Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pengembangan E-Book Interaktif Anti Korupsi Melalui Kegiatan P5 Pada Siswa Sekolah Dasar Dzikraa Febry Fauzie; Komariah Komariah; Yayang Furi Furnamasari
Jurnal Bintang Pendidikan Indonesia Vol. 1 No. 4 (2023): November: Jurnal Bintang Pendidikan Indonesia
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jubpi.v1i4.1961

Abstract

This research is motivated by the problem of corruption, which is currently still the main cause of obstruction of national development. Anti-corruption education as a preventive form of corruption eradication is attempted to build anti-corruption attitudes and understanding of students. Indications that students are infected with corruption are characterized by lying to get benefits and lack of discipline. Seeing the challenges in order to improve the character of students, the P5 program was formed, namely the profile project of strengthening Pancasila students in the independent curriculum. Thus, this research aims to create an interactive learning media in the form of an E-Book with the title "Berani Anti Korupsi" as a facilitator for students to learn anti-corruption education through P5 activities. This research uses the ADDIE model which consists of five stages, namely Analysis (Analyze), Design (Design), Development (Development), Implementation (Implementation) and Evaluation (Evaluation). The results of the assessment obtained through experts and users indicate that the Interactive E-Book media "Brave Anti-Corruption" can be applied as a learning media that supports anti-corruption education in Fourth grade in elementary school.
Penurunan Produksi Reactive Oxygen Species (ROS) Fibroblas dengan Nano Kitosan Kumbang Tanduk (Xylotrupes gideon) Komariah Komariah; Cynthia Priscilla; Rahman Wahyudi; Pretty Trisfilha; Didi Nugroho
Journal of Pharmascience Vol. 10 No. 1 (2023): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v10i1.15006

Abstract

Fibroblas berperan dalam proses penyembuhan luka dengan pembentukan pembuluh darah, penggerakan serta proliferasi, deposit matriks ekstraseluler dan remodeling jaringan. Pada penyembuhan luka, netrofil dan makrofag akan mengalami peningkatan penggunaan oksigen sehingga memproduksi ROS, peningkatan produk ini akan menyebabkan stres oksidatif pada fibroblas yang akan mempengaruhi proses migrasi dan proliferasi selama proses penyembuhan luka. Kandungan gugus amino (-NH2) dan gugus hidroksil (-OH) pada nano kitosan mampu mengurangi stres oksidatif  fibroblas. Penelitian bertujuan untuk mengetahui kemampuan nano kitosan X. gideon dalam menurunkan produksi ROS fibroblas. Penelitian terbagi menjadi enam kelompok terdiri dari kontrol negatif (H2O2), kontrol pembanding, kontrol asam askorbat, nano kitosan konsentrasi 200, 400, dan 600 µg/mL. Produksi ROS dilihat menggunakan probe 2′,7′-Dichlorodihydrofluorescein diacetate (H2DCF-DA). Produksi fibroblas diperlihatkan dengan intensitas fibroblas terflouresen hijau dihitung menggunakan software image J. Rerata produksi ROS pada kelompok nano kitosan 200, 400, dan 600 µg/mL berbeda signifikan dengan kontrol negatif (p<0,05), sedangkan yang diberikan asam askorbat tidak  signifikan (p>0,05) dengan perlakuan 200 dan 600 µg/mL, namun signifikan dengan nano kitosan 400 µg/mL. Nano kitosan X. gideon mampu menurunkan produksi ROS fibroblas pada konsentrasi 400 µg/mL. Kata Kunci: Nano Kitosan, X. gideon, ROS, Fibroblas, Fluoresen  Fibroblasts play a role in wound healing by forming blood vessels, mobilizing and proliferation, depositing extracellular matrix and tissue remodelling. In wound healing, neutrophils and macrophages will experience an increase in oxygen use, resulting in ROS production. An increase in these products will cause oxidative stress in fibroblasts, affecting the migration and proliferation processes during the wound healing process. The content of amino groups (-NH2) and hydroxyl groups (-OH) in nano chitosan can reduce fibroblast oxidative stress. This study aimed to determine the ability of X. gideon nano chitosan to reduce fibroblast ROS production. The study was divided into six groups: negative control (H2O2), control control, ascorbic acid control, and nano chitosan concentrations of 200, 400 and 600 µg/mL. ROS production observes using the 2′,7′-Dichlorodihydrofluorescein diacetate (H2DCF-DA) probe. The intensity of greenfluorescent fibroblasts calculated using Image J software showed the production of fibroblasts. The mean ROS production in the 200, 400, and 600 µg/mL nano-chitosan groups was significantly different from the negative control (p<0.05), whereas those given ascorbic acid were insignificant. (p>0.05) with 200 and 600 µg/mL treatments, but significant with 400 µg/mL nano chitosan. X. gideon nano chitosan reduced fibroblast ROS production at 400 µg/mL concentration.
Desain Pembelajaran Problem Based Learning Terhadap Pemahaman Konsep Kaidah Pencacahan Vista Ulya Azzahra; Farid Gunandi; Mellawaty Mellawaty; Komariah Komariah
ANARGYA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Vol. 8 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/anargya.v8i2.14880

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul ajar berbasis Problem Based Learning (PBL) dalam upaya meningkatkan pemahaman konsep siswa terhadap materi Kaidah Pencacahan di SMK. Penelitian ini menggunakan model pengembangan 4D (Define, Design, Develop, dan Disseminate). Pada tahap Define, hasil wawancara dengan guru menunjukkan rendahnya pemahaman konsep dasar siswa dan minimalnya penerapan model PBL dalam pembelajaran matematika. Tahap Desain meliputi penyusunan perangkat ajar berupa skenario pembelajaran, LKPD, bahan ajar, dan evaluasi berbasis teknologi. Pada tahap Develop, dilakukan validasi ahli, uji praktis, dan uji efektivitas dengan hasil bahwa modul ajar tergolong layak, praktis, dan efektif digunakan dalam pembelajaran. Uji praktis menunjukkan respon positif dari siswa dan pengamat, sementara uji-t dan Chi-Square menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman konsep siswa. Tahap Disseminate dilakukan melalui penyebarluasan produk digital untuk mendukung akses dan kolaborasi yang lebih luas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan PBL secara sistematis dapat meningkatkan motivasi belajar, partisipasi aktif, dan pemahaman konsep siswa. Dengan demikian, model pembelajaran berbasis masalah relevan digunakan untuk menjawab tantangan pembelajaran abad 21 yang menekankan pada berpikir kritis, kreatif, dan kolaboratif.