Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

HUKUM ABORSI DALAM PERSPEKTIF INTERKONEKTIF (TINJAUAN DARI HUKUM ISLAM DAN HUKUM POSITIF INDONESIA) Sigit Wibowo
Justisi: Jurnal Ilmu Hukum Vol 3 No 1 (2018): Justisi: Jurnal Ilmu Hukum
Publisher : Program Studi Hukum Fakultas Hukum Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/jjih.v3i1.506

Abstract

Abstrak Pasal 3 Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia 1948 menyatakan bahwa "setiap orang memiliki hak untuk hidup, kebebasan, dan keamanan pribadi". Demikian juga dalam pasal 28 huruf A UUD 1945 bahwa "Setiap orang memiliki hak untuk hidup dan memiliki hak untuk mempertahankan kehidupan dan hidupnya". Ini berarti bahwa hak untuk hidup dijamin oleh hukum. Legalisasi Aborsi di Indonesia adalah percakapan yang cukup populer di kalangan aparat penegak hukum dan petugas kesehatan (kedokteran). Selain itu, ini menyangkut aspek interkoneksi-integrasi antara aspek hukum positif dan aspek hukum Islam. Oleh karena itu menimbulkan masalah mengenai bagaimana posisi hukum tindakan aborsi dalam perspektif interkoneksi hukum Islam dan hukum Indonesia yang positif? Posisi hukum Aborsi adalah tindakan yang melanggar hukum dan tidak dibenarkan dalam keadaan apa pun kecuali untuk kepentingan ibu. Ini telah diatur dalam hukum negara, juga dalam hukum Islam termasuk fatwa MUI nomor 4 tahun 2005 yang pada dasarnya melarang karena lebih banyak ruginya daripada manfaatnya. Aborsi memiliki dampak yang sangat berbahaya pada seseorang yang melakukannya, baik dari segi kesehatan maupun sosial, termasuk degradasi moral bagi para pelaku. Pelaku juga dijerat dengan hukuman fisik dalam bentuk penjara setelah menerima keputusan oleh hakim yang telah memperoleh kekuatan hukum. Untuk menghilangkan tingginya tingkat aborsi, termasuk kematian yang disebabkan oleh aborsi yang tidak aman, diperlukan tiga pendekatan, yaitu hukum, medis dan agama, serta moral. Kata Kunci: Hak Asasi Manusia, Aborsi, Hukum Islam. Abstract Article 3 Universal Declaration of Human Rights 1948 states that "everyone has the right to life, liberty, and security of person". Likewise in article 28 point A of the 1945 Constitution that "Every person has the right to live and has the right to defend his life and life". This means that the right to life is guaranteed by law. Legalization of Abortion in Indonesia is a conversation that is quite popular among law enforcement officials and health workers (medicine). Moreover, it concerns the interconnective-integration aspects between positive legal aspects and aspects of Islamic law. Therefore it raises problems regarding how the legal position of abortion acts in the interconnective perspective of Islamic law and positive Indonesian law? The legal position of Abortion is an act that violates the law and is not justified under any circumstances except for the benefit of the mother. This has been regulated in State law, as well as in Islamic law including the Indonesian Religious Leader (MUI) Fatwa Number 4 of 2005 which essentially prohibits because more harm than benefits. Abortion has a very dangerous impact on someone who does it, both in terms of health and social, including moral degradation for the perpetrators. The perpetrator was also ensnared by a physical sentence in the form of a prison after receiving a decision by a judge who had obtained legal force. To eliminate the high rate of abortion, including deaths caused by unsafe abortion, three approaches are needed, namely legal, medical and religious, as well as moral. Keywords: Human Rights, Abortion, Islamic Law.
Hubungan Antara Pengetahuan Strategi Pembelajaran, Keinovatifan Dan Komunikasi Interpersonal Dengan Kemampuan Widyaiswara Mengelola Pembelajaran Sigit Wibowo
Syntax Idea Vol 4 No 3 (2022): Syntax Idea
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/syntax-idea.v4i3.1804

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan tentang strategi instruksional, inovasi, dan komunikasi interpersonal dengan kemampuan instruktur untuk mengelola instruksi. Subjek penelitian adalah instruktur di Pusat Pengembangan Pendidikan Kejuruan Jakarta, dengan sampel 50 instruktur. Tiga variabel independen adalah pengetahuan tentang strategi instruksional yang diukur dengan instrumen uji, inovasi dan komunikasi interpersonal yang diukur dengan instrumen non-uji, dan variabel dependen adalah kemampuan instruktur untuk mengelola instruksi yang diukur dengan instrumen non-uji menggunakan bentuk lembar observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) ada korelasi positif antara pengetahuan tentang strategi instruksional dan kemampuan instruktur untuk mengelola instruksi; (2) ada korelasi positif antara inovasi dan kemampuan instruktur untuk mengelola instruksi; (3) ada korelasi positif antara komunikasi interpersonal dan kemampuan instruktur untuk mengelola instruksi; dan (4) ada korelasi positif antara pengetahuan tentang strategi instruksional, inovasi, dan komunikasi interpersonal bersama-sama dan kemampuan instruktur untuk mengelola instruksi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan instruktur untuk mengelola instruksi dapat ditingkatkan melalui peningkatan pengetahuan tentang strategi instruksional, inovasi, dan efektivitas komunikasi interpersonal.
ANALISIS PENGARUH CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN KEBIJAKAN DIVIDEN TERHADAP NILAI PERUSAHAAN DENGAN PROFITABILITAS SEBAGAI VARIABEL PEMODERASI STUDI PADA INDUSTRI PERBANKAN Riana Wulandari; Sigit Wibowo; Ary Yunanto
Jurnal Ekonomi Bisnis dan Akuntansi (JEBA) Vol 22, No 2 (2020)
Publisher : Ilmu Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsoed

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (740.255 KB) | DOI: 10.32424/jeba.v22i2.1591

Abstract

Konsep Pendidikan Adab Dalam Pembaruan Pemikiran Pendidikan Islam Menurut Syed M. Naquib Al Attas Rifkah Dewi; Sigit Wibowo; Herawati
Risalah, Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 9 No. 3 (2023)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/jurnal_risalah.v9i3.721

Abstract

Pendidikan adalah aspek fundamental dalam kehidupan, karena dalam pendidikan akan terbentuk manusia-manusia yang diharapkan mampu memakmurkan bumi. Meskipun demikian pada kenyataanya pendidikan yang diselenggarakan saat ini belum mampu menjawab persoalan degradasi moral para pelajar yang banyak ditemui baik secara langsung maupun dari media. Konsep pendidikan adab dalam dunia pendidikan sangat dubutuhkan dalam membentuk generasi yang kelak mampu memimpin peradaban manusia yang baik. Pada artikel ini penulis mengangkat tema pemikiran adab menurut Al-Attas. Penelitian ini menggunakan metodologi analisis pustaka dan lapangan. Hasil penelitian bahwa Pemikiran Pendidikan menurut Syed M.Naquib Al Attas adalah yang mampu membentuk individu-individu yang baik yang kemudian akan membentuk masyarakat yang baik dengan menggunakan transmisi Ta’dib. Pengadaban yang dilakukan oleh Sekolah adab insan mulia merupakan implementasi dari pemikiran Pendidikan Al Attas dimana Ta’dib merupakan ruh dalam proses kegiatan belajar yaitu mengutamakan penanamanan atau internalisasi adab pada murid ketimbang capaian kognif semata. 
Moderation Based Al-Qur'an Education Park Curriculum at TPA Lampung Al-Qur'an Center Rifkah Dewi; Sigit Wibowo; Herawati
al-Afkar, Journal For Islamic Studies Vol. 6 No. 4 (2023)
Publisher : Perkumpulan Dosen Fakultas Agama Islam Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afkarjournal.v6i4.778

Abstract

The government is currently intensively introducing the issue of moderation to all elements of the state in Indonesia to be internalized by the Indonesian people. Terrorism and liberalism are considered as the impact of an immoderate understanding of religion, therefore an appropriate method is needed to internalize the values of moderation from an early age, because early age is the right time to build one's character. The purpose of this study is to examine and present the implementation of the Al-Qur'an Education Park curriculum based on moderation. The method in this research is literature study and field study with content analysis. Al-Qur'an Education Parks are required to be able to instill the values of moderation, namely tawasuth, tawazun, i'tidal, tasamuh and al-musawah through the learning process at the TPA. The inculcation of moderation values is practically derived from the four components of the curriculum, namely objectives, content, methods and evaluation. The four components must always synergize in its implementation. In its implementation, it shows that the inculcation of moderation values in the TPA curriculum contributes to forming a moderate TPA environment.
Analisis Pidato Pemanfaatan Kemajuan Teknologi Untuk Pembangunan Berkelanjutan Abdul Syukur; Arina Rahma Tika; Erlita Praha Ardila Putri; Sigit Wibowo
Jurnal Kajian Penelitian Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 2 No. 4 (2024): Oktober : Jurnal Kajian Penelitian Pendidikan dan Kebudayaan
Publisher : CV. Aksara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59031/jkppk.v2i4.582

Abstract

Penelitian ini menganalisis teknik penerjemahan pidato kepresidenan untuk menyampaikan pesan etis dan ide pembangunan berkelanjutan. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, studi ini menggali teknik penerjemahan seperti modulasi, kesetaraan budaya, dan adaptasi gaya bahasa, serta dampaknya pada pemahaman audiens.Hasil penelitian menunjukkan penggunaan teknik modulasi pada frasa "harnessing technological progress," diterjemahkan menjadi "memanfaatkan kemajuan teknologi," yang lebih relevan dengan konteks Indonesia. Teknik kesetaraan budaya diterapkan pada istilah "inclusive future," diadaptasi menjadi "masa depan yang inklusif dan adil," mengacu pada nilai keadilan dalam budaya lokal. Adaptasi gaya bahasa juga tampak pada frasa "emerging technologies," yang diterjemahkan langsung menjadi "teknologi baru yang berkembang."Teknik modulasi dan kesetaraan budaya dominan dalam analisis ini, menunjukkan efektivitasnya dalam menyampaikan nilai penting pidato. Penggunaan teknik penerjemahan yang tepat memfasilitasi interpretasi yang lebih jelas dan bermakna, menciptakan koneksi antara pidato presiden dan audiens lokal.
PERAN TEMAN SEBAYA TERHADAP MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS 2 SDN KARANGTENGAH KOTA BLITAR Kumala Wurdaningrum; Sigit Wibowo; Surayanah; Faisadini Intan Bahari
Jurnal Citra Pendidikan Anak Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Citra Pendidikan Anak
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcpa.v4i1.4906

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi pengaruh teman sebaya terhadap motivasi dan hasil belajar matematika siswa Sekolah Dasar (SD). Melalui metode deskriptif kualitatif dapat digunakan untuk mengidentifikasi pengaruh teman sebaya terhadap motivasi dan hasil belajar siswa pada pembelajaran matematika di kelas 2 SDN Karangtengah, Kota Blitar. Ditemukan bahwasanya interaksi antar teman sebaya memang memiliki pengaruh yang sangat kuat terhadap motivasi dan hasil belajar. Tingginya motivasi belajar siswa sangat dipengaruhi oleh kualitas interaksi mereka dengan teman sebaya. Dukungan positif dari teman sebaya dapat membantu meningkatkan minat dan motivasi belajar siswa, sementara interaksi yang negatif, seperti gangguan atau kurangnya dukungan, dapat menghambat proses pembelajaran dan menurunkan hasil belajar siswa.
ANALISIS TAYANGAN YOUTUBE CLASH OF CHAMPIONS RUANG GURU TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA Sofyandi, Eka Nur; Bhagaskoro, Shakti Ario; Sigit Wibowo
Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti Vol. 12 No. 3 (2025): Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jipcb.v12i3.4866

Abstract

Perkembangan teknologi yang semakin maju, penggunaan media sosial dikalangan siswa sudah menjadi hal umum, banyak anak usia sekolah dasar sudah memiliki handphone untuk berselancar di media sosial seperti Instagram, Tik Tok, maupun YouTube. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran tayangan YouTube Clash of Champions dalam memotivasi siswa untuk belajar. Penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan metode analisis konten. Populasi dari penelitian ini yaitu seluruh komentar-komentar di YouTube Ruang Guru pada tayangan Clash of Champions per tanggal 15 Desember 2024 mulai dari episode pertama sampai episode terakhir. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling dengan memilih 1 komentar pada setiap episode yang sesuai dengan tujuan penelitian. Teknik analisis data menggunakan metode Miles dan Huberman, meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan Kesimpulan. Hasil dari penelitian ini yaitu dari 11 komentar yang diambil dari channel YouTube Ruang Guru pada program Clash of Champions, mereka memberikan komentar positif terhadap program Clash of Champions. Mereka menganggap bahwa Clash of Champions memberikan dampak yang signifikan terhadap dunia pendidikan di Indonesia terutama dalam menumbuhkembangkan motivasi siswa untuk belajar. Penelitian ini merekomendasikan agar dari kalangan siswa lebih selektif dalam memilih tontonan di media sosial terutama dari platform YouTube. Salah satu tayangan yang memiliki nilai edukatif yaitu YouTube Ruang Guru dengan program Clash of Champions. Tayangan tersebut tidak hanya ditonton kemudian dilupakan akan tetapi setiap pesan yang disampaikan dapat diterapkan dalam proses menuntut ilmu.
Aspek Legalitas Dalam Pelaksanaan Perizinan Reklame Digital Oleh Pelaku Usaha di Kota Yogyakarta Panca Dewi; Sigit Wibowo; Cecep Tedi Siswanto
Prosiding Seminar Nasional Ilmu Hukum Vol. 2 No. 2 (2025): Desember : Prosiding Seminar Nasional Ilmu Hukum,
Publisher : Asosiasi Peneliti dan Pengajar Ilmu Hukum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/prosemnashuk.v2i2.59

Abstract

This study aims to analyze implementation of digital advertising licensing in Yogyakarta City based on Regional Regulation Number 6 of 2022 and to identify challenges faced in the process. Research employs a normative juridical approach with qualitative methods. Legislative approach examines regulations such as the 1945 Constitution, Law No. 1 of 2024 on Electronic Information and Transactions, Regional Regulation No. 6 of 2022, while the conceptual approach analyzes authority, supervision, legal compliance. Bahan hukum were collected through interviews, observations, document studies, analyzed qualitatively via bahan hukum reduction, narrative presentation, conclusion drawing. The findings indicate digital advertising licensing in Yogyakarta City has a robust legal foundation, but implementation is hindered by low compliance among business actors (31.9% of digital advertisements were unlicensed in 2024), complex procedures, and inadequate coordination among agencies such as DPMPTSP, BPKAD, and Satpol PP. Key challenges include unclear technical regulations, overlapping authorities, limited monitoring technology, and low legal awareness among business actors due to high licensing costs. Study recommends revising Regional Regulation, digitizing licensing system through OSS, strengthening inter-agency coordination, conducting socialization programs to enhance compliance, thereby supporting orderliness, city aesthetics, increased local revenue, legal certainty. These measures can strengthen Yogyakarta’s efficient and harmonious digital advertising governance.
Penerapan Asas Ultra Petitum Partium Dalam Perkara Cerai Talak Peradilan Agama di Kabupaten Sleman: Studi Kasus Putusan Perkara Nomor 1086/PDT.G/2024/PA.SMN Dharmasanti Rawidya Putri; Sigit Wibowo
Prosiding Seminar Nasional Ilmu Hukum Vol. 2 No. 2 (2025): Desember : Prosiding Seminar Nasional Ilmu Hukum,
Publisher : Asosiasi Peneliti dan Pengajar Ilmu Hukum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/prosemnashuk.v2i2.61

Abstract

This study has two main objectives: first, to analyze the application of the principle of ultra petitum partium in talaq divorce cases based on the Decision of the Sleman Religious Court Number 1086/Pdt.G/2024/PA. Smn; Second, to examine the basis of judges' legal considerations in determining matters that are not explicitly requested, especially from the perspective of the protection of the rights of the wife. This study uses a normative juridical method with a case approach and a statute approach. The results of the study show that the provision of iddah maintenance by the judge based on the mediation agreement of the parties does not violate the principle of ultra petitum partium. However, the determination of mut'ah in the absence of an explicit request in the petitum has the potential to be contrary to this principle. However, the judge's actions can be justified through ex officio authority in order to protect the rights of the wife, in accordance with Article 158 of the Compilation of Islamic Law. These findings highlight the tension between procedural legal certainty and substantive justice in the religious justice system. This study recommends that judges explicitly state legal grounds when exercising ex officio authority, to ensure transparency and accountability in decisions.