Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search
Journal : Sehat Masada

Manajemen Pelayanan Makanan Di Tempat Penitipan Anak (TPA) Muslim Bunda Kota Bandung Tahun 2015 Gugum Pamungkas
Sehat MasadaJurnal Vol 10 No 2 (2016): Sehat Masada Journal
Publisher : stikes dharma husada bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini, jumlah ibu yang bekerja meningkat, sementara di sisi lain kualitas pertumbuhan anak sangat penting, Tempat Penitipan Anak (TPA) adalah tempat alternatif sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas anak-anak. Bagi TPA yang melaksanakan pelayanan makanan dengan menyediakan makanan bagi anak balita yang dititipkan di tempatnya, manajemen pelayanan makanan menjadi hal yang sangat penting. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui konsep manajemen pelayanan makanan di TPA Muslim Bunda Bandung yaitu perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan serta pengawasan. Teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kualitatif. Informan dalam penelitian ini berjumlah 4 (empat) orang meliputi informan ahli, pengelola dan 2 (dua) orang pelaksana/pengasuh. Data hasil wawancara dibuat dalam bentuk transkrip dan dipindahkan dalam bentuk tabel serta dari hasil observasi disusun dalam tabel yang sama sehingga menggambarkan fenomena dan peristiwa. Hasil penelitian diperoleh bahwa pelaksanaan manajemen pelayanan makanan masih belum optimal. Perencanaan menu dan perencanaan anggaran belum dilaksanakan, pengorganisasian masih menemui banyak kendala, pelaksanaaan pelayanan makanan dilakukan seperti rumah tangga pada umumnya dan pengawasan oleh pengelola tidak dilakukan secara ketat dan berkala. Diharapkan seluruh aspek manajemen pelayanan makanan di TPA dapat ditingkatkan untuk memberikan pelayanan makanan pada anak secara berkualitas.
Kajian Sistem Pencatatan dan Pelaporan Puskesmas (SP3) di UPT Puskesmas Talagabodas Kecamatan Lengkong Kota Bandung Tahun 2016 Gugum Pamungkas
Sehat MasadaJurnal Vol 11 No 2 (2017): Jurnal Sehat Masada
Publisher : stikes dharma husada bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu pemantapan dan pengembangan Sistem Informasi Kesehatan melalui pengumpulan data di Puskesmas yaitu melalui Sistem Pencatatan dan Pelaporan Puskesmas (SP3). Berdasarkan Rekapitulasi Laporan Penilaian Kinerja Puskesmas di Kota Bandung Tahun 2014, ditemukan masalah kurang baik dan belum maksimalnya pencatatan dan pelaporan Puskesmas. Di dalam Kriteria Pengelompokan Akhir Penilaian Kinerja Puskesmas (PKP) Dinas Kesehatan Kota Bandung Tahun 2014, UPT Puskesmas Talagabodas mempunyai kriteria kurang dengan nilai akhir paling rendah yaitu 79,21 dibandingkan dengan Puskesmas lain. Tujuan Penelitian : Untuk mengkaji SP3 dari aspek input, proses, dan output. Penelitian ini merupakan deskriptif kualitatif, teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling, informan kunci dalam penelitian ini adalah Koordinator Laporan di Dinas Kesehatan Kota Bandung, informan utama adalah seluruh petugas program di UPT Puskesmas Talagabodas yang berjumlah 7 orang. Hasil penelitian menunjukkan tenaga kesehatan dan sarana prasarana belum mencukupi, formulir SP3 sudah mencukupi, sumber dana SP3 berasal dari APBN/APBD, sebagian besar program di Puskesmas telah menggunakan teknologi informasi namun jaringannya masih sering erorr, laporan maksimal dikirimkan ke Dinas tanggal 5 setiap bulannya. Laporan yang dikirimkan ke Dinas tidak mengalami keterlambatan dan sudah lengkap. Aspek Proses masih terdapat kekurangan. Aspek Output belum sepenuhnya akurat, laporan dari Jejaring terkadang mengalami keterlambatan. Feedback dari Dinas berupa Bimbingan Teknis. Hasil pengolahan data SP3 sebagai acuan untuk evaluasi kinerja Puskesmas, penyusunan rencana tahunan serta penilaian kinerja Puskesmas.
Faktor-Faktor Peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang behubungan dengan Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan di Wilayah Kerja Puskesmas Mandala Mekar Kota Bandung Gugum Pamungkas; Neli Naelul Inayah
Sehat MasadaJurnal Vol 14 No 1 (2020): Jurnal Sehat Masada
Publisher : stikes dharma husada bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38037/jsm.v14i1.125

Abstract

Health insurance is a guarantee in the form of health protection so that participants get the benefits of health care and protection in meeting basic health needs. National Health Insurance membership consists of Beneficiary Contribution (PBI) and not PBI. Mandala Mekar Health Center is the health center with the lowest number of visits, 866 (30,6%) out of 2,827 (69,4%) National Health Insurance participants, with PBI participants totaling 1867 (66%) participants. The purpose of this study was to determine the factors of PBI National Health Insurance Participants (JKN) related to the utilization of health services in the working area of ​​the Mandala Mekar Community Health Center in Bandung. The research method was quantitative, cross sectional design with a population of 1867 (66%) PBI participants. Sampling with Accidental sampling technique as many as 72 people. Data analysis using Chi Square Test. The results of the study, which utilized the health services of 28 people (38,9 %) and who did not utilize 44 people (61,1%). There is a relationship between age, utilization of health services with (p = 0.007) and attitude (p = 0.011). There is no relationship of belief, location of facilities, and needs with the utilization of health services.
Analisis Beban Kerja Sumber Daya Manusia (SDM) Kesehatan di Puskesmas Ciwidey Kabupaten Bandung Menggunakan Metode Workload Indicators Of Staffing Need (WISN) Gugum Pamungkas; Eem Kusmiati
Sehat MasadaJurnal Vol 15 No 1 (2021): Sehat Masada Journal
Publisher : stikes dharma husada bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38037/jsm.v15i1.167

Abstract

Kunjungan pasien yang datang periksa ke Puskesmas Ciwidey yaitu dengan rata- rata kunjungan pasien per hari 120 -170 orang dan per bulan rata-rata kunjungan 2000-2500 orang. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis beban kerja Sumber Daya Manusia (SDM) Kesehatan di Puskesmas Ciwidey Kabupaten Bandung menggunakan metode Workload Indicators of Staffing Need (WISN). Jenis penelitian ini menggunakan deskriptif analitik. Populasi dalam penelitian ini adalah 21 responden. Teknik sampling dalam penelitian ini diambil dengan menggunakan sampling jenuh berjumlah 21 responden. Hasil penelitian diperoleh waktu kerja tersedia tahun 2018 berdasarkan jumlah kerja efektif di Puskesmas Ciwidey adalah 2,017 Jam / Tahun atau 121,050 Menit. Beban kerja petugas kesehatan di Puskesmas Ciwidey yang memiliki beban kerja tinggi adalah dokter umum, dokter gigi, perawat gigi, perawat, bidan, apoteker, rekam medis, promkes dan yang memiliki beban kerja rendah adalah tenaga gizi, sanitarian sedangkan analis memilki beban kerja sedang. Standar kelonggaran waktu di Puskesmas Ciwidey adalah 1,063, Jumlah SDM tenaga kesehatan dengan menggunakan metode WISN di Puskesmas Ciwidey dibutuhkan sebanyak 31 orang petugas kesehatan. Penelitian ini maka disarankan Kepada Puskesmas Ciwidey Penambahan jumlah SDM perlu segera diusulkan untuk mengurangi beban kerja dengan menggunakan anggaran yang ada baik dari dana Biaya Oprasional Kesehatan (BOK) ataupun dari dana Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) atau kapitasi sehingga bisa mengatasi pengurangan beban kerja dari masing masing tenaga kesehatan yang ada.
Persepsi Mahasiswa Prodi Sarjana Kesehatan Masyarakat Stikes Dharma Husada Bandung Terhadap Penerapan Adaptasi Kebiasaan Baru Di Masa Pandemi COVID-19 Tahun 2021 Gugum Pamungkas; Metha Dwi Tamara; Intan Puspita Sari
Sehat MasadaJurnal Vol 16 No 1 (2022): Sehat Masada Journal
Publisher : stikes dharma husada bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38037/jsm.v16i1.280

Abstract

Persepsi merupakan proses pemberian arti terhadap lingkungan atau objek oleh individu. Persepsi yang muncul dari dalam individu ini kemudian menggerakkan masing-masing individu untuk dapat mengatur dan mengelola dirinya dalam menerapkan protokol kesehatan sebagai kebiasaan baru yang diberlakukan di beberapa tatanan pada masa pandemi COVID-19. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi mahasiswa kesehatan terhadap AKB pada masa pandemi COVID-19. Pada penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa tingkat akhir non regular dan mahasiswa tingkat dua regular, jumlah keseluruhan sampel berjumlah 6 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi kepada mahasiswa kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan Pesepsi mahasiswa kesehatan terhadap penerapan AKB di kampus, terdapat mahasiswa yang berpersepsi bahwa protokol kesehatan yang sudah diberlakukan di kampus masih kurang efektif. Persepsi mahasiswa kesehatan terhadap penerapan AKB di tempat ibadah, hampir semua mahasiswa berpersepsi penerapan AKB di tempat ibadah sudah efektif. Persepsi mahasiswa kesehatan terhadap penerapan AKB di transportasi umum, hampir semua berpersepsi bahwa penerapan protokol kesehatan yang sudah di terapkan pada transportasi umum online seperti Gojek dan Grab sudah cukup baik. Persepsi mahasiswa kesehatan terhadap penerapan AKB di tempat umum, sebagian mahasiswa berpersepsi bahwa penerapan AKB tersebut masih kurang efektif dan kondusif. Persepsi mahasiswa kesehatan terhadap rencana tindak lanjut sebagai mahasiswa kesehatan dalam menghadapi AKB adalah dengan melakukan promosi kesehatan.
HUBUNGAN PERSEPSI KUALITAS PELAYANAN VAKSINASI COVID-19 DENGAN KEPUASAN PESERTA VAKSINASI DI UPT PUSKESMAS SEKELOA KOTA BANDUNG TAHUN 2021 Gugum Pamungkas; Rezki Widia Utami
Sehat MasadaJurnal Vol 16 No 2 (2022): Sehat Masada Journal
Publisher : stikes dharma husada bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38037/jsm.v16i2.365

Abstract

Pelayanan vaksinasi merupakan salah satu upaya preventif pada pandemi Covid-19. Berdasarkan studi pendahuluan, kualitas pelayanan vaksinasi Covid-19 di UPT Puskesmas Sekeloa Kota Bandung masih kurang yaitu tempat vaksinasi yang kurang luas, petugas bersikap acuh dalam memberikan pelayanan, dan waktu mulai pelayanan terlambat. Kualitas suatu pelayanan sangat penting dalam menentukan kepuasan pelanggan. Masyarakat yang puas terhadap kualitas pelayanan vaksinasi dapat menjadi ajakan bagi masyarakat yang lain dan meningkatkan cakupan vaksinasi Covid-19. Tujuan penelitian mengetahui hubungan persepsi kualitas pelayanan vaksinasi Covid-19 dengan kepuasan peserta vaksinasi di Puskesmas Sekeloa Kota Bandung Tahun 2021. Jenis penelitian kuantitatif analitik dengan rancangan cross sectional. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Populasi pada penelitian ini adalah 200, dengan besar sampel 130 peserta vaksinasi Covid-19 di Puskesmas Sekeloa Kota Bandung Tahun 2021. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat. Terdapat hubungan antara persepsi kualitas pelayanan vaksinasi Covid-19 dengan kepuasan peserta vaksinasi dengan nilai p-value 0,000. Masing-masing dimensi kualitas yang berhubungan dengan kepuasan peserta vaksinasi Covid-19 adalah dimensi empathy, responsiveness, reliability, dan assurance. Sedangkan dimensi tangible tidak berhubungan dengan kepuasan peserta vaksinasi Covid-19 di UPT Puskesmas Sekeloa Kota Bandung Tahun 2021. Saran perlu dilakukan supervisi terhadap pelayanan vaksinasi dengan memprioritaskan semua aspek pelaksanaan sesuai dengan daftar tilik pelaksanaan pelayanan vaksinasi Covid-19.
Faktor-Faktor Peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang behubungan dengan Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan di Wilayah Kerja Puskesmas Mandala Mekar Kota Bandung Pamungkas, Gugum; Naelul Inayah, Neli
Sehat MasadaJurnal Vol 14 No 1 (2020): Jurnal Sehat Masada
Publisher : stikes dharma husada bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38037/jsm.v14i1.125

Abstract

Latar Belakang: Jaminan kesehatan merupakan jaminan berupa perlindungan kesehatan agar peserta memperoleh manfaat pemeliharaan kesehatan dan perlindungan dalam memenuhi kebutuhan dasar kesehatan. Kepesertaan JKN terdiri dari PBI dan Bukan PBI. Puskesmas Mandala Mekar adalah puskesmas dengan jumlah kunjungan terendah yaitu 866 atau (30,6%) dari 2.827 atau (69,4%) peserta JKN, dengan peserta PBI sebanyak 1867 atau (66%) peserta. Tujuan: untuk Mengetahui Faktor-Faktor Peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) PBI yang Berhubungan dengan Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Mandala Mekar kota Bandung. Metode: Metode penelitian kuantitataif, dengan desain Cros sectional dengan populasi sebanyak 1867 atau (66%) peserta PBI. Pengambilan sampel dengan tehnik Accidental sampling sebanyak 72 orang. Hasil: Analisis data menggunkan Uji Chi Square. Hasil penelitian, yang memanfaatkan pelayanan kesehatan 28 orang atau (38,9 %) dan yang tidak memanfaatkan 44 orang atau (61,1%). Simpulan: Ada hubungan antara umur, dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan dengan (p=0,007) dan sikap (p=0,011). Tidak ada hubunga keyakinan, lokasi sarana, dan kebutuhan dengan Pemanfaatan pelayanan kesehatan
Analisis Beban Kerja Sumber Daya Manusia (SDM) Kesehatan di Puskesmas Ciwidey Kabupaten Bandung Menggunakan Metode Workload Indicators Of Staffing Need (WISN) Pamungkas, Gugum; Kusmiati, Eem
Sehat MasadaJurnal Vol 15 No 1 (2021): Sehat Masada Journal
Publisher : stikes dharma husada bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38037/jsm.v15i1.167

Abstract

Kunjungan pasien yang datang periksa ke Puskesmas Ciwidey yaitu dengan rata- rata kunjungan pasien per hari 120 -170 orang dan per bulan rata-rata kunjungan 2000-2500 orang. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis beban kerja Sumber Daya Manusia (SDM) Kesehatan di Puskesmas Ciwidey Kabupaten Bandung menggunakan metode Workload Indicators of Staffing Need (WISN). Jenis penelitian ini menggunakan deskriptif analitik. Populasi dalam penelitian ini adalah 21 responden. Teknik sampling dalam penelitian ini diambil dengan menggunakan sampling jenuh berjumlah 21 responden. Hasil penelitian diperoleh waktu kerja tersedia tahun 2018 berdasarkan jumlah kerja efektif di Puskesmas Ciwidey adalah 2,017 Jam / Tahun atau 121,050 Menit. Beban kerja petugas kesehatan di Puskesmas Ciwidey yang memiliki beban kerja tinggi adalah dokter umum, dokter gigi, perawat gigi, perawat, bidan, apoteker, rekam medis, promkes dan yang memiliki beban kerja rendah adalah tenaga gizi, sanitarian sedangkan analis memilki beban kerja sedang. Standar kelonggaran waktu di Puskesmas Ciwidey adalah 1,063, Jumlah SDM tenaga kesehatan dengan menggunakan metode WISN di Puskesmas Ciwidey dibutuhkan sebanyak 31 orang petugas kesehatan. Penelitian ini maka disarankan Kepada Puskesmas Ciwidey Penambahan jumlah SDM perlu segera diusulkan untuk mengurangi beban kerja dengan menggunakan anggaran yang ada baik dari dana Biaya Oprasional Kesehatan (BOK) ataupun dari dana Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) atau kapitasi sehingga bisa mengatasi pengurangan beban kerja dari masing masing tenaga kesehatan yang ada.
Persepsi Mahasiswa Prodi Sarjana Kesehatan Masyarakat Stikes Dharma Husada Bandung Terhadap Penerapan Adaptasi Kebiasaan Baru Di Masa Pandemi COVID-19 Tahun 2021 Pamungkas, Gugum; Dwi Tamara, Metha; Puspita Sari, Intan
Sehat MasadaJurnal Vol 16 No 1 (2022): Sehat Masada Journal
Publisher : stikes dharma husada bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38037/jsm.v16i1.280

Abstract

Persepsi merupakan proses pemberian arti terhadap lingkungan atau objek oleh individu. Persepsi yang muncul dari dalam individu ini kemudian menggerakkan masing-masing individu untuk dapat mengatur dan mengelola dirinya dalam menerapkan protokol kesehatan sebagai kebiasaan baru yang diberlakukan di beberapa tatanan pada masa pandemi COVID-19. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi mahasiswa kesehatan terhadap AKB pada masa pandemi COVID-19. Pada penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa tingkat akhir non regular dan mahasiswa tingkat dua regular, jumlah keseluruhan sampel berjumlah 6 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi kepada mahasiswa kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan Pesepsi mahasiswa kesehatan terhadap penerapan AKB di kampus, terdapat mahasiswa yang berpersepsi bahwa protokol kesehatan yang sudah diberlakukan di kampus masih kurang efektif. Persepsi mahasiswa kesehatan terhadap penerapan AKB di tempat ibadah, hampir semua mahasiswa berpersepsi penerapan AKB di tempat ibadah sudah efektif. Persepsi mahasiswa kesehatan terhadap penerapan AKB di transportasi umum, hampir semua berpersepsi bahwa penerapan protokol kesehatan yang sudah di terapkan pada transportasi umum online seperti Gojek dan Grab sudah cukup baik. Persepsi mahasiswa kesehatan terhadap penerapan AKB di tempat umum, sebagian mahasiswa berpersepsi bahwa penerapan AKB tersebut masih kurang efektif dan kondusif. Persepsi mahasiswa kesehatan terhadap rencana tindak lanjut sebagai mahasiswa kesehatan dalam menghadapi AKB adalah dengan melakukan promosi kesehatan.
HUBUNGAN PERSEPSI KUALITAS PELAYANAN VAKSINASI COVID-19 DENGAN KEPUASAN PESERTA VAKSINASI DI UPT PUSKESMAS SEKELOA KOTA BANDUNG TAHUN 2021 Pamungkas, Gugum; Widia Utami, Rezki
Sehat MasadaJurnal Vol 16 No 2 (2022): Sehat Masada Journal
Publisher : stikes dharma husada bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38037/jsm.v16i2.365

Abstract

Pelayanan vaksinasi merupakan salah satu upaya preventif pada pandemi Covid-19. Berdasarkan studi pendahuluan, kualitas pelayanan vaksinasi Covid-19 di UPT Puskesmas Sekeloa Kota Bandung masih kurang yaitu tempat vaksinasi yang kurang luas, petugas bersikap acuh dalam memberikan pelayanan, dan waktu mulai pelayanan terlambat. Kualitas suatu pelayanan sangat penting dalam menentukan kepuasan pelanggan. Masyarakat yang puas terhadap kualitas pelayanan vaksinasi dapat menjadi ajakan bagi masyarakat yang lain dan meningkatkan cakupan vaksinasi Covid-19. Tujuan penelitian mengetahui hubungan persepsi kualitas pelayanan vaksinasi Covid-19 dengan kepuasan peserta vaksinasi di Puskesmas Sekeloa Kota Bandung Tahun 2021. Jenis penelitian kuantitatif analitik dengan rancangan cross sectional. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Populasi pada penelitian ini adalah 200, dengan besar sampel 130 peserta vaksinasi Covid-19 di Puskesmas Sekeloa Kota Bandung Tahun 2021. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat. Terdapat hubungan antara persepsi kualitas pelayanan vaksinasi Covid-19 dengan kepuasan peserta vaksinasi dengan nilai p-value 0,000. Masing-masing dimensi kualitas yang berhubungan dengan kepuasan peserta vaksinasi Covid-19 adalah dimensi empathy, responsiveness, reliability, dan assurance. Sedangkan dimensi tangible tidak berhubungan dengan kepuasan peserta vaksinasi Covid-19 di UPT Puskesmas Sekeloa Kota Bandung Tahun 2021. Saran perlu dilakukan supervisi terhadap pelayanan vaksinasi dengan memprioritaskan semua aspek pelaksanaan sesuai dengan daftar tilik pelaksanaan pelayanan vaksinasi Covid-19.