Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Analisis Problematika Pembelajaran Sejarah Di SMA Negeri 1 Suwawa Pitrianti Tambio; Resmiyati Yunus; Irvan Tasnur
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.13269

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh implementasi pembelajaran sejarah di SMA Negeri 1 Suwawa yang menuntut pembelajaran berpusat pada peserta didik, namun dalam pelaksanaannya masih ditemukan berbagai problematika yang dihadapi guru dan siswa sehingga mempengaruhi keefektifan proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pembelajaran sejarah, mengidentifikasi problematika yang dihadapi guru dan siswa dalam pembelajaran sejarah, serta menganalisis usaha yang dilakukan untuk mengatasi problematika pembelajaran sejarah di SMA Negeri 1 Suwawa. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan jenis studi kasus, menggunakan sumber data primer dan sekunder yang diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran sejarah di SMA Negeri 1 Suwawa telah berjalan dengan baik melalui penyusunan modul terbuka, penerapan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, serta penggunaan metode dan media pembelajaran yang bervariasi. Guru masih menghadapi berbagai permasalahan, antara lain kesulitan dalam penyusunan modul ajar, pengelolaan kelas, penerapan pembelajaran diferensiasi, pemilihan metode pembelajaran, pelaksanaan asesmen, pemanfaatan teknologi, serta keterbatasan sarana dan prasarana maupun waktu refleksi, sedangkan siswa mengalami kesulitan memahami materi, keterbatasan waktu menyelesaikan tugas, beban tugas, dan kurang konsisten dalam mengikuti pembelajaran. Berbagai permasalahan tersebut diatasi melalui pelatihan dan workshop, penyederhanaan modul terbuka, optimalisasi sarana dan prasarana, penggunaan metode dan media pembelajaran yang bervariasi, peningkatan kerja sama dan keaktifan siswa, pemanfaatan internet sebagai sumber belajar, serta pelaksanaan refleksi pembelajaran.