Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Overview Implementation of the First Pillar Community-Based Total Sanitation Program Agustina, Tuti; Darmawan, Darmawan; Saputra, Firman Firdauz; Jihad, Fikri Faidul; Alamsyah, Teuku
An Idea Health Journal Vol 4 No 03 (2024)
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ihj.v4i02.306

Abstract

Community-based total sanitation (STBM) is an approach aimed at changing hygiene and sanitation behaviour through empowerment of the community through sanitation techniques. When most members of the group stop pissing, it's called a piss stop. (BABS). By 2023, 194 villages in South Aceh district have been STBMkan, 21 of them have been Open Defacation Free (ODF), and 239 of them are not yet. The aim of this study is to find out how effective the first pillar STBM program is. Input, Process, Output, and Output are four parts of the research approach. The number of informants is six. The South Aceh Health Service conducted the study from November to December. This research is a type of qualitative research and is designed as an Evaluation Study Design. Research shows that the public is not participating in the implementation of the first pillar STBM program in the area of work of the Health Department of the Cabinet of South Aceh. The results show that the first pillar STBM program still has shortcomings and constraints in its implementation.
HUBUNGAN RIWAYAT BBLR, KELENGKAPAN IMUNISASI DAN PERILAKU MEROKOK ANGGOTA KELUARGA TERHADAP RISIKO ISPA PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MEUKEK Wulandari, Putri; Siregar, Siti Maisyaroh Fitri; Fera, Dian; Jihad, Fikri Faidul
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 11, No 3 (2023): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v11i3.1453

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut disebut "The Forgotten Killer Of Children" merupakan pembunuh nomor satu anak seluruh dunia. Sekitar 4 juta anak meninggal setiap tahun. ISPA menjadi penyebab utama kesakitan dan kematian pada bayi dan balita di Indonesia. Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui hubungan antara riwayat BBLR, kelengkapan imunisasi dan perilaku merokok anggota keluarga terhadap risiko ISPA pada balita yang dilakukan pada bulan November 2022 di wilayah kerja Puskesmas Meukek Kabupaten Aceh Selatan, Aceh Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode analisis observasional kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. 558 Ibu balita dijadikan populasi dalam penelitian ini dengan penarikan 85 sampel menggunakan teknik simple random sampling. Kuesioner dan KMS digunakan sebagai alat penelitian. Analisis data secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-square. Hasil menunjukkan ada hubungan antara riwayat BBLR (p value = 0,004; PR = 1,758 [95% CI:1,370-2,254]), kelengkapan imunisasi (p value = < 0,001; PR = 2,368 [95% CI:1,581-3,546]) terhadap risiko ISPA pada balita, dan tidak ada hubungan antara perilaku anggota keluarga yang merokok (p value = 0,083; PR = 1,643 [95% CI:0,909–2,968]) terhadap risiko ISPA pada balita. Anak dengan riwayat BBLR dan imunisasi yang tidak lengkap berisiko lebih tinggi terkena ISPA. Perlu dilakukan upaya meningkatkan pengetahuan ibu balita tentang pencegahan dan pengendalian ISPA pada balita melalui promosi kesehatan oleh tenaga kesehatan.
Edukasi Tentang Pola Makan Dan Gaya Hidup Sehat Sebagai Upaya Mencegah dan Menangani Kejadian Dispepsia Pada Petani di Desa Babah Lueng Is, Jun Musnadi; Jihad, Fikri Faidul; Chairiyaton, Chairiyaton; Anwar, Sufyan
RENATA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Kita Semua Vol. 2 No. 3 (2024): Renata - Desember 2024
Publisher : PT Berkah Tematik Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61124/1.renata.92

Abstract

Pola makan dan gaya hidup sehat merupakan harapan semua orang, sehingga orang-orang dapat hidup tanpa gangguan kesehatan dan dapat menjalani hidup dengan produktif. Pola makan dan gaya hidup yang tidak baik dapat berdampak timbulnya masalah kesehatan, terutama gangguan pencernaan seperti dispepsia. Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan (edukasi) petani tentang cara melakukan pencegahan dan penanganan dyspepsia melalui pola makan dan gaya hidup sehat di Desa Babah Lueng. Dispepsia adalah gangguan pencernaan yang sering terjadi dan penyakit ini dipicu oleh makanan berlemak, pedas, dan kebiasaan makan yang tidak teratur. Gaya hidup seperti merokok, kurang tidur, dan aktivitas fisik yang minim juga diketahui ikut memainkan peran penting terhadap peningkatan kejadian dispepsia. Metode edukasi yang digunakan dalam pengabdian ini adalah ceramah dan tanya jawab. Selain itu, peserta diminta untuk mengisi kuesioner pretes dan postes tentang pola makan dan gaya hidup sehat yang dapat mencegah dan menangani dispepsia. Dari 30 peserta hasil edukasi menunjukkan bahwa ada peningkatan pengetahuan pola makan dan gaya hidup peserta sebelum dan setelah edukasi. Hasil pretest hanya 35% yang mengetahui dengan baik pola makan sehat dan gaya hidup sehat, namun hasil posttest meningkat menjadi 70% peserta yang mengetahui dengan baik. Edukasi kesehatan dapat meningkatkan pengetahuan peserta tentang pola makan dan gaya hidup sehat untuk mencegah dan menangani dyspepsia. Peserta diharapkan dapat menerapkan pengetahuan yang sudah mereka meiliki dalam kehidupan sehari-hari dan dapat menyebarkan informasi tersebut kepada orang-orang disekitar mereka yang tidak hadir atau diundang saat kegiatan pengabdian dilaksanakan