Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Kajian Usaha Jamu Temulawak di Kelurahan Tanjung Rema Martapura Dini Sri Astuty; Siti Erlina; Inda Ilma Ifada
Rawa Sains: Jurnal Sains STIPER Amuntai Vol 12 No 2 (2022): Vol 12 No 2 (2022): Edisi Desember 2022
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36589/rs.v12i2.216

Abstract

This study aims to determine the technical and prospect of making curcuma herbal medicine in Tanjung Rema Martapura Village. The research method uses analysis with descriptive, qualitative and quantitative methods so as to obtain the desired picture, related to the cost structure and income of the curcuma herbal medicine business. The results showed that the technique of making curcuma herbal drink in Tanjung Rema Village, Martapura District was still relatively traditional and simple. Based on the income value obtained by the SANI entrepreneur and the Mama Ratih entrepreneur, they are both efficient, because the R/C ratio value is > 1. The revenue from the business of making curcuma herbal drinks in one month for Sani entrepreneurs is Rp. 39,840,000 and Mama Ratih is Rp. 24,960,000. with an average of Rp.32,400,000. The income that the entrepreneur Sani receives per month is Rp. 12,888,554 and Mama Ratih is Rp. 9,167,686, for the profit of the entrepreneur Sani is Rp. 9,180,221 and Mama Ratih is Rp. 6,017,686. The prospect of developing the Curcuma Herbal Medicine Business in Tanjung Rema Martapura Village is very wide open when viewed from market demand as well as the availability of raw materials and the long term.
PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DI KAWASAN RAWA MELALUI IMPLEMENTASI TEKNOLOGI PENGOLAHAN IKAN Neni Widaningsih; Ana Zuraida; Siti Erlina; Abdurrahim Abdurrahim
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.35207

Abstract

Desa Sapala terletak di kawasan rawa yang memiliki sumber daya perikanan yang melimpah terutama ikan haruan dan ikan sepat. Salah satu pola kehidupan masyarakatnya adalah “meiwak” (sebutan bagi nelayan yang mencari ikan). Pada musim kemarau produktivitas ikan melimpah, sehingga pendapatan masyarakatnya meningkat, namun ketika musim hujan, produktivitasnya menurun yang berdampak pada menurunnya pendapatan sehingga biasanya “Paiwakan “(sebutan untuk para nelayan) mencari pekerjaan serabutan yang tidak menentu. Peranan para perempuan rawa (isteri Paiwakan) menjadi sangat penting dalam menjaga kelangsungan hidup rumah tangganya. Kedudukan sosial perempuan rawa bukan karena kesetaraan gender, namun lebih pada tuntutan alamiah dalam menjaga kelangsungan hidup mereka. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberdayakan perempuan rawa dalam meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan agar dapat mandiri secara ekonomi dan sosial melalui implementasi teknologi pengolahan ikan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah berupa penyuluhan, pelatihan dan praktik pengolahan ikan, bimbingan teknis dan pendampingan usaha serta evaluasi dan tindak lanjut. Berdasarkan hasil kegiatan dapat diketahui bahwa semua tahapan kegiatan dapat dilaksanakan dengan lancar dan peserta sangat antusias mengikuti kegiatan ini yang belum pernah ada sebelumnya. Peserta ikut terlibat aktif dalam pelatihan dan praktik pengolahan ikan dan diantara peserta ada yang menindaklanjuti usaha pengolahan ikan dalam bentuk abon ikan haruan dan ikan sepat kering.
EFFECT OF AGE AT FIRST MATING ON BIRTH WEIGHT, DAILY WEIGHT GAIN, AND WEANING WEIGHT IN ETAWA CROSSBRED (PE) GOAT KIDS M Sairi; Abd Malik; Fitriani Fitriani; Siti Erlina; Aam Gunawan
AL-ULUM: JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 12 No 2 (2026)
Publisher : UPT Publication and Journal Management, Islamic University of Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jst.v12i2.24956

Abstract

This study evaluated the effect of first mating age on birth weight, daily weight gain, and weaning weight in Etawa crossbred (PE) goat kids. Twenty female and four male goats were divided into four groups (5:1). Group P1 consisted of 7‑month‑old goats with an average body weight of 28.51 ± 1.32 kg, P2 were 9‑month‑old goats weighing 34.83 ± 2.73 kg, P3 were 11‑month‑old goats at 37.23 ± 3.58 kg, and P4 were 13‑month‑old goats at 40.29 ± 3.66 kg. All goats were raised under the same farm conditions. Parameters observed included birth weight, weight gain, and weaning weight. Results showed no significant differences (P > 0.5) among groups for birth weight, daily gain, or weaning weight. However, litter size differed significantly (P < 0.5) between treatments. In conclusion, first mating age (7, 9, 11, and 13 months) did not affect growth performance, but influenced litter size outcomes.