Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Generalized Lymphadenopathy due to Chronic Lymphocytic Leukemia (CLL) : 18F-FDG PET Imaging Hidayat, Basuki; Hutomo, Febby; Yudistiro, Ryan; Mulyanto, Ivana D.; Budiawan, Hendra; Masjhur, Johan S.
Journal of Medicine and Health Vol 1, No 3 (2016)
Publisher : Maranatha Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lymphadenopaty is a common clinical finding with a broad differential diagnosis, withCarcinoma of Unknown Primary (CUP) as one of it’s most common causes. Flourine-18 fluoro-2 deoxy glucose (18F- FDG) positron emission tomography (PET) is a Nuclear Medicinescintigraphy procedure commonly used to localize suspected a primary lesion by depicting ametabolic status. However, in the expertise of 18F FDG PET study, clinical finding andepidemiologic data must be considered to get a better conclusion. We describe 18F-FDG PETstudy in the presence of generalized lymphadenopathy due to chronic lymphocytic leukemia(CLL), a rare disease which is initially suspected of having CUP.Keywords: 18F-FDG PET, lymphadenopathy, lymphoma, leukemia
Roles of Microwave Oven in Preparing Microbiological Growth Media Prijana, Christian; Mulyana, Yanti; Hidayat, Basuki
Althea Medical Journal Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : Althea Medical Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (677.459 KB)

Abstract

Background: Sterilization of a growth medium before being utilized is a very important step in a microbiology laboratory. The common method for this purpose is by using the autoclave. However, autoclaving takes more time. To overcome this limitation, we tried to use the microwave oven. The aim of this study was to evaluate the ability of microwave oven in preparing the growth media.Methods: This was a laboratory experimental study conducted at Microbiology Laboratory, Faculty of Medicine, Universitas Padjadjaran, from October to November 2014. The growth media used were: MacConkey agar, in petri dishes, inoculated with Escherichia coli; Sabouraud agar, in petri dishes, inoculated with Candida albicans; Kligler iron agar (KIA), in reaction tubes, inoculated with Escherichia coli and Salmonella Typhi; Simmons citrate agar, in reaction tubes, inoculated with Klebsiella pneumoniae; Mueller-Hinton (M-H) broth, in reaction tubes, inoculated with Escherichia coli; and Motility Indole Urea (MIU) semisolid agar, in reaction tubes, inoculated with Proteus sp.The media would be heated by microwave for 1, 2, and 3 minutes. Results: From the total 54 dishes/tubes of various microwave-sterilized media, contaminations were only seen at 5 dishes/tubes. Most of the media, except the one-minute-heated Mueller-Hinton broth, were sterilized more than half dishes/tubes. The identification function of all media in this study was performed well. Conclusions: The utilization of microwave oven as an alternative sterilizing apparatus for microbiological growth media is very potential, particularly for two and three minutes duration of heating. [AMJ.2016;3(1):1–5]DOI: 10.15850/amj.v3n1.469
STUDI KARAKTERISTIK LAHAN PARKIR DI RUMAH SAKIT MITRA KELUARGA CIBUBUR Hidayat, Basuki; Sylviana, Rika; Yulius, Elma
BENTANG : Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Rekayasa Sipil Vol 4 No 2 (2016): BENTANG Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Rekayasa Sipil
Publisher : Universitas Islam 45

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.361 KB)

Abstract

Masalah parkir kendaraan bermotor di Rumah Sakit Mitra Keluarga Cibubur saat ini, berhubungan erat dengan kebutuhan ruang parkir, sehingga dampak yang timbul akibat parkir kendaraan bermotor yang tidak teratur akan mengganggu kegiatan lainnya.Gambaran permasalahan parkir didapat melalui survai yang bertujuan untuk memaparkan data dari objek penelitian dan menganalisanya secara sistematis sehingga dapat mengetahui secara tepat permasalahan yang ada dalam menyelesaikan permasalahan tersebut, kemudian dilakukan pengolahan data menggunakan Microsoft Excel. Dari hasil survai yang dilakukan selama 7 hari dengan waktu pengamatan 12 jam/hari diperoleh volume parkir mobil maksimum 346 kendaraan dan 262 kendaraan untuk volume parkir motor, akumulasi parkir mobil maksimum 111 kendaraan/jam dan 80 kendaraan/jam untuk akumulasi parkir motor, indeks parkir mobil maksimum pada hari Minggu sebesar 38,58% dan 30,62% untuk indeks parkir motor, durasi parkir mobil yang paling lama yaitu selama dua jam atau 36,88% dari kendaraan yang parkir dan dua jam atau 37,20% dari kendaraan yang parkir untuk durasi parkir motor, pergantian parkir (turn over parking) mobil tertinggi pada hari Minggu pergantian parkir sebanyak 1,48 kendaraan/petak. Pergantian parkir (turn over parking) motor tertinggi terjadi pada hari Minggu, dengan pergantian parkir sebanyak 1,24 kendaraan/petak. Lahan parkir yang disediakan Rumah Sakit Mitra Keluarga Cibubur belum diperlukan penambahan lahan parkir pada tahun ini. Kata kunci: volume parkir, akumulasi parkir, indeks parkir, durasi parkir dan pergantian parkir (turn over parking)
Rituximab Iodination Procedure for Radioiodinated Rituximab (131I-Rituximab) Preparation Ramli, Martalena; Hidayat, Basuki; Sutari, Sutari; Setyowati, Sri; Susilo, Veronica Yulianti
Majalah Kedokteran Bandung Vol 51, No 2 (2019)
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1864.956 KB) | DOI: 10.15395/mkb.v51n2.1595

Abstract

Rituximab is a chimeric monoclonal antibody which has specific for CD20 antigen expressed by pre-B and mature B-cells. Radiolabelled Rituximab, 131I-Rituximab, has been sucessfully used for treatment of B-Cell NHL. Due to its short shelf-life, 131I-Rituximab is commonly freshly prepared in hospitals prior to its used.  This study aimed to validate rituximab iodination procedure for 131I-Rituximab preparation in order to find the most suitable procedure to be applied in hospitals which intend to produce 131I-Rituximab in-house.  Three different methods of radiolabelling using three types of oxidizing agents, namely Iodobeads, Iodogen, and Chloramine-T were performed. Prior to the validation, radiochemical purity test and purification procedures were also validated as these procedures are critical for producing an acceptable quality of  I-Rituximab. In addition, the shelf-life of 131I-Rituximab was also studied. This study was conducted at the Centre for Radioisotope and Radiopharmaceutical Technology, Serpong during the period of July 2015 to February 2018.  The results showed that the radiochemical purity test of 131I-Rituximab could be easily performed by using instance thin layer chromatography–silica gel (ITLC-SG) in the stationary phase and 85% methanol or saline in the mobile phase. Purification of 131I-Rituximab was conducted using a Sephadex G-25 M filled column with 0.1 M PBS, pH 7.2, as the eluent that was found to be quite reliable to give 131I-Rituximab with radiochemical purity of >95% and recovery of approximately 90%. Radiolabelling efficiency performed using Iodobeads was the lowest (60%) compared to that of Iodogen and Chloramine-T (80–90%). In addition, approximately 30% of  I was retained by Iodobeads and this procedure was time consuming(~ 1 hours). It is concluded that Chloramine-T and Iodogen are better than Iodobeads as the oxidizing agent for radiolabelling of Rituximab with 131I. The radiochemical purity of 131I-Rituximab is well maintained when stored at room temperature and in 4 °C temperature up to 6 hours.Validasi Prosedur Iodinasi Rituximab untuk Preparasi131 I-RituximabValidasi proseduri odinasi rituximab untuk preparasi131I-Rituximab telah berhasil dilakukan.  Validasi ini dilakukan untuk mendapatkan prosedur yang paling sesuai yang dapat diaplikasikan untuk produksi131 I-Rituximabdi rumah sakit yang ingin memproduksi131 I-Rituximab di laboratorium mereka.  Tiga metode radiolabelling menggunakan 3 jenis oksidator Iodobeads, Iodogen, dan Chloramine-T telah divalidasi. Sebelum validasi ini, prosedur uji kemurnian radiokimia dan pemurnian divalidasi terlebih dahulu karena prosedur-prosedur ini sangat berpengaruh dalam penyediaan131 I-Rituximab dengan kualitas yang baik. Disampingitu, lama simpan131I-Rituximab juga dipelajari. Penelitan ini dilaksanakan di Pusat Teknologi Radioisotop dan Radiofarmaka, Serpong, Juli 2015–Februari 2018. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa uji kemurnian radiokimia 131I-Rituximab dapat dilakukan dengan mudah menggunakan instance thin layer chromatography – silica gel (ITLC-SG) sebagai fasa diam dan metanol 85% atau larutan salin sebagai fasa gerak. Pemurnian131I-Rituximab menggunakan kolom Sephadex G-25 M dan0.1 M PBS pH 7,2 sebagai eluen dapat diandalkan dan memberikan131I-Rituximab dengan kemurnian radiokimia >95% dan sekitar 90% perolehan kembali. Efisiensi penandaaan menggunakan Iodobeads didapatkan paling (60%) dibanding dengan Iodogen dan Chloramine-T (80 – 90%). Di samping itu, sekitar 30% 131I hilang karena terikat pada Iodobeads dan prosedur ini memakan waktu yang panjang (~1 jam). Penandaan Rituximab 131I menggunakan Chloramine-T and Iodogen dapat disimpulkan lebih baik dibanding dengan menggunakan Iodobeads. Kemurnian radiokimia131I-Rituximab terjaga dengan baik pada penyimpanan selama 6 jam pada suhu kamar dan 4 °C.
Perancangan Hewan Coba Model untuk Karsinoma Payudara HER-2 Positif Menggunakan Agen Imunosupresan Hidayat, Basuki; Massora, Stepanus; Ramli, Martalena; Susilo, Veronika Yulianti; Arianto, Agus; Masjhur, Johan S.
Majalah Kedokteran Bandung Vol 48, No 1 (2016)
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.256 KB)

Abstract

Pengembangan obat terapi keganasan di Indonesia sering kali terkendala karena ketidakmampuan menyediakan hewan model untuk uji preklinis. Hewan model tersebut adalah hewan model dengan massa keganasan yang mempunyai karakteristik khusus, bukan sekedar dengan massa tumor. Pada umumnya untuk tujuan tersebut digunakan hewan model yang tidak mempunyai daya tahan tubuh dan dipelihara dalam lingkungan yang steril. Fasilitas sistem perkandangan yang steril ini yang belum ada di Indonesia. Tujuan penelitian ini mengembangkan metode penyediaan hewan model mencit pengganti nude mice dengan daya tahan tubuh yang rendah, tetapi mampu hidup dalam lingkungan fasilitas pemeliharaan yang tidak steril. Penelitian dilakukan di Laboratorium Hewan dan Laboratorium Sitogenetik Pusat Teknologi Radioisotop dan Radiofarmaka, Batan, Serpong sejak bulan Juli sampai November 2014. Galur sel SKBR-3 diinokulasi pada 2 kelompok mencit sehat (Mus musculus) strain Balb/c, yaitu kelompok perlakuan dan kontrol, masing-masing 8 ekor. Cyclosporine A, agen penurun daya tahan tubuh hanya diberikan pada kelompok perlakuan sebelum dan setelah inokulasi. Pada kedua kelompok, pertumbuhan tumor secara makroskopik tidak terlihat di tempat inokulasi, tetapi tampak perbedaan bermakna antara kelompok perlakuan dan kontrol pada kadar leukosit (p:0,01), limfosit (p:0,01), monosit (p:0,01), dan segmen neutrofil (p:0,01). Pada 2 mencit kelompok perlakuan didapatkan gambaran sel degenerasi bengkak keruh di hati. Metode ini terbukti dapat menurunkan daya tahan tubuh hewan coba mencit (Mus musculus) strain Balb/c, walaupun belum mampu menumbuhkan keganasan. [MKB. 2016;48(1):39–44]Kata kunci: Ca payudara HER2 positif, hewan coba model onkologiDesigning Animal Models for HER2 Positive Breast Cancer Using Immunosuppressive AgentAbstractThe development of therapeutic drug for malignancy in Indonesia is often constrained because of the inability to provide animal models for preclinical study. These animal models are an animal model with a malignancy mass which have special characteristics, not just the tumor mass. Animal models that are usually used for this purpose is immunodeficient animals. This animal must be kept in sterile animal care, but the facility is not readily available in Indonesia. The purpose of this study was to develop a method for providing an animal model of nude mice replacement that has fairly low immunity but are still able to live in non-sterile animal care facilities. The study was conducted at the Laboratory Animal and Cytogenetics, Center for Radioisotope and Radiopharmaceuticals Technology, Batan, Serpong in the period of July to November 2014. SKBR-3 cell lines were inoculated on two groups of immunocompetent mice (Mus musculus) strain Balb/c, namely the treatment group (n=8) and controls (n=8). Cyclosporine A as an immunosupressan agent was given only to the treatment group before and after SKBR 3 inoculation. No macroscopically visible tumor growth at the site of inoculation in both of groups. There was a significant difference between the treatment group and the control group in leukocyte levels (p: 0.01), lymphocytes (p: 0.01), monocytes (p: 0.01), and neutrophil segments (p: 0.01). Two treatment groups of mice obtained cloudy degeneration in the liver. This method has significantly reduced the immunity of mice (Mus musclus) strain Balb/c but still cannot grow malignancies in experimental animals. [MKB. 2016;48(1):39–44]Key words: HER2 positive breast cancer, oncology animal models DOI: 10.15395/mkb.v48n1.732
Roles of Microwave Oven in Preparing Microbiological Growth Media Christian Prijana; Yanti Mulyana; Basuki Hidayat
Althea Medical Journal Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (677.459 KB)

Abstract

Background: Sterilization of a growth medium before being utilized is a very important step in a microbiology laboratory. The common method for this purpose is by using the autoclave. However, autoclaving takes more time. To overcome this limitation, we tried to use the microwave oven. The aim of this study was to evaluate the ability of microwave oven in preparing the growth media.Methods: This was a laboratory experimental study conducted at Microbiology Laboratory, Faculty of Medicine, Universitas Padjadjaran, from October to November 2014. The growth media used were: MacConkey agar, in petri dishes, inoculated with Escherichia coli; Sabouraud agar, in petri dishes, inoculated with Candida albicans; Kligler iron agar (KIA), in reaction tubes, inoculated with Escherichia coli and Salmonella Typhi; Simmons citrate agar, in reaction tubes, inoculated with Klebsiella pneumoniae; Mueller-Hinton (M-H) broth, in reaction tubes, inoculated with Escherichia coli; and Motility Indole Urea (MIU) semisolid agar, in reaction tubes, inoculated with Proteus sp.The media would be heated by microwave for 1, 2, and 3 minutes. Results: From the total 54 dishes/tubes of various microwave-sterilized media, contaminations were only seen at 5 dishes/tubes. Most of the media, except the one-minute-heated Mueller-Hinton broth, were sterilized more than half dishes/tubes. The identification function of all media in this study was performed well. Conclusions: The utilization of microwave oven as an alternative sterilizing apparatus for microbiological growth media is very potential, particularly for two and three minutes duration of heating. [AMJ.2016;3(1):1–5]DOI: 10.15850/amj.v3n1.469
STUDI AWAL ESTIMASI DOSIS INTERNAL 177Lu-DOTA TRASTUZUMAB PADA MANUSIA BERBASIS UJI BIODISTRIBUSI PADA MENCIT Nur Rahmah Hidayati; Sri Setyowati; Mrs Sutari; mrs Triningsih; mr Karyadi; Sri Aguswarini; Titis Sekar Humani; Basuki Hidayat; Martalena Ramli; Stepanus Massora; Veronika Yulianti Susilo; Abdul Mutalib; Herry Sastramihardja; Johan S. Masjhur
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia (Indonesian Journal of Nuclear Science and Technology) Vol 16, No 2 (2015): Agustus 2015
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.903 KB) | DOI: 10.17146/jstni.2015.16.2.2362

Abstract

ABSTRAK STUDI AWAL ESTIMASI DOSIS INTERNAL 177Lu-DOTA TRASTUZUMAB PADA MANUSIA BERBASIS UJI BIODISTRIBUSI PADA MENCIT. Radiofarmaka baru untuk pengobatan penyakit kanker payudara tipe HER-2, 177Lu-DOTA Trastuzumab, telah berhasil diproduksi oleh Pusat Teknologi Radioisotop dan Radiofarmaka (PTRR) BATAN. Demi keamanan produk dan keselamatan pasien, radiofarmaka baru tersebut perlu dilengkapi dengan data studi dosis internal yang dilakukan setelah uji praklinis pada hewan coba selesai. Oleh karena itu, studi ini bertujuan untuk melakukan estimasi dosis pada pasien yang dihitung berdasarkan data uji biodistribusi pada mencit. Studi Uji biodistribusi dilakukan pada 25 ekor mencit dan diamati biodistribusinya pada organ-organ, diantaranya otak, perut, usus, jantung , ginjal, hati, paru-paru, otot, tulang, limpa dan kandung kemih. Pengamatan cacahan organ dilakukan pada jam ke 1, 2, 3, 4, 24, 48 pasca injeksi radiofarmaka 177Lu DOTA-Trastuzumab sebesar 100mCi. Hasil yang diperoleh dari uji biodistribusi adalah % ID/gram organ tikus, kemudian dilakukan konversi perhitungan ke % ID/gram organ manusia. Untuk mengestimasi dosis ke manusia, hasil %ID/gram organ tersebut dipakai sebagai input pada software dosimetri internal OLINDA/EXM, dengan cara melakukan plotting %ID/gram versus waktu, yang akan menghasilkan residence time di masing-masing organ. Setelah residence time diperoleh, dosis internal radiasi pada masing-masing organ dan seluruh tubuh dapat diketahui. Hasil studi menunjukkan bahwa tiga  organ yang memiliki dosis internal tertinggi 177Lu DOTA Trastuzumab adalah : paru-paru, hati dan ovarium dengan dosis masing-masing 0,063; 0,046 dan 0,025 mSv/MBq. Disimpulkan bahwa hasil estimasi dosis internal radiasi total yang diperoleh manusia pada penyuntikan radiofarmaka 177Lu-DOTA Trastuzumab adalah 0.21 mSv/MBq. ABSTRACT   INTERNAL DOSE ESTIMATION OF 177Lu-DOTA TRASTUZUMAB IN HUMAN BASED ON THE BIODISTRIBUTION DATA OF MICE: A PRELIMINARY STUDY. A new radiopharmaceutical for treating Breast Cancer of HER-2 type, 177Lu DOTA-Trastuzumab, had been successfully produced by The Centre for Radioisotope and Radiopharmaceutical Technology-BATAN. With regard to the patient safety, the new drug development process need internal dosimetry data obtained of preclinical study in animal. Hence, this study has been objected to estimate the internal radiation dose in human by performing the biodistribution test in mice. In this study, the biodistribution test was done for 25 mice and sacrificed at 1, 2, 3, 4, 24, 48 hour after the injection of 177Lu DOTA-Trastuzumab. There were 11 organs, namely brain, stomach, intestine, heart, kidneys, liver, lungs, muscle, bone, spleen, and urinary bladder, have been investigated by observing the uptake in each organ during the proposed time. The result of biodistribution test then were being calculated into injection dose per gram human organ (%ID/gr). To estimate the internal dose in human, the data of % ID/gram in human need to be plotted to calculate the residence time which will be need as the input for OLINDA/EXM, a tool for calculating internal dosimetry in Nuclear Medicine fields. As a result, three organs that have been estimated receiving the highest internal radiation dose due to the administration of 177Lu DOTA Trastuzumab are: lungs, liver, and ovaries at approximately 0,063; 0,046 and 0,025 mSv/MBq respectively. To conclude, the total internal dose in human reference model due to the administration of 177Lu-DOTA Trastuzumab has been estimated to be 0,21 mSv/MBq.
PENGEMBANGAN DAN APLIKASI KLINIS KIT-KERING RADIOFARMAKA SIPROFLOKSASIN Nurlaila Zainuddin; Basuki Hidayat; Rukmini Iljas
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia (Indonesian Journal of Nuclear Science and Technology) Vol 10, No 1 (2009): Februari 2009
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jstni.2009.10.1.656

Abstract

Radiofarmaka 99mTc-siprofloksasin tersedia dalam bentuk kit-cair yangdikemas terpisah dari radionuklidanya. Sediaan dalam bentuk ini mempunyai stabilitas yangrendah. Guna memenuhi kebutuhan radiofarmaka untuk diagnosis infeksi telah dilakukanmodifikasi pembuatan kit-kering radiofarmaka siprofloksasin menggunakan larutan infussiprofloksasin laktat yang beredar di pasaran dengan metode liofilisasi. Kit-kering siprofloksasinterdiri dari flakon A berisi 2 mg siprofloksasin laktat dan flakon B berisi 2 mg reduktor Sn-tartrat.Preparasi sediaan 99mTc-siprofloksasin dilakukan dengan menambahkan radioisotop 99mTc kedalam flakon A yang telah dilarutkan dalam akuabides, diikuti penambahan larutan reduktor Sntartratdari flakon B pada kondisi penandaan optimal. Kemurnian radiokimia 99mTc-siprofloksasinditentukan dengan metode kromatografi menggunakan fase diam ITLC-SG dengan fase`gerakaseton kering. Pengujian aktivitas biologis dan uptake 99mTc-siprofloksasin terhadapmikroorganisme dilakukan secara in-vitro. Selain itu, dilakukan juga pemeriksaan sterilitas,toksisitas dan evaluasi klinis terhadap volunter. Hasil penandaan kit-kering siprofloksasindengan radionuklida 99mTc diperoleh 99mTc-siprofloksasin dengan kemurnian radiokimia sebesar96,39 ± 2,01%. Pengujian aktivitas biologis terhadap bakteri S. aureus dan E. coli menunjukkanbahwa kit-kering siprofloksasin setelah proses penandaan dengan 99mTc tidak kehilangan dayabakterisidanya dan uptake maksimum terjadi pada waktu inkubasi 1 jam sebesar 83,06 ±10,95% dan 80,26 ± 8,58% masing-masing terhadap bakteri S. aureus dan E. coli. Kit-keringradiofarmaka siprofloksasin merupakan sediaan yang steril, vakum dan tidak toksik. Uji klinisradiofarmaka 99mTc-siprofloksasin terhadap volunter yang menderita abses hati dan korpustulang belakang menunjukkan adanya akumulasi radioaktivitas di daerah tersebut. Aplikasiklinis 99mTc-siprofloksasin dengan teknik pencitraan menggunakan kamera gammamenunjukkan bahwa radiofarmaka ini dapat digunakan untuk penyidik infeksi.
CONSTRUCTION OF AN EXPRESSION VECTOR BASED ON pCDNA3.1(+) EXPRESSING JEMBRANA DISEASE VRIUS ENV-TM SUBUNIT GENE IN EUKARYOTIC SYSTEM Asmarani Kusumawati; Joannes Sri Widada; Basuki Hidayat
Jurnal Sain Veteriner Vol 22, No 1 (2004): Juli
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1482.959 KB) | DOI: 10.22146/jsv.439

Abstract

.
Isolation-Amplification of ENV-TM Subunit Genes of Jembrana Disease Virus by a Single Step RT-PCR and Its Direct Cloning in PCR2.1-TOPO Plasmid Asmarani Kusumawati; Basuki Hidayat; B. Sardjono; Joannes Sri Widada
Buletin Peternakan Vol 27, No 1 (2003): Buletin Peternakan Vol. 27 (1) Februari 2003
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21059/buletinpeternak.v27i1.1459

Abstract

Artikel dalam bentuk PDF
Co-Authors ABDUL MUTALIB Abdul Mutalib ABDUL MUTALIB Abdul Mutalib Achmad Hussein Sundawa Kartamihardja Adella Puspitasari Agus Arianto, Agus Arlene Angelina Asmarani Kusumawati B. Sardjono Bethy Suryawathy Hernowo Budi - Darmawan Budi Darmawan Budi Darmawan Budi Darmawan CAHYA NOVA ARDIYATNO CECEP TAUFIK RUSTENDI Christian Prijana Christian Prijana, Christian Elma yulius Endah Indriani Endah Indriani Wahyono Erwin Affandi Soeriadi Faisal Faisal Febby Hutomo Febby Hutomo, Febby HAMMAD SUBUR Hanafiah - Wangsaatmadja Hendra Budiawan Hendra Budiawan Hendra Budiawan, Hendra Hendry Johan Renaldy Tandra Herri S. Sastramihardja Herry Herman Herry Sastramihardja Ivana D. Mulyanto Ivana D. Mulyanto, Ivana D. Jessica Ubercaprita Joannes Sri Widada JOHAN MASHYUR JOHAN MASJHUR Johan S. Masjhur Johan S. Masjhur Johan S. Masjhur, Johan S. Karyadi Karyadi KARYADI KARYADI Kharisma Perdani Kusumahstuti Kharisma Perdani Kusumahstuti Kusumahstuti, Kharisma M Aulia Prima Martalena Ramli Martalena Ramli MARTALENA RAMLI MARTALENA RAMLI Martalena Ramli Mas Adi Sunardi MASKUR MASKUR Monty Priosodewo Soemitro mr Karyadi Mrs Sutari mrs Triningsih Muchtaridi Muchtaridi MUHAMMAD SUBUR Noviola Ruth Adisty Nur Rahmah Hidayati Nurlaila Zainuddin Putri, Syifa Azizah Raden Erwin Affandi Soeriadi Koesoemah Reza Rinaldy Harahap RIEN RITAWIDYA RIEN RITAWIDYA Rika Sylviana Rukmini Iljas Ryan Yudistiro Ryan Yudistiro, Ryan Sri Aguswarini SRI AGUSWARINI Sri Aguswarini SRI SETYOWATI Sri Setyowati Sri Setyowati Stepanus Massora Stepanus Massora Stepanus Massora, Stepanus Susilo, Veronica Yulianti Susyati Susyati Sutari Sutari TITIS SEKAR HUMANI Titis Sekar Humani Veronika Yulianti Susilo Veronika Yulianti Susilo Yanti Mulyana Yanti Mulyana