Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Development of Critical Thinking Test Instruments with Problem Solving Context on The Salt Hydrolysis Material Budi Susetyo; Wiwi Siswaningsih*; Fizky Rizki Oktavi
Jurnal Pendidikan Sains Indonesia Vol 9, No 2 (2021): APRIL 2021
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.624 KB) | DOI: 10.24815/jpsi.v9i2.19862

Abstract

The assessment tools must be developed to measure the competencies in 21st century skills, such as critical thinking and problem-solving. Critical thinking is seen as a prerequisite for problem-solving abilities. Therefore, this study aims to produce critical thinking test with problem-solving context on the salt hydrolysis material, also measure students’ mastery of the critical thinkings sub-indicators and problem-solving indicators. The research method used the development and validation. Participants involved in the test were 42 students of class XI who had studied salt hydrolysis at a high school in Bandung. The product from this research is critical thinking skills test instrument in the context of problem-solving as many as 10 multiple choice with an open reason on the salt hydrolysis material. Based on results of test quality, the developed test has good and decent criteria. The instruments declared valid based on the content validity at the CVR value and the empirical validity on Pearson's product-moment correlation coefficient, and reliable with Cronbach Alpha value of 0.823. Criteria for empirical validity and reliability test as a whole are included in high and very high. The results analysis quality of the items as a whole have medium difficulty level, very good distinguishing power, and good distractor effectiveness. The results of level student mastery in the critical thinkings sub-indicators and problem-solving indicators that are most mastered are to express problems and mention facts related to the problems. Meanwhile, the least mastered are drawing conclusions according to facts and checking the feasibility of the solutions made.
PERAN KELUARGA DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN KOMUNIKASI ANAK TUNARUNGU Aileen Carol; Budi Susetyo
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 9 No 14 (2023): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.8162299

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi adanya fenomena seorang anak tunarungu 12 tahun yang mengalami hambatan dalam hal berkomunikasi. Tujuan dari penelitian ini untuk menggambarkan dan mendalami peran keluarga dalam rangka membantu orangtua merancang kegiatan yang dapat meningkatkan kemampuan komunikasi ATR. Metode penelitian yang dilakukan adalah kualitatif deskriptif, pendekatan studi kasus dengan kasus tunggal. Responden adalah satu keluarga yang memiliki anak tunarungu. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini adalah Anak belum memiliki kemampuan komunikasi verbal yang baik dalam hal berbicara. Pemahaman orang tua yang kurang tentang konsep ketunarunguan dan dampaknya. Dalam kesehariannya orang tua selalu berbicara dengan anaknya terkadang disertai dengan mimik dan gestur. Kemandirian anak sudah terbentuk. Orang tua melibatkan anak dalam kegiatan di rumah dan kegiatan sosial di lingkungan tempat tinggalnya. Lingkungan sosial dan lingkungan keluarga, serta ketiadaan ketunaan ganda menjadi faktor pendukung. Adapun faktor ekonomi yang lemah dan pengetahuan yang terbatas merupakan faktor penghambat yang mengakibatkan deteksi dini dan intervensi yang dilakukan terlambat.. Penelitian ini menghasilkan kesimpulan anak belum memiliki kemampuan komunikasi verbal yang baik, peran keluarga dalam meningkatkan keterampilan komunikasi anaknya yang tunarungu belum maksimal. Dengan demikian, penelitian ini menunjukkan perlunya orang tua lebih sering mencari informasi tentang ATR dari berbagai sumber. Orang tua juga perlu terbiasa membahasakan semua bunyi bunyian dan aktifitas yang ada di sekitarnya.
The Effect of Rapid Automatic Naming on Reading Readiness for Children with Reading Difficulties in Elementary School Salma Nadiyah; Sunardi Tukimin; Budi Susetyo; Iding Tarsidi; Ranti Novianti; Fadly Halim Hutasuhut; Atma Widia
INCLUSIVE EDUCATION Vol. 1 No. 1 (2022): Education for All
Publisher : International Inclusion Development and Cooperation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57142/inclusion.v1i1.14

Abstract

In addition to phonological deficit, children who have difficulty in reading can also have RAN (rapid automatic naming) deficit or both. RAN is a strong predictor of the cause of reading difficulties and is a characteristic of reading disability or dyslexia. This study aims to know the impact of the rapid automatic naming intervention on dyslexic students in elementary schools. The research uses a quantitative approach to the Single Subject Research (SSR) method of A-B-A design. We tested the effect of teaching rapid automatic naming on the ability to quickly name objects, color digits, and letters in 4 subjects who had almost the same reading difficulties at the same grade level. The results showed that the teaching of rapid automatic naming affected increasing children's speed in naming objects, colors, digits, and letters. The significant effect of the rapid automatic naming teaching intervention shows that understanding the principles of rapid automatic naming is beneficial for students with dyslexia. The four experimental subjects showed an increase in the speed of naming objects, colors, digits, and letters after the intervention.
Brain Gym Improves Concentration Learning to Read Children with Special Learning Difficulties Diana Shanty; Budi Susetyo; Imas Diana Aprilia
INCLUSIVE EDUCATION Vol. 1 No. 2 (2023): Education for All
Publisher : International Inclusion Development and Cooperation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57142/inclusion.v1i2.20

Abstract

Learning concentration is needed to complete school assignments, there are many things to stimulate children's concentration abilities. Therefore, it is necessary to develop programs that are in accordance with the abilities, conditions and learning needs of children, one of which is by practicing brain gymnastics. The purpose of this study was to determine the form of developing a brain gym program to improve the concentration ability to learn to read in children with specific learning difficulties. The method used in this research is a descriptive method with a qualitative approach. Data obtained through observation, interviews, semi-workshops and validation. The results showed that there were some children who had difficulty concentrating on learning to read, therefore the researchers collaborated with the teacher to develop a brain gym program which was then validated in two different schools. Researchers submit recommendations to teachers to implement the brain gym program that has been prepared.
Flash Card to Improve Expressive Language in Children with Mild Intellectual Disabilities Rizki Ramadhana; Budi Susetyo; Imas Diana Aprilia
INCLUSIVE EDUCATION Vol. 1 No. 2 (2023): Education for All
Publisher : International Inclusion Development and Cooperation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57142/inclusion.v1i2.21

Abstract

The problems of intellectual disability children who experience expressive language difficulties need to get the right solution so that these difficulties can be overcome and get learning services that suit their abilities and needs. Based on these problems the researcher developed Flash Card media which has a very important role to make it easier for children to perceive something. learning to read technical reading is one of them because it is difficult to think abstractly, so the teacher can work around this by using media that is in accordance with the goals and material being taught. The way to overcome these problems is to develop learning media that are suitable for children's abilities. Media is needed to make it easier for intellectual disability children to learn. The method used is a descriptive qualitative approach.
Program Intervensi Dini dalam Meningkatkan Kemampuan Bina Bicara (Pengucapan Huruf Konsonan) Pada Anak dengan Hambatan Pendengaran Anelia Muanis; Budi Susetyo
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 8 (2023): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54371/jiip.v6i8.2060

Abstract

Anak dengan hambatan Pendengaran mengalami keterlambatan perkembangan yang kompleks termasuk dalam kemampuan berkomunikasi dikarenakan minimnya pengalaman berbahasa sehingga membutuhkan pelatihan untuk mengingkatkan kemampuan komunikasi dan apa yang ia sampaikan dapat dipahami oleh lawan bicaranya. Penelitian ini dilakukan untuk mendiskripsikan strategi pelaksanaan intervensi dini pada anak dengan hambatan pendengaran khususnya dalam kemampuan pengucapan huruf konsonan agar menghasilkan bunyi bahasa yang baik dan jelas. Metode penelitian yang digunakan adalah exploratory mixed method research design dengan menggabungkan data kualitatif dalam pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumen dalam merumuskan program hipotetik (catatan kegiatan, instrument penilaian perkembangan dan dokumentasi) dan data kuantitatif dalam analisis uji coba. Subjek penelitian berjumlah satu orang yaitu anak berusia 5 tahun. Berdasarkan hasil pembahasan dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan kemampuan pelafalan bunyi huruf konsonan yang dikuasai oleh anak setelah diberikan intervensi dini selama 8 kali pertemuan. Peningkatan kemampuan pengucapan huruf konsonan dapat dibuktikan berdasarkan ketercapaian yang dikuasai oleh anak meliputi huruf b, c, d, f, g, h, k, l, m, p, r, s, t, w, y, z.
Meningkatkan Kemampuan Bina Diri Anak Usia Dini pada Hambatan Pendengaran Syabila Putri; Budi Susetyo
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 8 (2023): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54371/jiip.v6i8.2067

Abstract

Masalah dalam penelitian ini berawal dari rendahnya kemampuan bina diri memakai baju berkancing pada anak hambatan pendengaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan anak dalam memakai baju berkacing pada usia 5 tahun, dengan jumlah subjek 1 anak. Penelitian ini menggunakan metode exploratory mixed method research design dengan menggabungkan data kualitatif dalam pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumen dalam merumuskan program hipotetik (catatan kegiatan, instrument penilaian perkembangan dan dokumentasi) dan data kuantitatif dalam analisis uji coba. Dilihat dari hasil pembahasan yang di analisis maka dapat disimpulkan bahwa kemampuan anak yang belum mampu serta setelah diberikannya perlakuan terbukti mengalami peningkatan kemampuan yang dikuasi anak.
Pengaruh Aplikasi KOMKU dalam Meningkatkan Bahasa Ekspresif Anak Celebral Palsy di SLB Islam Qothrunada Yogyakarta Yuni Fitriani; Mega Sri Warahmah; Rio Putra Utama; Tri Purwanti; Tazkiya Indah Fadila; Imas diana Aprilia; Annisaa Pertiwi; Riksma Nurrahmi Rinalti Akhlan; Oom Sitti Homdijah; Budi Susetyo
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 8 (2023): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54371/jiip.v6i8.2171

Abstract

Anak Cerebral Palsy mengalami kesulitan dalam hal kemampuan berbahasa dan mengungkapkan keinginannya. Hambatan ini disebut hambatan bahasa ekspresif. Hambatan bahasa ekspresif ditandai dengan keterlambatan berbicara bahkan tidak berkembang, sehingga mengalami kesulitan dalam berinteraksi dan berkomunikasi dengan lingkungannya. Berdasarkan hal tersebut, peneliti merancang suatu aplikasi Bernama KOMKU untuk membantu, melatih Bahasa ekspresif pada anak cerebral palsy. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh penggunaan aplikasi komku terhadap peningkatan bahasa ekspresif anak cerebral palsy. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian single subject research dengan desain penelitian A-B-A. Subyek penelitian dalam penelitian ini adalah anak perempuan dengan cerebral palsy. Teknik pengumpulan informasi menggunakan tes tindakan. Informasi yang diperoleh kemudian diolah dan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif kondisi dan antar kondisi yang disajikan dalam bentuk tabel dan grafik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh penggunaan aplikasi KOMKU terhadap perkembangan bahasa ekspresif subjek. Hal ini terlihat dari hasil baseline kedua subjek yaitu subjek R pada baseline-1 sebesar 30%, pada fase intervensi (B) sebesar 48,75% dan baseline-2 sebesar 58,75%. Hasil untuk subjek N berada pada baseline-1 yaitu 20%, fase intervensi (B) sebesar 40,62% dan pada fase baseline-2 sebesar 52,5%.
POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP KEMAMPUAN BERKOMUNIKASI ORAL PADA ANAK TUNARUNGU DI KELAS IV SLB PRIMA BAKTI MULIYA CIMAHI Friska Aprilia Sidiq; Budi Susetyo
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 9 No 18 (2023): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.8312944

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan : 1) Bagaimana pola asuh yang ditrapkan orang tua 2) bagaimana kamampuan berkomunikasi anak 3) bagaimana orang tua menerapkan pola asuh untuk mengembangkan prestasi anak dalam berkomunikasi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini yaitu orang tua siswa slb prima bakti mulia kelas 4. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, dokumentasi dan wawancara. Teknik analisis data yang dilakukan adalah analisis data kualitatif metode interaktif yang meliputi pengumpulan data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah triangulasi sumber. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa orang tua peserta didik secara umum menerapkan pola asuh selama dirumah untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi oral. Hal ini berdasarkan pemahaman orang tua dalam memahami kondisi anak yang tidak terlepas dari faktor pendidikan masing-masing orang tua. 1) orang tua ZR, Mr, Af memberikan latihan-latihan kepada anaknya masing-masing dalam upaya meningkatkan kemampuan berkomunikasi secara oral. 2) kondisi Zr dalam berkomunikasi secara oral, kampuan ananda dalam berkomunikasi baik, kondisi Mr dalam berbicara secara oral cukup baik masih dapat dimengerti oleh lingkungan sekitarnya, kondisi Af dalam berkomunikasi secara oralt dikatakan memiliki kemampuan yang jelas sehingga lingkungan sekitarnya mudah memahami apa yang dibicarakan oleh af. 3) Orang tua Zr menerapkan intervensi sejak dini, orang tua Mr tidak memberikan perlakuan khusus untuk Mr, orang tua Af memberikan perlakuan lebih untuk Af.
Pengembangan Program Pendidikan Anak dengan Hambatan Interaksi, Komunikasi dan Perilaku Muhamad Alby; Budi Susetyo
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 9 No 18 (2023): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.8314893

Abstract

Komunikasi adalah kebutuhan dasar manusia untuk saling berinteraksi. Pada profil anak, anak memiliki potensi, hambatan, dan kemampuan. Dari profil anak tersebut ditentukanlah program Media Visual untuk menunjang dan meningkatkan kemampuan anak dalam berkomunikasi. Media visual yang umum digunakan oleh Anak dengan hambatan interaksi komunikasi dan perilaku dalam pembelajaran adalah berupa gambar atau foto. Tampilan media gambar disusun dengan mengedepankan prinsip sederhana guna memuat sedikit unsur materi, hal ini akan berpengaruh terhadap tingkat keterbacaan gambar. Semakin banyak materi yang ada didalam gambar, maka akan menyulitkan peserta didik dalam memahami pesan/ materi yang disampaikan. Unsur gambar yang ada pada media visual, sebaiknya disertai kata-kata penjelas. Prinsip kedua adalah keterpaduan yang menggambarkan hubungan yang sinergis dan saling mengisi antar unsur-unsur yang ada pada gambar. Gambar dan kata penjelas yang digunakan dalam media visual merupakan satu kesatuan, bukan berdiri sendiri, sehingga dapat membentuk pesan yang komunikatif.