Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

TIPS CEGAH STUNTING DENGAN ABCDE DI DESA LENTU KECAMATAN BONTORAMBA Andi Wahyuni; Ilham Syam; Ayu Annisa
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jgs.v4i1.422

Abstract

Latar belakang: Stunting merupakan akar penyebab kegagalan pertumbuhan pada anak akibat kekurangan gizi yang berkepanjangan, sehingga anak tumbuh lebih pendek dibandingkan anak normal seusianya dan mengalami keterlambatan berpikir. Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Kementerian Kesehatan, prevalensi balita stunting di Sulawesi Selatan mencapai 27,2% pada tahun 2022. Kabupaten Jeneponto merupakan wilayah dengan prevalensi balita stunting tertinggi di Sulawesi Selatan. Sulawesi pada tahun 2022 mencapai 39,8%. Tujuan: Untuk mengetahui karakteristik masyarakat, b) Untuk mengetahui pengetahuan masyarakat tentang tips mencegah stunting. Metode: ABCDE: Tahap pertama memberikan kuesioner Pra kepada masyarakat, tahap kedua melakukan penyuluhan tips mencegah stunting dengan ABCDE dan tahap ketiga adalah pemberian kuesioner Post kepada masyarakat. Kesimpulan: Berdasarkan hasil Pra, pengetahuan baik sebanyak 8 orang (76,4%) dan pengetahuan kurang sebanyak 12 orang (23,6%), sedangkan berdasarkan hasil pos, pengetahuan baik sebanyak 20 orang (100%) yang mempunyai pengetahuan baik.
EDUKASI TENTANG TEPUNG SELACI PUPUT (6 LANGKAH CUCI TANGAN YANG BENAR) SD INPRES KAMPUNG PARANG DI DESA PA’BENTENGANG KEC.EREMERASA KAB.BANTAENG Ilham Syam; Muhammad Sahlan Zamaa; Renaldi M; Sitti Nurhadijah; Awalia Putri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jgs.v4i2.454

Abstract

Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) merupakan salah satu cara masyarakat untuk dapat menjaga kualitas kesehatannya. Kebaruan kegiatan pengabdian ini karena memberikan pelajaran tentang pentingnya mencuci tangan pakai sabun (CTPS). Program PHBS ini terdapat beberapa indicator yang dijadikan acuan dalam pelaksanaan PHBS, salah satunya adalah cuci tangan pakai sabun (CTPS). Perilaku CTPS yang baik dapat mencegahan kejadian diare dan ISPA yang rentan dialami oleh anak-anak khususnya usia sekolah. Sehingga petingnya untuk mengajar anak sejak dini mengenai CTPS yang baik dan benar. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk melakukan penyuluhan tentang 6 langkah cuci tangan dan meningkatkan pengetahuan dengan pengisian kuesioer pre-test dan post-test untuk mengetahui pengetahuan anak sekolah dasar dengan dibantu mahasiswa dalam pengisian kuesioner mencuci tangan, kemudian dilanjutkan dengan pemberian materi dengan metode yang digunakan yaitu penyuluhan, power poin, media poster, kuesioner dan gerakan lagu 6 langkah cuci tangan yang benar lalu mempraktekkan cuci tangan dibantu oleh mahasiswa. Hasil dari ini Sebelum dilakukan penyuluhan pada anak sekolah dasar yang kurang mengetahui cara mencuci tangan yang benar sebanyak 27 siswa (46,7%) sedangkan sesudah dilakukan penyuluhan berkategori baik sebanyak 44 (89,4%) dari 47 responden. Penyuluhan dilakukan pada tanggal 29 mei 2024 di SD Inpres Kampung Parang kelas 4 dan 5.Kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat meningkatkan pengetahuan sebanyak 21 (44,7%) tentang 6 langkah cuci tangan yang benar.
EFEKTIVITAS MEDIA ULAR TANGGA DALAM MENINGKATKAN LITERASI KESEHATAN REMAJA PUTRI TENTANG ANEMIA DAN TABLET FE Ilham Syam; Sulaiman; Rifkah Aulia; Rahmi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT) Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Gerakan Aksi Sehat (GESIT)
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jgs.v5i2.583

Abstract

Latar Belakang: Anemia masih menjadi masalah kesehatan umum pada remaja putri yang berdampak pada kualitas hidup dan prestasi belajar. Upaya edukasi yang menarik dan interaktif diperlukan untuk meningkatkan literasi kesehatan, khususnya terkait pentingnya konsumsi Tablet Fe Tujuan: Meningkatkan literasi kesehatan remaja putri terkait anemia dan konsumsi Tablet Fe Metode: Edukasi menggunakan media permainan ular tangga, penyuluhan kesehatan, pemberian Tablet Fe dan makanan tambahan kepada 39 siswi MTs dan MA YAPAKH Biring Ere. Penilaian dilakukan dengan pre-test dan post-test. Hasil: Terjadi peningkatan pengetahuan dari 76,9% menjadi 100% dalam kategori cukup. Kesimpulan: model edukasi berbasis permainan terbukti efektif, menyenangkan, dan relevan untuk diterapkan dalam program kesehatan remaja di sekolah.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN DROP OUT IMUNISASI DASAR PADA BAYI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LETWURUNG KABUPATEN MALUKU BARAT DAYA Nour Sriyanah; Ilham Syam
Jurnal Mitrasehat Vol. 9 No. 1 (2019): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v9i1.13

Abstract

Imunisasi dalam sistem kesehatan nasional adalah salah satu bentuk intervensi kesehatan yang sangat efektif dalam upaya menurunkan angka kematian bayi dan balita. Imunisasi merupakan pemberian kekebalan pada bayi dan anak terhadap berbagai penyakit, sehingga bayi dan anak tumbuh dalam keadaan sehat (Hidayat 2008). Tujuan penelitiani ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan terjadinya Drop Out Imunisasi Dasar Pada Bayi di Puskesmas Letwurung Kabupaten Maluku Barat Daya. Penelitian ini merupakan penelitian retrospektif dengan pendekatan crosssectional study dengan cara pendekatan , observasi. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik Consecutive sampling. Penarikan sampel diambil dari populasi seluruh bayi yang telah berumur > 9 bulan tahun 2015 sebanyak 106 orang. Data yang telah dikumpul kemudian diolah dan dianalisis program statistik SPSS. Simpulan penelitian ini dilihat dari analisis bivariat didapatkan hubungan antara jarak tempuh dengan drop out iminisasi dasar pada bayi(p=0.000), terdapat hubungan antara pendidikan ibu dengan drop out iminisasi dasar pada bayi (p=0,000), terdapat hubungan antara kehadiran petugas dengan drop out iminisasi dasar pada bayi. Saran agar kejadian dari drop out dari hasil cakupan imunisasi terhadap hasil imunisasibayi dapat ditekan serendah mungkin angka drop outnya, maka faktor-faktor di atasharus diperhatikan dan diberi prioritas jika akan melakukan intervensi dengan tujuan untukmengurangi kejadian drop out imunisasi.
GAMBARAN PENGETAHUAN DAN SIKAP NELAYAN DENGAN KEJADIAN LOW BACK PAIN DI KABUPATEN KEPULAUAN ARU Muhammad Hatta; Ilham Syam; Nadila Bole Boly
Jurnal Mitrasehat Vol. 13 No. 2 (2023): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v13i2.420

Abstract

Latar belakang: Penyakit akibat kerja adalah sebagai akibat dari pajanan faktor dari risiko yang muncul dari aktivitas kerja. Menurut Perpes RI No. 7 tahun 2019 tentang penyakit akibat kerja, penyakit akibat kerja adalah penyakit yang di sebabkan oleh pekerjaan dan/atau lingkungan kerja. Tujuan: penelitian ini untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan sikap nelayan pada penyakit Low Back Pain (LBP) Di Desa Ujir Kabupaten Kepulauan Aru Kecamatan Pulau-Pulau Aru. Metode: Jenis penelitian ini deskriptif dengan jumlah populasi sebanyak 135, dan jumlah sampel sebanyak 100. pengambilan sampel menggunakan non probability sampling. Hasil: penelitian ini menunjukan bahwah dari 100 responden memiliki pemeriksaan reba dengan hasil pengetahuan baik sebanyak 87 orang (87,0%) dibanding yang pengetahuan kurang sebanyak 13 orang (13,0%). Sedangkan dari 100 responden, Sikap pemeriksaan REBA dengan hasil Negatif sebanyak 100 responden (100,0%), Kesimpulan: di harapkan bagi instansi kesehatan dapat memberikan pendampingan kepada para nelayan dan keluarga dengan membantu mengatasi masalah yang di hadapi salah satunya yaitu masalah penyakit LBP yang bisa terjadi akibat tidak terkontrolnya cara dalam bekerja sebagai nelayan.
KESIAPSIAGAAN MASYARAKAT DALAM MENGHADAPI BANJIR DI KELURAHAN RAPPOKALLING KECAMATAN TALLO KOTA MAKASSAR Andi Yulia Kasma; Ilham Syam; Natalia Sapan; Andi Ayumar
Jurnal Mitrasehat Vol. 14 No. 2 (2024): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v14i2.453

Abstract

Latar belakang: kejadian bencana di dunia sering terjadi berupa bencana banjir. Data BNPB di tahun 2021 terhitung 1 Januari sampai 18 Juni 2021 tercatat 1.441 kali kejadian bencana alam terjadi di Indonesia. Sulawesi Selatan merupakan provinsi sering terjadi bencana banjir dan kota Makassar sendiri rawan bencana banjir. Pada tanggal 4-7 Desember Kelurahan Rappokalling terkena dampak banjir, kejadian ini karena curah hujan yang melanda wilayah tersebut. Tujuan: untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap dengan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi banjir di Kelurahan Rappokalling Kecamatan Tallo Makassar. Metode: Jenis penelitian berupa penelitian kuantitatif pendekatan cross sectional study. Populasi pada penelitian sebanyak 282 keluarga dengan jumlah sampel sebanyak 131 responden.Teknik pengambilan sampel dengan simple random sampling menggunakan instrumen kuesioner. Hasil: menunjukkan pengetahuan yang tertinggi yaitu kategori rendah sebanyak 66 (50,4%), sikap yang tertinggi yaitu kategori negatif sebanyak 72 (55,0%) dan kesiapsiagaan yang tertinggi yaitu kategori tidak siap sebanyak 68 (51,9%). Hal ini menunjukkan ada hubungan antara pengetahuan (p=0,000<0,05) dan sikap (p=0,000<0,5) dengan kesiapsiagaan. Kesimpulan: terdapat adanya hubungan antara pengetahuan serta sikap dengan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi banjir di Kelurahan Rappokalling Kecamatan Tallo Makassar. Adapun saran berupa ditujukan kepada pemerintah setempat untuk mengadakan kegiatan simulasi dan sosialisasi tentang kesiapsiagaan banjir.
HUBUNGAN INDEX ENTOMOLOGI DENGAN KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE DI KECAMATAN RAPPOCINI KOTA MAKASSAR Jufri; Ilham Syam; Muhammad Hatta; Sulaiman; Aminullah
Jurnal Mitrasehat Vol. 14 No. 2 (2024): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v14i2.487

Abstract

Latar Belakang: Demam Berdarah Dengue merupakan penyakit yang disebabakan oleh virus dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti. Berdasarkan data Puskesmas Minasa Upa, pada tahun 2019 tercatat 19 kasus DBD, tahun 2020 terjadi penurunan dengan 8 kasus, namun meningkat kemabli pada tahun 2021 dengan 32 kasus. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara house index, container index, dan bretau index dengan kejadian DBD. Metode: Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan desain cross-sectional, dimana populasi dan sampel terdiri dari 96 rumah. Pengambilan sampel menggunakan Total Sampling, instrument penelitian berupa kuesioner dan lembar observasi. Hasil: Analisis univariat yakni HI berisiko sedang 39,6%, CI berisiko sedang 18,5% BI berisiko tinggi 52%. Hasil analisis bivariat melalui uji chi-square menujukan adanya hubungan signifikan antara house index dengan kasus DBD (P=0,000), serta antara Container index dengan kasus DBD (P=0,0001), namun, tidak ditemukan hubungan signifikan antara Bretau index dan kasus DBD (P=1,000). Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan anatar House Index (HI) dan Container Index (CI) dengan kejadian DBD, namun tidak ditemukan hubungan signifikan antara Bretau Index (BI) dengan kejadian DBD. Di sarankan bagi masyarakat melaksanakan kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) secara rutin menggunakan metode 3M plus, guna mengurangi populasi jentik nyamuk penyebab penularan DBD.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP TERHADAP KESIAPSIAGAAN BENCANA KEBAKARAN PADA SISWA DI SMA 1 TOLANGOHULA Alien Angraini Abdul; Ilham Syam; Andi Arnoli; Kamariana; Marisna Eka Yulianita
Jurnal Mitrasehat Vol. 15 No. 1 (2025): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v15i2.506

Abstract

Latar Belakang: Bencana kebakaran merupakan kejadian yang diakibatkan adanya bahan bakar, oksigen dan panas. BNPBD Provinsi Gorontalo Tahun 2023 terdapat 82 kasus kebakaran dan 2 diantaranya kejadian kebakaran di wilayah sekolah di Provinsi Gorontalo, dalam hal ini bulan september merupakan bulan yang banyak menyumbang angka kejadian kebakaran yaitu sebanyak 32 kasus kebakaran. Tujuan: Untuk mengetahui hubunngan penngetahuan dan sikap dengan kesiapsiagaan bencana kebakaran di SMAN 1 Tolangohula. Metode: Jenis penelitian ini yaitu penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah anak sekolah di SMAN 1 Tolangohula sebanyak 506 anak sekolah dengan jumlah kelas 10 sebanyak 185 siswa, kelas 11 sebanyak 197 siswa dan kelas 12 sebanyak 124 siswa dengan menggunakan stratified random sampling. Hasil: Hubungan antara pengetahuan dan kesiapsiagaan mendapatkan nilai p = 0,000 (p<α = 0,05), hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan dan kesiapsiagaan pada siswa di SMA Negeri 1 Tolangohula. Sedangkan hasil hubungan antara sikap dan kesiapsiagaan mendapatkan hasil yaitu nilai p = 0,000 (p<α = 0,05), hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara sikap dan kesiapsiagaan pada siswa di SMA Negeri 1 Tolangohula. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara pengetahuan dan sikap dalam kesiapsiagaan bencana kebakaran pada siswa di SMA Negeri 1 Tolangohula Kabupaten Gorontalo.
EFEKTIFITAS TABLETOP DISASTER EXERCISE DALAM MENIGKATKAN KESIAPSIAGAAN BENCANA BANJIR PADA SISWA SEKOLAH DASAR KOTA MAKASSAR Andi Wahyuni; Ilham Syam; Nur Azizah Bahri
Jurnal Mitrasehat Vol. 15 No. 2 (2025): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v15i2.513

Abstract

Latar belakang: telah terjadi bencana banjir yang signifikan di sejumlah negara di seluruh dunia. Kelompok usia yang berisiko mengalami masalah kesehatan selama prosedur evakuasi meliputi ibu hamil, anak kecil, balita, lansia, dan penyandang disabilitas. Menurut BNPB, telah terjadi 173 bencana di Indonesia hingga tahun 2023. Tujuan: untuk mengetahui pengaruh simulasi tabletop disaster exercise terhadap peningkatan pengetahuan dan kesiapsiagaan siswa SD Negeri Batulaccu Kota Makassar. Metode: penelitian ini menggunakan metode “quasi eksperiment”. Sampel dalam penelitian ini adalah 21 orang siswa kelas 6 SD Negeri Batulaccu. Teknik pengambilan sampel purposive sampling. Hasil: berdasarkan hasil analisis data diketahui hasil uji Wilcoxon pre test dan post test pengetahuan bencana banjir dan kesiapsiagaan siswa diperoleh p value<0,000. Kesimpulan: terdapat pengaruh simulasi terhadap pengetahuan dan kesiapsiagaan siswa pada bencana banjir di SD Negeri Batulaccu Kota Makassar. Disarankan kepada guru disekolah untuk memberikan simulasi bencana agar dapat meningkatkan pengetahuan siswa tentang bencana banjir dan kesiapsiagaan yang akan dilakukan jika terjadi banjir dimasa depan.
PENGARUH METODE MAKE A MATCH TERHADAP KESIAPSIAGAAN SISWA SEKOLAH DASAR PADA BENCANA BANJIR DI MAKASSAR Sulaiman; Ilham Syam; Muhammad Hatta; Nurul Miftahul Izzah
Jurnal Mitrasehat Vol. 15 No. 2 (2025): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v15i2.535

Abstract

Latar belakang: Banjir merupakan bencana alam yang sering melanda berbagai daerah di Indonesia. Data BNPB di tahun 2022 tercatat 1.208 jiwa warga yang mengungsi kejadian bencana alam terjadi di Kecamatan Manggala.Kota Makassar memiliki wilayah berupa daratan, bukit, Pantai dan laut dengan luas wilayah mencapai 175,77 Km2. Setiap musim penghujan tiba, Kota Makassar dihadapkan dengan masalah adanya banjir di karenakan curah hujan yang sangat tinggi. Tujuan: Untuk mengetahui Pengaruh Metode Make A Match terhadap kesiapsiagaan siswa sekolah dasar pada bencana banjir di Kota Makassar. Metode: Jenis penelitian berupa kuantitatif dengan desain one group pretest-postest. Populasi penelitian ini berjumlah 62 responden dengan Teknik pengambilan sampel purposive sampling berjumlah 62 responden. Hasil: Menunjukan bahwa pengetahuan yang tertinggi yaitu kategori cukup yaitu sebanyak 39 orang (62,9%). Sikap yang tertinggi yaitu kategori positif sebanyak 59 orang (95,3%), Hal ini menunjukan ada pengaruh metode make a match terhadap kesiapsiagaan siswa sekolah dasar pada bencana banjir di Kota Makassar (p=0,000<0,05). Kesimpulan: Terdapat adanya pengaruh metode make a match terhadap kesiapsiagaan siswa sekolah dasar pada bencana banjir di Kota Makassar. Adapun saran diharapkan kepada guru disekolah untuk memberikan edukasi atau penyuluhan agar dapat meningkatkan pengetahuan siswa mengenai bencana banjir dan kesiapsiagaan yang dilakukan jika terjadi banjir.