Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

TARI TOKECANG SEBAGAI MEDIA ALTERNATIF DALAM MENGEMBANGKAN KARAKTER ANAK USIA DINI Tiffany Shinta Aprilianty; Yuliawan Kasmahidayat; Saian Badaruddin
Gesture: Jurnal Seni Tari Vol. 13 No. 2 (2024): Gesture: Jurnal Seni Tari
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gjst.v13i2.64626

Abstract

Kurangnya Pendidikan karakter pada anak usia dini menjadi permasalahan sosial yang terjadi di masa kini, hal tersebut disebabkan oleh penggunaan teknologi modern seperti gadget yang berlebihan yang berpotensi menghambat perkembangan karakter sosial anak, seperti kemampuan berkomunikasi, bekerja sama, dan empati. Dari penelitian yang dilakukan terbukti bahwa terdapat anak yang kurang bersosialisasi dan berinteraksi dengan teman sebaya mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi perkembangan karakter anak dan untuk memahami alasan serta dampak penggunaan Tari Tokecang terhadap pembelajaran anak usia dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif analisis data deskriptif yang dilakukan dalam tujuh pertemuan dengan observasi lapangan dan wawancara langsung dengan orang tua serta siswa yang menjadi sampel penelitian, instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah pedoman observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini dapat dilihat dari beberapa aspek yang diamati selama penelitian, dimana adanya peningkatan dalam hal disiplin, kerjasama, dan kepercayaan diri pada anak, kemudian keterlibatan aktif dalam kegiatan tari membantu anak-anak untuk memahami pentingnya kerja tim dan menghargai peran masing-masing individu dalam kelompok, anak juga belajar untuk mengelola emosi dan mengembangkan kemampuan berkomunikasi secara efektif. Berdasarkan hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran Tari Tokecang dengan pendekatan inklusif dan interaktif memililiki peranan yang signifikan dalam mengembangkan karakter anak usia dini di Desa Cibogo, Lembang, Kabupaten Bandung Barat
Pendidikan seni dalam prosesi pembukaan Gebyar Pesona Budaya Garut tahun 2024 Rizal, Hendra; Rizali, Rizki; Gouwtama, Rama; Kasmahidayat, Yuliawan; Sukanta, Sukanta
Imaji: Jurnal Seni dan Pendidikan Seni Vol. 23 No. 1 (2025): April
Publisher : FBSB UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/imaji.v23i1.78218

Abstract

Penelitian ini mengkaji implementasi pendidikan seni dalam acara seremonial Gebyar Pesona Budaya Garut, khususnya pada prosesi pembukaan yang menampilkan kolaborasi seni tradisional setempat. Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan penerapan pendidikan seni dalam acara tersebut dan mengevaluasi efektivitasnya dalam memfasilitasi pendidikan seni di masyarakat dan sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan Teknik pengumpulan data berupa observasi dan wawancara serta Teknik analisis data dengan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa acara tersebut efektif dalam memberikan kesempatan bagi siswa-siswi sekolah untuk tampil, sehingga mereka tidak terpaku pada acara di sekolah saja. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam memberikan wawasan tentang peran penting acara seremonial dalam memfasilitasi pendidikan seni dan mengapresiasi warisan budaya lokal. Kata kunci: Pendidikan seni, Gebyar Pesona Budaya Garut, acara seremonial, warisan budaya lokal Art education in the opening procession of Gebyar Pesona Budaya Garut in 2024 Abstract The study examines the implementation of art education in the ceremonial events of the Gebyar Pesona Budaya Garut, in particular at the opening procession showcasing local traditional art collaboration. The research aimed to describe the application of art education in the event and to evaluate its effectiveness in facilitating art education within the community and schools. The research uses a qualitative approach with data collection techniques such as observations and interviews, as well as data analysis techniques with triangulation. Research shows that the event is effective in giving students the opportunity to perform, so they do not get stuck on school events alone. The results of this research are expected to contribute to providing insight into the important role of ceremonial events in facilitating art education and appreciating local cultural heritage. Keywords: Arts education, Gebyar Pesona Budaya Garut, ceremonial event, local cultural heritage
Cultural Transmission through Dance: Teaching Endeng-Endeng in SMPN 1 Rantau Selatan Kasmahidayat, Yuliawan; Khanaya, Disty Uni; Suryawan, Ace Iwan
Gondang: Jurnal Seni dan Budaya Vol. 9 No. 1 (2025): GONDANG: JURNAL SENI DAN BUDAYA, JUNE 2025
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gondang.v9i1.50932

Abstract

Endeng-endeng is a traditional Mandailing dance that encapsulates cultural diversity and local wisdom, serving as a medium through which traditional values are sustained amid modern societal shifts. This study investigates the embodiment of local wisdom in the instruction of Endeng-endeng dance among ninth-grade students at SMP Negeri 1 Rantau Selatan. Using a qualitative descriptive method, data were gathered through observation, interviews, and document analysis. Local wisdom in the Mandailing community is reflected in social values, norms, and kinship systems, which are integrated into traditional expressions such as dance. These elements function as intangible cultural assets, reinforcing identity and guiding social behavior. The educational setting is positioned as a critical space for cultural transmission, enabling students to internalize and reproduce these values. Findings indicate that the Endeng-endeng dance is an effective pedagogical tool for instilling moral and social norms, including politeness, communal living, and life guidance. Its integration into formal education supports the preservation of Mandailing cultural heritage and enhances students’ understanding of indigenous knowledge systems. Thus, dance education serves not only as artistic instruction but also as a conduit for intergenerational knowledge transfer and the reinforcement of local identity.
KAJIAN NILAI TARI JAIPONG KREASI DEWI SARTIKA Alimah, Siti; Kasmahidayat, Yuliawan; Barnas, Beben
Ringkang : Kajian Seni Tari dan Pendidikan Seni Tari Vol 5, No 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Tari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ringkang.v5i1.80875

Abstract

TARI TOKECANG SEBAGAI MEDIA ALTERNATIF DALAM MENGEMBANGKAN KARAKTER ANAK USIA DINI Aprilianty, Tiffany Shinta; Kasmahidayat, Yuliawan; Badaruddin, Saian
Gesture: Jurnal Seni Tari Vol. 13 No. 2 (2024): Gesture: Jurnal Seni Tari (October)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gjst.v13i2.64626

Abstract

Kurangnya Pendidikan karakter pada anak usia dini menjadi permasalahan sosial yang terjadi di masa kini, hal tersebut disebabkan oleh penggunaan teknologi modern seperti gadget yang berlebihan yang berpotensi menghambat perkembangan karakter sosial anak, seperti kemampuan berkomunikasi, bekerja sama, dan empati. Dari penelitian yang dilakukan terbukti bahwa terdapat anak yang kurang bersosialisasi dan berinteraksi dengan teman sebaya mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi perkembangan karakter anak dan untuk memahami alasan serta dampak penggunaan Tari Tokecang terhadap pembelajaran anak usia dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif analisis data deskriptif yang dilakukan dalam tujuh pertemuan dengan observasi lapangan dan wawancara langsung dengan orang tua serta siswa yang menjadi sampel penelitian, instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah pedoman observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini dapat dilihat dari beberapa aspek yang diamati selama penelitian, dimana adanya peningkatan dalam hal disiplin, kerjasama, dan kepercayaan diri pada anak, kemudian keterlibatan aktif dalam kegiatan tari membantu anak-anak untuk memahami pentingnya kerja tim dan menghargai peran masing-masing individu dalam kelompok, anak juga belajar untuk mengelola emosi dan mengembangkan kemampuan berkomunikasi secara efektif. Berdasarkan hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran Tari Tokecang dengan pendekatan inklusif dan interaktif memililiki peranan yang signifikan dalam mengembangkan karakter anak usia dini di Desa Cibogo, Lembang, Kabupaten Bandung Barat
Traditional dance learning as an effort to introduce Sundanese culture in PAUD Riyadussholihin R Dara Sakhila; Muhammad Rafli Fauji; Yuliawan Kasmahidayat
Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 3 No. 1 (2025): Dedicated: Journal of Community Services (Pengabdian kepada Masyarakat)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/dedicated.v3i1.62592

Abstract

Dance education in early childhood serves as a medium for shaping positive character during children's developmental stages. At this age, children also undergo cultural transitions, including exposure to Sundanese culture, which carries values, knowledge, and beliefs. This community service aims to introduce traditional dance as a method to promote Sundanese culture among early childhood students. The service was carried out at PAUD Riyadussholihin in Cipongporang, Katapang, with 35 participants aged 4-6 years. The goal was to foster an appreciation for local culture and instill a sense of national pride through dance. The method used in this service is hands-on practice. Students were introduced to traditional Sundanese dances, such as "Manuk Dadali" and "Mojang Priangan". The sessions were conducted once a week, focusing on both the physical and cognitive development of the children. The findings showed that, despite challenges such as maintaining focus and managing the students' energy levels, the children were highly enthusiastic and engaged in learning the dances. This service demonstrates the potential of traditional dance to enhance cultural knowledge, motor skills, and self-confidence in young children. The experience highlights the importance of incorporating cultural education into early childhood curricula.   Abstrak Pembelajaran seni tari pada pendidikan anak usia dini merupakan sarana pendidikan untuk mengembangkan kepribadian positif pada anak saat proses tumbuh kembangnya. Di masa pertumbuhannya, anak juga mengalami transisi budaya, termasuk budaya Sunda sebagai teladan pengetahuan, nilai, dan kepercayaan. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengenalkan tari tradisional sebagai metode untuk mempromosikan budaya Sunda di kalangan anak usia dini. Kegiatan ini dilaksanakan di PAUD Riyadussholihin di Cipongporang, Katapang, dengan 35 peserta didik berusia 4-6 tahun. Tujuan pengabdian ini adalah untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya lokal dan menanamkan karakter cinta tanah air melalui tari. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah praktik langsung. Anak-anak diperkenalkan dengan tari tradisional Sunda seperti "Manuk Dadali" dan "Mojang Priangan." Kegiatan dilakukan seminggu sekali dengan fokus pada pengembangan fisik dan kognitif anak. Temuan menunjukkan bahwa meskipun ada tantangan seperti kesulitan dalam mempertahankan fokus dan mengelola energi peserta didik, anak-anak sangat antusias dan terlibat dalam pembelajaran tari. Pengabdian ini menunjukkan potensi tari tradisional dalam meningkatkan pengetahuan budaya, keterampilan motorik, dan rasa percaya diri pada anak usia dini. Pengalaman ini juga menyoroti pentingnya memasukkan pendidikan budaya dalam kurikulum PAUD. Kata Kunci: budaya Sunda; pembelajaran; tari tradisional
Pengembangan seni tradisi sebagai penguatan wisata budaya kawasan ekonomi khusus Tanjung Lesung Yuliawan Kasmahidayat; Rizki Januar Herliawan
Jurnal Abmas Vol. 23 No. 1 (2023): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v23i1.57292

Abstract

This activity is a cross-program collaboration between Dance Education, Music Education, Fine Arts Education, Tourism Education, and Mechanical Engineering at Universitas Pendidikan Indonesia. The form of activity is an assistance program for the development of traditional arts as the flagship of cultural tourism in the Tanjungjaya area. The training model developed in this PKM activity also focuses on material training and HR management. The availability of facilities in this assisted village is sufficient. However, it is not yet supported by the quality of human resources that can utilize and maximize the available facilities and infrastructure. The results obtained from this activity include the development of dance and music as icons of tourist areas, scientific articles, and the presentation of training results in disseminating PKM activity results. The target achievements of this activity also include improving the quality of local human resources to maximize the natural and cultural potential that exists in superior tourism, following the objectives of the tourist village..   Abstrak Kegiatan ini merupakan kolaborasi lintas prodi di Universitas Pendidikan Indonesia antara Prodi Pendidikan Seni Tari, Pendidikan Seni Musik, Pendidikan Seni Rupa, Pendidikan Pariwisata, dan Teknik Mesin. Bentuk kegiatan merupakan pendampingan program pengembangan seni tradisi sebagai unggulan wisata budaya di kawasan Tanjungjaya. Model pelatihan yang dikembangkan dalam kegiatan PKM ini, juga menitikberatkan pada pelatihan materi dan manajemen SDM. Ketersediaan fasilitas di desa binaan ini terbilang cukup, namun belum didukung oleh kualitas sumber daya manusia yang mampu memanfaatkan dan memaksimalkan sarana dan prasarana yang tersedia. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini antara lain bentuk pengembangan seni tari dan musik sebagai icon daerah wisata, artikel ilmiah, serta penyajian hasil pelatihan dalam desiminasi hasil kegiatan PKM. Target capaian dari kegiatan ini di antaranya juga peningkatan kualitas dari SDM setempat, sehingga dapat memaksimalkan potensi alam serta budaya yang ada menjadi wisata unggulan sesuai dengan tujuan desa wisata. Kata Kunci: kawasan ekonomi khusus; KEK; pengembangan seni tradisi; wisata budaya
Pengaruh akses infrastruktur jalan yang baik terhadap tingkat kesehatan masyarakat Muhammad Riza Fadhilah; Liman Fathonah Gymnastiar; Yuliawan Kasmahidayat
Jurnal Abmas Vol. 24 No. 1 (2024): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v24i1.62685

Abstract

This research was conducted in Katapang Village, Bandung Regency. The aim is to determine how good road infrastructure access impacts public health. This research method uses a qualitative study with a descriptive method. Data collection was conducted using a list of questions in the form of questionnaires and in-depth interviews with a descriptive analysis method. Judging from the existing problems, there is some damage to the road to Katapang Village, which is poorly maintained and a concern for the community. Moreover, the road is a road for people to access daily. The following conclusions can be drawn based on the research carried out on all the data obtained. The good of road infrastructure influences public health in Katapang Village, Bandung Regency. Some of the positive impacts include that good road access helps people to be able to shop and sell their crops, activities are faster, there is an equitable distribution of development in the Bandung Regency area and its surroundings, and alternative routes are open, both in Soreang, Katapang, and Margahayu. There are also several negative impacts, including the roadside sometimes changes its function into a place to trade, good road access only on the main road is uneven to residential areas, because the road access is good and is often passed by large vehicles so that the quality of the road gradually decreases, because many cars pass by air pollution is a problem that has quite an impact. Because it is an alternative road, there is congestion and waterlogging caused by heavy rains and many potholes.   Abstrak Penelitian ini dilakukan di Desa Katapang, Kabupaten Bandung. Dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana dampak akses infrastruktur jalan yang baik terhadap kesehatan masyarakat. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan memberikan daftar pertanyaan dalam bentuk angket dan wawancara yang mendalam, dengan metode analisis deskriptif. Dilihat dari permasalahan yang ada bahwa terdapat beberapa kerusakan jalan menuju Desa Katapang yang kurang terawat menjadi keprihatinan para masyarakat. Terlebih jalan itu menjadi ruas jalan akses masyarakat dalam beraktivitas sehari-hari. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan terhadap seluruh data yang diperoleh, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: terdapat pengaruh dalam baiknya infrastruktur jalan terhadap kesehatan masyarakat di Desa Katapang, Kabupaten Bandung. Beberapa dampak positif diantarannya yaitu karena akses jalan yang baik membantu masyarakat untuk dapat berbelanja dan menjual hasil panen, aktivitas lebih cepat, terjadi pemerataan pembangunan di wilayah Kabupaten Bandung dan sekitarnya, terbuka jalur-jalur alternatif, baik di Soreang, Katapang dan Margahayu. Ada juga terdapat beberapa dampak negatif, di antaranya pinggiran jalan terkadang menjadi beralih fungsi menjadi tempat untuk berdagang, akses jalan yang baik hanya di jalan utama saja tidak merata hingga ke pemukiman-pemukiman penduduk, karena akses jalannya baik sering dilalui oleh kendaraan besar sehingga kulaitas jalan lama kelamaan menjadi menurun, karena banyak dilalui kendaraan polusi udara menjadi masalah yang cukup berdampak dan karena menjadi jalan alternatif terjadi kemacetan dan genangan air yang disebabkan oleh hujan lebat dan banyak jalan yang berlubang. Kata Kunci: infrastruktur; jalan; kesehatan masyarakat
Negara untuk meningkatkan nasionalisme dan ketahanan ideologi Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Malaysia Dadang Sunendar; Yuliawan Kasmahidayat; Syaifullah Syaifullah
Jurnal Abmas Vol. 24 No. 2 (2024): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v24i2.72660

Abstract

Pekerja Migran Indonesia (PMI) are Indonesian citizens who work abroad to meet their economic needs and contribute to the national economy.This article discusses efforts to enhance nationalism and ideological resilience among PMI in Malaysia, particularly in Johor Bahru, focusing on strengthening their understanding of rights and obligations as Indonesian citizens. This study used a qualitative approach with a case study method to gather information through interviews, observations, and document analysis. The results indicate that outreach and advocacy activities conducted by various parties, including the Consulate General of the Republic of Indonesia and the Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), positively impact PMI's understanding of their rights and strengthen their sense of nationalism. However, challenges still exist, such as the lack of involvement from relevant stakeholders in providing training on professional skills for PMI. The implications of this study emphasize the importance of closer collaboration between the government, educational institutions, and related organizations to enhance PMI's awareness, knowledge, and skills as responsible citizens of Indonesia.   Abstrak Pekerja Migran Indonesia (PMI) adalah warga negara Indonesia yang bekerja di luar negeri untuk memenuhi kebutuhan ekonomi mereka dan berkontribusi pada perekonomian nasional. Artikel ini membahas upaya peningkatan nasionalisme dan ketahanan ideologi Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Malaysia, khususnya di Johor Bahru, dengan fokus pada penguatan pemahaman terhadap hak dan kewajiban mereka sebagai warga negara Indonesia. Dalam metodologi penelitian ini, pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus digunakan untuk menggali informasi melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan penyuluhan dan advokasi yang dilakukan oleh berbagai pihak, termasuk Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) dan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), memberikan dampak positif terhadap pemahaman PMI mengenai hak-hak mereka serta memperkuat rasa kebangsaan mereka. Meskipun demikian, masih terdapat tantangan terkait kurangnya keterlibatan pihak terkait dalam penyuluhan tentang keterampilan profesional PMI. Implikasi dari penelitian ini adalah pentingnya kolaborasi yang lebih erat antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan organisasi terkait untuk meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan keterampilan PMI sebagai warga negara Indonesia yang baik. Kata Kunci: advokasi; kewarganegaraan; nasionalisme; pekerja migran; Pekerja Migran Indonesia
TRANSFORMASI SOSIO-KULTURAL KESENIAN KUDA LUMPING DI PADAHERANG: DARI EKSPRESI RITUAL MENUJU SENI PERTUNJUKAN POPULER Arifin Darwanto; Yuliawan Kasmahidayat; Ace Iwan Suryawan
JURNAL PAKARENA Vol 11, No 1 (2026): Juli
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/p.v11i1.84023

Abstract

Kuda Lumping merupakan salah satu kesenian tradisional Jawa Tengah yang berkembang di Masyarakat Sunda, khususnya di Padaherang. Secara historis Kuda Lumping erat kaitannya dengan upacara ritual yang kaya akan nilai-nilai spiritual dan tradisi leluhur yang berfungsi sebagai media komunikasi antara manusia dengan kekuatan supranatural. Namun seiring berkembangnya zaman dan masuknya pengaruh budaya luar menjadi pendorong perubahan fungsi Kuda Lumping secara signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pergeseran Fungsi Tari Kuda Lumping di wilayah Padaherang. Masalah difokuskan pada fungsi tari, foktor-faktor yang mempengharuhi perubahan fungsi tari Kuda Lumping dan dampak yang terjadi dari perubahan fungsi tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi. Data diperoleh dari hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa Tari Kuda Lumping di Padaherang mengalami perubahan fungsi yang cukup mendasar, berawal dari ritual keagamaan dan upacara adat menjadi pertunjukan hiburan yang ditampilkan pada acara-acara perayaan, festival budaya, dan hajatan masyarakat. Penelitian menemukan bahwa perubahan fungsi Kuda Lumping merupakan sebuah adaptasi budaya yang tidak bisa dihindari, namun dikhawatirkan dengan adanya perubahan ini dapat menghilangkan nilai-nilai sakral dan kearifan lokal yang melekat pada kesenian tersebut. Penelitian ini menegaskan perlunya revitalisasi, dan mengembangkan strategi inovatif untuk mencegah kepunahan dimensi ritual Tari Kuda Lumping akibat dari perubahan yang tidak terkelola dengan baik.