Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Improvement of Asri Jewelry Production Capacity During Covid-19 Pandemic Ida Ayu Nyoman Yuliastuti; Putu Kepramareni; Anak Agung Putu Wiwik Sugiantari; I Ketut Sudipta Giri
Journal of The Community Development in Asia Vol 3, No 3 (2020): September 2020
Publisher : AIBPM Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32535/jcda.v3i3.886

Abstract

This study aims to determine strategies for increasing Asri Jewelry production capacity by continuing to apply health protocols during the Covid-19 pandemic. They are socialization, procurement of hand sanitizers, simple handwashing stations, masks, hand gloves, building materials, assistance in repairs, and expansion as well as arrangement of production sites. The study finds that increased workers' awareness of using masks, and hand gloves, a more comfortable workplace, and more structured flow of production activities. This implies that workers' health and safety are fully guaranteed. The improvements of the production site provide workers the comfortability bringing an increase of the total production capacity of Asri Jewelry.
PERENCANAAN TEBAL PERKERASAN LENTUR BERDASARKAN METODE MANUAL DESAIN PERKERASAN JALAN TAHUN 2024 : (Studi Kasus: Ruas Jalan Sp. Kerobokan – Munggu – Tanah Lot) I Ketut Sudipta Giri; I Gusti Agung Gde Suryadarmawan; I Gede Eka Pramanda
Jurnal Ilmiah Kurva Teknik Vol. 15 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Kurva Teknik
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/jikt.v15i1.14029

Abstract

Ruas Jalan Sp. Kerobokan – Munggu – Tanah Lot merupakan salah satu jaringan jalan provinsi yang memiliki fungsi strategis dalam menunjang mobilitas masyarakat serta mendukung pertumbuhan sektor ekonomi dan pariwisata di Bali. Tingginya pertumbuhan volume kendaraan yang tidak diimbangi dengan kualitas struktur perkerasan yang memadai mengakibatkan terjadinya penurunan kondisi jalan, baik secara fungsional maupun struktural. Permasalahan tersebut menuntut adanya perencanaan ulang tebal perkerasan yang mampu mengakomodasi beban lalu lintas hingga akhir umur rencana. Penelitian ini bertujuan untuk merancang struktur perkerasan lentur berdasarkan ketentuan Manual Desain Perkerasan Jalan (MDP) Tahun 2024. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kuantitatif melalui studi kasus dengan memanfaatkan data lalu lintas harian rata-rata (LHR), tingkat pertumbuhan kendaraan, umur rencana 20 tahun, serta nilai daya dukung tanah dasar yang diperoleh dari pengujian Dynamic Cone Penetrometer (DCP). Data tersebut dianalisis untuk menentukan nilai Cumulative Equivalent Standard Axle (CESA) sebagai dasar penetapan tipe dan ketebalan setiap lapisan perkerasan. Hasil analisis menunjukkan bahwa struktur perkerasan yang direkomendasikan terdiri atas lapisan AC-WC setebal 4 cm, AC-BC 7,5–8 cm, agregat kelas A 20 cm, agregat kelas B 15 cm, agregat kelas C 20 cm, serta timbunan pilihan 40 cm. Struktur tersebut dinilai mampu memberikan kinerja pelayanan yang optimal dan memenuhi persyaratan teknis sesuai pedoman MDP 2024 selama periode rencana yang ditetapkan.
ANALISIS BIAYA OPERASIONAL BUS TRANS METRO DEWATA TRAYEK TERMINAL UBUNG - BANDARA NGURAH RAI I Ketut Sudipta Giri; I Wayan Gede Darma Yoga; I Gusti Agung Gde Suryadarmawan; I Made Bayu Satria Mahendra
Jurnal Ilmiah Teknik Universitas Mahasaraswati Denpasar (JITUMAS) Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Teknik UNMAS Denpasar
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/jitumas.v5i2.12828

Abstract

Keberlanjutan layanan transportasi publik perkotaan seperti Trans Metro Dewata (TMD) sangat bergantung pada pemahaman biaya operasional yang akurat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Biaya Operasional Kendaraan (BOK) Bus TMD pada koridor 2B (Terminal Ubung – Bandara Ngurah Rai). Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif berdasarkan standar analisis BOK dari Departemen Perhubungan, yang diaplikasikan pada data sekunder terkait rincian komponen biaya. Hasil analisis menunjukkan total BOK per kendaraan mencapai Rp 802.480.379,46 per tahun. Nilai ini teridentifikasi terdiri dari dua komponen utama: biaya tetap (fixed cost) sebesar Rp 592.090.379,46 per tahun dan biaya tidak tetap (variable cost) sebesar Rp 210.390.000 per tahun. Temuan ini memberikan data dasar yang esensial bagi operator dan pemerintah dalam merumuskan kebijakan tarif, perencanaan alokasi subsidi, dan evaluasi efisiensi operasional koridor.