Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Peran Kepala Madrasah sebagai Digital Leader dalam Menghadapi Tantangan AI Education Ahmad Khoirul Fahmi; Muthliatul Azizah; Shafira Farhah; Lukmanul Hakim
Journal of Humanities Education Management Accounting and Transportation Vol. 3 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/hemat.v3i1.8083

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran kepala madrasah sebagai digital leader dalam merespons peluang dan tantangan Artificial Intelligence (AI) dalam ekosistem pendidikan Islam. Melalui telaah kritis terhadap buku, artikel jurnal, prosiding, dan dokumen kebijakan terkait kepemimpinan digital, AI Education, dan pendidikan madrasah, studi ini mengkonstruksi model peran kepala madrasah yang memadukan dimensi visi digital, kompetensi teknologi, manajemen perubahan, dan integritas spiritual Islami. Hasil kajian menunjukkan bahwa kepala madrasah berperan strategis dalam menyusun visi pemanfaatan AI yang berorientasi pada peningkatan mutu pembelajaran dan penguatan akhlak, membangun infrastruktur dan budaya inovasi, mengembangkan kapasitas guru, serta merumuskan kebijakan etika pemanfaatan AI berbasis maqāṣid al-sharī‘ah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kepala madrasah sebagai digital leader tidak hanya dituntut cakap teknologi, tetapi juga berfungsi sebagai penjaga nilai (value guardian) agar transformasi AI Education di madrasah berjalan seimbang antara keunggulan akademik dan penguatan spiritualitas peserta didik.
Inovasi Pembelajaran Nilai-Nilai Kemuhammadiyahan untuk Membangun Peradaban Islam Modern Aldi Ganda Kurnia Ganda Kurnia; Pickit Birahmatika; Syarifah Zainab Al Habsyi; Fachrizal Muttaqin; Lukmanul Hakim
Masterpiece: Journal of Islamic Studies and Social Sciences Vol. 4 No. 1 (2026): Masterpiece: Journal of Islamic Studies and Social Sciences
Publisher : Penerbit Minhaj Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62083/masterpiece.v4i1.214

Abstract

The development of information and communication technology has fundamentally transformed the landscape of da'wah and community empowerment. This research aims to examine the application of Muhammadiyah concepts in the context of the digital era, focusing on relevant core values, their implementation in realizing Progressive Islam, as well as the challenges and opportunities faced by Muhammadiyah. This study employs a qualitative approach with descriptive-analytical methods through library research on official Muhammadiyah documents, books, scientific journals, and relevant digital publications. Data analysis was conducted using content analysis methods through stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing with source triangulation techniques. The research findings indicate that the core values of Muhammadiyah relevant to the digital era include tajdid (renewal), rationality and ijtihad, amar ma'ruf nahi munkar, brotherhood and ukhuwah, as well as independence and community empowerment. The application of these values has been implemented through three strategic areas: digital da'wah transformation, education digitalization, and digital-based community economic empowerment. Muhammadiyah faces challenges including digital literacy gaps, competition of religious narratives, hoaxes and disinformation, as well as limited human resources. However, the digital era also opens strategic opportunities such as unlimited geographical reach of da'wah, organizational efficiency, and development of integrated digital ecosystems. This research recommends comprehensive strategies including the development of a digital transformation roadmap, human resource investment, digital infrastructure development, and strengthening of cybersecurity to enhance the implementation of Muhammadiyah concepts in the digital era. Abstraksi Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah mengubah lanskap dakwah dan pemberdayaan umat secara fundamental. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan konsep kemuhammadiyahan dalam konteks era digital, dengan fokus pada nilai-nilai utama yang relevan, implementasinya dalam mewujudkan Islam Berkemajuan, serta tantangan dan peluang yang dihadapi Muhammadiyah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis melalui studi kepustakaan terhadap dokumen resmi Muhammadiyah, buku, jurnal ilmiah, dan publikasi digital yang relevan. Analisis data dilakukan dengan metode analisis isi (content analysis) melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan teknik triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai utama kemuhammadiyahan yang relevan dengan era digital meliputi tajdid (pembaruan), rasionalitas dan ijtihad, amar ma'ruf nahi munkar, persaudaraan dan ukhuwah, serta kemandirian dan pemberdayaan umat. Penerapan nilai-nilai ini telah diimplementasikan melalui tiga bidang strategis: transformasi dakwah digital, digitalisasi pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi umat berbasis digital. Muhammadiyah menghadapi tantangan berupa kesenjangan literasi digital, kompetisi narasi keagamaan, hoaks dan disinformasi, serta keterbatasan sumber daya manusia. Namun, era digital juga membuka peluang strategis seperti jangkauan dakwah tanpa batas geografis, efisiensi organisasi, dan pembangunan ekosistem digital terintegrasi. Penelitian ini merekomendasikan strategi komprehensif meliputi pengembangan roadmap transformasi digital, investasi SDM, pembangunan infrastruktur digital, dan penguatan keamanan siber untuk memperkuat implementasi kemuhammadiyahan di era digital.
Analysis of the Appropriateness of Grammatical Rules in the Seventh-Grade Arabic Language Textbook of Junior High School Based on the Independent Curriculum Nifa Mahfudotun Solehah; Moh Aman; Lukmanul Hakim
Syaikhuna: Jurnal Pendidikan dan Pranata Islam Vol 15 No 1 (2024): March
Publisher : STAI Syaichona Moh. Cholil Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62730/syaikhuna.v15i1.7810

Abstract

Teachers, as classroom role models, are required to demonstrate competence and creativity to foster effective interaction and support students' understanding during the learning process. In the Merdeka Belajar curriculum, textbooks serve as key learning media, including Arabic-language textbooks that cover linguistic rules. However, the unsystematic arrangement of these rules often limits students' ability to comprehend the intended grammatical concepts. This study aims to analyze the presentation of linguistic rules in a seventh-grade Arabic textbook and to evaluate their conformity to nahwu and sharf. Using a descriptive qualitative method supported by observation, analysis, and documentation, the study finds that the textbook's linguistic components are generally appropriate with respect to learning outcomes and content scope. Nevertheless, their alignment with classical Arabic grammatical principles is considered inadequate due to the absence of a systematic sequence in the presentation of the rules.