Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

THE RELATIONSHIP BETWEEN KNOWLEDGE AND THE HABIT OF WASHING HANDS WITH SOAP IN STUDENTS AT PUBLIC ELEMENTARY SCHOOLS 013 SIMANGARONSANG Taruli Rohana Sinaga; Kesaktian Manurung; R. Alyakin Dachi; Mido Ester Sitorus; Sri Dearmaita Purba; Putrina T. Olivia Purba
Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 9 No 2 (2026): Jurnal Mutiara Ners
Publisher : Program Studi Ners UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jmn.v9i2.6375

Abstract

Handwashing with soap represents the mechanical sanitization of dermal surfaces using cleansing agents and clean running water to eradicate pathogens, bacteria, and virus strains that potentially trigger various infectious clinical conditions. The primary goal behind promoting handwashing with soap is to suppress the transmission velocity of communicable agents. This empirical investigation was executed to chart the operational correlation between knowledge levels and the behavioral habit of handwashing with soap among learners at Public Elementary School 013 Simangaronsang, Doloksanggul District, Humbang Hasundutan Regency. Methodologically, This study adopts a quantitative approach using a cross-sectional model, drawing from a target population that simultaneously served as the total sample of 69 students from grades IV and V. Primary and secondary data collection was conducted utilizing a structured questionnaire instrument to evaluate the depth of student comprehension and determine the performance of the habit of handwashing with soap variable among the participants. Statistical hypotheses were verified using a bivariate Chi-Square test. The final research outcomes confirmed a highly significant relationship between health awareness and the practical habit of handwashing with soap, supported by an empirical p-value of 0.001. Based on these dynamics, there is an eye-opening need for tangible interventions to revitalize health infrastructure and deploy systematic educational schedules detailing accurate handwashing with soap steps through visual posters and audio-visual media, supplemented by furnishing robust sanitary assets and ensuring a stable supply of clean water within the school premises
PENDAMPINGAN KADER POSYANDU DALAM PENGUKURAN STATUS GIZI SECARA ANTROPOMETRI UNTUK MENDUKUNG PROGRAM MAKAN BERGIZI GRATIS (MBG) DI POSYANDU ASTER MEDAN Taruli Rohana Sinaga; Sri Dearmaita Purba; Rinawati Sembiring; Melisawati Sinaga; Dwi Hesti Sembiring
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 8 (2026): MARTABE : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i8.3001-3008

Abstract

Permasalahan gizi pada balita masih menjadi tantangan dalam pembangunan kesehatan di Indonesia sehingga diperlukan pemantauan status gizi secara berkala melalui pengukuran antropometri yang akurat. Keberhasilan kegiatan tersebut sangat dipengaruhi oleh kompetensi kader Posyandu, terutama dalam mendukung implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader Posyandu dalam melakukan pengukuran antropometri sesuai standar Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pengabdian dilaksanakan pada Juni 2026 di Posyandu Aster Medan dengan metode pendampingan melalui praktik langsung dan evaluasi keterampilan. Tahapan kegiatan meliputi persiapan, demonstrasi teknik pengukuran, praktik pengukuran berat badan, tinggi/panjang badan, lingkar kepala, dan lingkar lengan atas (LiLA), pendampingan pencatatan hasil, serta evaluasi kemampuan kader menggunakan lembar observasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa seluruh kader mampu melakukan pengukuran antropometri sesuai prosedur standar. Selain itu, diperoleh data antropometri yang valid dari 20 balita sebagai dasar pemantauan pertumbuhan dan evaluasi status gizi. Pendampingan juga meningkatkan kemampuan kader dalam menggunakan alat ukur, melakukan pencatatan, serta menginterpretasikan hasil pengukuran sehingga mampu mengidentifikasi balita yang memerlukan pemantauan lebih lanjut. Kegiatan ini memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas pelayanan Posyandu dan menghasilkan data antropometri yang akurat sebagai dasar monitoring pertumbuhan balita serta mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara lebih tepat sasaran.