Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Penyebab Keterlambatan Retensi dan Pemusnahan Rekam Medis Rumah Sakit Citra Husada Digna Hastika Nandita; Gamasiano Alfiansyah; Novita Nuraini; Selvia Juwita Swari
Health & Medical Sciences Vol. 1 No. 1 (2023): November
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v1i1.661

Abstract

Rumah Sakit Citra Husada terlambat dalam pelaksanaan retensi dan pemusnahan rekam medis. Berdasarkan studi pendahuluan pada 20 Juli 2022 di Rumah Sakit Citra Husada, bahwa retensi rekam medis belum optimal dan pemusnahan rekam medis tahun 2012 sampai sekarang belum dilaksanakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor penyebab keterlambatan retensi dan pemusnahan rekam medis di Rumah Sakit Citra Husada. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif, pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan USG. Variabel dalam penelitian ini yaitu personal factors, leadership factors, team factors, system factors, dan situational factors. Hasil penelitian ini, keterlambatan retensi dan pemusnahan rekam medis disebabkan kurangnya pengetahuan petugas, petugas masih ada yang berlatar belakang pendidikan bukan RMIK, staf rekam medis belum pernah mengikuti pelatihan, kapasitas ruang dan rak penyimpanan rekam medis inaktif penuh, kurangnya alat scanner, petugas kesusahan membaca diagnosa dalam mengisi daftar pertelaan, tidak terdapat alat pemusnah rekam medis inaktif, dan petugas melakukan double job. Hasil USG prioritas masalah yaitu petugas melakukan double job.
Analisis Faktor Penyebab Ketidaklengkapan Pengisian Rekam Medis di Klinik Wirasakti Jember Harnis Tika Sukma; Gamasiano Alfiansyah; Rossalina Adi Wijayanti; Efri Tri Ardianto
Health & Medical Sciences Vol. 1 No. 1 (2023): November
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v1i1.666

Abstract

Persentase ketidaklengkapan rekam medis di Klinik Wirasakti Jember pada bulan Juni Tahun 2022 adalah 49%. Hal ini berdampak terhadap mutu rekam medis dikarenakan tidak memuat informasi secara lengkap. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor penyebab ketidaklengkapan pengisian rekam medis di Klinik Wirasakti Jember berdasarkan teori kinerja Armstrong dan Baron. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dokumentasi,USG (Urgency, Seriousness, Growth). Subjek penelitian terdiri dari 2 dokter, 2 petugas pendaftaran, 1 petugas rekam medis, 2 perawat, 1 penanggung jawab rekam medis, dan kepala Klinik Wirasakti Jember. Hasil penelitian ini yaitu terdapat petugas yang belum memiliki kualifikasi pendidikan minimal DIII RMIK, rata-rata petugas belum pernah mengikuti seminar atau pelatihan mengenai rekam medis, kurangnya pengetahuan petugas terkait standar pelayanan minimal pengisian rekam medis, komunikasi antar rekan kerja belum optimal, dan belum adanya SOP pengisian rekam medis yang spesifik.
Analisis Desain Ergonomis Ruang Unit Kerja Rekam Medis di Puskesmas Cermee Kabupaten Bondowoso Fadellia Insyaf; Atma Deharja; Gamasiano Alfiansyah; Gandu Eko Julianto Suyoso
Health & Medical Sciences Vol. 1 No. 1 (2023): November
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v1i1.669

Abstract

Ruang unit kerja rekam medis di Puskesmas Cermee masih belum memenuhi aspek ergonomis. Hal ini menyebabkan petugas merasa tidak nyaman saat bekerja dan membuat petugas kurang leluasa saat bergerak. Tujuan penelitian ini menganalisis dan mendesain ruang unit kerja rekam medis secara ergonomis di Puskesmas Cermee. Jenis penelitian kuantitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dokumentasi, pengukuran dan brainstorming. Subyek penelitian terdiri dari 1 kepala Puskesmas dan 4 petugas rekam medis. Hasil penelitian adalah desain rak penyimpanan ergonomis yang sudah disesuaikan dengan antropometri petugas dengan ukuran tinggi rak = 180,56 cm dan jarak antar rak = 45,8 cm. Perhitungan kebutuhan rak 5 tahun yang akan datang yaitu sebanyak 4 buah roll o’pack. Puskesmas diharapkan mengimplementasikan desain ruang unit kerja rekam medis baru dengan luas ruangan 10,5 m x 6 m yang sudah disesuaikan dengan alur pengolahan rekam medis.
Analisis Faktor Keterlambatan Penyediaan Rekam Medis Rawat Jalan RSD dr. Soebandi Jember Nurul Fadillah Azizah; Gamasiano Alfiansyah; Selvia Juwita Swari; Veronika Vestine
Health & Medical Sciences Vol. 1 No. 1 (2023): November
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v1i1.670

Abstract

Keterlambatan penyediaan rekam medis rawat jalan di Rumah Sakit Daerah (RSD) dr. Soebandi Jember merupakan permasalahan dalam penyediaan rekam medis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor penyebab keterlambatan penyediaan rekam medis rawat jalan di RSD dr. Soebandi Jember berdasarkan teori kinerja Mc Cormick dan Tiffin yang meliputi faktor individu dan situasional. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Subjek dalam penelitian ini yaitu 1 kepala rekam medis, 4 petugas pendaftaran, 2 petugas filling, 2 petugas distributor dan 3 petugas poliklinik. Pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian yang didapatkan oleh peneliti terkait keterlambatan penyediaan rekam medis rawat jalan yaitu belum terdapat anggaran dana untuk pelatihan, belum pernah diadakannya sosialisasi terkait Standar Operasional Prosedur penyediaan rekam medis rawat jalan, belum terdapat pelatihan internal maupun eksternal, latar belakang pendidikan mengenai pengetahuan petugas terkait pelaksanaan, waktu penyediaan yang masih kurang, dan tracer yang digunakan belum maksimal. Menyikapi faktor-faktor tersebut maka perlu memperhatikan dan membuat anggaran terkait dana pelatihan petugas, penambahan rak penyimpanan menggunakan roll o’pack, sebulan sekali melakukan pengecekan pada komputer yang digunakan, diadakan sosialisasi kepada petugas rekam medis tentang SOP atau pedoman penyediaan rekam medis rawat jalan, memberikan pelatihan secara internal maupun eksternal, memberi tahu tentang pelaksanaan penyediaan rekam medis dan dampaknya jika terlambat.
Redesain Ruang Filling dengan Pendekatan Ergonomi di RSUD Dr. Soedomo Trenggalek Atha Rasendriya Salsabila; Indah Muflihatin; Gamasiano Alfiansyah; Gandu Eko Julianto Suyoso
Health & Medical Sciences Vol. 1 No. 1 (2023): November
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v1i1.673

Abstract

Ruang fillling di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Soedomo Trenggalek belum ergonomis dikarenakan ukuran luas ruangan yang belum sesuai dengan standar Permenkes Nomor 43 Tahun 2019. Banyak rekam medis yang disimpan dalam kardus karena rak penuh, tempat duduk dan meja kerja yang digunakan petugas belum sesuai dengan antropometri petugas. Hal ini mempengaruhi kenyamanan para pegawai, dengan keadaan ruangan yang seperti itu pekerjaan menjadi tidak nyaman. Tujuan di penelitian ini adalah untuk menganalisis keadaan dan memperbarui desain ruang filling dengan ilmu ergonomi di RSUD dr. Soedomo Trenggalek. Hasil dari penelitian ini adalah kondisi ruangan yang kurang memadai, jumlah rak rekam medis yang tidak seimbang dengan jumlah dokumen serta tempat duduk dan area kerja yang tidak sesuai dengan antropometri petugas. Peneliti memvisualisasikan dalam bentuk desain rak rekam medis, meja kerja, kursi kerja dan ruang filling yang ergonomis. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu desain ruangan baru dengan luas 52 m², desain rak rekam medis, meja dan kursi kerja sesuai antropometri petugas. Saran dari peneliti perlu penambahan jumlah rak agar sesuai dengan luas ruangan yang ada dan dapat menyimpan semua dokumen rekam medis.
Strategi Perbaikan Keterlambatan Pengembalian Rekam Medis Rawat Inap di Puskesmas Pesanggaran Dismara Anggrelya; Atma Deharja; Maya Weka Santi; Gamasiano Alfiansyah
Health & Medical Sciences Vol. 1 No. 2 (2024): Februari
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/phms.v1i2.683

Abstract

Pada Triwulan IV tahun 2023, angka terlambatnya pengembalian rekam medis rawat inap di Puskesmas Pesanggaran mencapai 72,9%. Masalah ini disebabkan oleh penundaan pekerjaan oleh petugas, yang mengakibatkan penumpukan rekam medis dan memperlambat proses kembalinya rekam medis rawat inap di unit rekam medis. Penelitian ini bertujuan untuk merancang strategi perbaikan guna mengatasi keterlambatan tersebut. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan Action Research melalui teknik pengumpulan data yaitu observasi, dokumentasi, wawancara, dan brainstorming. Subjek penelitian meliputi kepala Puskesmas, tiga petugas rekam medis, tiga dokter penanggung jawab, dan tiga perawat rawat inap. Prioritas masalah ditentukan dengan metode Urgency, Seriousness, and Growth (USG). Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor utama penyebab keterlambatan adalah tidak adanya SOP yang mengatur pengembalian rekam medis rawat inap, tidak adanya tracer, dan belum diterapkannya buku ekspedisi. Berdasarkan temuan ini, strategi perbaikan yang disarankan meliputi penyusunan SOP pengembalian rekam medis rawat inap , sosialisasi dan distribusi SOP, desain dan implementasi tracer, serta penerapan buku ekspedisi.
Analisis Faktor Penyebab Lamanya Waktu Penyediaan Rekam Medis Rawat Jalan di Rumah Sakit Baladhika Husada Jember Deanissa Aulia; Gamasiano Alfiansyah; Maya Weka Santi; Sabran
Manajemen Pelayanan Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2024): April
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/mpk.v1i2.6010

Abstract

The average waiting time to obtain outpatient medical records at the Baladhika Husada Jember Hospital reached 56.7 minutes, exceeding the minimum service standard which should be no more than 10 minutes. The aim of the research was to analyze the factors that cause the long time to provide outpatient medical records at the Baladhika Husada Jember Hospital used the 5M management elements. This research used qualitative methods with data collection techniques of documentation, observation, interviews, urgency, seriousness, and growth. The research subjects were 1 head of the medical records unit, 5 filling officers, 4 registration officers, and 3 nurses. The research results were show that the man variable was the lack of knowledge of officers. Method, there was no SOP for providing outpatient medical records. Machine, SIMRS error. Media, filling rooms were not strategic and there were officers who arrived late. Motivation without punishment. Efforts to fix the problem include moving the filling room on the 2nd floor adjacent to the outpatient registration area on the 1st floor and switching to using Electronic Medical Records. The advice given to Baladhika Husada Hospital is to relocate the filling room and develop the existing SIMRS to become 100% Electronic Medical Records.
Evaluasi Sistem Informasi Manajemen Puskesmas Dengan Metode PIECES Di Puskesmas Kemuningsrai Kidul Kabupaten Jember Dita Tinsi Riani; Gamasiano Alfiansyah; Atma Deharja; Mudafiq Riyan Pratama
Manajemen Pelayanan Kesehatan Vol. 1 No. 3 (2024): July
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemuningsarı Kıdul Community Health Center has been using SIMPUS as from 2013. The SIMPUS implemented at Kemuningsarı Community Health Center still has several problems that often occur, including reports that are still manual, and SIMPUS is not yet integrated with P-Care. The objective of this study was to assess user satisfaction with SIMPUS at the Kemuningsarı Kıdul Community Health Center by examining information,  performance, economic factors, service quality efficiency, and control using the PIECES framework. Qualitative research methodology was employed in this study, utilizing data collection methods such as observation, interviews, brainstorming, and documentation. The research subjects were one filing officer, registration officer, head of administration, member of administration, Head of community health center and vendor. The resulted of the research obtained information based on the SIMPUS performance aspect have not been running according to user needs and do not have a good response time, the information aspect has not provided information according to user needs, the economic aspect has not been integrated with P-Care, the control aspect SIMPUS has a low level of security, the efficiency aspect of Learning and operating SIMPUS proved to be straightforward and uncomplicated, the service aspect of the information produced cannot be trusted and relied upon. An alternative solution was to update SIMPUS and replace the software and hardware in the medical record unit, and hold training for SIMPUS users for a minimum of 3 months at a time. Researchers provide present for implementing data encryption in SIMPUS at the Kemuningsari Kidul Community Medical Facility.
Analisis Faktor Penyebab Terjadinya Duplikasi Nomor Rekam Medis di Puskesmas Mayang Jember Yemima Septa Claudia Simamora; Veronika Vestine; Gamasiano Alfiansyah; Selvia Juwita Swari
Manajemen Pelayanan Kesehatan Vol. 1 No. 3 (2024): July
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/mpk.v1i3.6015

Abstract

The duplication incident that occurred at the Mayang Jember Health Center was one medical record number owned by more than one different patient. Duplications found were 23 files with a percentage of 2.88% in January-March 2023. This research is to identify the factors that cause duplication of medical record numbers based on ability, motivation and opportunity variables. This type of research is qualitative with the research subjects being the person in charge of medical records, medical record officers and porters. Data collection techniques using interviews, observation, documentation and prioritization of the causes of problems using scoring and improvement efforts by brainstorming. The results of the study found that the priority cause of problems using the scoring method is the unavailability of standard operating procedures on medical record numbering. An effort to improve the problem is to recommend Standard Operating Procedures on Medical Record Numbering and conducting socialization related to the clarity of Standard Operating Procedures that have been made.
Analisis Faktor Penyebab Keterlambatan Pengembalian Rekam Medis Pasien Rawat Inap di RSUD Kudungga Juwinda Indriyani; Atma Deharja; Rossalina Adi Wijayanti; Gamasiano Alfiansyah
Manajemen Pelayanan Kesehatan Vol. 1 No. 3 (2024): July
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/mpk.v1i3.6016

Abstract

The delay in returning inpatient medical records at RSUD Kudungga in East Kutai Regency is 94.33%, well below the standard of 100% within 48 hours after patient discharge. This is mainly due to the inpatient admins’ untimely behavior in returning the records. This study aims to analyze the factors causing the delay in returning inpatient medical records at RSUD Kudungga. The qualitative research collected data through interviews, observations, documentation, and brainstorming. Data validity was tested using source and technique triangulation. The analysis revealed several causes for the delay. Predisposing factors include a lack of awareness among inpatient admins about timely returns. Enabling factors involve the absence of trolleys for transporting records, the significant distance between inpatient rooms and the records room, and inadequate training for admins. Reinforcing factors include a lack of motivation in the form of praise and punishment for staff, and the absence of evaluations of the SOP for returning records. Improvement efforts include routine evaluations of staff, provision of trolleys, admin training, motivation incentives, and monitoring and evaluating the SOP for returning inpatient medical records.
Co-Authors Adelia Nuranisah Suyuti Aditya Dwi Arimbi Afrizal Himawan Alvira Nafisah Eky Mulia Ananda Widiana Erwanti Erman Andar Sifa’il Fajeri Angga Rahagiyanto Ani Nuraini Anisa Istiqomah Atha Rasendriya Salsabila Atma Deharja Bakhtiyar Hadi Prakoso Bastin Nur Aliefia Bhre Diansyah Dahlia Indah Amareta, Dahlia Indah Deanissa Aulia Demiawan Rachmatta Putro Mudiono Desy Rachmawati Digna Hastika Nandita Dinda Darmawati Dismara Anggrelya Dita Tinsi Riani dony setiawan hendyca putra Efri Tri Ardianto Evy Setyowati Fadellia Insyaf Faizatun Nikmah Feby Erawantini Gandu Eko Julianto Suyoso Haris Hammaminata Harnis Tika Sukma Hikmah, Faiqatul Ika Hestiana Edy Imam Abrori Indah Muflihatin Iqbal Ramadhan Suryawiyanto Iqbal Rhamadhan Suryawiyanto Irene Ratri Andia Sasmita Isye Isyanti Dewi Juwinda Indriyani M. Choirur Roziqin Maya Weka Santi Mudafiq Riyan Pratama Mudafiq Ryan Pratama Muhammad Yunus Nabila Agustina Nadya Frida Nurussa’adah Narita Dwiyana Niyalatul Muna Nofitalia Sawondari Novita Nuraini Nurul Fadillah Azizah Qotrul Imdadi Syawqoni Rachmawati, Ervina Ria Chandra Kartika Risma Dwi Ambarwati Rita Maulana Rizky Farah Dilla Robithatil Khoirot Rossalina Adi Wijayanti Rowinda Dwi Kurniawati Sabran Sabran Sakinah Salsabila Selvia Juwita Swari Selvia Juwita Swari Selvia Juwita Swari Septin Diah Triwardhani Siti Wafiroh Sugeng Sugeng Sugeng Sugeng Sugeng Sugeng Sustin Farlinda Sysilia Mahendra Ainunnisa Tiara Wirdathul Jannah Tias Agustin Ayuningrum Ulul Azmi Veronika Vestine Wahyu Hidayati Widiyanto Widiyanto Yemima Septa Claudia Simamora Yusfa Ike Rustiana Zahratul Jannah AT Tabrani