Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Penguatan Peran Kader PKK dalam Pencegahan Kekerasan Rumah Tangga Separen, Separen; HZ, Evi Deliana; Rasudin, Nurahim; Erdiansyah, Erdiansyah; Artina, Dessy; Haryono, Dodi
SMART HUMANITY : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1: Maret 2025
Publisher : CV. Smart Scienti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70427/sh.v2i1.196

Abstract

Tindakan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) merupakan permasalahan serius yang sangat berdampak luas terhadap korban, khususnya perempuan. Minimnya pemahaman hukum di masyarakat menjadi salah satu faktor yang memperburuk kondisi korban KDRT. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman hukum kader PKK sebagai ujung tombak pencegahan KDRT di tingkat komunitas melalui sosialisasi Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga. Kegiatan dilaksanakan di Desa Pulau Busuk, Kabupaten Kuantan Singingi dengan melibatkan 20 kader PKK. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dan edukatif yang terdiri dari observasi awal, penyuluhan hukum, diskusi kelompok, serta evaluasi akhir. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan pemahaman peserta terhadap hak-hak korban dan prosedur pelaporan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), serta munculnya inisiatif pembentukan posko sahabat perempuan di desa. Pengabdian ini menegaskan bahwa dengan dukungan dan edukasi yang memadai, kader perempuan dapat berperan strategis dalam pencegahan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di tingkat lokal.
TANGGUNG JAWAB NEGARA DALAM PENCEGAHAN DAN PENANGANAN KEKERASAN SEKSUAL DI LINGKUNGAN PERGURUAN TINGGI DALAM PERSPEKTIF HAK ASASI MANUSIA (STUDI PERGURUAN TINGGI DI KOTA PEKANBARU) Saujani, Ersya Putri; Jayakusuma, Zulfikar; Separen, Separen
Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Ilmu Hukum Vol 11, No 1 (2024): Januari - Juni 2024
Publisher : Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Ilmu Hukum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The policy of the Minister of Education and Culture, which was recently issued inthe form of Minister of Education and Culture Regulation Number 30 of 2021, hasgenerated a lot of perception and even controversy among universities and society itself.This policy is related to the increasing prevalence of sexual violence in the highereducation sector which has a direct or indirect impact on optimizing the Tridharma ofHigher Education which is reduced as well as the quality of Higher Education whichexperiences a decline. All policies or regulations from the government, both from thepresident and from his staff, namely from the ministries, are of course based onconsiderations of various things.Sexual violence in higher education requires special attention from various parties,especially the government as the institution that has the authority to formulate regulationsrelating to sexual violence in higher education. Efforts to protect against sexual violenceare the responsibility of the state which has an obligation to fulfill the human rights ofevery citizen, which includes the academic community. The aim of this research is todetermine the analysis of Minister of Education and Culture Research and TechnologyRegulation No. 30 of 2021 regarding the phenomenon of sexual violence in highereducation environments. The benefit of this research is that the author wants to know howto understand the implementation of the Minister of Education and Culture Regulation No.30 of 2021 and how to understand it from a sociological perspective. This research issociological research obtained from sources related to the PPKS Task Force.The results of this research show that with the increasing number of cases of sexualviolence in higher education environments, this phenomenon ultimately encouraged theMinistry of Education, Culture, Research and Technology to create regulations relating tothe prevention and handling of sexual violence. This regulation was later namedPermendikbud Ristek (Regulation of the Ministry of Education, Culture, Research andTechnology) No. 30 of 2021. Therefore, Ministry of Education, Culture, Research andTechnology Regulation No. 30 of 2021 is a follow-up to the government's seriousness inhandling cases of sexual violence in higher education environments.Keywords: Sexsual Violence, Higher Education, Minister of Educations, ResearchCulture and Technology.
Studi Komparatif Karakter Kreatif Pembelajaran Online Mata Pelajaran PKn Antara Siswa Laki-laki dan Perempuan di SMA Negeri 1 Singkep Sarastuti, Reika Ditya; Hambali, Hambali; Separen, Separen
Journal of Science and Education Research Vol. 1 No. 2 (2022): Journal of Science and Education Research
Publisher : Yayasan Pendidikan Insan Mulia Utan Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62759/jser.v1i2.13

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh kasus pandemi Covid-19 yang menyebabkan pembelajaran online menjadi tidak efektif sehingga menurunnya kualitas karakter kreatif pada siswa. Peneliti mengkaji perbandingan karakter kreatif siswa dalam pembelajaran online mata pelajaran PKn antara siswa laki-laki dan perempuan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui apakah terdapat perbedaan karakter kreatif pembelajaran online mata pelajaran PKn antara siswa laki-laki dan perempuan di SMA Negeri 1 Singkep. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini ialah seluruh siswa kelas XI di SMA Negeri 1 Singkep sebanyak 206 siswa, terdiri dari 86 siswa laki-laki dan 120 siswa perempuan. Penetapan sampel menggunakan teknik kuota sampling. Sampel yang diambil adalah 100 siswa, yang terdiri dari 50 siswa laki-laki dan 50 siswa perempuan. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu menggunakan observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi. Teknik analisis data adalah dengan menggunakan uji statistik. Hasil uji statistik yang digunakan untuk pengujian hipotesis adalah untuk membandingkan dua kelompok data yakni siswa laki-laki dan perempuan dengan hasil 0,000219 dan 0,000221 < 0.05 (2-tailed < 0.05), artinya Ha diterima dan Ho ditolak. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan karakter kreatif dalam pembelajaran online mata pelajaran PKn antara siswa laki-laki dan perempuan di SMA Negeri 1 Singkep.
Implementasi Peran Dinas Koperasi, Usaha Kecil Dan Menengah Dalam Mengawasi Koperasi Produsen Kelapa Sawit Berdasarkan Peraturan Gubernur Nomor 20 Tahun 2015 Tentang Rincian Tugas, Fungsi, Dan Tata Kerja Dinas Koperasi, Usaha Mikro Kecil Dan Menengah A, Putri Nazeeya; HB, Gusliana; Separen, Separen
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 5 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i5.15870

Abstract

Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Riau berfungsi sebagai unsur pelaksana dari Pemerintah Provinsi Riau berdasarkan Peraturan Gubernur Riau Nomor 20 Tahun 2015. Peraturan ini menetapkan tugas Dinas Koperasi dalam perumusan kebijakan, pelaksanaan, koordinasi, fasilitasi, pemantauan, evaluasi, dan pelaporan pada berbagai bidang terkait koperasi dan usaha kecil menengah, serta kewenangan yang dilimpahkan Pemerintah kepada Gubernur sesuai peraturan perundang-undangan. Penelitian ini menggunakan metode hukum sosiologis dengan melalui wawancara, kuesioner,studi kepustakaan, dengan analisis data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Riau telah menjalankan tugas pengawasan sesuai amanat Peraturan Gubernur. Namun, efektivitas pengawasan masih terhambat oleh kendala seperti keterbatasan sumber daya manusia, minimnya anggaran, serta luasnya wilayah kerja. Kata Kunci: Implementasi, Dinas Koperasi, Pengawasan
Regulation on the Position of the State Civil Apparatus in the General Sorting of Indonesia Separen; Muhammad Zulhidayat; Sri Endang Kornita
Melayunesia Law Vol. 7 No. 2 (2023): Melayunesia Law
Publisher : Magister Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30652/tw88fy72

Abstract

This study examines the regulation of the position of the State Civil Apparatus (ASN) in the context of General Elections (Pemilu) in Indonesia. This research uses normative juridical method with qualitative descriptive analysis approach. Regulations on the position of civil servants are very clearly regulated in the legislation on how to regulate civil servants to be more optimal in supporting government activities to benefit the community as much as possible and be fair and always maintain neutrality in elections. Based on the results of the study, there are several regulations governing the position of civil servants in elections in Indonesia, namely the 1945 Constitution, the Civil Service Law, the Election Law, the Corps Life Government Regulation and the Civil Servant Code of Ethics, the Government Regulation on Civil Servant Discipline, and the Circular Letter of the Chairman of KASN concerning the Neutrality of Civil Servants.