Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Dampak Angkutan Jalan Perintis Terhadap Mobilitas Masyarakat Perdesaan: Sebuah Studi Deskriptif Putra, Angga; Dewanti, Dewanti; Suprama, Latif Budi
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 34 No. 1 (2022): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v34i1.2093

Abstract

Angkutan perintis merupakan program pelayanan angkutan jalan untuk wilayah terisolasi dan tidak memiliki ketersediaan angkutan umum. Salah satu trayek angkutan jalan perintis di Provinsi Banten adalah trayek Serang-Sumur (143 km) yang menghubungkan Ibu Kota Provinsi Banten yaitu Kota Serang dengan wilayah paling barat Pulau Jawa yaitu Kecamatan Sumur. Angkutan jalan perintis trayek Serang-Sumur sudah beroperasi selama lima tahun (2017 - 2021), namun dampaknya terhadap mobilitas masyarakat belum diketahui. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian untuk mengidentifikasi perkembangan produksi dan layanan yang telah tersedia, dan pengaruh layanan angkutan jalan perintis terhadap mobilitas masyarakat. Untuk mendukung penelitian ini, dilakukan pengumpulan data sekunder berupa data sarana prasarana yang telah tersedia dan produksi angkutan jalan perintis (load factor) dari tahun 2017-2021. Selanjutnya, data primer dikumpulkan dengan bantuan kuisioner kepada 200 penumpang. Metode analisis yang digunakan adalah metode statistik deskriptif serta metode analisis regresi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kehadiran angkutan jalan perintis yang melayani trayek Serang-Sumur sangat memengaruhi mobilitas masyarakat di Kecamatan Sumur. Dengan adanya angkutan jalan perintis tersebut, frekuensi perjalanan masyarakat meningkat sebesar 36,38%, jarak tempuh perjalanan masyarakat meningkat sebesar 18,47%, dan kemudahan perjalanan masyarakat meningkat sebesar 46,07%. Selain itu, dengan menggunakan angkutan jalan perintis tersebut, biaya perjalanan dapat dikurangi sebesar 48,45% atau bernilai 1,94 kali lebih hemat daripada menggunakan moda lain.  
Analisis Kebutuhan Layanan dan Fasilitas Eksisting Transportasi Ramah Lingkungan Dengan Kebutuhan Perjalanan (Studi Kasus: Pegawai di Lingkungan Pemerintah Kota Tanjungpinang) Hayuningtyas, Rachmania; Irawan, Muhammad Zudhy; Dewanti, Dewanti
Jurnal Ilmiah Rekayasa Sipil Vol 20 No 1 (2023): April 2023
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Masyarakat (P3M), Politeknik Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30630/jirs.v20i1.984

Abstract

State employees of Tanjungpinang consists of 4,303 people whose origins and destinations are spread throughout the city. This is the reason for the high travel demand where private vehicles are still superior to the other modes of choice. This adds to problems in environmental aspects, especially the contributors to air pollution and noise on the road. This study uses a quantitative method with descriptive analysis and spatial analysis. Descriptive analysis is used to identify existing employee travel characteristics. The graphic display presented in the results of the descriptive analysis aims to make it easier to explain the results of the analysis of the formation of zones, the number of trips in each zone, as well as the focus services and existing facilities. Spatial analysis is used to point to the edge of the location of existing facilities, and the ease of origin and destination of employee travel. The results of the study indicate that the current supply of services and facilities has not been able to accommodate the travel demand of state employees. The supply of transport services and facilities is still lacking because they only serve and available in several sub-districts which are the points of origin and destinations travel for employees. This caused low interest of employees by using green transport whose origin and destination areas are not covered and crossed by services. Therefore, it is necessary to request institutional-based travel demand management to encourage employees to travel using green transport in the form of policies, coordination, and cooperation within the internal scope of the Tanjungpinang city government.
Do Household Characteristics Influence Private Car and Motorcycle Ownership? Evidence from a Case Study in Yogyakarta Urban Area, Indonesia Rachmi, Dewi Prathita; Irawan, Muhammad Zudhy; Dewanti, Dewanti
INERSIA lnformasi dan Ekspose Hasil Riset Teknik Sipil dan Arsitektur Vol. 18 No. 2 (2022): December
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/inersia.v18i2.55411

Abstract

Yogyakarta is listed among the cities with the worst congestion in Indonesia. Besides, the development of Yogyakarta has now expanded to the surrounding area and agglomerated into the Yogyakarta Urban Area (KPY). Private vehicle ownership is closely correlated to the characteristics of households. This study aims to analyze the correlation of the level of private vehicle ownership with the characteristics of households and the correlation of private vehicle ownership towards the responses of households with transportation policies that will be implemented in the future. This study fully used secondary data. The total respondents were 8,810 households, and the research location was the Yogyakarta Urban Area (KPY). The path analysis was employed to find out the causal relation between variables and the contribution between variables in the analysis. The variables used were gender, age, education level of the heads of households, total household income, the number of adult family members (> 17 years old), the number of children (<17 years old), the number of working family members, total motorcycle licenses in a household, total driver's licenses in a household, total motorcycle ownership in a household, total car ownership in a household, and the responses of households to the transportation policies that will be applied. The results of the study show that motorcycle ownership in a household is influenced by gender, age, the level of education of the heads of households, total household income, the number of adult family members, the number of children, the number of working family members, and total motorcycle licenses in a household. Meanwhile, car ownership in a household is influenced by age, total household income, the number of working family members, and total driver's licenses in a household. There is also a correlation between motorcycle and car ownership. Increasing car ownership in a household has a positive correlation with motorcycle ownership. Furthermore, motorcycle ownership has a good significance value and a positive correlation with pedestrianization policies prioritizing public transportation in the Mangkubumi-Malioboro-Kraton area.
Dampak Angkutan Jalan Perintis Terhadap Mobilitas Masyarakat Perdesaan: Sebuah Studi Deskriptif Putra, Angga; Dewanti, Dewanti; Suprama, Latif Budi
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 34 No. 1 (2022): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v34i1.2093

Abstract

Angkutan perintis merupakan program pelayanan angkutan jalan untuk wilayah terisolasi dan tidak memiliki ketersediaan angkutan umum. Salah satu trayek angkutan jalan perintis di Provinsi Banten adalah trayek Serang-Sumur (143 km) yang menghubungkan Ibu Kota Provinsi Banten yaitu Kota Serang dengan wilayah paling barat Pulau Jawa yaitu Kecamatan Sumur. Angkutan jalan perintis trayek Serang-Sumur sudah beroperasi selama lima tahun (2017 - 2021), namun dampaknya terhadap mobilitas masyarakat belum diketahui. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian untuk mengidentifikasi perkembangan produksi dan layanan yang telah tersedia, dan pengaruh layanan angkutan jalan perintis terhadap mobilitas masyarakat. Untuk mendukung penelitian ini, dilakukan pengumpulan data sekunder berupa data sarana prasarana yang telah tersedia dan produksi angkutan jalan perintis (load factor) dari tahun 2017-2021. Selanjutnya, data primer dikumpulkan dengan bantuan kuisioner kepada 200 penumpang. Metode analisis yang digunakan adalah metode statistik deskriptif serta metode analisis regresi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kehadiran angkutan jalan perintis yang melayani trayek Serang-Sumur sangat memengaruhi mobilitas masyarakat di Kecamatan Sumur. Dengan adanya angkutan jalan perintis tersebut, frekuensi perjalanan masyarakat meningkat sebesar 36,38%, jarak tempuh perjalanan masyarakat meningkat sebesar 18,47%, dan kemudahan perjalanan masyarakat meningkat sebesar 46,07%. Selain itu, dengan menggunakan angkutan jalan perintis tersebut, biaya perjalanan dapat dikurangi sebesar 48,45% atau bernilai 1,94 kali lebih hemat daripada menggunakan moda lain.  
Model Probabilitas Pemilihan Moda Transportasi Berbasis Stated Preference: Studi Kasus Candi Borobudur Irwanto, Irwanto; Priyanto, Sigit; Dewanti, Dewanti
Jurnal Transportasi Multimoda Vol 21 No 1 (2023): Juni
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/mtm.v21i1.2303

Abstract

Candi Borobudur yang merupakan warisan budaya UNESCO dijadikan Kawasan destinasi super prioritas yang diharapkan dapat meningkatkan perekonomian. Pada saat ini kunjungan wisatawan Candi Borobudur mencapai sekitar 2 juta wisatawan baik wisatawan domestik maupun wisatawan asing. Karakteristik pengunjung yang berbeda – beda berpengaruh dalam pemilihan moda transportasi yang digunakan untuk menuju kawasan Candi Borobudur. Pada penelitian ini bertujuan untuk mencari model probabilitas pemilihan moda transportasi untuk menuju Candi Borobudur. Penelitian ini menggunakan metode stated preference dan pemodelan menggunakan model logit.Dari hasil penelitian didapatkan dari atribut yang digunakan yaitu atribut biaya, waktu tempuh, kenyamanan dan keselamatan berpengaruh signifikan terhadap pemilihan moda dengan R2 diatas 0,95. Jika terjadi perubahan pada keempat atribut yang digunakan yaitu biaya, waktu tempuh, kenyamanan dan keselamatan maka akan berpengaruh pada probabilitas pemilihan moda yang akan digunakan.