Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Bioindikator Plankton dan Benthos dalam Monitoring Kualitas Air Sungai PT. WXYZ Rizka Novembrianto; Denaya Andrya Prasidya; Munawar; Muhammad Abdus Salam Jawwad; Muslikha Nourma Rhomadhoni
Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan Vol. 14 No. 2 (2022): Envirotek: Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirotek.v14i2.35

Abstract

Pemantauan kualitas air sungai memberikan gambaran terhadap keanekaragaman Plankton dan benthos. Tujuan penelitian ini sebagai bahan evaluasi kualitas badan air sungai disekitar PT. WXYZ. Terdapat dua titik pengamatan yakni pada upstream dan downstream. Teknik yang dimanfaatkan yaitu purposive sampling. Temuan riset yakni filum dan kelimpahan benthos di sungai PT. WXYZ sangat minim, hanya ada 1 Filum Bethos pada lokasi sampel Downstream Air Sungai yaitu Clitella dengan spesies benthos Tubifex sp (Cacing Sutra) sebanyak 13 individu. Plankton yang ditemukan di sungai PT. WXYZ ada 16 genus yang memuat 14 genus fitoplankton yaitu Istmia, Fragillaria, Navicula, Pleurosigma, Placoneis, Diatoma, Cosmarium, Chlorella, Eudorina, Pyramimonas, Oscillatoria, Arthrospira, Spirulina, Vacuolaria, dan 2 spesies zooplankton, Favella dan Euglena. Keberadaan benthos dan plankton yang mampu bertahan pada lingkungan yang mengandung logam menunjukkan tingkat pencemaran sedang.
PENENTUAN LAJU PEMBENTUKAN GULA REDUKSI ECENG GONDOK PADA PROSES HIDROLISIS KOMBINASI DENGAN BAKTERI SELULOLITIK Rizka Novembrianto; Muslikha Nourma Rhomadhoni
Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan Vol. 13 No. 2 (2021): Envirotek: Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirotek.v13i2.129

Abstract

Kehadiran eceng gondok dalam jumlah yang massif akan menjadi masalah untuk air permukaan. Namun eceng gondok juga memiliki kandungan selulosa yang bisa dikonversi menjadi gula reduksi sebagai bahan untuk pembuatan bioethanol. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan hasil gula reduksi tahap hidrolisis kombinasi dengan bakteri selulolitik dan laju reaksi maksimumnya. Kebutuhan eceng gondok yang digunakan adalah substrat pada variasi 0,025; 0,057; 0,100; 0,161 dan 0,232 % (b/v). Segmen pre-treatment menggunakan kapang Phanerochaete chrysosporium dan dilanjutkan hidrolisis secara kimia dengan perlakuan 0,25 % dan 2 % H2SO4 dan variasi tetap panas 100 + 3 oC dan kombinasi menggunakan Cellvibrio selama 24, 48, 72, 96 dan 120 jam. Penelitian dilakukan pada suhu ruang. Metode untuk pengukuran gula reduksi menggunakan Nelson-Somogyi. Gula reduksi yang telah dihasilkan pada proses pre-treatment adalah dengan variasi jamur P. chrysosporium, hidrolisa 0,25 % H2SO4 dan pemanasan (didih) 100 + 3oC selama 30 menit dan Cellvibrio dengan hasil terbanyak pada substrat eceng gondok 20 g dan waktu 96 jam. Laju pembentukan gula reduksi maksimum (Vmaks) sebesar 0,762 mg/g.jam dan Km senilai 0,03 %.
PENGENALAN GEJALA TB DAN PENYEBARAN BAKTERI MYCOBACTERIUM TUBERCULOSIS PADA MIGRAN TAHUN 2023 Utami Ambarsari; Diah Retno Kusumawati; Muslikha Nourma Rhomadhoni; Noer Farakhin
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 5 (2023): Volume 4 Nomor 5 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i5.21846

Abstract

Semakin ketatnya persyaratan dan kuota penerimaan migran luar negeri oleh negara-negara penerima migran/negara-negara ketiga berimplikasi pada semakin meningkatnya jumlah migran luar negeri di Indonesia. Maka dari itu kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kebiasaan personal hygiene dan kesehatan paru-paru bagai salah satu bentuk pencegahan TBC di kalangan migran. Pengabdian masyarakat yang dilaksanakan pada bulan Agustus 2023 di Kafe Fastron Lt 3 Unusa, Kampus B, Jemursari, Surabaya dihadiri oleh 29 Migran atau pengungsi yang berasal dari Afghanistan, Pakistan, Iran, Somalia, Sudan, dan Myanmar. Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan berupa Pelatihan Psychological Firs Aid, Basic Life Support, dan Kegawatdaruratan untuk menjadi kader kesehatan migran atau pengungsi. Penelitian ini dilakukan secara observasional deskriptif untuk melihat perubahan pengetahuan peserta dari pretest dan posttest yang disebar dan dengan dilihat dari antusiasme peserta dan peningkatan pengetahuan peserta dengan menggunakan analisis uji Wilcoxon. Hasil menunjukkan p-value bernilai 0,005. Karena nilal 0,005 < 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa "Ha diterima". Artinya ada perbedaan antara pengetahuan santri sebelum dilakukan penyuluhan (Pretest) dan setelah dilakukan penyuluhan (Posttest). Terdapat pengaruh pemberian penyuluhan yang telah dilakukan pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat pada Migran terkait Gejala TB dan Penyebaran Bakteri Mycobacterium Tuberculosis 2023.
PENERAPAN KESELAMATAN KERJA MELALUI SOSIALISASI DAN PELATIHAN PENGGUNAAN APAR (ALAT PEMADAM API RINGAN) DI UNIVERSITAS X Farhan Fata Hillah; Ryananta Firdaus; Farid Willy Kurnia; Jillian Mauludy Zea; Muslikha Nourma
SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 4 (2022): SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Desember 2022
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/swarna.v1i4.183

Abstract

Kebakaran merupakan suatu bencana yang disebabkan oleh api. Api adalah suatu reaksi kimia (oksidasi) cepat yang terbentuk dari 3 unsur yaitu: panas, udara, dan baha bakar. Di Universitas X yang memiliki system proteksi kebakaran yang baik seperti sprinkle, smoke detector, APAR, dan Hydrant. Akan tetapi pada penggunaan Universitas X tidak pernah mengadakan sosialisasi dan pelatihan mengenai cara penggunaan APAR dengan benar. Maka dari permasalahan tersebut kami mengadakan sosialisasi jenis-jenis APAR dan pelatihan cara menggunakan APAR dengan benar di Universitas X. Peserta yang mengikuti adalah petugas keamanan dan kebersihan. Metode yang kami gunakan adalah dengan menggunakan metode pemberian Pretest dan Posttest. Soal Pretest akan diberikan saat sosialisasi belum di laksanakan dan soal Posttest akan diberikan setelah sosialisasi dilaksanakan. Kami menganalisis data dari lembar jawaban Pretest dan Posstest apakah peserta yang mengikuti sosialisasi tersebut mengalami peningkatan yang signifikan atau tidak mengenai cara penggunaan APAR. Hasil data pretest dan posttest yang telah dianalisis oleh kami ditemukan hasil kenaikan yang signifikan karena mengalami kenaikan dari 61% menjadi 73% mengalami kenaikan sebesar 12% setelah dilakukan sosialisasi dan pelatihan.
Penerapan Program Kenali Risiko Lingkungan Kerja (KELINGAN) sebagai Upaya Pencegahan Penyakit Akibat Kerja Octavianus Hutapea; Muslikha Nourma Rhomadhoni; Friska Ayu; Merry Sunaryo; Moch Dwikoryanto; Moch.Nafiis Damanhuri Thoba; Afandi Sudarmawan
To Maega : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 7, No 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Universitas Andi Djemma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/tomaega.v7i1.2006

Abstract

Faktor lingkungan kerja dapat mempengaruhi kondisi Kesehatan dan Keselamatan Kerja Pekerja. Industri sepatu merupakan sektor informal yang memiliki berbagai potensi bahaya yang dapat berisiko terhadap kondisi kesehatan pekerja. Faktor fisik lingkungan kerja yang kurang memadai seperti kondisi blower ruangan yg bentuknya kecil dan kadang tidak berfungsi, bau yang ditimbulkan dari bahan baku yang ditumpuk dan penggunaan lem kuning dan lem putih, kursi jahit yang tidak ergonomi, dan para pekerja yang masih kurang disiplin dalam menggunakan alat pelindung diri. Oleh karena itu tujuan dilaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk membangun kesadaran pekerja akan potensi bahaya dan risiko lingkungan kerja salah satunya dengan penerapan program KELINGAN (Kenali Risiko Lingkungan Kerja) sebagai salah satu upaya pencegahan penyakit akibat kerja. Kegiatan ini dimulai dari survey kelompok sasaran, edukasi kepekerja dan kader pos UKK (Upaya Kesehatan Kerja) dan terakhir demonstrasi penggunaan alat pelindung diri. Hasil evaluasi kegiatan menggunakan kuesioner pretest dan post test menunjukkan terjadinya peningkatan pengetahuan terkait faktor bahaya di lingkungan kerja dan Teknik pencegahan dan pengendalian risiko yakni 0.0040.05 menggunakan uji Paired Sample T-Test. Hal ini menunjukan bahwa informas bisa di terima dan dipahami dengan baik oleh para pekerja. Harapannya kegiatan ini bisa berlanjut dengan kegiatan PkM lainnya
Hubungan Karakteristik Pekerja dengan Keluhan Kesehatan Pada Pekerja Industri Percetakan Sektor Informal Moch Sahri; Octavianus Hutapea; Muslikha Nourma Rhomadhoni
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 9 No 04 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v9i04.721

Abstract

Percetakan merupakan salah satu industri dengan tingkat risiko bahaya pada pekerja yang sangat kompleks. Hal ini dilihat dari berbagai macam bahan baku yang digunakan, aktifitas pekerjaan yang dilakukan serta postur tubuh pekerja saat bekerja. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui keluhan kesehatan yang dialami oleh pekerja. Jenis penelitian ini merupakan penelitian observasional. Metode pengmbilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner keluhan kesehatan dan kuesioner gejala neurotoksik Q18 versi jerman. Sampel dalam penelitian ini menggunakan total populasi yang berjumlah 24 orang pekerja. Analisis data menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menujukkan frekuensi keluhan kesehatan yang dialami oleh pekerja percetakan pada sektor informal yaitu batuk (4%), bersin (2%), berdahak (3%), sesak nafas (1%), mual (2%), pusing (5%), mudah lelah (5%), keluhan gejala neurutoksik (5%), nyeri bahu (10%), nyeri pinggang (12%), nyeri punggung (9%), nyeri leher dan lengan (7%).
PENCEGAHAN INFEKSI SALURAN KEMIH PADA USIA REMAJA DI PP KHA WAHID HASYIM Dwimantoro Iman Prilistyo; Mulyadi Mulyadi; Muslikha Nourma Rhomadhoni; Abian Dimas Savero Al Faruq; Nihazzatuzzain Nihazzatuzzain; Nurul Hidayatih
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.37398

Abstract

Infeksi Saluran Kemih (ISK) merupakan masalah kesehatan serius pada remaja, terutama perempuan. Faktor risiko utamanya adalah kurangnya pengetahuan tentang kebersihan diri dan lingkungan yang tidak mendukung. Program pengabdian masyarakat yang dilakukan di pesantren ini bertujuan meningkatkan pengetahuan remaja tentang ISK, mendorong kebiasaan hidup bersih, dan menciptakan lingkungan yang mendukung kesehatan. Dengan kolaborasi berbagai pihak, diharapkan upaya ini dapat mengurangi angka kejadian ISK pada remaja di lingkungan pesantren. Metode yang digunakan pada kegiatan pengabdian ini dengan metode ceramah interaktif yakni penyuluhan tentang ISK. Untuk mengukur tingkat pemahaman materi tentang ISK, para santri akan mengisi pre-post test. Hasil pre-post test kemudian dianalisis menggunakan uji N-Gain Score untuk melihat efektivitas metode yang digunakan pada penyuluhan. Hasil dan pembahasan. Hasil menunjukkan sebanyak 30 santri memperoleh nilai N-Gain Score > 76% yang dinilai efektif, kemudian sebanyak 2 santri mendapatkan hasil N-Gain Score di rentan 55-75% dinilai metode tersebut cukup efektif, kurang efektif pada 4 orang santri yakni dengan nilai N-Gain Score pada rentan 40-55%, dan tidak efektif pada 4 orang santri dengan nilai N-Gain Score < 40%. Dari hasil tersebut secara garis besar kegiatan pengabdian masyarakat dengan metode ceramah interaktif dinilai efektif. Kesimpulan, Dari hasil analisis uji N-Gain Score didapatkan hasil penggunaan metode ceramah interaktif dinilai efektif dalam meningkatkan pengetahuan tentang ISK pada santri di PP. KHA. Wahid Hasyim Bangil Pasuruan.
EDUKASI MCKENZIE EXERCISE DAN PENGGUNAAN SUPPORT BACK BELT UNTUK MENCEGAH LOW BACK PAIN PADA PEKERJA PT. AUTOKORINDO PRATAMA Muslikha Nourma Rhomadhoni; Friska Ayu; Dwimantoro Iman Prilistyo; Merry Sunaryo; Rizka Novembrianto; Muhammad Ilham Wahyudi; Bayu Istiar
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.37405

Abstract

Autokorindo Pratama memiliki 5 line produksi yaitu Side ring line, Disc line, Rim line, Assy line dan Painting line untuk memproduksi velg, dalam proses produksi masih banyak ditemukan pekerjaan yang masih menggunakan penanganan manual dengan tenaga pekerja seperti mendorong, mengangkat dan memindahkan beban. Observasi dan wawancara pada Painting line mendapati keluhan dari para perkerja di sana tentang nyeri pungung bawah dikarenakan melakukan kegiatan angkat angkut dan mendorong berulang. Metode Langkah Pertama Melakukan survey lokasi untuk menemukan pekerjaan yang berisiko menderita low back pain. Tahap kedua Pada tahap kedua, dilakukan persiapan berupa sarana prasarana yang dibutuhkan saat melakukan edukasi, serta pembuatan power point sebagai media penyuluhan. Tahap ketiga Pada tahap ini dilaksanakan edukasi dengan pekerja dan pengerjaan pre test post test sebagai gambaran pengetahuan pekerja sebelum dan sesudah edukasi. Dilanjutkan dengan praktik Mckenzie Exercise dan penggunaan. Hasil : adanya peningkatan pengetahuan para pekerja yang semula hanya 8 pekerja yang skor diatas rata-rata menjadi 13 pekerja. Dari kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan pekerja dapat meningkatkan pengetahuan tentang low back pain dan faktor-faktor yang berhubungan dengan terjadinya keluhan tersebut. Pengetahuan ini dapat ditingkatkan melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini. Selain memberikan edukasi pengabdian masyarakat ini juga memberikan cara untuk mengatasi atau meminimalisir low back pain dengan melalui Mckenzie Exercise dan penggunaan support back belt. Kesimpulan Edukasi ini dapat dikatakan berhasil karena adanya peningkatan pengetahuan pekerja terhadap low back paindan cara menangani dengan Mckenzie Exercise dan penggunaan support back belt.
EDUKASI DAN PELATIHAN CARA PENGGUNAAN ALAT PEMADAM API RINGAN (APAR) Rizka Amirul Sofia; Ratna Ayu Ratriwardhani; Farikhatul Wasillah; Sindy Nur Fitria; Ongky Putra Abadi; Muslikha Nourma Rhomadhoni; Suyono Suyono
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.39675

Abstract

Kebakaran merupakan salah satu peristiwa yang tidak diinginkan dan terkadang tak terkendali. Oleh karena sifatnya yang membahayakan dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat, maka kebakaran dikatagorikan sebagai salah satu bentuk bencana. Bangunan atau ruangan di industri ini tergolong memiliki risiko kebakaran yang tinggi. Apabila terjadi kebakaran pada perusahaan ini akan berisiko tinggi menimbulkan korban jiwa. Tujuan dari penelitian ini adalah mengevaluasi program pra kebakaran dengan cara memberikan pelatihan cara menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) di industri. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat berupa ilmu pengetahuan tentang pelatihan dan cara menggunakan APAR bagi responden sebagai wujud dari penanggulangan kebakaran dan penyelamatan diri. Metode yang digunakan yaitu metode pengamatan dan pengumpulan data melalui pengumpulan data primer. Data primer adalah data yang diperoleh dari hasil pengamatan langsung, baik melalui observasi lingkungan kerja maupun wawancara langsung dengan responden. Hasil dari Pre-Test dan Post-Test menunjukkan adanya peningkatan akan pengetahuan dan wawasan mengenai APAR, karena adanya kegiatan Edukasi dan pelatihan cara menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) kepada responden. Kesimpulan yang didapatkan dari kegiatan pelatihan dan cara menggunakan APAR pada industri UD. Riwood ini yaitu hasil Pre-Test dan Pos-Test mengalami kenaikan presentase yang signifikan. Responden sebelumnya tidak mengetahui cara penggunaan APAR dengan benar kini responden sudah paham bagaimana cara menggunakan APAR yang benar. Saran yang tepat untuk kegiatan ini yaitu industri diharapkan melaksanakan pelatihan APAR pada setiap pekerja agar dapat melakukan pertolongan pertama saat terjadi kebakaran.
PEMBERIAN BUKU "PINTAR" SEBAGAI UPAYA PROTEKSI PAK KARENA IKLIM KERJA PANAS Nur Rohma Alif Junaini; Ratna Ayu Ratriwardhani; Muslikha Nourma Rhomadhoni; Vivi Rosita; Wanda Melania Anggraini; Fika Alfiana
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 4 (2025): Volume 6 No 4 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i4.48216

Abstract

Kegiatan sosialisasi mengenai iklim kerja panas pada pekerja di CV. Karya Cipta Baru dilaksanakan sebagai upaya untuk mengurangi risiko paparan panas di tempat kerja dan mencegah keluhan heat stress pada pekerja. Mengingat bahwa iklim kerja panas dapat memperburuk kesehatan, terutama di negara tropis seperti Indonesia, upaya pencegahan menjadi sangat krusial. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran para pekerja mengenai dampak, penyebab, gejala awal, serta penanggulangan penyakit akibat kerja karena iklim kerja panas. Metode yang digunakan adalah sosialisasi interaktif melalui media poster dan wawancara menggunakan form penilaian pre-test dan form penilaian post-test serta dilengkapi dengan pemberian buku saku sebagai media lanjutan. Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan pekerja dari awalnya sebanyak 60% pekerja memiliki tingkat pengetahuan dalam kategori “kurang”, setelah diberikan sosialisasi tingkat pengetahuan seluruh pekerja menjadi dalam kategori “baik” dengan persentase sebesar 100% yang menunjukkan pekerja paham dan merasa terbantu. Kegiatan ini berhasil meningkatkan pemahaman pekerja tentang pentingnya mengurangi dan mengelola risiko paparan panas, sehingga mendorong penerapan perilaku kerja yang lebih aman di tempat kerja.