Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Peningkatan Kapasitas Relawan dalam Penerapan Kapasitas Basic Life Support Terhadap Penanganan Fraktur untuk Early Recognition and Call for Help Pada Forest (Forum Relawan Sidoarjo Tangguh) Priyo Mukti Pribadi Winoto; Arif Helmi Setiawan; Rizka Rohmawati; Ainul Rofik
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SURABAYA Vol. 1 No. 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat : Perguruan Tinggi Meng
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (623.692 KB) | DOI: 10.33086/snpm.v1i1.825

Abstract

FOREST (Forum Relawan Sidoarjo Tangguh) adalah kumpulan relawan yang berada dibawah naungan BPBD Sidoarjo yang sudah sering mendapatkan pelatihan dan terlibat di kegiatan penanggulangan kebencanaan. Pengadian masyarakat bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan ketrampilan tentang pentingnya upaya penanganan yang tepat dan cepat terhadap keselamatan pasien. Kegiatan diikuti oleh 20 relawan. Dilaksanakan dalam dua tahap yakni pemaparan materi pedoman BasicLife Support dan praktek penanganan pasien sebelum dibawa ke fasilitas kesehatan jika terjadi gawat darurat. Evaluasi tingkat pemahaman dilakukan sebelum dan sesudah penyuluhan. Indikator penilaian yaitu penerapan basic life support. Berdasarkan hasil kegiatan terjadi peningkatan pengetahuan, pemahaman dan ketrampilan peserta tentang penerapan basic life support terhadap penanganan fraktur untuk early recognition and call for help pada forum relawan Sidoarjo tangguh (Forest) karena nilai posttest lebih tinggi (90%) daripada nilai pre test (35%). Program pengabdian masyarakat terkait peningkatan kapasitas relawan dalam penerapan basic life support terhadap penanganan fraktur untuk early recognition and call for help pada FOREST (Forum Relawan Sidoarjo Tangguh) mampu meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan ketrampilan relawan dalam upaya penanganan yang tepat dan cepat terhadap keselamatan pasien.
Mendukung Budidaya Herbal Pondok Pesantren (Ponpes) KHA Wahid Hasyim di Masa Pandemi Covid-19 Ainul Rofik; Reza Hery Mahendra Putra; Muslikha Nourma Rhomadhoni; Ain Darojah Siddiq Ramadhana
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SURABAYA Vol. 1 No. 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat : Perguruan Tinggi Meng
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1036.437 KB) | DOI: 10.33086/snpm.v1i1.854

Abstract

Corona Virus Disease 2019, atau COVID-19. Penyakit menular ini disebabkan oleh Corona Virus jenis SARSCOV-2, yang pertama kali muncul di Wuhan, China pada Desember 2019. Gejala gangguan pernapasan akut seperti demam, batuk dan sesak napas hanyalah tanda awal karena port d’entre COVID adalah melalui saluran napas dan mukosa. jumlah kasus kematian tetaplah meningkat dan belum terdapat tanda-tanda akan menurun. Keadaan ini yang menyebabkan masih berlangsungnya pembatasan sosial yang ditetapkan Pemerintah Indonesia untuk mencegah progresivitas penularan COVID-19. Tidak hanya kesehatan, pandemi COVID-19 ini berdampak juga terhadap ekonomi. Lanjutan pembatasan sosial untuk mencegah penularan COVID-19 dikatakan justru akan membuat kondisi perekonomian bisa lebih buruk lagi. Percepatan pemulihan kesehatan tidak boleh melupakan sektor ekonomi. Ponpes merupakan center of exellence dalam aspek moral-agama, moral-kesehatan, maupun moral-ekonomi bagi masyarakat sekitar ponpes. Pemberdayaan kesehatan dan ekonomi masyarakat berbasis ponpes dipandang akan memudahkan menjangkau masyarakat tradisional. Berdasarkan uraian tersebut, dibuatlah sebuah upaya komprehensif untuk pemberdayaan kesehatan dan ekonomi masyarakat berbasis pondok pesantren. Kegiatan Pengabdian Masyarakat kali ni bekerja sama dengan Pondok Pesantren (Ponpes) KHA Wahid Hasyim Bangil berupa sosialisasi dan penyuluhan melalui zoom meeting. Kegiatan ini bertujuan mendukung pemulihan kesehatan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat di sekitar pondok pesantren yang tidak tersentuh program-program pemerintah. Kegiatan kali ini berfokus pada peningkatan kemampuan budidaya herbal di lingkungan Pondok Pesantren (Ponpes) KHA Wahid Hasyim Bangil. Dengan adanya informasi yang benar mengenai herbal sederhana, hal ini diharapkan membantu pemerintah dalam upaya percepatan pemutusan rantai penularan Covid 19.
Penerapan Higiene Dan Sanitasi Santri Di Pondok Pesantren Salafiyah Nurul Ulum Gresik Bersama Industri Pt. Terminal Petikemas Surabaya Muslikha Nourma Rhomadhoni; Friska Ayu; Ainul Rofik; Rizka Novembrianto; Cahya Ardie Firmansyah; Alviatuz Zahro Subiyakto; Nikhen Hanivah Alviansyah
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SURABAYA Vol. 1 No. 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat : Perguruan Tinggi Meng
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (764.713 KB) | DOI: 10.33086/snpm.v1i1.862

Abstract

Penerapan hygiene dan sanitasi di Pondok pesantren sangat didukung oleh pemahaman santri dan pengelola pondok. Namun semua itu juga didukung oleh kemmapuan pondok dalam melengkapi saran dan prasarana praktek hygiene dan sanitasi di pondok pesantren. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan peningkatan pemahaman kepada santri dan pengelola terhadap penerapan hygiene sanitasi di pondok pesantren. Kegiatan dilaksanakan secara langsung (luar jaringan). Diataranya melalui kegiatan sosialisasi, praktik cuci tangan, clean day, dan berbagi. Hasilnya. Ada peningkatan pemahaman santri dan pengelolaa pondok terhadap pemahaman hygiene dan sanitasi di ponok pesantren. Serangkaian kegiatan yang dilaksanakan sangat penting dan memberikan kesan baik kepada santri. Sesuatu hal yang menyenangkan diharapkan mampu mempermudah pemahaman santri dan kemauan untuk melakukan penerapan hygiene dan sanitasi secara terus menerus. Kesimpulan: upaya penerapan hygiene dan sanitasi di pondok pesantren bisa maksimal dan menambah semangat manakala ada kolaborasi dengan perusahaan yang memberikan nilai manfaat dari kegiatan menjadi lebih.
Pemberdayaan Penerapan Basic Life Support Guideline 2020 dalam Evakuasi Korban Bencana Alam pada Forum Relawan Sidoarjo Tangguh (FOREST) Priyo Mukti Pribadi Winoto; Iis Noventi; Sulistyorini Sulistyorini; Ika Mardiyanti; Ainul Rofik
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i4.6426

Abstract

Penanganan yang terlambat ataupun tidak tepat pada henti jantung akan berakibat fatal yaitu kematian dalam hitungan menit, Salah satu penanganan yang harus segera diberikan adalah bantuan hidup dasar dengan resusitasi jantung paru (RJP), kasus kegawatdaruratan yang harus mendapatkan penanganan yang segera dari petugas medis ataupun masyarakat umum atau bystander yang sudah terlatih (Irfani, 2019). Basic Life Support (BLS) atau dalam bahasa Indonesia dikenal sebagai Bantuan Hidup Dasar (BHD) merupakan usaha yang dilakukan untuk mempertahankan kehidupan pada saat pasien atau korban mengalami keadaan yang mengancam jiwa (Craig-Brangan and Day, 2019). Di luar negeri BLS/BHD ini sebenarnya sudah banyak diajarkan pada orang-orang awam atau orangorang awam khusus, namun sepertinya hal ini masih sangat jarang diketahui oleh masyarakat Indonesia. Masih kurangnya pemahaman tentang pentingnya pengetahuan dan keterampilan relawan terhadap penerapan basic life support guideline 2020 dalam evakuasi korban bencana alam. Kegiatan pengabdian masyarakat tentang “Pemberdayaan penerapan basic life support guideline 2020 dalam evakuasi korban bencana alam pada Forum Relawan Sidoarjo Tangguh” . Dengan dikumpulkan kemudian diberikan penyuluhan tentang informasi terkait basic life support, resusitasi jantung paru atau pijat jantung, usaha yang dilakukan untuk mempertahankan kehidupan pada saat pasien atau korban mengalami keadaan yang mengancam jiwa dan pertolongan yang harus dilakukan pada penderita yang mengalami henti napas dan henti jantung. Target luaran berupa Laporan yang dipublikasikan di jurnal, video kegiatan, publikasi di media masa online atau cetak. Pelaksanaan pengabdian masyarakat ini dilakukan di kantor FOREST (Forum Relawan Sidoarjo Tangguh). Pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan memberikan penyuluhan tentang informasi terkait basic life support. Penyuluhan menggunakan metode ceramah dan tanya jawab.
Pemberdayaan Penerapan Basic Life Support Guideline 2020 dalam Evakuasi Korban Bencana Alam pada Forum Relawan Sidoarjo Tangguh (FOREST) Priyo Mukti Pribadi Winoto; Iis Noventi; Sulistyorini Sulistyorini; Ika Mardiyanti; Ainul Rofik
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i4.6426

Abstract

Penanganan yang terlambat ataupun tidak tepat pada henti jantung akan berakibat fatal yaitu kematian dalam hitungan menit, Salah satu penanganan yang harus segera diberikan adalah bantuan hidup dasar dengan resusitasi jantung paru (RJP), kasus kegawatdaruratan yang harus mendapatkan penanganan yang segera dari petugas medis ataupun masyarakat umum atau bystander yang sudah terlatih (Irfani, 2019). Basic Life Support (BLS) atau dalam bahasa Indonesia dikenal sebagai Bantuan Hidup Dasar (BHD) merupakan usaha yang dilakukan untuk mempertahankan kehidupan pada saat pasien atau korban mengalami keadaan yang mengancam jiwa (Craig-Brangan and Day, 2019). Di luar negeri BLS/BHD ini sebenarnya sudah banyak diajarkan pada orang-orang awam atau orangorang awam khusus, namun sepertinya hal ini masih sangat jarang diketahui oleh masyarakat Indonesia. Masih kurangnya pemahaman tentang pentingnya pengetahuan dan keterampilan relawan terhadap penerapan basic life support guideline 2020 dalam evakuasi korban bencana alam. Kegiatan pengabdian masyarakat tentang “Pemberdayaan penerapan basic life support guideline 2020 dalam evakuasi korban bencana alam pada Forum Relawan Sidoarjo Tangguh” . Dengan dikumpulkan kemudian diberikan penyuluhan tentang informasi terkait basic life support, resusitasi jantung paru atau pijat jantung, usaha yang dilakukan untuk mempertahankan kehidupan pada saat pasien atau korban mengalami keadaan yang mengancam jiwa dan pertolongan yang harus dilakukan pada penderita yang mengalami henti napas dan henti jantung. Target luaran berupa Laporan yang dipublikasikan di jurnal, video kegiatan, publikasi di media masa online atau cetak. Pelaksanaan pengabdian masyarakat ini dilakukan di kantor FOREST (Forum Relawan Sidoarjo Tangguh). Pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan memberikan penyuluhan tentang informasi terkait basic life support. Penyuluhan menggunakan metode ceramah dan tanya jawab.
Pelatihan Perawatan Luka Bakar dalam Rangka Peningkatan Kapasitas Migran Di IOM Dayu Satriya W; Ainul Rofik; Ratna Ayu Ratriwardhani; Yuriske Agnovianto
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 3 No. 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat : MEMAKSIMALKAN POTENSI
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/snpm.v3i1.1284

Abstract

Latar belakang, Luka bakar merupakan kerusakan jaringan yang diakibatkan sumber panas seperti api, air panas, bahan kimiawi, sinar matahari atau radiasi. Luka bakar di Indonesia merupakan cedera yang memberikan masalah tersendiri. Sehingga diperlukan pelatihan perawatan luka bakar untuk para migran di IOM. Tujuannya adalah untuk meningkatkan pemahaman migran mengenai perawatan luka bakar. Metode, Metode yang digunakan dalam penyuluhan adalah ceramah dan tanya jawab. Sebelum penyuluhan peserta diberi pre-test, kemudian setelah penyuluhan peserta diberi post-test. Hasil pre-test dan post-test dinilai kemudian dilakukan pengolahan data dan evaluasi. Hasil, Hasil pre-test dan post-test mengenai perawatan luka bakar melalui kuesioner secara langsung terjadi peningkatan nilai oleh migran yang mengikuti kegiatan ini. Persentase kenaikan nilai rata-rata adalah sebesar 7,37%. Kenaikan nilai rata-rata yang signifikan ini menunjukkan adanya perubahan tingkat pengetahuan pada peserta setelah mengikuti sesi penyuluhan. Kesimpulan, Pelatihan Perawatan Luka Bakar dalam rangka Peningkatan Kapasitas Migran di IOM telah meningkatkan pengetahuan dan pemahaman terhadap luka bakar dan penanganannya.
Peningkatan Kapasitas Guru dan Tenaga Kependidikan Sebagai Upaya Penguatan Program UKS Winoto, Priyo Mukti Pribadi; Hatmanti, Nety Mawarda; Setiawan, Arif Helmi; Rofik, Ainul
Abdi Wiralodra : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2024): Abdi Wiralodra
Publisher : universitas wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/abdi.v6i1.129

Abstract

World Health Organitation (WHO) menciptakan sebuah konsep sekolah sehat atau Health Promoting School (sekolah yang mempromosikan kesehatan). Semua pihak yang berkaitan dengan masalah Kesehatan sekolah terlibat dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan sehat, memberikan akses kepada pelayanan kesehatan, memberikan pendidikan kesehatan di sekolah,  ada kebijakan dan upaya sekolah untuk mempromosikan Pendidikan kesehatan dan berperan dalam meningkatkan kesehatan di lingkungan masyarakat. Penguatan UKS sangat penting agar seluruh warga sekolah tetap terjaga kesehatannya, sesuai program pemerintah revitalisasi UKS menuju sekolah sehat merupakan program yang harus diterapkan mengingat pentingnya kesehatan peserta didik untuk mewujudkan terlaksananya proses belajar secara optimal. Kegiatan pengabdian masyarakat di SD Negeri 145 Gresik, baik guru, pelaksana dan siswa belum mengetahui terkait P3K, P3P, PSN dan pemanfaatan pekarangan untuk Toga, Tosa, Tobu, dan tanaman pengusir nyamuk dengan baik. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adanya peningkatan pengetahuan melalui upaya kegiatan pemberian edukasi tentang P3K, P3P, PSN dan pemanfaatan pekarangan untuk Toga, Tosa, Tobu, dan tanaman pengusir nyamuk. Pelaksanaan dilakukan selama 1 bulan, kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan cara memberikan pendidikan kesehatan menggunakan media power point, LCD dan leaflet. Pengukuran tingkat pengetahuan dengan cara melakukan pre test sebelum pemberian edukasi selanjutkan setelah pemberian edukasi dilakukan post test. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini didapatkan tingkat pengetahuan saat pre test didapatkan skor 42,9% sedangkan saat post test tingkat pengetahuannya meningkat menjadi 82,9%.   Pengabdian masyarakat ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman terkait P3K, P3P, PSN dan pemanfaatan pekarangan untuk Toga, Tosa, Tobu, dan tanaman pengusir nyamuk. Kesimpulan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah terdapat peningkatan pengetahuan peserta tentang pendidikan kesehatan mengenai P3K, P3P, PSN dan pemanfaatan pekarangan untuk Toga, Tosa, Tobu, dan tanaman pengusir nyamuk.
NEUROPROTECTIVE ACTIVITY OF EXTRACT OF CELERY (APIUM GRAVEOLENS) IN INSILICO STUDY Mahendra, Reza; Rofik, Ainul; Salim, Hotimah Masdan; Ulfa, Maria; Awwaliyah, Evy Silvia
Jurnal Ilmu Kesehatan dan Kesehatan Vol 5 No 2 (2021): AUGUST
Publisher : UNUSA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/mhsj.v5i2.2362

Abstract

Backround: Celery (Apium graveolens L., Apiaceae) is one of the medicinal plants with secondary metabolite components that have pharmacological effects such as vitamin (choline) content. This study aims to evaluate the mechanism and interaction of choline contained in celery on its effectiveness as a neuroprotective. Methods: This research is an experimental research using the in silico study. Results: The insilico search found that the choline content in celery binds to Slc5a7, Chat and Ache. Which has a function in the process of neurotransmitter biosynthesis, neurotransmitter metabolic processes and neurotransmitter secretion processes Conclusion: The celery (Apium graveolens L., Apiaceae)  have pharmacological activity as neuroprotective through the interaction of Slc5a7, Chat and Ache
DISASTER EMERGENCY TRAINING TO INCREASE MIGRANT CAPACITY IN SIDOARJO Rofik, Ainul; Putra, Reza Hery Mahendra; Sahri, Moch.; Winoto, Priyo Mukti Pribadi; Bariyah, Khadijah Khairul
Community Service Journal of Indonesia Vol 6 No 1 (2024): Community Service Journal of Indonesia
Publisher : Institute for Research and Community Service, Health Polytechnic of Kerta Cendekia, Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36720/csji.v6i1.626

Abstract

Migrants seeking asylum in Indonesia are a vulnerable group who need attention and training regarding disaster emergencies. This is because Indonesia is a maritime country which geographically and geologically allows natural disasters to occur. Although aid supplies are very important in emergency situations, preventive measures and preparedness are also equally important so it is necessary to provide health services in the form of expertise in disaster emergencies for migrants. Disaster emergency management efforts are a system that cannot be divided and the quality of life of patients after a disaster injury depends on pre-hospital stage treatment. The aim of this activity is to increase understanding and empowerment by provide outreach and training for migrants living in Sidoarjo. Before counseling, a 10 minutes pre-test was conducted for the participants. followed by a counseling session, training and discussion session for approximately 60 minutes, and after that a post-test was carried out for 10 minutes. Next, the results of the pre-test and post-test are assessed and data processing and evaluation are carried out. The results of the Paired T-tests show a p-value of 0.00 so the sig value is <0.05 which indicates there is a significant difference regarding the pre-test and post-test data. This can be interpreted as an increase in insight, understanding, empowerment, as well as a change in attitude towards migrants after attending the counseling session. Community service activities regarding disaster emergencies for migrants living in Sidoarjo have had a significant impact in the form of increasing insight and empowerment regarding the topic of disaster emergencies.
Optimalisasi Pelaksanaan Triage Korban Bencana oleh Relawan dengan Pendekatan Initial Assesment untuk Area Prehospital Winoto, Priyo Mukti Pribadi; Hatmanti, Nety Mawarda; Khafid, Muhammad; Rofik, Ainul
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v5i4.10833

Abstract

Triage merupakan suatu teknik penilaian dan mengklasifikasikan tingkat kegawatan korban bencana. Pentingnya triage untuk memilih siapa yang harus ditangani lebih awal dan siapa yang terakhir(Riskesdas, 2018). Ini menjadi kunci utama supaya penanganan bencana mampu menyelamatkan jiwa sebanyak-banyaknya. Dalam konsep sebagai penolong, bahwa semua korban bencana pastinya tak akan bisa kita selamatkan, pasti ada yang tidak bisa tertolong karena tingkat keparahannya, namun tim penolong perlu menolong yang bisa di tolong dengan segera sehingga mampu menyelamatkan yang survive (Abelairas-Gómez et al., 2020). Permasalahan pelaksanaan Triage Korban Bencana oleh Relawan adalah keterbatasan sumber daya dalam bidang pendidikan penanganan korban bencana dengan pendekatan initial assesment untuk area prehospital salah satunya adalah dalam pengusaan materi Prosedur initial assessment pra hospital terdiri dari siklus primary survey berupa airways (A), breathing (B), circulation (C), disability (D) hingga exposure (E) di luar rumah sakit. Pada initial assessment seharusnya dilakukan dengan cepat agar kejadian yang mengancam nyawa dapat diatasi secara efektif (Reveruzzi et al., 2020). Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk mewujudkan relawan yang mampu melaksanakan lima komponen yang harus dinilai dalam penilaian initial assessment, yaitu Airway, Breathing, Circulation, Disability, Exposure. Adapun target mitra penerima manfaat adalah relawan yang tergabung dalam Indonesian Disaster Emergency Respone Unit (IDERU) Jawa Timur agar bisa meningkatkan kemampuan relawan dalam memberikan tindakan untuk menyelamatkan jiwa, mengelompokkan tingkat keparahan pasien sehingga bisa ditangani secara efektif dan efisien di area pre hospital. Target luaran berupa Laporan yang dipublikasikan di jurnal, video kegiatan, publikasi di media masa online atau cetak. Pelaksanaan pengabdian masyarakat ini dilakukan di markas relawan IDERU Jawa Timur. Pengabdian masyarakat ini dilakukan melalui metode ceramah, demonstrasi dan simulasi