Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Istri Menẓihar Suami Menurut Ibnu Qudamah (Studi Kitab Al-Mugni Jilid 9) Sitti Ramlah; Masykur Masykur
Ulumul Syar'i : Jurnal Ilmu-Ilmu Hukum dan Syariah Vol. 11 No. 1 (2022): Ulumul Syar'i : Jurnal Ilmu-Ilmu Hukum dan Syariah
Publisher : LPPM STIS Hidayatullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52051/ulumulsyari.v11i1.120

Abstract

Ẓihār tidak jatuh kecuali dari suami, hal tersebut merupakan kesepakatan jumhur. Namun jika terdapat istri berkata kepada suaminya “Engkau bagiku seperti punggung ayahku,” maka terjadi silang pendapat mengenai konsekuensi perkataan istri tersebut. Jumhur memandang tidak sah ẓihār yang dilakukan istri sebagaimana dalam surah al-Mujādalah ayat 3, sehingga tidak ada kafarat baginya, baik kafarat ẓihār ataupun sumpah. namun hal ini berbeda dengan perkataan Ibnu Qudāmah, meskipun ia tidak menganggap ẓihār yang dilakukan istri jatuh, namun ia tetap mengharuskan istri menunaikan kafarat ẓihār jika suami mencampurinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapat serta istinbāṭ hukum yang digunakan oleh Ibnu Qudāmah, serta mengaitkannya dengan pandangan tinjauan hukum islam mengenai persoalan tersebut
Percampuran Budaya dengan Nilai-Nilai Islam dalam Kehidupan Sosial Budaya Ahmad Alam Farhan; Rof Rof Galih Samudra; Iffan Ahmad Gufron; Masykur Masykur
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 6 No 1: April (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v6i1.2554

Abstract

Percampuran budaya dengan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sosial budaya merupakan fenomena yang tidak terelakkan dalam masyarakat yang plural dan dinamis. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis proses akulturasi antara budaya lokal dan ajaran Islam, serta dampaknya terhadap pola kehidupan sosial masyarakat. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi literatur terhadap berbagai sumber akademik yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa interaksi antara budaya dan Islam tidak selalu bersifat konflik, melainkan lebih sering menghasilkan bentuk harmonisasi melalui proses adaptasi, seleksi, dan integrasi nilai. Nilai-nilai Islam seperti keadilan, kesederhanaan, dan solidaritas sosial mampu menyatu dengan tradisi lokal tanpa menghilangkan identitas budaya setempat. Namun demikian, terdapat pula tantangan berupa potensi distorsi nilai ketika praktik budaya bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar Islam. Oleh karena itu, diperlukan pemahaman yang komprehensif dan kontekstual agar percampuran budaya dan nilai-nilai Islam dapat berjalan secara seimbang, sehingga mampu memperkuat koneksi sosial dan menjaga keberlanjutan identitas budaya dalam masyarakat modern.