Claim Missing Document
Check
Articles

STUDI INDEKS KELIMPAHAN (Di), INDEKS KEMERATAAN (E) DAN INDEKS DOMINANSI (D) ECHINODERMATA DI PERAIRAN WAIBALUN, KABUPATEN FLORES TIMUR Maria Yohanista; Maria Imaculata Rume; Margaretha Helkrisdianti Dua Nela
AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Vol 5, No 02 (2023): AQUANIPA, Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan
Publisher : Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi jenis-jenis dan untuk mengetahuai indeks Kelimpahan (Di), Indeks Kemerataan (E) dan Indeks Dominansi (D) Echinodermata di Perairan Waibalun, Kabupaten Flores Timur. Penelitian dilaksanakan mulai tanggal 14 Agustus 2019 sampai 14 September 2019. Lokasi penelitian bertempat di Wilayah Perairan Pantai Kelurahan Waibalun, Kabupaten Flores Timur. Metode yang digunakan adalah Metode observasi (pengamatan langsung) sedangkan untuk mengetahui jenis dan kondisi Echinodermata menggunakan Metode Transek Kuadrat pada 2 stasiun yaitu substrat berbatu pasir (I) dan substrat berbatu sedikit berlumpur (II). Analisis data yang digunakan meliputi Di menggunakan rumus Rahma & Fitriana (2006), nilai E menggunakan rumus Pielou (1966) disitasi Odum (1993) dan nilai D menggunakan rumus Simpson dari Odum (1996) disitasi Fachrul (2012). Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai Di sebesar 3,02 Individu/m², nilai E sebesar 0,560 termasuk kategori penyebaran jenis lebih merata (0,61 – 0,80) sedangkan nilai D sebesar 0,955 artinya tergolong kategori sedang dimana berdasarkan kriteria indeks dominasi Shannon – Wienner yakni C mendekati 1 berarti terdapat spesies yang mendominasi spesies lain
PEMBERDAYAAN MITRA DENGAN PENDAMPINGAN VAKSINASI ND LASOTA-2 UNTUK AYAM PETELUR DAN ND LASOTA-1 UNTUK DOC AYAM PEDAGING DI KELURAHAN WAILITI Paulus Oktavianus Pyo; Arkadius Suban Keray; Maria Yohanista; Sarlina Noni; MariaAntoniaYersiDuaBura; Diana Genista Siga; Matheus Mbele Dede
BUDIMAS : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2026): BUDIMAS : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : LPPM ITB AAS Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/budimas.v8i1.19284

Abstract

This livestock business faces various challenges, including infectious diseases such as Newcastle Disease (ND), which causes mass mortality, decreased egg production, and suboptimal growth. Vaccination is often not carried out optimally in small-scale farms due to a lack of knowledge about the schedule and techniques of vaccination, limited access to vaccines, and minimal assistance. The purpose of this community service activity is to assist Partner Farmers in implementing vaccinations that can be carried out appropriately in terms of timing, dosage, and technique, as well as applying good maintenance and biosecurity management, thereby improving the sustainability of smallholder farming in a safe, efficient, and productive manner, and contributing to improving food security and the economic welfare of the local community. This community service activity was carried out using a participatory and community empowerment approach. The stages of the activity were survey and problem identification, socialization and technical education, training and vaccination assistance, and implementation of vaccination at partner farms. The results of the community service activity on surveys and problem identification found that the profile of partner farmers was smallholder farmers with medium-scale businesses. Basic knowledge of livestock health management varied, and farmers had a poor understanding of the appropriate vaccination schedule. The laying hen and broiler chicken coops owned by partners are semi-open, with adequate ventilation but suboptimal sanitation. The health status of the partners' livestock shows a history of respiratory disease in chickens in the last 6 months, which is suspected to be related to ND disease, and there are no systematic livestock health records among farmers. The results of the ND vaccination socialization and education program covered the importance of ND prevention, agreement on the LaSota-2 ND vaccination schedule for laying hens, LaSota-1 ND vaccination for broiler chicks, eye drop vaccination techniques, and coop biosecurity standards. The results of the assistance and implementation of vaccination were carried out over 2 days, namely checking health conditions before vaccination, preparing vaccines and solvents, administering ND vaccines to 16-week-old laying hens using the LaSota-2 ND vaccine at a dose of 0.5 ml/head, using the intramuscular injection method in the thigh (injection), 6-day-old broiler chicks using the LaSota-1 ND vaccine at a dose of 0.25 ml/bird, and the eye drop method. A total of 9,000 chickens were vaccinated, consisting of 5,500 laying hens and 3,500 broiler chicks. Keywords: Partner; vaccination; Wailiti; Newcastle Disease; Broiler Chicken; Laying Chicken
Penggunaan Pakan Ampas Tahu yang Difermentasi dengan Ragi Tape Untuk Meningkatkan Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup Benih Ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus) Maria Yohanista
AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Vol 1 No 1 (2019): AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan
Publisher : Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pakan merupakan faktor utama yang perlu diperhatikan untuk pertumbuhan Ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus). Proses fermentasi akan menyederhanakan partikel bahan pakan, sehingga akan meningkatkan nilai gizinya. Bahan pakan yang telah mengalami fermentasi akan lebih baik kualitasnya dari bahan bakunya. Fermentasi ampas tahu dengan ragi akan mengubah protein menjadi asam-asam amino, dan secara tidak langsung akan menurunkan kadar serat kasar ampas tahu. Metode yang digunakan adalah Metode Eksperimen. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), yaitu terdiri dari 3 perlakuan 3 ulangan yakni perlakuan pemberian pakan ampas tahu yang difermentasi dengan ragi tape 1%, pakan ampas tahu yang difermentasi dengan ragi tape 3%, pakan ampas tahu yang difermentasi dengan ragi tape 5%. Hasil perhitungan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap dan Analisis Sidik Ragam (ANOVA), diperoleh dari F hitung < F tabel (0,05) yakni 0,29 < 5,14. Ini menunjukan bahwa tidak berbeda nyata atau sama, maka tidak dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Ho diterima, karena hasil penelitian manunjukan bahwa tidak adanya perbedaan penggunaan ampas tahu yang difermentasi menggunakan ragi tape terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup Ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus). Kelangsungan hidup benih ikan lele dumbo selama penelitian adalah 97,78% pada semua perlakuan. Kualitas air selama penelitian masih dalam kisaran yang layak untuk pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan lele dumbo (Clarias gariepinus).
Kajian Tentang Penyebaran Mangrove Dalam Penetapan Jalur Hujau (Green belt) Di Wilayah Pesisir Desa Nangahale Kecamatan Talibura dan Desa Reroroja Kecamatan Magepanda Kabupaten Sikka Privinsi Nusa Tenggara Timur Maria Yohanista; Maryany Dewi Mantari
AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Vol 2 No 1 (2020): AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan
Publisher : Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hutan mangrove merupakan ekosistem utama pendukung kehidupan penting di wilayah pesisir dimana berfungsi sebagai penyedia nutrisi bagi biota perairan, tempat pemijahan, daerah asuhan (nursey ground) berbagai macam biota, penahan abrasi pantai, amukan angina taufan dan tsunami. Wilayah pesisir Kabupaten Sikka dengan panjang pantai 444,5 km adalah wilayah rawan bencana seperti abrasi dan gempa sehingga memerlukan perhatian khusus dalam pengelolaan wilayah tersebut. Salah satu bentuk upaya/kebijakan adalah menetapkan lebar jalur hijau di pesisir guna menjaga kelestarian dan pengelolaan ekosistem mangrove di wilayah pesisir dimana akan melindungi kawasan pantai dari abrasi, gelombang pasang dan tsunami. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak negatif dari kerusakan hutan mangrove dan untuk mengetahui strategi yang di gunakan untuk pengembangan partisipasi masyarakat pesisir dalam pengolahan ekosistem hutan Mangrove yang ada di dua desa. Metode penelitian yang di gunakan adalah metode uji statistik, deskriptif kulitatif, dan analisis SWOT dengan mengunakan data primer dan data sekunder. Data primer di kumpulkan melalui kusioner (Quesioner), wawancara ( Interviuw) dan pengamatan (Observasi). Sedangkan data sekunder dikumpulkan dari buku – buku, kantor desa dan dokumen – dokumen yang berkaitan dengan judul penelitian. Hasil penelitian diperoleh bahwa berdasarkan analisis SWOT (1) kekuatannya adalah potensi pantai yang cocok menjadi habitat mangorove, terdapat keanekaragaman jenis mangrove yang tumbu di Desa Nangahale dan Desa Reroroja, adanya progam khusus dari lembaga atau instasi tertentu dalm pengolahan hutan mangrove; (2) kelemahannya adalah masi adanya lahan kosong, adanya organisasi atau kelompok yang menyediakan bibit, adanya upaya untuk reboisasi pantai; (3) kelemahannya adalah sikap dan perilaku masyarakat yang acu taka cu terhadap matigasi bencana, rendanya kesadaran masyarakat dalam pemeliharaan hutan mangrove, tidak adanya pengawasan kusus terhadap ekosistem mangrove dari masyarakat maupun lembaga atau instasi terkait; (4) ancamannya adalah penumpukan sampah di areal hutan mangrove,bencana alam seperti banjir dan tsunami, dan perubahan iklim.
Peningkatan Laju Pertumbuhan dan Kelulushidupan Benih Ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus) Melalui Pemberian Pakan Campuran Usus Ayam dan Ampas Tahu Maria Imaculata Rume; Maria Yohanista
AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Vol 2 No 1 (2020): AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan
Publisher : Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan yang sering terjadi dalam pembudidayaan ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) adalah pakan yaitu penyediaan pakan buatan ini memerlukan biaya yang relatif tinggi , bahkan mencapai 60-70% dari komponen biaya produksi. Alternatif pemecahan yang dapat diupayakan adalah dengan membuat pakan buatan sendiri melalui teknik sederhana dengan memanfaatkan bahan baku yang relatif murah. Agar tidak terjadi kesalahan dalam penelitian ini, maka peneliti membatasi masalah hanya pada pengaruh pemberian pakan campuran tepung usus ayam dan ampas tahu terhadap laju pertumbuhan dan kelulushidupan ikan lele dumbo (clarias gariepinus). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan campuran usus ayam dan ampas tahu terhadap laju pertumbuhan dan kelulushidupan benih ikan lele (Clarias garipeinus). Penelitian dilaksanakan pada tanggal 16 September 20019 sampai tanggal 16 Oktober 2019 di Laboratorium Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Nipa Maumere. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh penggunaan tepung usus ayam dan ampas tahu masing masing perlakuan terhadap laju pertumbuhan harian (LPH) (%) dan Sulvival Rate (SR) (%) berbeda sangat nyata (F hitung> F tabel 0,01) dimana uji jarak berganda Duncan”s diperoleh bahwa perlakuan terbaik adalah penggunaan pakan C (98,00) yaitu pakan tepung usus ayam kemudian diikuti pakan A (95,00) yaitu pakan komersil/kontrol sedangkan yang terendah adalah pakan B (92,00) yang diramu sendiri.
Keanekaragaman Bulu Babi (Echinoidea) Di Ekosistem Terumbu Karang Pantai Waipare, Desa Watumilok, Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka Maria Yohanista; Yohanes Erifon
AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Vol 2 No 3 (2020): AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan
Publisher : Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis dan keanekaragaman bulu babi (Echinoidea) di Ekosistem Terumbu Karang Pantai Waipare, Desa Watumilok, Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka. Penelitian menggunakan metode line transek yang ditarik sejajar garis pantai dengan jarak antara garis transek yaitu 10 m. Pada satu garis transek ditempatkan 5 plot atau transek kuadran dengan jarak antar plot yaitu 1 meter dan luas masing-masing plot 1 m2. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa jenis bulu babi yang ditemukan di Ekosistem Terumbu Karang Pantai Waipare sebanyak 4 spesies yaitu Diadema setosum, Echinotrix calamaris, Tripneus dan Diadema antilarum dengan nilai kepadatan tertinggi adalah jenis Diadema setosum sebesar 25,80 Individu/m2 sedangkan kepadatan terendah adalah jenis Echinotrix calamaris sebesar 0,53 Individu/m2. Nilai kehadiran tertinggi terdapat pada spesies Diadema setosum dan Deadema antilarum yakni sebesar 31,25 % masuk dalam kategori jarang sedangkan Echinotrix calamaris yakni 12,50 % dan Tripneust dengan nilai sebesar 25,00% tergolong sangat jarang kehadirannya. Nilai keanekaragaman bulu babi tertinggi adalah jenis Diadema setosum sebesar 0,28 sedangkan keanekaragaman terendah adalah jenis Echinotrix calamaris sebesar 0,058 dimana nilai keanekaragaman keseluruhan transek tergolong rendah. Nilai indeks dominasi tertinggi adalah jenis Diadema setosum sebesar 0,4216 sedangkan dominasi terendah adalah jenis Echinotrix calamaris sebesar 0,0002 dimana tergolong kategori nilai dominasi rendah maka tidak ada spesies yang mendominasi. Nilai indeks keseragaman tertinggi adalah jenis Diadema setosum sebesar 0,260 sedangkan keseragaman terendah adalah jenis Echinotrix calamaris sebesar 0,042 artinya pada ekosistem terumbu karang di Perairan Waipare Desa Watumilok penyebarannya tidak merata.
Analisis tingkat kepuasan nelayan terhadap fasilitas di pangkalan pendaratan ikan (ppi) Alok, Kabupaten Sikka, provinsi Nusa Tenggara Timur. Maria Veronika Agustina Malar; Yohanes D.B.R. Minggo; Maria Yohanista
AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Vol 3 No 1 (2021): AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan
Publisher : Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi, menganalisis tingkat kepuasan nelayan serta menganalisis tingkat kepentingan dan tingkat kinerja pelayanan terhadap fasilitas pokok, fungsional, dan penunjang yang ada di PPI Alok. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 20 September 2020 hingga 20 Oktober 2020, bertempat di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Alok. Metode yang digunakan adalah deskriptif survey yang bersifat studi kasus dengan metode pengambilan sampel menggunakan Purposive sampling ditentukan 15 responden. Variabel yang diamati adalah pemanfaatan fasilitas pokok, fungsional, dan penunjang yang ada di PPI Alok. Analisis data yang digunakan adalah Analisis Importance and Performance Analysis (IPA) dan Customer Satisfaction Index (CSI). Hasil penelitian IPA menunjukan tingkat kepentingan sebesar 0,48 dan tingkat kinerja sebesar 0,50 termasuk dalam kategori kurang puas dengan rentang nilai (0,35-0,50). Hasil Penelitian CSI menunjukan tingkat kinerja sebesar 51% termasuk kedalam kategori cukup puas dengan rentang nilai (40% < Satisfaction Index < 60%). Hal ini dikarenakan masih terdapat beberapa fasilitas yang menunjang aktivitas di PPI Alok misalnya tersedianya pabrik es. Tingkat kepuasan nelayan dapat dilihat dari nilai indeks tingkat kepentingan dan nilai indeks tingkat kinerja. Kriteria nilai indeks tingkat kepentingan sebesar 0,47 dan kriteria nilai indeks tingkat kinerja sebesar 0,50 dengan rentang nilai (0,35-0,50) artinya nelayan maupun pedagang ikan merasa kurang puas dengan pelayanan fasilitas yang terdapat di PPI Alok karena pelayanan fasilitas yang belum memadai yaitu masih terdapat beberapa fasilitas yang tidak beroperasi atau tidak digunakan lagi contohnya bengkel nelayan.
Hubungan Karakteristik Dominansi Mangrove Dengan Keanekaragaman Jenis Dan Jumlah Produksi Ikan Di Pesisir Wolomarang Kabupaten Sikka Rahman Yun Amin Wahyu; Angelinus Vincentius; Maria Yohanista
AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Vol 3 No 1 (2021): AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan
Publisher : Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan karakteristik dominansi mangrove yang berbeda dengan keanekaragaman jenis dan jumlah produksi ikan hasil tangkapan di pesisir Wolomarang, Kabupaten Sikka. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 06 Juli sampai tanggal 06 Agustus 2020. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Purposive Sampling dengan interval waktu 1 minggu dan 3 kali ulangan selama 1 bulan. Analisis data penelitian ini adalah Analisis vegetasi mangrove meliputi dominansi mangrove dan dominansi relatif mangrove; Analisis keanekaragaman ikan menggunakan Indeks Shannon-Wiener serta Analisis hubungan dominansi mangrove dengan sumberdaya ikan menggunakan model regresi linear sederhana dimana kriteria penilaian yang digunakan merujuk De Vaus (2002). Hasil penelitian menunjukan bahwa jenis mangrove yang ditemukan di lokasi penelitian terdiri atas 5 jenis mangrove yaitu Avicennia alba, Bruguiera gymnorrhiza, Bruguiera parviflora, Rhizophora apiculata, Sonneratia alba, dengan dominansi mangrove di ketiga lokasi penelitian didominasi oleh jenis Sonneratia alba, Rhizophora apiculata, Bruguiera gymnorrhiza. Jenis-jenis sumberdaya ikan yang ditemukan di ketiga lokasi penelitian terdiri atas 18 spesies, 16 genus dan 16 famili. Tingkat keanekaragaman jenis sumberdaya ikan tergolong rendah. Total nilai produksi (bobot tubuh) ikan diketiga lokasi penelitian berkisar 6.250 gram. Berdasarkan hasil analisis regresi linear sederhana, terlihat hubungan yang positif antara dominansi mangrove dengan keanekaragaman jenis dan produksi ikan. Kondisi ekosistem mangrove memiliki pengaruh dan peran yang sangat penting sebagai sumber makanan dan habitat bagi sumberdaya ikan.
Pengaruh Penanganan Prakonsumsi Rumput Laut Eucheuma Cottonii Terhadap Uji Fisik Organoleptik Jus Rumput Laut Maria Yohanista; maria Imaculata Rume
AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Vol 3 No 2 (2021): AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan
Publisher : Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penanganan prakonsumsi rumput laut Eucheuma cottonii pada uji fisik organoleptik jus rumput laut. Penelitian dilaksanakan pada Tanggal 20 April 2021 sampai tanggal 20 Mei 2021di Laboratorium Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Nipa Maumere. Metode penelitian ini adalah penelitian eksperimental menggunakan analisis ANOVA dari Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan dilanjutkan dengan Uji Jarak Berganda Duncan’s yang terdiri dari 5 perlakuan meliputi P0 (direndam dengan air bersih), P1 (direndam dengan air perasan jeruk nipis), P2 (direndam dengan air cucian beras), P3 (direndam dengan air kapur sirih) dan P4 (direndam dengan air payau) dengan 3 ulangan sehingga terdapat 15 unit percobaan. Variabel yang diamati adalah uji organoleptik meliputi warna, rasa, aroma, tekstur pada jus rumput laut. Hasil uji Proksimat Hasil analisis ANOVA menunjukan bahwa pengaruh perendaman dengan menggunakan air bersih, air jeruk nipis, air cucian beras, air kapur sirih, dan air payau (air tawar + garam) terhadap rumput laut Eucheuma cottonii memberikan pengaruh nyata (F hitung > F tabel 0,05) terhadap jus rumput laut terhadap penilaian organoleptik warna, rasa, aroma, dan tekstur. Dimana Uji Lanjut DMRT (Duncan’s Multiple Range Test) diperoleh bahwa untuk warna, rasa, aroma, tekstur yang paling disukai oleh panelis adalah lama perendaman 36 jam dengan nilai masing-masing warna 8, rasa 7.3, aroma 5,6, tekstur 8.
Identifikasi Jenis -Jenis Ikan Pelagis Kecil Yang Ada Di Pasar Alok Dan Pasar Wuring, Kabupaten Sikka Bernardinus Yohanes Babe; Erfin; Maria Yohanista
AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Vol 3 No 2 (2021): AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan
Publisher : Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis – jenis ikan pelagis kecil di Pasar Alok dan Pasar Wuring, Kabupaten Sikka. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 10 April sampai 10 Mei 2021 di Pasar Alok dan Pasar Wuring, Kabupaten Sikka. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif eksplorasi yaitu mengidentifikasi jenis-jenis ikan pelagis kecil yang jual di Pasar Alok dan Pasar Wuring dengan cara mencocokkan bentuk-bentuk morfologi dengan buku identifikasi seperti gambar atau foto dan karakter morfologi. Variabel yang diamati pada penelitian ini adalah jenis – jenis ikan pelagis kecil di Pasar Alok dan Pasar Wuring, Kabupaten Sikka dengan analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa diperoleh 14 jenis ikan laut, antara lain 7 jenis ikan plagis yang terdapat di Pasar Wuring dan 7 jenis ikan plagis yang terdapat di Pasar Alok diantaranya adalah adalah Decapterus, Sardinella, Atule mate, Rastrelliger, Engraulidae, Hemiramphidae, Exocoetidae, Chanos chanos, Rhizoprionodon acutus. Perbedaan hasil tangkapan diduga disebabkan karena perbedaan alat tangkap dan kapal yang digunakan oleh nelayan yang mendagangkan ikan-ikan pelagis.