Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS PENDAPATAN PEDAGANG IKAN KELILING DESA WOLOKOLI, KECAMATAN BOLA, KABUPATEN SIKKA Syrilus Alexandria1; Yohanes Don Bosco R. Minggo; Maria Yohanista
AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Vol 5 No 4 (2023): AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan
Publisher : Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui pendapatan pedagang ikan keliling di Desa Wolokoli, Kecamatan Bola dan mengidentifikasi faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi pendapatan pedagang ikan keliling di Desa Wolokoli, Kecamatan Bola. Jenis data yang digunakan yaitu data kuantitatif dan data kualitatif dan sumber data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Pengambilan data primer dilakukan dengan cara pengamatan langsung dan wawancara kepada responden sedangakan data sekunder yang diambil adalah data yang diperlukan sebagai penunjang dalam penelitian ini yaitu keadaan umum lokasi meliputi keadaan fisik lokasi, penelitian serta data penunjang yang diperoleh dari instansi terkait yaitu Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Sikka. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan rumus analisis biaya produksi, produksi, nilai produksi dan pendapatan. Hasil penelitian menunjukkan biaya yang digunakan dalam proses produksi sebesar Rp 132.570.540,00 per tahun, nilai produksi sebesar Rp 28.800.000,00/tahun, pendapatan Pedagang ikan rata rata per tahun pedagang ikan di Desa Wolokoli, Kecamatan Bola sebesar Rp. 103.770.540,00. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pendapatan rata rata pedagang ikan keliling pertahun sebesar Rp 103.770.540,00 dengan biaya total produksi pertahun sebesar Rp 132.570.540,00.
ANALISIS TINGKAT KEPENTINGAN DAN KEPUASAN NELAYAN TERHADAP FASILITAS DI PANGKALAN PENDARATAN IKAN AMAGARAPATI LARANTUKA KABUPATEN FLORES TIMUR, PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR Servinus Pati Fernandez; Yohanes D.B.R Minggo; Maria Yohanista
AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Vol 7 No 1 Februari (2025): AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan
Publisher : Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelabuhan perikanan merupakan instansi publik yang bertujuan memberikan pelayanan terbaik dalam pemenuhan kepentingan masyarakat perikanan, terutama nelayan sebagai salah satu elemen yang memiliki peran dominan dalam menggerakkan kegiatan perikanan. Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) merupakan pelabuhan perikanan yang termasuk dalam tipe D. Fasilitas yang terdapat di PPI yaitu fasilitas pokok, fungsional serta penunjang. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 10 Februari 2024 sampai 10 Maret 2024 bertempat di PPI Amagarapati, Larantuka, Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan tujuan untuk menganalisis tingkat kepentingan dan kepuasan nelayan terhadap penyediaan fasilitas pokok, fungsional dan penunjang di PPI Amagarapati. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif survey yang bersifat studi kasus dengan menggunakan analisis Importance and Performance Analysis (IPA) dan Customer Satisfaction Index (CSI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat atau nelayan merasa Puas dengan fasilitas yang terdapat di PPI Amagarapati dengan skor yang didapat adalah 66,28 %, jika dimasukan ke dalam kriteria penilaian termasuk dalam rentang nilai 60% < Satisfaction index < 80% dengan kategori puas.
PEMBERDAYAAN KELOMPOK TANI MOIR MODUNG MELALUI KANDANG CLOSED HOUSE UNTUK MENINGKATKATKAN KAPASITAS BUDIDAYA TERNAK BABI DI DESA RIBANG, KABUPATEN SIKKA Viktor Eko Transilvanus; Maria Yohanista; Maria Viviana Nurak Lewar; Elisabeth Pa&#039;a; Ermelinda Owon
Devote: Jurnal Pengabdian Masyarakat Global Vol. 4 No. 4 (2025): Devote: Jurnal Pengabdian Masyarakat Global, 2025
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/devote.v4i4.4849

Abstract

African Swine Fever (ASF) is a highly fatal viral disease in pigs caused by a double-stranded DNA virus of the genus Asfivirus (family Asfarviridae). The virus is environmentally resilient and can survive in blood, meat, and pig housing, often leading to mass mortality. Infection with virulent strains results in acute to peracute ASF, characterized by high fever, internal and external hemorrhages, and sudden death, with mortality rates exceeding 90% within three to ten days. The Modung Mior Farmers Group in Watuwelut Hamlet, Ribang Village, Koting District, Sikka Regency, consisting of ten members and raising six pigs in 2024, experienced sudden and simultaneous livestock deaths due to ASF. A limited understanding of Closed House (CH) systems and biosecurity practices reduced the group’s performance, lowering motivation to raise pigs during the 2019–March 2025 ASF outbreak and decreasing household income. The Primary Community Empowerment Program (PMP) aims to enhance the group’s competence and motivation through human resource management training and the construction of CH pig housing with strict biosecurity measures. The methods applied include socialization, training, technology implementation, and mentoring. The program outcomes show improved knowledge regarding ASF symptoms, transmission sources, prevention measures, barn-area zoning, biosecurity actions, and post-ASF reproductive management. The group now operates a CH-model pig pen equipped with para nets and insect nets (mesh 40) and applies routine disinfection. Additionally, members’ motivation to rebuild pig farming has increased, relationships within the group have become more supportive and open, and a business analysis comparing conditions during and after the ASF outbreak provides a foundation for developing the group’s entrepreneurship.
STRUKTUR KOMUNITAS MAKROALGA DI PANTAI SELATAN DESA PRUDA KABUPATEN SIKKA Maria Imaculata Rume; Maria Yohanista; Albinus Kinto
AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Vol 4 No 2 (2022): AQUANIPA - Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan
Publisher : Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis, kepadatan, keanekaragaman, keseragaman serta dominasi makroalga yang ada di Pantai selata Pruda Kabupaten Sikka. Penelitian ini menggunakan metode line transek yang ditarik tegak lurus garis pantai ke arah laut dengan jarak antara garis transek yaitu 5 m. Pada satu garis transek ditempatkan 5 plot dengan jarak antar plot yaitu 1 meter dan ukuran masing-masing plot 1 m2. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan sebanyak 7 spesies makroalga yaitu: Sargassum crassifolium, Padina boryana, Galaxaura rugosa, Galaxaura subvefficillicata kjelmaniig, Caulerpa racemosa, Valonia aegagropila, dan Ulva lactuca, dengan nilai kepadatan makroalga tertinggi 13,05 individu/m² spesies Padina boryana di stasiun 2 dan nilai kepadatan terkecil spesies Caulerpa racemosa dengan nilai 0,04 individu/m² di stasiun 3; keanekaragaman tertinggi adalah jenis Padina boryana sebesar 0,866 sedangkan keanekaragaman terendah adalah jenis Galaxaura kjelmaniig sebesar 0,043. Nilai indeks keseragaman berkisar 0,08 – 0,16 termasuk kategori tertekan (0,00< E < 0,50) menunjukkan bahwa penyebaran jumlah individu tidak merata dan adanya spesies tertentu yang mendominasi. Nilai indeks dominasi adalah 0,47 – 0,79 jenis makroalga yang mendominasi yaitu jenis Ulva lactuca pada stasiun III dengan substrat batu berkarang. Kualitas lingkungan perairan selama penelitian meliputi suhu sebesar 30 – 32 °C, derajat keasaman (pH) 8-8,6 dan salinitas sebesar 32-36‰.
Sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat sebagai Dasar Kesehatan Masyarakat bagi Siswa SDK Wailamung, Kecamatan Talibura Didimus D. K. Moan Wodo; Ode Ilafa; Kanisius Nggala; Astriya Anggraeni; Yanuarius R. Moa; Selviana L. Tapun Bin; Yosef Y. G. Watu; Maria Yohanista
Jurnal Pengabdian Masyarakat - PIMAS Vol. 5 No. 1 (2026): Februari
Publisher : LPPM Universitas Harapan Bangsa Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/pimas.v5i1.2045

Abstract

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah fundamen bagi perwujudan kualitas kesehatan manusia. Oleh karena itu, hal ini mesti diajarkan dan dibiasakan sejak dini. Kebiasaan untuk hidup bersih dan sehat yang dijalankan dari kecil membuat seseorang menjadi terbiasa dan pada akhirnya hal tersebut menjadi gaya hidup hingga usia dewasa. Cara untuk mewujudkan hal ini salah satunya adalah melalui pendidikan di sekolah. Sekolah menjadi salah satu tempat yang berfungsi menumbuhkan kesadaran dan kebiasaan untuk memelihara hidup bersih dan sehat sejak dini. Maka dari itu, kegiatan sosialisasi pada tingkat pendidikan ini menjadi perlu sebagai bentuk transfer pengetahuan dan kebiasaan hidup yang sehat. Dalam kegiatan sosialisasi ini, fokus materi yang diberikan adalah cara mencuci tangan yang benar, pola makan dan jenis-jenis makanan bergizi serta cara memilah sampah organik dan anorganik secara baik. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman yang mendalam dan komprehensif kepada para peserta didik tentang kesehatan secara umum serta berbagai perilaku yang mesti dilakukan untuk menjaga kesehatan pribadi dan lingkungan. Hasil observasi selama kegiatan berlangsung menunjukkan bahwa para peserta didik menunjukkan respon yang baik terhadap setiap materi yang diberikan. Pertanyaan-pertanyaan yang muncul selama proses sosialisasi berlangsung menunjukkan semangat dari para siswa dalam mengikuti yang dibawakan. Hal ini menunjukkan bahwa metode yang digunakan dalam sosialisasi ini efektif untuk membuat peserta didik mengetahui, mengerti dan memahami cara menjalankan hidup yang bersih dan sehat. Selain sebagai upaya preventif terhadap resiko timbulnya berbagai penyakit, sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat ini juga berkontribusi bagi terbentuknya gaya hidup sehat yang berkelanjutan.
Pemberdayaan Masyarakat melalui Pelatihan Budidaya Maggot Black Soldier Fly (BSF) sebagai Pakan Ternak Berbasis Limbah Organik di Desa Waturia, Kecamatan Wuring Maria Yohanista; Regina Nona Reli
Medani : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jpm.v5i1.2170

Abstract

Biaya pakan merupakan salah satu komponen penting dalam biaya produksi usaha peternakan rakyat, sedangkan limbah organik rumah tangga dan pertanian di Desa Waturia belum dimanfaatkan secara optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam membudidayakan maggot Black Soldier Fly (BSF) sebagai pakan ternak alternatif berbasis limbah organik. Metode yang digunakan adalah Participatory Rural Appraisal (PRA) melalui penyuluhan, demonstrasi, praktik langsung, pendampingan, dan evaluasi. Kegiatan melibatkan 10 peserta yang terdiri atas peternak dan anggota kelompok masyarakat. Evaluasi menggunakan 20 pertanyaan pre-test dan post-test, observasi keterampilan, wawancara/FGD, serta monitoring selama empat minggu. Nilai rata-rata meningkat dari 57,50 menjadi 88,50. Persentase peningkatan relatif dihitung dengan rumus ((88,50−57,50)/57,50) × 100%, sehingga diperoleh 53,91%, sedangkan kenaikan absolut sebesar 31,00 poin. Sebanyak 90% peserta mampu melakukan pemeliharaan larva secara mandiri dan 80% menerapkan teknik budidaya di rumah. Hasil ini menunjukkan peningkatan kapasitas peserta dan pemanfaatan limbah organik sebagai media budidaya. Kegiatan belum mengukur penghematan biaya pakan secara kuantitatif maupun keberlanjutan jangka panjang, sehingga kedua aspek tersebut masih menjadi potensi yang perlu diuji melalui monitoring lanjutan.      Feed costs are an important component of smallholder livestock production, while household and agricultural organic waste in Waturia Village has not been optimally utilized. This community service program aimed to improve community knowledge and skills in cultivating Black Soldier Fly (BSF) larvae as an alternative livestock feed based on organic waste. The program employed a Participatory Rural Appraisal (PRA) approach through counseling, demonstrations, hands-on practice, mentoring, and evaluation. Ten participants consisting of livestock farmers and community members were involved. Evaluation used a 20-item pre-test and post-test, skills observation, interviews/FGD, and four-week monitoring. The mean score increased from 57.50 to 88.50. The relative percentage increase was calculated as ((88.50−57.50)/57.50) × 100%, yielding 53.91%, while the absolute increase was 31.00 points. Ninety percent of participants were able to maintain BSF larvae independently, and 80% applied the cultivation technique at home. These results indicate improved participant capacity and increased utilization of organic waste as a rearing substrate. Quantitative feed-cost savings and long-term sustainability were not measured in this activity; therefore, those outcomes are presented as potential rather than demonstrated effects.   
Formulasi Pakan Ayam Pedaging Berbasis Potensi Bahan Pakan Lokal Kabupaten Sikka Menggunakan Pendekatan Nutrisi Presisi (Precision Nutrition) Maria Yohanista
Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol 7 No 2 (2026): Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Nusa Nipa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55241/spibio.v7i2.816

Abstract

Feed accounts for approximately 60–70% of the total production cost in broiler farming. The dependence on conventional feed ingredients, many of which are supplied from outside the region or imported, highlights the need to utilize locally available feed resources as a more economical and sustainable alternative. This study aimed to formulate broiler diets based on the potential of local feed ingredients in Sikka Regency using a precision nutrition approach. The research was conducted for one month at the Animal Science Laboratory of Universitas Nusa Nipa using an experimental method with a descriptive-quantitative approach. The research stages included the identification of local feed resources, nutrient evaluation based on literature data, diet formulation according to broiler nutrient requirements, and optimization of ingredient composition using Microsoft Excel Solver. The identified feed ingredients included local maize, rice bran, corn bran, fish meal, tofu by-product, coconut by-product, Moringa oleifera leaf meal, Gliricidia sepium flowers, Leucaena leucocephala seeds, sorghum hulls, cashew nut meal, cocoa by-products, tamarind seed meal, and tapioca. The formulation results indicated that these ingredients have the potential to be combined as components of broiler diets, resulting in a formulated diet containing approximately 15.63% crude protein, 9.19% crude fat, 9.42% crude fiber, and 3,022.88 kcal/kg metabolizable energy. The Precision Nutrition approach provides a framework for adjusting ingredient composition to meet broiler nutrient requirements while considering ingredient inclusion limits and potential antinutritional factors. The resulting formulation still requires verification through laboratory analysis and biological feeding trials before being applied to commercial broiler production.
Evaluasi Nilai Kecernaan Dan Energi Metabolis Ayam Pedaging Pada Pemberian Pakan Terfermentasi Sebagai Pakan Pengganti Tepung Jagung Maria Yohanista
Farm - Jurnal Ilmu Peternakan Vol 1 No 1 (2025): Farm : Jurnal Ilmu Peternakan
Publisher : Program Studi Peternakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69749/farm.v1i1.36

Abstract

Pakan yang baik dan berkualitas harus memenuhi persyaratan mutu yang mencakup kualitas nutrisi, kualitas teknis, keamanan pakan dan nilai bioekonomis penggunaan pakan. Evaluasi nilai kecernaan pakan ayam pedaging adalah pengukuran jumlah zat yang dapat diserap oleh saluran pencernaan ayam. Evaluasi ini dilakukan dengan mengukur jumlah pakan yang dikonsumsi dan jumlah pakan yang dikeluarkan melalui ekskreta. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai kecernaan protein, serat kasar, nilai retensi nitrogen dan energi metabolis ayam pedaging yangdiberi pakan onggok dan ampas tahu terfermentasi. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah Metode eksperimental atau percobaan Laboratorium langsung pada ternak Ayam pedaging berumur 3 minggu, dari tanggal 20 Juni 2024 sampai 30 Juni 2024 di Kandang Lapang Program Studi Peternakan, Universitas Nusa Nipa, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Hasil penelitian menunjukan bahwa Kecernaan protein yang baik yaitu masing — masing 61,02 %; 62,03 %; 57,92 % dan 60,17 % dengan kecernaan protein pakan kontrol yaitu 60,55 % dengan nilai Kecernaan serat kasar tertinggi pada perlakuan 10 % Onggok Ampas tahu Fermentasi. Nilai retensi nitrogen pakan perlakuan relatif sama yaitu sekitar 94,09 g/ekor/hari - 96,29 gekor/hari. Nilai AME pakan perlakuan relatif sama dengan pakan kotrol, dimana tingkat energi metabolis berhubungan erat dengan kecernaan penyerapan nutrisi pakan.
PEMBERDAYAAN PETERNAK DESA WAIARA TENTANG KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA K3LH SERTA PENINGKATAN HIGIENITAS PERSONAL. Maria Katarina Bale; Christian Casanno Keytimu; Charles Didi Plue; Petrus Ariyanto Koi Hewen; Auŕelius Stephano Marselino Sai Mema; Petrus Purin Hajon; Theresia Bejo Watu; Maria Yohanista
Farm - Jurnal Ilmu Peternakan Vol 1 No 2 (2025): Farm : Jurnal Ilmu Peternakan
Publisher : Program Studi Peternakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69749/farm.v1i2.690

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan untuk memberdayakan masyarakat Desa Waiara dalam meningkatkan penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Lingkungan Hidup (K3LH) dan higienitas personal pada usaha peternakan. Aktivitas beternak di Desa Waiara yang meliputi pemeliharaan sapi, babi, dan ayam masih menghadapi berbagai tantangan terkait penerapan standar K3LH, seperti rendahnya penggunaan alat pelindung diri (APD), sanitasi lingkungan kandang yang belum optimal, serta kurangnya kesadaran akan pentingnya kebersihan personal. Melalui kegiatan penyuluhan dan pelatihan yang disampaikan dengan bahasa sederhana dan mudah dipahami, masyarakat peternak diberikan pemahaman mengenai pentingnya K3LH, potensi risiko kerja di peternakan, cara penggunaan APD yang tepat, serta praktik higienitas personal dan sanitasi lingkungan kandang. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan, kesadaran, serta antusiasme peternak dalam menerapkan prinsip K3LH dan menjaga kebersihan diri saat bekerja. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membentuk budaya kerja yang lebih aman, sehat, dan berwawasan lingkungan di Desa Waiara.