Claim Missing Document
Check
Articles

KEBIJAKAN PELAYARAN DAN PERDAGANGAN KERAJAAN SRIWIJAYA Melani Putri; Khoironi; Isrina Siregar; Budi Purnomo
Krinok: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sejarah Vol. 2 No. 3 (2023): Sejarah Lokal dan Pendidikan Sejarah
Publisher : Pendidikan Sejarah FKIP Universitas JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/krinok.v2i3.25626

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebijakan yang diterapakan dalam pelayaran dan perdagangan yang digunakan oleh kerajaan Nusantara khusunya kerajaan Sriwijaya. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan studi pustaka sebagai sumber untuk memperoleh informasi dari berbagai buku, jurnal yang terkait dengan tema penelitian. Hasilnya, bahwa kerajaan Sriwijaya sebagai kerajaan maritim yang besar tentunya sangat mengoptimalkan wilayah kekuasaan maritimnya untuk menumbukan perekonomiannya. Banyaknya aktivitas perdagangan dan pelayaran yang melintasi wilayah perairan kerajaan sriwijaya membuat kerajaan tersebut membuat beberapa kebijakan yang beguna untuk menjaga keuutuhan wilayah kekuasannya.. Dengan banyaknya kapal-kapal asing yang datang, kerajaan sriwijaya membuat ketetapan mengenai upeti yang diberikan kepada para pedagang asing yang datang, ketetapan lainnya juga mengenai paksaan menimbun barang yang mana kerajaan sriwijaya memaksa para pelayar dan para pedagang untuk singgah di wilayah Pelabuhan sriwijaya, terakhir dengan banyaknya perompak atau bajak laut yang sering merampas hasil atau barang bawaan pedagang asing, maka pemerintah kerajaan sriwijaya membuat kesepakatan dengan para bajak laut untuk berada dibawah kekuasanannya.
ANALISIS STRATEGI PENGAJARAN PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DI SEKOLAH MENENGAH ATAS Dony Saputra; Isrina Siregar; Budi Purnomo
Krinok: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sejarah Vol. 3 No. 1 (2024): Kesejarahan Nasional, Lokal dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Pendidikan Sejarah FKIP Universitas JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/krinok.v3i1.25685

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah untuk Mengetahui Tentang strategi mengajar multikultural di Sekolah Menengah Atas (SMA),  metode penelitian yang digunakan dalam melakukan penelitian ini adalah tinjauan pustakan dan studi literatur yang berisi mentahan materi yang sudah  diolah sehingga menjadi sumber yang valid dan terpercaya seperti, buku, artikel, jurnal, dan sumber bacaan lainya. Hasil dari penelitian ini antara lain :  Pertama Rancangan  strategi mengajar multikulturalisme yang efektif di SMA memerlukan kerangka konseptual atau teoritis yang kokoh sebagai dasar, Kerangka konseptual atau teoritis ini dapat membantu pendidik dalam mengarahkan pendekatan, metode, dan aktivitas pengajaran yang sesuai dengan prinsip-prinsip multikulturalisme,  Kedua Pengaruh strategi mengajar multikulturalisme di SMA terhadap pemahaman, sikap, dan keterampilan siswa terkait multikulturalisme dapat sangat signifikan. ketiga Penerapan strategi pembelajaran berbasis multikultural pada Mata Pelajaran Sejarah melalui Study eksplorasi diri dan lingkungan yaitu siswa ditugaskan untuk membuat rangkuman tentang kebudayaan dari masing-masing suku yang mereka ketahui dan masih dilaksanakan di daerahnya tersebut.
FILOSOFIS PADA BATIK INCUNG KERINCI DALAM PERSPEKTIF SEJARAH Tiara Cahaya Rizki; Isrina Siregar; Budi Purnomo
Krinok: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sejarah Vol. 2 No. 3 (2023): Sejarah Lokal dan Pendidikan Sejarah
Publisher : Pendidikan Sejarah FKIP Universitas JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/krinok.v2i3.25872

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna simbolis dari batik incung. Studi ini melibatkan teknik otentik dalam mengumpulkan informasi melalui studi tulisan dan wawancara, memilih dan menganalisis informasi secara mendasar untuk menciptakan realitas yang dapat diverifikasi yang sesuai di lapangan. Metode analisis data penelitian ini menggunakan model interaktif. Menurut temuan penelitian, batik incung di Kerinci merupakan salah satu batik yang lahir dari peraturan pemerintah tahun 1995. Aksara incung atau dikenal juga dengan aksara Kerinci kuno merupakan motif utama batik incung yang menggabungkan unsur budaya dan flora. unsur fauna. di Kerinci sebagai alasan lain. Batik ini memiliki arti penting dalam setiap tema.
PERKEMBANGAN KEBUDAYAAN MASYARAKAT ETNIS TIONGHOA DI JAMBI Tiara Mulandari; Budi Purnomo; Isrina Siregar
Krinok: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sejarah Vol. 3 No. 1 (2024): Kesejarahan Nasional, Lokal dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Pendidikan Sejarah FKIP Universitas JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/krinok.v3i1.25873

Abstract

Perkembangan kebudayaan masyarakat etnis Tionghoa di Jambi telah menjadi cerminan dari integrasi budaya yang harmonis antara masyarakat Tionghoa dan masyarakat Jambi secara keseluruhan. Artikel ini membahas bagaimana masyarakat etnis Tionghoa di Jambi berhasil menjaga dan melestarikan kebudayaan mereka sambil tetap berkontribusi pada pembangunan daerah dan juga membahas pengaruh masyarakat Tionghoa dalam bidang ekonomi dan sosial serta tantangan yang dihadapi dalam mempertahankan dan mengembangkan kebudayaan Tionghoa di tengah perubahan zaman. Artikel ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan menggunakan data sekunder dari berbagai sumber seperti jurnal ilmiah, artikel, dan sumber online yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat etnis Tionghoa di Jambi telah berhasil menjaga keberagaman budaya, bahasa, agama, dan tradisi Tionghoa, yang menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kekayaan budaya Jambi secara keseluruhan. Masyarakat Tionghoa juga memberikan kontribusi yang signifikan dalam bidang ekonomi dan sosial di Jambi melalui usaha perdagangan, industri, dan partisipasi dalam kegiatan sosial.
MENGANALISIS KARAKTER DARI ABDOEL MOEIS SEBAGAI PAHLAWAN PEJUANG DAN SASTRAWAN DALAM MEMPERJUANGKAN KEMERDEKAAN INDONESIA Nensi Dwi Lora; Budi Purnomo; Andre Mustofa Meihan
Krinok: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sejarah Vol. 2 No. 2 (2023): Kajian Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Pendidikan Sejarah FKIP Universitas JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/krinok.v2i2.26249

Abstract

Karakter merupakan suatu sifal alamiah yang telah dimiliki oleh sesorang yang sifat tersebut bisa dikagumi dan juga menjadi suatu tanda-tanda kelebihan dari seseorang dalam bentuk kematangan moral dari orang tersebut. Tujuan utama dalam penuisan artikel ini yaitu untuk menganalisis karakter dari Abdoel Moies.  Abdoel moeis telah banyak memiliki beragam jabatan akan tetapi nama dari Abdul Muis tidak terlepas dari seorang Sastrawan. Dengan menggunakan inisial A.M, Abdul Moeis sangat banyak menulis beberapa karya diantaranya yaitu karya besarnya yang diberi judul Salah Asuhan yang menyajikan masalah atau konflik pribadi seperti cita-cita, cinta dan dendam. Dari karya-karya Abdul Moeis tersebut ia tercatat dalam Sejarah Sastra Indonesia. Hasil kajian dari artikel ini telah memaparkan tentang perjuangan dari Abdoel Moeis dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia yaitu meliputi: 1. Dimulai dengan bergabungnya abdul muis kedalam Sarekat Islam, 2. Perjuangan ketika abdul muis diangkat menjadi wakil ketua sarekat islam afdeeling di Bandung, 3. Ketika ia diangkat menjadi wakil ketua Central Sarekat Islam.
ANALISIS KARAKTER RELIGIUS DAN DISIPLIN KH. AHMAD DAHLAN SEMASA HIDUPNYA SEBAGAI TOKOH INSPIRATIF DI MASA KINI Kurnia Ayu; Anny Wahyuni; Budi Purnomo
Krinok: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sejarah Vol. 3 No. 1 (2024): Kesejarahan Nasional, Lokal dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Pendidikan Sejarah FKIP Universitas JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/krinok.v3i1.28692

Abstract

KH Ahmad Dahlan di lahirkan dari keluarga yang memegang erat nilai agama sehingga dari kecil beliau telah di displinkan menuntut ilmu agama oleh ayahnya di Kauman. Oleh karna itu peneliti menggambil nilai karakter religius dan nilai karakter disiplin sebagai contoh di masa sekarang. Sebagaimana setelah terjadinya Pandemi Covid-19 banyak siswa yang masih kurang disiplin dalam menggikuti aturan sekolah di karenakan selama ini banyak belajar dirumah dan kurang pengawasan guru secara langsung dan pengawasan orang tua yang masih kurang meski di rumah. Tidak hanya nilai karakter displin yang perlu di perhatikan tetapi juga nilai karakter religius dimana akhir akhir ini banyak sekali berita yang beredar di sosial media dan stasiun TV siswa yang berlaku kurang sopan, tidak menghormati guru, bahkan ada yang sampai tega membunuh seorang tenaga pendidik atau guru. Dalam penulisan ini peneliti menggunakan metode Studi Kepustakaan (Library Research) sebagai upaya dalam mengumpulkan informasi dan data dengan memanfaatkan dari sumber-sumber tertulis yang ada di perpustakaan misalnya buku-buku, surat kabar, majalah, dokumen-dokumen yang relevan dengan permasalahan yang dibahas. Dari hasil studi kepustakaan tersebut yang dapat kita contoh dari nilai karakter religius seorang KH. Ahmad Dahlan adalah menunaikan sholat wajib  dan sholat Jum’at tepat waktu,  membaca yasin, dan juga KH. Ahmad Dahlan mengikuti ajaran agama yang dianutnya. Sehingga dengan mengingat Tuhan Yang Maha Esa kita ingat akan dosa atas apa yang kita kerjakan. sedangkan nilai karakter displin KH. Ahmad Dahlan yang dapat kita contoh dari tepat waktu yang ketika sholat ita juga bisa jadikan contoh yaitu tepat waktu dalam mengerjakan tugas, tepat waktu datang kekantor atau kesekolah.
FILM DOKUMENTER: JEPANG INGKAR JANJI, PETA BERONTAK SEBAGAI SUMBER BELAJAR SEJARAH SISWA KELAS XI IPA 1 SMA NEGERI TITIAN TERAS H. ABDURRAHMAN SAYOETI Izra Evnia Dewi Sinaga; Budi Purnomo; Nelly Indrayani
Krinok: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sejarah Vol. 3 No. 1 (2024): Kesejarahan Nasional, Lokal dan Pembelajaran Sejarah
Publisher : Pendidikan Sejarah FKIP Universitas JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/krinok.v3i1.28719

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis film dokumenter dan nilai-nilai yang terkandung didalamnya yang berjudul “Jepang Ingkar Janji, Peta Berontak” serta nilai-nilai yang terkandung didalam film dokumenter: jepang ingkar janji, peta berontak sebagai sumber belajar dikelas XI Ipa 1 SMA Negeri Titian Teras H. Abdurrahman Sayoeti. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan diantaranya berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dengan menggunakan indikator penelitian tentang nilai-nilai yang terkandung dalam film dokumenter: jepang ingkar janji, peta berontak sebagai sumber belajar sejarah siswa kelas Xi Ipa 1 SMA Negeri Titian Teras H. Abdurrahman Sayoeti. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan film dokumenter sebagai sumber belajar siswa memberikan dampak yang positif dan memberikan beberapa kemajuan. Selain dapat menarik perhatian siswa, film dokumenter tidak hanya dijadikan sebagai media pembelajaran, namun bisa juga sebagai sumber belajar yang dipakai berulang kali. Dengan demikian pembelajaran siswa dapat terpantau sekaligus menanamkan nilai-nilai yang terkandung dalam film dokumenter itu sendiri. Penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa film dokumenter sangat efektif untuk belajar baik secara daring maupun secara tatap muka.
Persepsi Masyarakat Mengenai Konsep Uang Hilang pada Pernikahan Adat Persatuan Keluarga Daerah Pariaman Kuamang Kuning Tike Putriana; Yoan Mareta; Budi Purnomo
Tarikhuna: Journal of History and History Education Vol 6, No 1 (2024)
Publisher : UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/thje.v6i1.9447

Abstract

This research aims to determine the public's perception regarding the concept of lost money in traditional marriages in the Pariaman Kuamang Kuning Regional Family Association. The method used in this research is qualitative description. The steps used include observation, interviews, literature study and documentation. The results of this research contain the views of the family unity community in the Pariaman area regarding the concept of lost money. Lost money is a tradition carried out by the Pariaman people by giving a certain amount of money to the prospective groom which will later be used as kitchen money and the money will not be returned. and is the full right of men. Many people disagree with the concept of lost money, this is because there is an opinion that men seek to profit from lost money and harm women who must pay japuik money, lost money including customary money. However, quite a few people think that the concept of lost money has an important meaning in respecting men, where later men will become guests in women's families because the Pariaman community implements a matriennial system. Apart from that, lost money is also a form of pride in the family of women who have sons-in-law. with a high social level