SMPN 33 Sinjai pada Mei 2025 dengan melibatkan 37 siswi. Penelitian menggunakan desain kuantitatif pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan pengetahuan setelah penyuluhan. Metode ceramah digunakan dengan bantuan media PowerPoint, dan data dianalisis secara deskriptif. Hasil: Sebelum penyuluhan, sebanyak 69,2% siswi memiliki pengetahuan kurang tentang Anemia. Setelah penyuluhan, terjadi peningkatan signifikan: 86,5% responden menunjukkan pengetahuan cukup. Dengan demikian, terdapat peningkatan sebesar sekitar 51,35% dalam jumlah siswa yang memahami materi dengan lebih baik setelah intervensi dilakukan. Hal ini menunjukkan efektivitas metode penyuluhan dalam meningkatkan pemahaman remaja mengenai anemia dan konsumsi tablet Fe. Kesimpulan: Penyuluhan gizi secara langsung terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja putri mengenai Anemia. Edukasi yang berkelanjutan dan terstruktur sangat diperlukan sebagai langkah preventif jangka panjang untuk menurunkan angka anemia di kalangan remaja.