Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

UPAYA PENERAPAN REUSE, REDUCE, RECYCLE (3R) DAN PENGETAHUAN MASYARAKAT TERHADAP PENGELOLAAN SAMPAH PLASTIK DI DESA BERINGIN TELUK KUANTAN TAHUN 2020 : REUSE,REDUCE,RECYCLE (3R) APPLICATION EFFORTS AND COMMUNITY KNOWLEDGE OF PLASTIC WASTE MANAGEMENT IN BERINGIN VILLAGE TELUK KUANTAN KECAMATAN KUANTAN TENGAH IN 2020 Fifi Ayulia; Nurhapipa Nurhapipa; Hayana Hayana
Media Kesmas (Public Health Media) Vol. 1 No. 2 (2021): Media Kesmas ( Public Health Media )
Publisher : Progam Studi Kesehatan Masyarakat STIKes Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.6 KB) | DOI: 10.25311/kesmas.Vol1.Iss2.38

Abstract

The effort to implements 3R is an effort made to manage plastic waste produced by the community so that the plastic waste they produce every day. In addition, the people in the village, even though the result of the combustion are dangerous for health. The purpose of this study was the determine the efforts to apply 3R and public knowledge of plastic waste management in Beringin village teluk kuantan in 2020. This research is a descriptive quantitative study with a cross sectional approach. Conducted by distributing questionnaires and field observation to 88 respondents by purposive sampling. Research location in the Beringin village teluk kuantan in may 2020. The results showed that the p-value > ? (0.05) with the p-value application of reduce variable (0.009), the p-value application of reuse (0.007), application of recycle p-value (0.010) and knowledge p-value (0.002). From the results of the study it can be concluded that all variabels have a relationship between the application of reuse, reduce, recycle dan public knowledge of plastic waste management in Beringin village teluk kuantan in 2020. And researchers suggest that government should invite the public to manage plastic waste in particular so that it can be used as an item that produces economic value.
UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN PEPPERMINT (Mentha piperita) SEBAGAI INSEKTISIDA TERHADAP KECOA AMERIKA (Periplaneta Americana): EFFECTIVENESS TEST OF PEPPERMINT LEAF EXTRACT (Mentha piperita) AS AN INSECTICIDE ON AMERICAN COCKROACHES (Periplaneta americana) Dwi Restika Puri; Yessi Harnani; Hayana Hayana
Media Kesmas (Public Health Media) Vol. 1 No. 2 (2021): Media Kesmas ( Public Health Media )
Publisher : Progam Studi Kesehatan Masyarakat STIKes Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.946 KB) | DOI: 10.25311/kesmas.Vol1.Iss2.59

Abstract

Kecoa merupakan salah satu vektor, termasuk dalam phylum Arthropoda, kelas Insecta yang mempunyai bentuk tubuh oval dan pipih. Kecoa berperan sebagai vektor penyakit dan dekat kehidupannya dengan manusia. Salah satu tanaman yang berpotensi sebagai insektisida nabati adalah daun peppermint (Mentha piperita) yang merupakan spesies famili Lamiaceae yang daunnya memiliki potensi sumber insektisida nabati. Tujuan penelitian ini adalah Diketahuinya manfaat dari daun peppermint (Mentha piperita) sebagai insektisida terhadap kecoa amerika (Perilaneta americana). Sampel dalam penelitian ini adalah kecoa amerika (Periplaneta americana) dengan jumlah sebanyak 96 sampel kecoa  yang dibutuhkan dengan kriteria kecoa amerika dewasa dan hidup. Pemberian ekstrak daun peppermint dengan 4 konsentrasi yaitu 5%, 10%, 20%, 30% dan 2 kontrol. Kontrol positif (insektisida sintetik) dan control negatif (aquades). Pengamatan dilakukan per 10 menit selama 60 menit. Hasil uji rank spearman didapatkan keereratan hubungan yang paling tinggi terdapat pada konsentrasi 20% dengan 30% dengan derajat keeratan berada pada rentang kuat rho= 0,713. Menunjukkan bahwa semakin tinggi kadar ekstrak daun peppermint semakin efektif pula sebagai insektisida alami terhadap kecoa Amerika. Cockroach is one of the vectors, included in the Arthropod phylum, Insecta class which has an oval and flat body shape. Cockroaches act as vectors of disease and close their lives with humans. One of the plants that have the potential to be plant-based insecticides is peppermint (Mentha piperita) leaves, which is a species of the family Lamiaceae whose leaves have a potential source of plant-based insecticides. The purpose of this study is to find out the benefits of peppermint (Mentha piperita) leaves as an insecticide against American cockroaches (Perilaneta americana). The sample in this study was American cockroach (Periplaneta americana) with 96 samples of cockroaches needed with the criteria of adult and living American cockroaches. Giving peppermint leaf extract with 4 concentrations of 5%, 10%, 20%, 30% and 2 controls. Positive control (synthetic insecticide) and negative control (aquades). Observations were made per 10 minutes for 60 minutes. Spearman rank test results showed the highest closeness of the relationship was found at a concentration of 20% with 30% with the degree of closeness in the strong range rho = 0.713. It shows that the higher levels of peppermint leaf extract, the more effective it is as a natural insecticide against American cockroaches.
KUALITAS AIR TANAH DI TEMPAT PEMBUANGAN SAMPAH SEMENTARA DI KELURAHAN TEMBILAHAN KOTA TAHUN 2020: GROUNDWATER QUALITY IN TEMPORARY GARBAGE COLLECTIONS IN TEMBILAHAN CITY VILLAGE IN 2020 Liza Oktarina; Beny Yulianto; Nurvi Susanti; Hayana Hayana; Kamali Zaman
Media Kesmas (Public Health Media) Vol. 1 No. 2 (2021): Media Kesmas ( Public Health Media )
Publisher : Progam Studi Kesehatan Masyarakat STIKes Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (119.63 KB) | DOI: 10.25311/kesmas.Vol1.Iss2.81

Abstract

Masalah peningkatan volume sampah salah satunya terjadi di Kabupaten Indragiri Hilir. Selain itu, penggunaan teknologi pengolahan sampah yang digunakan sudah tidak sesuai dengan peraturan yang dikeluarkan, sehingga hal sangat berisiko mencemari kualitas air tanah. Tujuan penelitian mengetahui kualitas air tanah di  tempat penampungan sampah sementara di Kelurahan Tembilahan Kota, dengan metode penelitian deskriptif. Populasi adalah sumur warga yang tinggal di Kelurahan Tembilahan Kota sebanyak 30 sumur, dan sampel berjumlah  5 sumur milik warga. Prosedur pengambilan sampel sesuai dengan SNI 06-2412-1991 mengenai metode pengambilan  air pemeriksaan mikrobiologi. Hasil penelitian diperoleh analisis bahwa diantara parameter fisik air tanah, parameter yang paling banyak tidak memenuhi syarat baku mutu adalah parameter rasa dengan hasil sebanyak 4 (80%) sampel dari 5 sampel, sedangkan suhu sebanyak 3 (60%) tidak memenuhi syarat, warna sebanyak 2 (40%) tidak memenuhi syarat, bau sebanyak 3 (60%) tidak memenuhi syarat, sedangkan hasil pemeriksaan bakteri coli postif dengan hasil positif sebanyak 4 (80%) sampel dari 5 sampel. Total coliform dari hasil laboratorium sebesar (14000) tinggi. Diharapkan dinas kesehatan mengerah petugas kesehatan setempat memperhatikan lingkungan sekitar dan memberi penyuluhan tentang pengolahan air yang baik sebelum diminum, agar tidak terjadi pencemaran terhadap lingkungan dan sumber air minum yang terdapat di lingkungan Kelurahan Tembilahan Kota.   One of the problems in increasing the volume of waste is in Indragiri Hilir Regency. 60% of landfill waste is disposed of in open temporary landfills. In addition, the use of waste treatment technology that is used is not in accordance with the regulations issued, so it is very risky to pollute the quality of ground water. Based on the background of the problems above. This study aims to determine the quality of ground water in a temporary garbage shelter in the Tembilahan City Kelurahan, with a descriptive research method. The population and sample in this study were 5 community wells living in Tembilahan Kota Kelurahan. Sampling procedures must be in accordance with SNI 06-2412-1991 regarding the method of taking microbiological examination water. Based on the results of the study obtained the results of the analysis that among the physical parameters of ground water, the parameter that most did not meet the quality standard requirements was the taste parameter, with the results of 4 (80%) samples from 5 samples, while the temperature parameters were 3 (60%). qualified, color parameters as much as 2 (40%) did not meet the requirements, odor parameters as much as 3 (60%) did not qualify, while positive coli bacterial examination results with positive results were 4 (80%) samples from 5 samples. The total coliform from the results of laboratory tests is (14000) high. It is expected that the health department will mobilize local health officials to pay attention and provide counseling about the importance of protecting the surrounding environment and counseling about good water treatment before drinking, so that pollution does not occur to the environment and drinking water sources contained in the Tembilahan City Kelurahan.    
ANALISA PENGELOLAAN LIMBAH B3 (MEDIS PADAT) DI PUSKESMAS REJOSARI KECAMATAN TENAYAN RAYA TAHUN 2020: B3 Waste Management Analysis (Solid Medical) At Rejosari Puskesmas, Tenayan Raya District, 2020 Muhammad Aldiansyah; Hayana Hayana; Hastuti Marlina
Media Kesmas (Public Health Media) Vol. 1 No. 3 (2021): Jurnal Media Kesmas (Public Health Media)
Publisher : Progam Studi Kesehatan Masyarakat STIKes Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.124 KB) | DOI: 10.25311/kesmas.Vol1.Iss3.132

Abstract

Limbah alat suntik dan limbah lainnya dapat menjadi faktor resiko penularan berbagai penyakit seperti penyakit infeksi nosokomial, penyakit HIV/AIDS, hepatitis B dan C serta penyakit lain yang ditularkan melalui darah. Dampak berbahaya tersebut dapat berupa gangguan kesehatan dan pencemaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan limbah B3 (medis padat) di Puskesmas Rejosari Kecamatan Tenayan Raya. Jenis penelitian kualitatif dengan desain penelitian observasi dilakukan di Puskesmas Rejosari Kecamatan Tenayan Raya  pada bulan Juli-Agustus 2020. Subjek penelitian 5 orang terdiri dari 1 orang kepala puskesmas, penanggungjawab sanitasi 1 orang, petugas sanitasi 1 orang, petugas farmasi dan 1 orang petugas kebersihan. Intrumen dalam penelitian ini menggunakan lembar observasi dan wawancara. Analisa data dilakukan dengan cara reduksi data, penyajian data dan menarik kesimpulan. Sumber daya manusia (SDM) belum memadai. Standar operating prosedure (SOP) di Puskesmas Rejosari Kecamatan Tenayan Raya sudah ada dan sudah dijalan. Dana Operasional untuk pengelolaan limbah medis diambil dari dana kapitasi. Sarana dan prasarana yang digunakan pada saat pengelolaan limbah medis padat yaitu safety box dan tong sampah. Tahap Pemilahan, Penyimpnan, Pengangkutan limbah medis padat yang dilakukan masih belum sesuai menurut PermenLHK No. 56 tahun 2015, Namun tahap Pengumpulan sudah memenuhi syarat dengan  PermenLHK No. 56 Tahun 2015. Pengelolaan limbah B3 (medis padat)  di Puskesmas Rejosari Kecamatan  Tenayan Raya belum sesuai dengan ketentuan PermenLHK No. 56 tahun 2015. Perlu dilakukan upaya pengelolaan limbah berpedoman kepada ketentuan PermenLHK No. 56 tahun 2015. Syringe waste and other waste can be a risk factor for the transmission of various diseases, such as nosocomial infections, HIV / AIDS, hepatitis B and C and other blood-borne diseases. These dangerous impacts can be in the form of health problems and pollution. Purpose to determine the management of B3 waste (solid medical) at Rejosari Public Health Center, Tenayan Raya District. This type of qualitative research with an observational research design was carried out at the Rejosari Public Health Center, Tenayan Raya Subdistrict in July-August 2020. The research subjects consisted of 5 people consisting of 1 head of the puskesmas, 1 person in charge of sanitation, 1 sanitation officer, a pharmacy officer and 1 cleaning services. The instruments in this study used observation and interview sheets. Data analysis was done by reducing data, presenting data and drawing conclusions. Inadequate human resources (HR). Standard operating procedure (SOP) at Rejosari Public Health Center, Tenayan Raya District already exists and is already being implemented. Operational funds for medical waste management are drawn from capitation funds. The facilities and infrastructure used when managing solid medical waste are safety boxes and trash cans. The stages of sorting, storing, transporting solid medical waste are still not in accordance with PermenLHK No. 56 of 2015, however, the collection stage has met the requirements with PermenLHK No. 56 of 2015. The management of B3 waste (solid medical) at the Rejosari Public Health Center, Tenayan Raya District is not in accordance with the provisions of PermenLHK No. 56 of 2015. Efforts should be made to manage waste based on the provisions of PermenLHK No. 56 of 2015.
HUBUNGAN ANTARA FAKTOR PEKERJA DAN PEKERJAAN DENGAN WORK ACCIDENT DI BAGIAN STATION PRESS PKS PT. HASIL KARYA BUMI SEJATI KABUPATEN ROKAN HILIR TAHUN 2020: RELATIONSHIP BETWEEN WORKERS AND EMPLOYMENT FACTORS WITH WORK ACCIDENT IN THE STATION PRESS PKS PT. HASIL KARYA BUMI SEJATI ROKAN HILIR 2020 Sulis Saputra; Makomulamin Makomulamin; Hayana Hayana
Media Kesmas (Public Health Media) Vol. 1 No. 3 (2021): Jurnal Media Kesmas (Public Health Media)
Publisher : Progam Studi Kesehatan Masyarakat STIKes Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.829 KB) | DOI: 10.25311/kesmas.Vol1.Iss3.143

Abstract

Kecelakaan kerja adalah suatu kejadian tiba-tiba yang tidak diinginkan dan mengakibatkan, luka- luka, kerusakan harta benda atau kerugian waktu. Mengetahuai hubungan pengetahuan tentang kecelakaan kerja, keahlian kerja, pengawasan K3, pelaksanaan prosedur kerja dengan Work Accident di bagian Stasiun press PKS PT. Hasil Karya Bumi Sejati Kabupaten Rokan Hilir Tahun 2020. Penelitian ini adalah kuantitatif analitik dengan desain cross sectional respondenya adalah seluruh pekerja pada bagian proses di bagian press pabrik, penelitian ini dilakaukan dari mulai bulan Juni – Juli 2020. Sampel penelitian ini sebanyak 42 responden. Teknik pengambilan sampel adalah total sampling. Analisis data menggunakan uji statistik  chi-square dengan derajat kemaknaan (?)=0,05. Penelitian menunjukan bahwa variabel yang terdapat hubungan dengan kecelakaan kerja adalah pengetahuan tentang risiko bahaya (p value = 0,005, OR = 9,167), keahlian kerja (p value = 0,021, OR = 6,250), pengawasan K3 (p value = 0,012, OR = 7,741) dan pelaksanaan prosedur kerja (p value = 0,022, OR = 6,600). Penelitian ini terdapat hubungan antara pengetahuan tentang risiko bahaya, keahlian kerja, pengawasan K3, pelaksanaan prosedur kerja dengan Work Accident di bagian Stasiun press PKS PT. Hasil Karya Bumi Sejati Kabupaten Rokan Hilir Tahun 2020. Di harapkan untuk meningkatkan kesadaran dalam menjaga keselamatan dan kesehatan kerja antara lain dengan disiplin menggunakan alat pelindung diri sesuai dengan prosedur yang ada dan berperilaku aman saat bekerja, sehingga tidak menyebabkan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan seperti kecelakaan kerja. Pihak perusahaan sebaiknya mengadakan pelatihan-pelatihan K3 untuk seluruh pekerja agar dapat bekerja dengan aman dan selamat. A work accident is a sudden unwanted event that results in, injuries, property damage or loss of time. Knowing the relationship between knowledge about work accidents, work skills, OHS supervision, implementation of work procedures with Work Accident at the PT. The Work of Bumi Sejati in Rokan Hilir Regency in 2020. This study is a quantitative study with a cross sectional design. The respondents were all workers in the process section of the press factory. This research was conducted from June to July 2020. The sample of this study was 42 respondents. The sampling technique is total sampling. Data analysis used the chi-square statistical test with the degree of significance (?) = 0.05. Results: The study shows that the variables that have a relationship with work accidents are knowledge about hazard risks (p value = 0.005, OR = 9.167), work skills (p value = 0.021, OR = 6.250), K3 supervision (p value = 0.012, OR = 7,741) and implementation of work procedures (p value = 0.022, OR = 6.600). This study has a relationship between knowledge about hazard risks, work skills, OHS supervision, implementation of work procedures with the Work Accident at the PT. Hasil Karya Bumi Sejati  Rokan Hilir 2020. It is hoped that to increase awareness in maintaining occupational safety and health, among others, by using discipline to use personal protective equipment in accordance with existing procedures and behave safely while working, so as not to cause unwanted things such as work accidents. The company should conduct K3 trainings for all workers so that they can work safely and safely.  
ANALISIS PENGELOLAAN LIMBAH B3 DARI FASILITAS PELAYANAN KESEHATAN DI PUSKESMAS SUNGAI SIRIH KECAMATAN SINGINGI KABUPATEN KUANTAN SINGINGI Hayana Hayana; Nila Puspita; Feri Razali
Ensiklopedia of Journal Vol 4, No 1 (2021): Vol 4 No. 1 Edisi 1 Oktober 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.156 KB) | DOI: 10.33559/eoj.v3i5.964

Abstract

In Indonesia, the increase in health waste is around 70-90%, along with the increase in health service centers in Indonesia. This B3 waste comes from health agencies which are considered dangerous and can cause various types of health impacts. The production of solid medical waste from health services nationally in Indonesia is estimated at 376,089 tons/day. Kuantan Singingi Regency is in accordance with the guidelines for the Decree of the Minister of the Environment. The purpose of this research is to analyze the management of B3 waste at Sungai Sirih Community Health Center, Singingi District. This type of research is a qualitative survey, namely the method of interviews and field observations. The research subjects also involved in the management of B3 waste at Sungai Sirih Health Center, Singingi District, Kuantan Singingi Regency, namely, the Head of the Sungai Sirih Health Center, Singingi District, Kuantan Singingi Regency. Based on the results of research at the Sungai Sirih Health Center, Singingi District, Kuantan Singingi Regency in 2019, it was found that human resources in the B3 waste management process did not have a Standard Operating Procedure (SOP) at work and the facilities and infrastructure used were also inadequate and incomplete and there were no funds. or puskesmas budget in the process of B3 waste management at Sungai Sirih Health Center, so that the sorting process, collection process, storage process, transportation process, and landfill or burial process have not been carried out according to health requirements according to LHK Regulation No. 56 of 2015 concerning Procedures and Technical Requirements for the Management of Hazardous and Toxic Waste from Health Service Facilities.
PELAKSANAAN KEBIJAKAN KAWASAN TANPA ROKOK DI SMPN 07 PEKANBARU TAHUN 2020 Dami Yanthi; Welly Sando; Hayana Hayana
Ensiklopedia of Journal Vol 3, No 2 (2021): Vol 3 No 2 Edisi 2 Januari 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (55.808 KB) | DOI: 10.33559/eoj.v3i2.625

Abstract

Kawasan tanpa rokok adalah ruangan atau area yang di nyatakan di larang untuk kegiatan merokok atau kegiatan memproduksi, menjual, mengiklankan atau mempromosikan produk-produk tembakau. (Permenkes No.188 2011). Kebijakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) disekolah bertujuan untuk menciptakan lingkungan sekolah yang bersih dan sehat, mencegah siswa untuk mulai merokok dan menurunkan angka perokok. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan kebijakan kawasan tanpa rokok di SMPN 7 Pekanbaru Tahun 2020. Jenis penelitian ini adalah dengan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif, serta pedoman wawancara yang mendalam dan observasi. Informan pada penulisan ini berjumlah 4 orang yang terdiri dari 1 orang informan kunci yaitu Kepala Sekolah, 1 orang informan utama yaitu guru bidang kesiswaan, dan 2 orang informan pendukung yaitu guru konseling dan 1 orang guru bidang kesiswaan. Hasil penelitian yang dilakukan di SPMN 07 Pekanbaru, didapati bahwa di SMPN 07 sudah menerapkan KTR, tapi pelaksanaan nya belum maksimal, dikarenakan masih adanya pelanggaran merokok di area sekolah. Sanksi yang diberikan jika siswa merokok di sekolah juga telah diterapkan oleh SMPN 07. Sosialisasi KTR di SMPN 07 juga telah dilakukan yaitu bekerjasama dengan Puskesmas, Kepolisian dan BNN, namun pelaksanaan sosialisasi ini masih tidak terjadwal. Meskipun kebijakan KTR telah ada namun pelanggaran masih tetap ada, dan disebabkan oleh siswa ataupun staf guru masih kurang kesadaran sehingga masih merokok di lingkungan sekolah. Oleh karena itu perlu adanya pengawasan guru BK dalam meninkatkan kedisplinan terutama dalam pelaksanaan kebijakan KTR ini, melakukan sosialisasi kebijakan KTR dengan rutin dan terjadwal, baik itu secara internal ataupun eksternal. Serta jika ada pelangaran lagi harus ditindaklanjuti dengan penerapan sanksi yang tepat terhadap pelanggaran-pelanggaran KTR tersebut, tidak hanya pada siswa namun juga guru dan pengunjung di lingkungan sekolah.
Pengabdian Masyarakat Melalui Penyuluhan Kesehatan “Bahaya Rokok Bagi Kesehatan di SMPN 7 Pekanbaru” Syukaisih Syukaisih; Hayana Hayana; Alida Zaresi
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 3 No. 1 (2021): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v3i1.435

Abstract

Rokok adalah silinder dari kertas berukuran panjang sekitar 70-120 mm (bervariasi tergantung Negara) dengan diameter sekitar 10 mm yang berisi daun-daun tembakau yang telah dicacah. Rokok dibakar pada salah satu ujungnya dan dibiarkan membara agar asapnya dapat dihirup melalui mulut pada ujung lainnya (Jaya, 2009). Berbagai dampak dan bahaya merokok, dalam rokok terkandung tidak kurang dari 4.000 zat kimia beracun. Berdasarkan survey awal yang dilakukan di SMPN 7 Pekanbaru, guru bidang kesiswaan mengatakan bahwa, siswa SMPN 7 sudah ada yang merokok. Siswa pernah kedapatan merokok diluar lingkungan sekolah dan guru memberikan peringatan agar tidak mengulangi perilaku merokok tersebut. Guru hanya memberikan sanksi bagi siswa yang merokok, namun untuk pemberian informasi tentang apa saja kandungan yang ada didalam rokok yang bisa membahaya bagi kesehatan, tidak pernah diinformasikan kepada siswa. Kata Kunci :Rokok, Pengetahuan, SMPN 7 Pekanbaru
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN BUANG AIR BESAR SEMBARANGAN (BABS) DALAM PROGRAM SANITASI TOTAL BERBASIS MASYARAKAT (STBM) DI DESA TALUK KANIDAI KECAMATA TAMBANG Hayana Hayana; Nila Puspita Sari; Maulana Isman
Menara Ilmu Vol 16, No 2 (2022): VOL. XVI NO. 2 JULI 2022
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mi.v16i2.3431

Abstract

Berdasarkan data dari Puskesmas Desa Taluk Kanidai, masih ada desa yang masih BABS, salah satunya yaitu Desa Taluk Kanidai. Dan masih banyaknya jarak rumah dengan sungai < 100 m. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor hubungan pengetahuan, peran kepala keluarga, jarak rumah dengan sungai, ketersediaan jamban dengan BABS di Desa Taluk Kanidai Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar Tahun 2019. Penelitian ini menggunakan desain Cross Sectional dan menggunakan teknik Simpel Random Sampling. Sampel penelitian sebanyak 83 responden.Variabel Independen pada penelitian ini adalah pengetahuan, peran kepala keluarga, jarak rumah dengan sungai, ketersediaan jamban.Variabel dependen adalah Buang Air Besar Di Sungai. Dari hasil uji statistic Chi-Square Terdapat hubungan antara pengetahuan dengan BABS dengan hasil uji statistik menunjukkan bahwa p value= 0,000.Terdapat hubungan antara jarak rumah dengan sungai dengan BABS dengan hasil uji statistic menunjukkan bahwa p value = 0,001.Terdapat hubungan antara ketersediaan dengan BABS dengan hasil uji statistic menunjukkan bahwa p value= 0,000. Saran diharapkan masyarakat untuk mengurangi perilaku BABS dan membiasakan sikap untuk memanfaatkan jamban agar kondisi lingkungan bersih dan sehat. Kata Kunci : BABS, Pengetahuan, Peran Kepala Keluarga, Jarak Rumah dengan Sungai, Ketersediaan Jamban
ANALISIS HYGIENE PENJAMAH DAN SANITASI RUMAH MAKAN MIDNIGHT CAFE KELURAHAN MAHARATU KECAMATAN MARPOYAN DAMAI KOTA PEKANBARU TAHUN 2022 Hayana Hayana; Elmia Kursani; Ramadhan Syarif
Menara Ilmu Vol 16, No 2 (2022): VOL. XVI NO. 2 OKTOBER 2022
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mi.v16i2.3795

Abstract

Rumah makan merupakan salah satu tempat yang banyak dikunjungi oleh masyarakat umum dengan demikian memerlukan perhatian khusus dibidang sanitasi. Sanitasi yang tidak memenuhi persyaratan akan menimbulkan masalah kesehatan dan munculnya vektor penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis Hygiene Penjamah dan Sanitasi Rumah Makan Midnight Cafe Kelurahan Maharatu. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan dengan menggunakan metode observasi langsung dan wawancara mendalam terhadap subjek penelitian yang berjumlah 7 orang yaitu, Pemilik Rumah Makan 1 orang, penjamah 2 orang, Masyarakat 1 Orang, Pengunjung 2 orang dan Petugas puskesmas sanitarian 1 orang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni 2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hygiene penjamah makanan masih kurang baik karena cara berpakaian yang kurang bersih dan rapi, keadaan SPAL kurang baik karna masih sering mengalami penyumbatan, dan sanitasi tempat sampah di masih belum terlihat bersih ditambah lagi adanya penumpukan sampah sampah disekitar cafe. Disamping itu, ketersediaan air bersih di rumah makan midnight cafe sudah cukup baik dan sanitasi peralatan makan sudah cukup bagus karna tidak ada penumpukan peralatan makan yang kotor dan langsung dicuci dengan air bersih serta tidak ada penggunaan peralatan makan sekali pakai secara berulang-ulang. Disarankan kepada pihak rumah makan untuk lebih memperhatikan kebersihan penjamah makanan seperti menggunakan masker dan sarung tangan, serta membenahi SPAL yang tersumbat untuk menghindari terjadinya penumpukan limbah. Kata Kunci : Hygiene Penjamah, Sanitasi Rumah Makan