Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Analisis Penyebab Keterlambatan Retensi dan Pemusnahan Rekam Medis Rumah Sakit Citra Husada Digna Hastika Nandita; Gamasiano Alfiansyah; Novita Nuraini; Selvia Juwita Swari
Health & Medical Sciences Vol. 1 No. 1 (2023): November
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v1i1.661

Abstract

Rumah Sakit Citra Husada terlambat dalam pelaksanaan retensi dan pemusnahan rekam medis. Berdasarkan studi pendahuluan pada 20 Juli 2022 di Rumah Sakit Citra Husada, bahwa retensi rekam medis belum optimal dan pemusnahan rekam medis tahun 2012 sampai sekarang belum dilaksanakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor penyebab keterlambatan retensi dan pemusnahan rekam medis di Rumah Sakit Citra Husada. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif, pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan USG. Variabel dalam penelitian ini yaitu personal factors, leadership factors, team factors, system factors, dan situational factors. Hasil penelitian ini, keterlambatan retensi dan pemusnahan rekam medis disebabkan kurangnya pengetahuan petugas, petugas masih ada yang berlatar belakang pendidikan bukan RMIK, staf rekam medis belum pernah mengikuti pelatihan, kapasitas ruang dan rak penyimpanan rekam medis inaktif penuh, kurangnya alat scanner, petugas kesusahan membaca diagnosa dalam mengisi daftar pertelaan, tidak terdapat alat pemusnah rekam medis inaktif, dan petugas melakukan double job. Hasil USG prioritas masalah yaitu petugas melakukan double job.
Analisis Faktor Penyebab Ketidaklengkapan Pengisian Rekam Medis di Klinik Wirasakti Jember Harnis Tika Sukma; Gamasiano Alfiansyah; Rossalina Adi Wijayanti; Efri Tri Ardianto
Health & Medical Sciences Vol. 1 No. 1 (2023): November
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v1i1.666

Abstract

Persentase ketidaklengkapan rekam medis di Klinik Wirasakti Jember pada bulan Juni Tahun 2022 adalah 49%. Hal ini berdampak terhadap mutu rekam medis dikarenakan tidak memuat informasi secara lengkap. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor penyebab ketidaklengkapan pengisian rekam medis di Klinik Wirasakti Jember berdasarkan teori kinerja Armstrong dan Baron. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dokumentasi,USG (Urgency, Seriousness, Growth). Subjek penelitian terdiri dari 2 dokter, 2 petugas pendaftaran, 1 petugas rekam medis, 2 perawat, 1 penanggung jawab rekam medis, dan kepala Klinik Wirasakti Jember. Hasil penelitian ini yaitu terdapat petugas yang belum memiliki kualifikasi pendidikan minimal DIII RMIK, rata-rata petugas belum pernah mengikuti seminar atau pelatihan mengenai rekam medis, kurangnya pengetahuan petugas terkait standar pelayanan minimal pengisian rekam medis, komunikasi antar rekan kerja belum optimal, dan belum adanya SOP pengisian rekam medis yang spesifik.
Analisis Desain Ergonomis Ruang Unit Kerja Rekam Medis di Puskesmas Cermee Kabupaten Bondowoso Fadellia Insyaf; Atma Deharja; Gamasiano Alfiansyah; Gandu Eko Julianto Suyoso
Health & Medical Sciences Vol. 1 No. 1 (2023): November
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v1i1.669

Abstract

Ruang unit kerja rekam medis di Puskesmas Cermee masih belum memenuhi aspek ergonomis. Hal ini menyebabkan petugas merasa tidak nyaman saat bekerja dan membuat petugas kurang leluasa saat bergerak. Tujuan penelitian ini menganalisis dan mendesain ruang unit kerja rekam medis secara ergonomis di Puskesmas Cermee. Jenis penelitian kuantitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dokumentasi, pengukuran dan brainstorming. Subyek penelitian terdiri dari 1 kepala Puskesmas dan 4 petugas rekam medis. Hasil penelitian adalah desain rak penyimpanan ergonomis yang sudah disesuaikan dengan antropometri petugas dengan ukuran tinggi rak = 180,56 cm dan jarak antar rak = 45,8 cm. Perhitungan kebutuhan rak 5 tahun yang akan datang yaitu sebanyak 4 buah roll o’pack. Puskesmas diharapkan mengimplementasikan desain ruang unit kerja rekam medis baru dengan luas ruangan 10,5 m x 6 m yang sudah disesuaikan dengan alur pengolahan rekam medis.
Analisis Faktor Keterlambatan Penyediaan Rekam Medis Rawat Jalan RSD dr. Soebandi Jember Nurul Fadillah Azizah; Gamasiano Alfiansyah; Selvia Juwita Swari; Veronika Vestine
Health & Medical Sciences Vol. 1 No. 1 (2023): November
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v1i1.670

Abstract

Keterlambatan penyediaan rekam medis rawat jalan di Rumah Sakit Daerah (RSD) dr. Soebandi Jember merupakan permasalahan dalam penyediaan rekam medis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor penyebab keterlambatan penyediaan rekam medis rawat jalan di RSD dr. Soebandi Jember berdasarkan teori kinerja Mc Cormick dan Tiffin yang meliputi faktor individu dan situasional. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Subjek dalam penelitian ini yaitu 1 kepala rekam medis, 4 petugas pendaftaran, 2 petugas filling, 2 petugas distributor dan 3 petugas poliklinik. Pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian yang didapatkan oleh peneliti terkait keterlambatan penyediaan rekam medis rawat jalan yaitu belum terdapat anggaran dana untuk pelatihan, belum pernah diadakannya sosialisasi terkait Standar Operasional Prosedur penyediaan rekam medis rawat jalan, belum terdapat pelatihan internal maupun eksternal, latar belakang pendidikan mengenai pengetahuan petugas terkait pelaksanaan, waktu penyediaan yang masih kurang, dan tracer yang digunakan belum maksimal. Menyikapi faktor-faktor tersebut maka perlu memperhatikan dan membuat anggaran terkait dana pelatihan petugas, penambahan rak penyimpanan menggunakan roll o’pack, sebulan sekali melakukan pengecekan pada komputer yang digunakan, diadakan sosialisasi kepada petugas rekam medis tentang SOP atau pedoman penyediaan rekam medis rawat jalan, memberikan pelatihan secara internal maupun eksternal, memberi tahu tentang pelaksanaan penyediaan rekam medis dan dampaknya jika terlambat.
Redesain Ruang Filling dengan Pendekatan Ergonomi di RSUD Dr. Soedomo Trenggalek Atha Rasendriya Salsabila; Indah Muflihatin; Gamasiano Alfiansyah; Gandu Eko Julianto Suyoso
Health & Medical Sciences Vol. 1 No. 1 (2023): November
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v1i1.673

Abstract

Ruang fillling di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Soedomo Trenggalek belum ergonomis dikarenakan ukuran luas ruangan yang belum sesuai dengan standar Permenkes Nomor 43 Tahun 2019. Banyak rekam medis yang disimpan dalam kardus karena rak penuh, tempat duduk dan meja kerja yang digunakan petugas belum sesuai dengan antropometri petugas. Hal ini mempengaruhi kenyamanan para pegawai, dengan keadaan ruangan yang seperti itu pekerjaan menjadi tidak nyaman. Tujuan di penelitian ini adalah untuk menganalisis keadaan dan memperbarui desain ruang filling dengan ilmu ergonomi di RSUD dr. Soedomo Trenggalek. Hasil dari penelitian ini adalah kondisi ruangan yang kurang memadai, jumlah rak rekam medis yang tidak seimbang dengan jumlah dokumen serta tempat duduk dan area kerja yang tidak sesuai dengan antropometri petugas. Peneliti memvisualisasikan dalam bentuk desain rak rekam medis, meja kerja, kursi kerja dan ruang filling yang ergonomis. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu desain ruangan baru dengan luas 52 m², desain rak rekam medis, meja dan kursi kerja sesuai antropometri petugas. Saran dari peneliti perlu penambahan jumlah rak agar sesuai dengan luas ruangan yang ada dan dapat menyimpan semua dokumen rekam medis.
Strategi Perbaikan Keterlambatan Pengembalian Rekam Medis Rawat Inap di Puskesmas Pesanggaran Dismara Anggrelya; Atma Deharja; Maya Weka Santi; Gamasiano Alfiansyah
Health & Medical Sciences Vol. 3 No. 3 (2026): May
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v3i3.683

Abstract

Pada Triwulan IV tahun 2023, angka terlambatnya pengembalian rekam medis rawat inap di Puskesmas Pesanggaran mencapai 72,9%. Masalah ini disebabkan oleh penundaan pekerjaan oleh petugas, yang mengakibatkan penumpukan rekam medis dan memperlambat proses kembalinya rekam medis rawat inap di unit rekam medis. Penelitian ini bertujuan untuk merancang strategi perbaikan guna mengatasi keterlambatan tersebut. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan Action Research melalui teknik pengumpulan data yaitu observasi, dokumentasi, wawancara, dan brainstorming. Subjek penelitian meliputi kepala Puskesmas, tiga petugas rekam medis, tiga dokter penanggung jawab, dan tiga perawat rawat inap. Prioritas masalah ditentukan dengan metode Urgency, Seriousness, and Growth (USG). Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor utama penyebab keterlambatan adalah tidak adanya SOP yang mengatur pengembalian rekam medis rawat inap, tidak adanya tracer, dan belum diterapkannya buku ekspedisi. Berdasarkan temuan ini, strategi perbaikan yang disarankan meliputi penyusunan SOP pengembalian rekam medis rawat inap , sosialisasi dan distribusi SOP, desain dan implementasi tracer, serta penerapan buku ekspedisi.