Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Korelasi Penerapan Nilai-Nilai Pancasila dan Sikap Gotong Royong di Sekolah Dasar Rr. Sherly Dwi Lestari; Akhwani Akhwani; M. Sukron Djazilan; Pance Mariati
Journal on Education Vol 6 No 2 (2024): Journal on Education: Volume 6 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v6i2.5037

Abstract

This study aims to analyze the correlation between the application of Pancasila values and mutual cooperation among students at SDN Balas Klumprik 1 Surabaya. The subjects of this research were class IV students, totaling 83 students. This type of research uses quantitative descriptive using the correlation method. Data collection techniques using a questionnaire. The data were processed by researchers using the SPSS program. The data analysis used is pearson product moment correlation analysis. By testing the hypothesis t test, it can be concluded from the results of the research that the t count is 5.206 while the t table is 1.98969. The results of the study show that there is a significant correlation between the application of Pancasila values and mutual cooperation. The results obtained in the Pearson product moment correlation test were 0.466 which could be interpreted as being in the low or sufficient category. The form of the correlation is positive correlation, which means that the higher the application of Pancasila values, the higher the attitude of mutual cooperation.
Why AI is Essential for the Future of Islamic Education: A Call for Ethical and Effective Implementation M. Sukron Djazilan; Afib Rulyansah; Jauharotur Rihlah
EDUKASIA: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 2 (2024): Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62775/edukasia.v5i2.1373

Abstract

The integration of Artificial Intelligence (AI) in Islamic-based elementary schools presents both opportunities and challenges in balancing hard skills and soft skills while preserving Islamic educational values. This qualitative case study explores how AI supports religious education, ethical development, and STEM learning in two Islamic schools in Gresik, East Java. Using semi-structured interviews, classroom observations, and document analysis, the study examines the impact of AI on teacher-student interactions, personalized learning, and character formation. The findings indicate that AI enhances Quranic learning, ethical discussions, and academic proficiency by providing adaptive feedback, interactive learning tools, and automated assessments. However, while AI improves hard skills development, it requires additional pedagogical strategies to cultivate soft skills such as ethical reasoning, leadership, and communication. Educators emphasized that AI must complement rather than replace traditional teacher-led instruction to maintain the spiritual and moral aspects of Islamic education. Despite its benefits, AI implementation in Islamic schools faces several challenges, including technological infrastructure limitations, teacher readiness, and ethical concerns related to AI alignment with Islamic principles. The study highlights the importance of contextual AI customization, comprehensive teacher training, and ethical AI governance to ensure effective and culturally appropriate AI adoption. This study contributes to the growing discourse on AI in religious education and offers policy recommendations for integrating AI into Islamic curricula while maintaining the integrity of faith-based education. Future research should explore long-term impacts of AI on moral education, cross-cultural AI adoption, and strategies for ethical AI governance in faith-based learning environments.
Minat Peserta Didik Melanjutkan Pendidikan ke Perguruan Tinggi Ditinjau dari Status Ekonomi Orang Tua dan Motivasi Diri Eli Masnawati; Umroh Umroh; Yahya Ulumuddin; Rafadi Khan Khayru; Muhammad Sukron Djazilan
Jurnal Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 2 (2022): Jurnal Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (NALA)
Publisher : Jurnal Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan berperan penting bagi setiap insan untuk menjalani dan meraih masa depan agar kesejahteraan dalam menjalani hidup dapat dirasakan. Pendidikan di perguruan tinggi memiliki tujuan untuk dapat menciptakan seseorang dengan kemampuan akademik yang baik dan dapat bekerja dengan professional agar mampu menciptakan, mengembangkan serta menerapkan IPTEK. Permasalahan saat ini, tidak semua peserta didik memiliki minat untuk meneruskan pendidikan pada perguruan tinggi. Berbagai faktor yang mendasari minat dari peserta didik agar meneruskan pendidikan di perguruan tinggi. Fenomena ini mendorong peneliti melakukan penelitian yang memiliki tujuan untuk mengetahui dan menganalisis minat yang ada pada diri peserta didik untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi yang dilihat berdasarkan status ekonomi orang tua serta motivasi diri. Salah satu sekolah swasta yang ada di Surabaya menjadi tempat penelitian kuantitatif ini. Populasi penelitian merupakan seluruh peserta didik dan dipilih 33 peserta didik sebagai sampel yang ditentukan dengan random sampling. Selanjutnya seluruh data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan regresi linear berganda. Berdasarkan hasil analisis data yang dilakukan, telah terbukti bahwa minat dari peserta didik agar melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi dipengaruhi oleh status ekonomi orang tua. Selanjutnya diketahui bahwa motivasi diri memengaruhi minat peserta didik untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Penelitian juga menunjukkan bahwa status ekonomi orang tua dan motivasi diri memiliki pengaruh secara bersama untuk menentukan minat peserta didik agar melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi.
Peningkatan Karakter Religius dan Literasi Finansial di Pondok Pesantren An Nahdhoh Malaysia [Enhancing Religious Character and Financial Literacy at An Nahdhoh Islamic Boarding School, Malaysia] M. Sukron Djazilan; Nafiah Nafiah; Pance Mariati; Luluk Khoiriyah
Indonesia Berdaya Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20261306

Abstract

This community service initiative was carried out at An Nahdhoh Islamic Boarding School in Malaysia with the main objective of strengthening students’ religious character and financial literacy. The purposes of this program are: (1) to reinforce religious character at An Nahdhoh Islamic Boarding School, Malaysia, and (2) to provide financial literacy counseling for the students of An Nahdhoh, Malaysia. The activities were implemented by delivering education on character building and financial literacy to the students. The program employed educational and participatory approaches, including religious lectures, group discussions, financial management simulations, and personal mentoring. The implementation process began with a needs assessment, followed by the execution of community service activities, evaluation of the activities, and follow‑up actions. The results show a significant improvement. Pretest and posttest assessments indicate that both religious character and financial literacy increased from a “good” level (score 3 out of 4) to a “very good” level (score 4 out of 4). Qualitatively, positive behavioral changes were clearly observed. The students understood what was conveyed by the community service team during the educational sessions on religious character building and financial literacy. It is recommended that a financial literacy handbook for students be developed for future programs so that it can be applied in daily life at the boarding school, enabling students to become proficient in managing their finances. Abstrak. Inisiatif pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Pondok Pesantren An Nahdhoh, Malaysia, dengan tujuan utama meningkatkan karakter religius dan literasi keuangan siswa. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah 1) untuk memberikan penguatan karakter relegius di pondok pesantren An Nahdhoh Malaysia, 2) untuk memberikan penyuluhan literasi finansial santri An Nahdhoh Malaysia. Metode kegiatan ini dilakukan dengan meberikan edukasi tentang pendidikan karakter dan literasi finansial santri An Nahdhoh Malaysia. Program ini menggunakan pendekatan edukatif dan partisipatif, meliputi ceramah agama, diskusi kelompok, simulasi manajemen keuangan, serta pendampingan personal. Proses pelaksanaan dimulai dengan asesmen kebutuhan, pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat dan evalasi kegiatan pengabdian masyarakat serta tindak lanjut kegiatan. Berdasarkan hasil menunjukkan peningkatan signifikan. Penilaian pretest dan posttest memperlihatkan bahwa baik karakter religius maupun literasi keuangan meningkat dari tingkat “baik” (skor 3 dari 4) menjadi “sangat baik” (skor 4 dari 4). Secara kualitatif, perubahan perilaku positif tampak jelas. Santri memahami apa yang telah di sampaikan oleh tim pengabdian masyarakat saat kegiatan edukasi pendidika karakter relegis dan literasi finansial. Rekomendasi untuk kegiatan selanjutnya perlu dibuatkan buku untuk literasi finansial santri agar bisa diterapkan dalam kehidupan di pondok pesantren sehingga santri cakap dalam mengelola keuangan.
PERAN GURU DALAM MEMBENTUK KARAKTER DISIPLIN MELALUI PEMBIASAAN MENGATUR WAKTU PADA SISWA KELAS V SDN X GRESIK Nadhia Imtihani Zahroty; M. Sukron Djazilan; Afib Rulyansah
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 1 (2026): Vol. 6 No. 1 Edisi Februari 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i1.3959

Abstract

Pendidikan karakter, khususnya disiplin, menjadi isu sentral dalam dunia pendidikan saat ini, mengingat pentingnya nilai-nilai karakter untuk menghasilkan individu yang berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru dalam membentuk karakter disiplin siswa melalui pembiasaan mengatur waktu pada siswa kelas V SDN X Gresik, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam membentuk karakter disiplin siswa kelas V SDN X Gresik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara. Hasil penelitian menunjukkan (1) peran guru dalam membentuk karakter disiplin melalui pembiasaan mengatur waktu meliputi, guru berperan sebagai pendidik, pengajar, evaluator, dan teladan. (2) faktor pendukung dalam membentuk karakter disiplin meliputi, lingkungan sekolah yang kondusif, keteladanan perilaku guru, adanya keterlibatan orang tua dan guru, dan kesadaran diri siswa. Selanjutnya faktor penghambat dalam membentuk karakter disiplin meliputi, minimnya peran orang tua, pengaruh pergaulan teman, kurangnya kesadaran siswa, dan pemanfaatan teknologi yang kurang baik. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan konstribusi bagi pengembangan pendidikan karakter di tingkat dasar, khususnya dalam membentuk pembiasaan disiplin waktu yang berkelanjutan.
ASWAJA Education as an Alternative Healing Drug Addiction Muhammad Afwan Romdloni; Yauwan Tobing Lukiyono; Muhammad Sukron Djazilan; Akhwani
Journal of Islamic Civilization Vol 6 No 2 (2024): Journal of Islamic Civilization
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/jic.v6i2.6111

Abstract

The purpose of this article is to explore the potential interconnections between spirituality, health, and recovery through Islamic spiritual approaches that can help overcome inner urges in drug-dependent patients. An Islamic approach, particularly ASWAJA, can play a significant role in shaping a person's behavior and attitude, especially by promoting the attitudes and behaviors exemplified by the Prophet Muhammad and his role models. This can foster the development of positive character traits that the individual may not have previously possessed. This research employs a qualitative method with a phenomenological approach, featuring descriptive-analytical data presentation. To provide a comprehensive analysis, the study applies Islamic psycho-spiritual theory using an interpretive approach to explain and describe phenomena as expressed by participants. The consistent practice of ASWAJA by these drug-dependent individuals has demonstrated positive effects, particularly in their daily behavior, whether in social interactions within the community or in their worship of Allah SWT. Therefore, the ASWAJA approach shows potential as a method that can be further developed to address the challenges faced by dependent patients. Contextualizing the healing process with a spiritual approach offers an alternative treatment alongside medical interventions for drug-dependent individuals.
Pelaksanaan Program Adiwiyata: Respon Siswa Dan Dampaknya Terhadap Sikap Cinta Lingkungan Menurut Persepsi Guru Tiffany Dewi Fitriana; Muslimin Ibrahim; M. Sukron Djazilan; Agus Wahyudi
Jurnal DIDIKA: Wahana Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 12 No. 1 (2026): JURNAL DIDIKA : WAHANA ILMIAH PENDIDIKAN DASAR
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan untuk meningkatkan kesadaran lingkungan siswa di SDN Ketintang IV/421 Surabaya melalui Program Adiwiyata. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan Program Adiwiyata serta mengevaluasi respon siswa dan dampaknya terhadap sikap cinta lingkungan menurut persepsi guru. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif dengan metode observasional. Subjek penelitian ini adalah 47 siswa dan 9 guru. Data dikumpulkan melalui angket yang diisi oleh siswa serta wawancara dengan guru. Analisis data dilakukan dengan menghitung persentase dan teknik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Program Adiwiyata terlaksana dengan baik, dengan 100% keterlaksanaan pada semua aspek. Respon siswa menunjukkan hasil yang positif, di mana 76,60% siswa setuju untuk mengurangi penggunaan kantong plastik dan 63,83% siswa menyatakan suka belajar tentang lingkungan. Selain itu, persepsi guru menunjukkan bahwa 77,78% guru aktif mendukung program ini. Dengan demikian, Program Adiwiyata terbukti efektif dalam meningkatkan sikap cinta lingkungan di kalangan siswa SDN Ketintang IV/421 Surabaya, meskipun tantangan penggunaan plastik masih perlu diatasi.
Strengthening Aswaja An-Nahdliyah to Anticipate Radicalism for Islamic Education Teacher Candidates Saiful Jazil; Muhammad Fahmi; Wiwin Luqna Hunaida; Fathur Rohman; M. Sukron Djazilan; Senata Adi Prasetia; Muh. Sholihuddin; Ali Mas'ud
EDUKASIA Vol 18, No 1 (2023): EDUKASIA
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/edukasia.v18i1.24595

Abstract

This article examined the strengthening of Aswaja An-Nahdliyah’s understanding as an effort to anticipate radicalism for Islamic education teacher candidates at the Faculty of Tarbiyah, Sunan Ampel State Islamic University Surabaya. The type of this article was qualitative with a Participatory Action Research approach and the method of extracting initial condition data and coaching related to Aswaja An-Nahdliyah material as an effort to anticipate radicalism for Islamic education teacher candidates in the fifth semester of the Academic Year 2021-2022. The results demonstrated that strengthening Aswaja An-Nahdliyah provides an understanding of the map of radical groups and movements; Aswaja An-Nahdliyah teachings and attitudes teach religious moderation as a basis for anticipating and avoiding radicalism teachings and attitudes; Aswaja An-Nahdliyah’s teachings are full of religious tolerance, which helps to block radicalism. This issue is very important considering that even though Sunan Ampel State Islamic University Surabaya, as an Islamic university, is not free from radical infiltration, strengthening Aswaja is necessary to anticipate this, especially for Islamic education teacher candidates.