Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Integrasi Nilai-Nilai Tradisional dan Modern dalam Kurikulum Pendidikan Islam di Era Kontemporer Azzam, Abdullah; Angga Saputra
Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/madj4q87

Abstract

Perkembangan modern yang ditandai dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, dan globalisasi menuntut penyesuaian sistem pendidikan Islam agar tetap relevan dan adaptif terhadap perubahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk dan urgensi integrasi nilai-nilai tradisional dan modern dalam kurikulum pendidikan Islam di era kontemporer. Nilai-nilai tradisional, yang bersumber dari Al-Qur'an, Sunnah, dan ilmu para ulama klasik, menekankan spiritualitas, moralitas, dan pengembangan akhlak mulia. Sementara itu, nilai-nilai modern seperti rasionalitas, inovasi, dan keterampilan abad ke-21 dibutuhkan untuk menghadapi tantangan global. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui tinjauan pustaka dan analisis deskriptif terhadap berbagai sumber akademik terkait kurikulum pendidikan Islam dan teori integratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi kedua nilai ini menghasilkan kurikulum yang menyeimbangkan dimensi spiritual dan intelektual, moralitas dan profesionalisme, serta berorientasi pada kebutuhan akhirat dan duniawi. Dengan demikian, kurikulum pendidikan Islam integratif dapat menjadi solusi strategis untuk membangun generasi Muslim yang berkarakter, berpikir kritis, adaptif, dan berdaya saing global tanpa kehilangan jati diri keislamannya.
TINJAUAN HUKUM TERHADAP AKIBAT KESALAHAN PENGUKURAN BATAS LUAS TANAH DALAM SERTIFIKAT HAK MILIK Angga Saputra
LEX CRIMEN Vol. 14 No. 4 (2026): Lex Crimen
Publisher : LEX CRIMEN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengetahui kepastian hukum terhadap penggukuran luas batas tanah dalam Sertifikat Hak Milik atas tanah dan untuk mengalisis dan mengetahui pertanggungjawaban Pertanahan Nasional terhadap Badan kesalahan pemasangan tanda batas bagi pemilik hak atas tanah. Dengan menggunakan metode penelitian hukum normatif, dapat ditarik kesimpulan yaitu : 1. Kepastian hukum atas pengukuran luas dan batas tanah dalam Sertifikat Hak Milik telah diatur dalam UUPA dan peraturan pelaksananya, namun pelaksanaannya belum sepenuhnya akurat karena masih ditemukan ketidaksesuaian antara data sertifikat dan kondisi lapangan. Hal ini disebabkan kurang cermatnya pengukuran, minimnya keterlibatan pemilik tanah dan pihak berbatasan, serta pembaruan peta yang belum optimal. 2. Pertanggungjawaban Badan Pertanahan Nasional (BPN) atas kesalahan pemasangan tanda batas bagi pemilik hak atas tanah pada dasarnya melekat karena BPN merupakan lembaga yang berwenang melakukan pengukuran dan penetapan batas bidang tanah. Namun, praktik di lapangan menunjukkan bahwa kesalahan masih terjadi akibat kurangnya ketelitian petugas, tidak akuratnya data pendaftaran, serta minimnya verifikasi bersama pemilik tanah berbatasan. Kata Kunci : keamanan artificial ntelligence, Indonesia, Korea Selatan
Studi Komparatif YOLOv8 dan Vision Transformer dalam Deteksi Kendaraan Ekstrem Nurul Jamila; Angga Saputra; Siti Nikmat; Hifni Khakim
Prosiding SISFOTEK Vol 9 No 1 (2025): SISFOTEK IX 2025
Publisher : Ikatan Ahli Informatika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The core challenge in object detection for autonomous systems lies in maintaining accuracy across extreme object scales, particularly for small, distant targets. This study conducts a quantitative performance comparison between two distinct deep learning architectures: the CNN-based YOLOv8-m and the Vision Transformer (ViT)-based YOLOS. Both models were implemented and evaluated on a custom vehicle detection dataset. YOLOv8-m was trained from scratch, while YOLOS was evaluated using a proxy precision method on a pre-trained model to gauge its inherent capability in contextual reasoning. The results, analyzed using Mean Average Precision (mAP) categorized by object scale (mAPS,mAPM,mAPL), reveal a significant architectural trade-off. YOLOv8 demonstrated superior overall performance and excelled in mAPL (Large objects), affirming the strength of CNNs in local feature extraction. Conversely, YOLOS showed higher precision for mAPS (Small objects), suggesting that the global attention mechanism of ViT is more effective for long-range surveillance where objects are scarce in pixels. This research provides evidence-based guidance for selecting the optimal detection architecture based on the target object scale and application scenario.
Quality Analysis of Mathematical Representation Test Instruments in Junior High School Statistics Nyoman Gita Gayatri; Fadhlur Rohman; Angga Saputra; Agung Putra Wijaya; Chika Rahayu
MATHEMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol. 8 No. 1 (2026): MATHEMA
Publisher : Universitas Teknokrat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33365/jm.v8i1.1370

Abstract

This study aims to analyze the quality of an essay test instrument measuring students’ mathematical representation ability on eighth-grade statistics material, which was administered to ninth-grade students at SMP Negeri 1 Bandar Lampung. The analysis covers item validity, reliability, difficulty level, and discrimination index. This study employed a quantitative approach with a descriptive method. The research subjects were 27 ninth-grade students, while the object of the study consisted of six essay items on statistics that were developed based on indicators of mathematical representation ability. The results show that only three items (numbers 2, 4, and 6) meet the validity criteria, while items 1, 3, and 5 are invalid. The reliability coefficient of the instrument is 0.685, which falls into the moderate category and is therefore acceptable. All items are categorized as easy based on the difficulty index analysis. However, the discrimination index analysis indicates that all items have low discrimination power and thus fail to distinguish between high- and low-ability students. These findings imply that the instrument requires comprehensive revision, particularly in terms of difficulty level and item quality, in order to more accurately measure students’ mathematical representation ability in statistics.