Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Pengaruh Negatif Gadget Terhadap Anak Dibawah Umur Di SD Negeri 66 Kota Bengkulu Weti; Fatsiwi Nunik Andari; Liza Fitri Lina
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 4 No. 7 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jpkmmc.v4i7.1802

Abstract

Di era globalisasi saat ini, tentunya sangat mudah bagi kita untuk mencari informasi atau berkomunikasi satu sama lain menggunakan gadget. Karena kita memiliki gadget, kita lebih mudah untuk berinteraksi meski dalam jarak jauh, baik dengan saudara maupun teman. Hampir semua kalangan memilikinya baik dari anak-anak maupun orang dewasa. Namun, gadget saat ini berdampak buruk, terutama bagi anak-anak. Dampak negatif dari penggunaan gadget adalah anak cenderung individualistis, sulit bergaul dan ketika kecanduan akan sangat sulit dikendalikan yang pada akhirnya otak anak sulit berkembang karena terlalu sering bermain game. Oleh karena itu, peran orang tua sangat penting dalam memberikan dan mengawasi penggunaan gadget pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan mengetahui dampak penggunaan gadget pada anak; memahami faktor-faktor yang mendukung dan menghambat orang tua dalam mengatasi perilaku anak dalam menggunakan gadget; dan Mengetahui dan memahami peran orang tua terhadap anaknya dalam penggunaan gadget. Data yang terdapat dalam penelitian ini diperoleh dengan tiga cara, yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif kualitatif, yaitu proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari wawancara, catatan lapangan, dan bahan lainnya sehingga mudah dipahami dan tentunya dapat diinformasikan kepada orang lain.
PENGARUH TERAPI BEHAVIORAL TERHADAP INKONTINENSIA URIN PADA LANSIA DI PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA Arsihak, Muhammad; Lina, Liza Fitri
Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan Vol 19, No 2 (2023): JURNAL ILMIAH KESEHATAN KEPERAWATAN
Publisher : LPPM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH GOMBONG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26753/jikk.v19i2.1241

Abstract

The aging process will occur with age so that it has an impact on aspects of life, both social, economic and health. Aging causes health problems in the elderly with physiological changes in organ systems due to degenerative processes and a decrease in the immune system that occurs in old age. Health problems that often arise such as: intellectual decline / dementia, depression, decreased endurance, sleep disturbances and urinary incontinence. Urinary incontinence is a decrease in the resistance of the striated muscles in the urethra causing neurological dysfunction which causes loss of control over urination. The purpose of this study was to determine the effect of behavioral therapy on urinary incontinence in the elderly at Tresna Werdha Social Institution, Bengkulu City. This type of quantitative research with Quasi Experiment method with one group pretest posttest design. The results showed that urinary incontinence before behavioral therapy intervention was 4.87 with SD = 0.915, while the average frequency distribution of urinary incontinence after behavioral therapy intervention was 6.80 with SD = 0.561. The conclusion is that there is a significant effect between before and after behavioral therapy on urinary incontinence in the elderly at Tresna Werdha Social Institutions in Bengkulu City with a p-value of 0.001 <0.005. Suggestions for future researchers can research interventions with behavioral therapy with relaxation techniques that can reduce urinary incontinence.
Training for Posyandu Cadres to Support the Stunting Prevention Program: Pelatihan Kader Posyandu Guna Mendukung Program Pencegahan Stunting Liza Fitri Lina; Ferasinta; Nopiawati
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 9 No. 3 (2025): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/dinamisia.v9i3.22741

Abstract

Stunting is a condition in which the body experiences a nutritional deficit over a prolonged period of time, resulting in a gangguan pertumbuhan, or a tinggi badan that is more severe than normal for humans. The main causes of stunting include inadequate nutrition and other health issues that arise during the first 1000 days of life. The more the government's stunting program is implemented, the more stunting occurs in the balita and the more prominent the dampak, the more urgent it is to conduct a konkrit. This aims to increase the knowledge and understanding of posyandu cadres about screening for stunting and the importance of stunting prevention. Education is provided to popsyandu cadres about the meaning of stunting, the causes and consequences of stunting, the impact of stunting, handling stunting, stunting screening, the role of cadres, targets, contraception progestin pills to support stunting. This service activity is carried out using lecture methods and stunting screening simulations. The lecture method to provide an explanation of stunting and simulation explains how stunting screening is carried out. The activity went smoothly and the participants understood and received the education and simulation very well, the cadres' understanding of the information provided reached 95% Good. proven by enthusiasm and answering questions correctly and practicing stunting screening correctly
PENERAPAN MOVEMENT THERAPY SEBAGAI USAHA MENURUNKAN KEJADIAN DEPRESI TERHADAP LANJUT USIA DI BALAI PELAYANAN DAN PENYANTUNAN LANJUT USIA (BPPLU) PAGAR DEWA PROVINSI BENGKULU Wahyu, Haifa; Lina, Liza Fitri; Patrisia, Novliza Eka
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Rafflesia Vol. 2 No. 2 (2019): Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Raflesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu masalah kesehatan jiwa yang dapat terjadi pada lansia adalah depresi. Depresi dapat menyebabkan penurunan kualitas hidup lansia dimana keseimbangan antara kekuatan dan kemampuannya terganggu. Merujuk pada kondisi lansia di BPPLU Bengkulu, dimana masih terdapat lansia yang mengalami depresi, maka dilaksanakanlah kegiatan Pengabdian Masyarakat yaitu “Movement Therapy”. Kegiatan ini bertujuan mengurangi depresi pada lansia sehingga lansia mampu menghindari akibat lanjut dari depresi seperti gejala psikologik dan somatik.  Gejala psikologik antara lain menjadi pendiam, sedih, pesimistik, putus asa, kurang bergaul dan tidak dapat mengambil keputusan. Gejala somatik antara lain apatis, bicara lemah, gerak-geriknya pelan, kelihatan tidak senang, insomnia, dan konstipasi.  Movement therapy dilaksanakan selama empat pekan, setiap dua kali sepekan. Kegiatan ini dihadiri oleh 40 orang yang menjadi perwakilan seluruh warga BPPLU.Hasil dari pengabdian masyarakat ini yaitu terdapat perbaikan kondisi depresi pada lansia. Perbaikan yang terjadi pada para lansia ini tidak hanya dipengaruhi Movement Therapy yang diberikan saja tetapi ada faktor lain seperti dukungan sosial dari pegawai BPPLU, petugas kesehatan BPPLU,  kegiatan rutin yang diadakan oleh Puskesmas. Hal-hal tersebut memberikan kontribusi terhadap perbaikan tingkat depresi pada lansia. Rencana tindak lanjut sebagai saran kepada pihak BPPLU adalah melaksanakan movement therapy secara rutin kepada para lansia agar dapat terhindar dari bahaya depresi.Kata Kunci : Lansia, Depresi, Movement Therapy