Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : PALASTREN

SIRKUMSISI PEREMPUAN: Antara Tradisi, Keberagamaan dan Kekerasan Gender Mustaqim, Muhammad
PALASTREN Vol 3, No 2 (2010): Jurnal Palastren (Juli - Desember)
Publisher : PALASTREN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT: In today’s world, the existence of female circumcision is still in debate. It is called voluntary female circumcision or it is also known as Female Genital Mutilation(FGM). Here, female circumcision is often associated with religious teachings and traditions of society that must always be maintained. For some f­eminists, f­emale circumcision is considered as the practice of violence that should be eliminated from society. Community culture and religious traditions that have been more nuanced patriarchal, became the legitimacy of the continuity of this practice. This paper describes some trends of circumcision, implementation of women, the religious dimension, tradition and critical review of this practice. Keywords: female circumcision, traditions, religious and gender violence
GERWANI, SEJARAH GERAKAN PEREMPUAN YANG HILANG Mustaqim, Muhammad
PALASTREN Vol 4, No 2 (2011): Jurnal Palastren (Juli - Desember)
Publisher : PALASTREN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mendengar kata Gerwani, maka akan terbayang kebrutalan dan kekejaman kaum wanita, hal itu yang setidaknya penulis alami waktu masih remaja. Sebagaimana induk organisasinya PKI, Gerwani yang merupakan onderbrow PKI inipun mempunyai asosiasi yang sama. Pada masa Orde baru, PKI dan seluruh organisasi yang bernaung di dalamnya di tahbiskan sebagai organisasi yang biadab. Propaganda anti PKI ditanamkan dalam segala aspek, dan memiliki implikasi politis. Setiap orang yang memiliki garis keturunan PKI, maka akan dikucilkan dan mendapat stigma yang luar biasa buruk. Tidak hanya berhenti di situ, PKI kemudian dianggap sebagai organisasi yang terlarang di Indonesia. Salah satu propaganda yang cukup efektif adalah pemutaran film G30S/PKI yang diputar setiap malam tanggal 30 September. Dalam salah satu adegan tersebut, ditampakkan kebrutalan dan kekejaman yang di lakukan oleh PKI dengan menculik, menyiksa, membunuh dan mengubur hidup- hidup para jendral ABRI. Dan adegan itu dilengkapi dengan penyiksaan yang dilakukan oleh kaum wanita yang tergabung dalam Gerakan wanita Indonesia atau Gerwani.
KONSTRUKSI DAN REPRODUKSI BUDAYA KHITAN PEREMPUAN : PERGULATAN ANTARA TRADISI, KEBERAGAMAAN DAN KEKERASAN SEKSUAL DI JAWA Mustaqim, Muhammad
PALASTREN Vol 6, No 1 (2013): PALASTREN
Publisher : STAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada masa sekarang ini, keberadaan khitan perempuan masih dalam perdebatan. Hal ini disebut sukarela sunat sukarela perempuan atau juga dikenal sebagai mutilasi Alat Kelamin Perempuan (FGM). Di sini, sunat perempuan sering dikaitkan dengan ajaran agama dan tradisi masyarakat yang harus selalu dijaga. Bagi Untuk beberapa feminis, sunat perempuan dianggap sebagai praktik kekerasan yang harus dihilangkan dari masyarakat. Tulisan ini bertujuan untuk melihat bagaimana tradisi, keberagamaan dan juga isu gender berpengaruh dalam membentuk pandangan masyarakat terkait praktik sunat perempuan ini. Budaya masyarakatdan tradisi keagamaan yang lebih bernuansa patriarki,menjadi legitimasi kelangsungan praktek ini. Melalui metode kualitatif, tulisan ini menemuka njelaskan beberapa tren sunat perempuan, pelaksanaannya padaperempuan, dimensi agama, tradisi dan tinjauan kritis dari praktek ini .Kata kunci: sunat perempuan, tradisi, agama dankekerasan jender. In today’s world, the existence of female circumcision isstill in debate. It is called  voluntary female circumcisionor it is also known as Female Genital Mutilation (FGM).Here, female circumcision is often associated with religiousteachings and traditions of society that must always bemaintained. For some feminists, female circumcision is considered as the practice of violence that should beeliminated from society. This paper aimed to explore howdoes the tradition, religiousity and also gender issue effectthe community way of thingking about circumcision.Community culture and religious traditions that havebeen more nuanced patriarchal, became the legitimacyof the continuity of this practice. Trough the qualitativemethod, this paper finds ssome trends of circumcision,it’s implementation for women, the religious dimension, tradition and critical review of this practice.Keywords: female circumcision, traditions, religious and gender violence
KONSTRUKSI DAN REPRODUKSI BUDAYA KHITAN PEREMPUAN : PERGULATAN ANTARA TRADISI, KEBERAGAMAAN DAN KEKERASAN SEKSUAL DI JAWA Muhammad Mustaqim
PALASTREN Jurnal Studi Gender Vol 6, No 1 (2013): PALASTREN
Publisher : STAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v6i1.979

Abstract

Pada masa sekarang ini, keberadaan khitan perempuan masih dalam perdebatan. Hal ini disebut sukarela sunat sukarela perempuan atau juga dikenal sebagai mutilasi Alat Kelamin Perempuan (FGM). Di sini, sunat perempuan sering dikaitkan dengan ajaran agama dan tradisi masyarakat yang harus selalu dijaga. Bagi Untuk beberapa feminis, sunat perempuan dianggap sebagai praktik kekerasan yang harus dihilangkan dari masyarakat. Tulisan ini bertujuan untuk melihat bagaimana tradisi, keberagamaan dan juga isu gender berpengaruh dalam membentuk pandangan masyarakat terkait praktik sunat perempuan ini. Budaya masyarakatdan tradisi keagamaan yang lebih bernuansa patriarki,menjadi legitimasi kelangsungan praktek ini. Melalui metode kualitatif, tulisan ini menemuka njelaskan beberapa tren sunat perempuan, pelaksanaannya padaperempuan, dimensi agama, tradisi dan tinjauan kritis dari praktek ini .Kata kunci: sunat perempuan, tradisi, agama dankekerasan jender. In today’s world, the existence of female circumcision isstill in debate. It is called  voluntary female circumcisionor it is also known as Female Genital Mutilation (FGM).Here, female circumcision is often associated with religiousteachings and traditions of society that must always bemaintained. For some feminists, female circumcision is considered as the practice of violence that should beeliminated from society. This paper aimed to explore howdoes the tradition, religiousity and also gender issue effectthe community way of thingking about circumcision.Community culture and religious traditions that havebeen more nuanced patriarchal, became the legitimacyof the continuity of this practice. Trough the qualitativemethod, this paper finds ssome trends of circumcision,it’s implementation for women, the religious dimension, tradition and critical review of this practice.Keywords: female circumcision, traditions, religious and gender violence