Sukri Palutturi
Departemen of Administration and Health Policy, Faculty of Public Health, Universitas Hasanuddin

Published : 10 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : JKMM

KINERJA DINAS KESEHATAN KABUPATEN MAMBERAMO TENGAH PADA PROGRAM KESEHATAN IBU DAN ANAK Samuel Tandi Salla; Andi Zuklifli; Sukri Palutturi
Jurnal Kesehatan Masyarakat Maritim Vol. 1 No. 1: Januari 2018
Publisher : Public Health Faculty, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/jkmm.v1i1.8696

Abstract

Cakupan program kesehatan ibu dan anak di dinas kesehatan Kabupaten Mamberamo Tengah masih rendahberdasarkan indikator standar pelayanan minimal yang telah ditentukan dari Kementerian Kesehatan RepublikIndonesia. Penelitian ini bertujuan menganalisis Kinerja Dinas Kesehatan Kabupaten Mamberamo Tengah padaProgram Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Metode penelitian adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus.Informan sebanyak 12 orang yang adalah pimpinan dan pelaksana program kesehatan ibu dan anak di dinaskesehatan dan puskesmas. Pengumpulan data melalui observasi, telaah dokumen dan wawancara mendalam.Analisis data menggunakan content analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih ada sebagian bidanpuskesmas sebagai petugas di layanan program kesehatan ibu dan anak belum mampu dan terampil dalammenjalankan program tersebut dan sebagian petugas belum memiliki surat tanda registrasi bidan sebagai jaminankualitas tenaga kesehatan. Ketersediaan dana masih kurang bagi sebagian puskesmas dan penggunaannya tidaktepat sasaran. Alokasi dana sebagian besar untuk sarana dan prasarana serta belanja pegawai. Selain itu terdapatketerlambatan dalam realisasi anggaran. Supervisi program belum berjalan secara rutin dan belum ada timsupervisi terpadu yang dibentuk oleh dinas kesehatan. Proses perencanaan program kesehatan ibu dan anakbelum maksimal karena belum disusunnya rencana kerja tahunan oleh seksi kesehatan ibu dan anak sertaperencanaan dari bawah (bottom up) oleh puskesmas belum dikerjakan. Disimpulkan bahwa pelaksanaanprogram kesehatan ibu dan anak di dinas kesehatan Kabupaten Mamberamo Tengah belum berjalan maksimalsesuai yang diharapkan.
FAKTOR RISIKO MASA KERJA DAN WAKTU ISTIRAHAT TERHADAP KEJADIAN PENYAKIT DEKOMPRESI PADA NELAYAN PENYELAM DI PULAU BARRANG LOMPO Dian Rezki Wijaya; Andi Zulkifli Abdullah; Sukri Palutturi
Jurnal Kesehatan Masyarakat Maritim Vol. 1 No. 3: Agustus 2018
Publisher : Public Health Faculty, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/jkmm.v1i3.8823

Abstract

Penyakit dekompresi (Decompression Sickness) merupakan suatu penyakit yang disebabkan oleh pembentukandan peningkatan ukuran gelembung ketika tekanan parsial gas inert dalam darah dan jaringan melebihi tekananambient yang dapat menimbulkan gejala seperti rasa sakit di persendian, sakit kepala, gatal-gatal, mati rasa(numbness) kelumpuhan (paralysis) bahkan dapat menyebabkan kematian. Penelitian ini bertujuan menganalisisfaktor risiko kejadian penyakit dekompresi pada nelayan penyelam di Pulau Barrang Lompo Kota Makassartahun 2011-2017. Penelitian ini menggunakan rancangan Case Control Study yang dilakukan di Pulau BarrangLompo dengan sampel sebanyak 47 kasus dan 94 kontrol. Kasus adalah nelayan penyelam yang menderitapenyakit dekompresi, sedangkan kontrol adalah nelayan penyelam yang tidak menderita penyakit dekompresi.Penarikan sampel menggunakan teknik accidental sampling. Analisis regresi logistik digunakan untuk melihatfaktor risiko yang paling berpengaruh terhadap kejadian penyakit dekompresi.Hasil penelitian menunjukkanbahwa faktor risiko yang berpengaruh secara statistik dengan kejadian penyakit dekompresi pada nelayanpenyelam adalah masa kerja (OR=4,110; Cl 95% : 1,341-12,595) dan cara naik ke permukaan (OR=2,575; Cl95% : 1,210-5,478). Sedangkan waktu istirahat tidak berpengaruh secara statistik dengan kejadian penyakitdekompresi pada nelayan penyelam (OR=3,611; Cl 95% : 0,824-15,821). Analisis multivariat menunjukkanbahwa masa kerja merupakan variabel yang paling berisiko terhadap kejadian penyakit dekompresi pada nelayanpenyelam di Pulau Barrang Lompo (OR=3,900, Cl 95% : 1,241-12,253).
IMPLEMENTASI MANAJEMEN RISIKO KLINIS DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGRUHI PADA RUMAH SAKIT DI KOTA MAKASSAR Marsella Wahyuni Olii; Fridawaty Rivai; Sukri Palutturi
Jurnal Kesehatan Masyarakat Maritim Vol. 2 No. 2: Desember 2019
Publisher : Public Health Faculty, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/jkmm.v2i1.10063

Abstract

Keselamatan pasien masih menjadi fokus perhatian utama dalam pelayanan kesehatan karena risiko yang terkait dengan pemberian pelayanan tersebut tidak akan dapat dihilangkan secara total dan insiden terkait pelayanan kesehatan masih sangat tinggi. Penelitian ini ingin melihat sejauh mana tingkat implementasi MRK pada rumah sakit di Kota Makassar dan faktor-faktor apa yang mempengaruhi implementasi tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kombinasi dengan desain sequential explanatory (urutan pembuktian). Data diperoleh melalui kuesioner dan wawancara mendalam. Pada tahap pertama dilakukan analisa dengan menggunakan metode kuantitatif deskriptif untuk menentukan tingkat kemapanan implementasi MRK di rumah sakit dan pada tahap kedua digunakan metode kualitatif untuk mengeksplorasi faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat implementasi tersebut. Dari 9 rumah sakit sakit yang dilakukan penelitian, 7 diantaranya memiliki tingkat kemapanan implementasi MRK yang tinggi (77,78%). Beberapa karakteristik struktural organisasi menunjukkan kecenderungan positif terhadap implementasi MRK, yaitu kelas dan status kepemilikan rumah sakit, sedangkan jenis rumah sakit tidak menunjukkan kecenderungan adanya hubungan. Terdapat 5 faktor yang berhasil diidentifikasi dan memiliki kecenderungan positif terhadap implementasi MRK yaitu kepemimpinan, pengetahuan staf, kordinator dan kebijakan rumah sakit, dan akreditasi.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI IMPLEMENTASI PROGRAM INDONESIA SEHAT DENGAN PENDEKATAN KELUARGA (PIS-PK) DI PUSKESMAS KABUPATEN POLEWALI MANDAR Kuntum Hartomo Pujosiswanto; Sukri Palutturi; Hasanuddin Ishak
Jurnal Kesehatan Masyarakat Maritim Vol. 3 No. 1: Maret 2020
Publisher : Public Health Faculty, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/jkmm.v3i1.10300

Abstract

Kebijakan penguatan upaya kesehatan dasar  yang berkualitas salah satunya dilakukan melalui Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK), monitoring dan evaluasi kebijakan diperlukan untuk mengukur apakah implementasi kebijakan berjalan sesuai dengan tujuan yang diharapkan.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi implementasi Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK) di Puskesmas Kabupaten Polewali Mandar. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif, penentuan informan dengan teknik purposive sampling dimana informan utama sebanyak lima orang dan informan triangulasi sebanyak enam orang. Analisis data menggunakan content analysis.  Hasil penelitian didapatkan bahwa implementasi PIS-PK sudah terlaksana namun belum maksimal. Faktor yang mendukung implementasi adalah dari faktor komunikasi sudah berjalan dengan baik dengan adanya sosialisasi baik internal maupun eksternal, faktor sikap pelaksana memiliki komitmen mendukung terlaksananya program dengan baik. Sedangkan faktor yang menghambat dari sisi sumberdaya adalah keterbatasan sarana prasarana program dan keterlambatan pencairan anggaran. Dari faktor  struktur birokrasi belum terbentuknya kordinasi berjenjang antar dinas kesehatan dan puskesmas. Saran agar dinas kesehatan  kabupaten dapat segera membuat struktur organisasi program untuk mempermudah koordinasi, memudahkan proses pencairan anggaran serta mengadakan sarana-prasarana pendukung program.