Claim Missing Document
Check
Articles

Penggunaan SEFT (Spiritual Emotional Freedom Technique) untuk Membantu Ibu Hamil Menurunkan Kecemasan Menghadapi Persalinan Yuniarsih, Sri Mumpuni
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 7th University Research Colloquium 2018: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

SEFT (Spiritual Emotional Freedom Technique) merupakan sebuahtehnik psikoterapi yang memiliki banyak manfaat dan telah dibuktikandalam berbagai penelitian. SEFT dapat bermanfaat untuk mengatasiphobia, trauma, depresi, cemas bahkan juga nyeri. Kesehatan ibumasih menjadi fokus pemerintah saat ini, karena masalah kematian ibumasih belum dapat mencapai target, salah satu faktor yang dapatmempengaruhi kelancaran persalinan adalah kesiapan ibumenghadapi persalinan. Seorang ibu yang tenang dan siap akan lebihmenciptakan suasana bersalin yang kondusif. Permasalahankecemasan pada ibu hamil dalam menghadapi persalinan masih cukuptinggi, dan perlu diketahui bahwa jumlah persalinan tidakmempengaruhi berat ringannya kecemasan. Tujuan dilakukanpengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan pengetahuandan ketrampilan mengenai SEFT agar dapat digunakan dalammengatasi kecemasan saat menghadapi persalinan. Metode yangdigunakan adalah dengan ceramah, diskusi dan demonstrasi. Sasaranpengabdian masyarakat ini adalah 10 ibu hamil yang berada di DesaWerdi Kecamatan Wonokerto Kabupaten Pekalongan. Hasil yang didapatkan adalah semua ibu hamil memahami dan dapatmempraktikkan kembali cara melakukan SEFT untuk mengatasikecemasan menjelang persalinan.
Peningkatan Kualitas Tidur Lansia dengan Pelatihan Mandiri Hipnotis Lima Jari di Puskesmas Wiradesa Kabupaten Pekalongan Nugroho, Santoso Tri; Yuniarsih, Sri Mumpuni; Widhowati, Siwi Sri; Suraningsih, Ida
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Wahana Usada Vol. 6 No. 2 (2024): Desember: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Wahana Usada
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan KESDAM IX/Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47859/wuj.v6i2.473

Abstract

Background: The main problem that is often experienced by the elderly is poor sleep quality, this condition can increase the risk of falls resulting in injuries and other health problems that can reduce the quality of life of the elderly. A cheap and easy intervention is needed so that efforts to improve the degree of health of the elderly through improving the quality of sleep of the elderly can be realized, one of which is with Five Finger Hypnosis. The purpose of this Community Service is to identify sleep disorders in the elderly, provide information and self-training Five finger hypnosis as an alternative to overcome sleep disorders in the elderly.  The methods used include coordination with partners to determine the time and location of activities, socialization of 5 Finger Hypnosis and distribution of leaflets. Result: It is known that of the 32 elderly who participated in this activity, the majority (72%) experienced poor sleep quality, the elderly participated in the activity with great enthusiasm and pleasure because they were introduced to alternative interventions to overcome sleep quality disorders that were cheap, easy and effective, and they were also committed to practicing it at home every time they wanted to sleep. Conclusion: 5-finger hypnosis can be used as evidance in an effort to improve the quality of sleep of the elderly in order to improve the quality of life.
Memperkenalkan Pengobatan Tradisional Indonesia: Terapi Jamu Dan Bekam Untuk Mahasiswa Keperawatan Internasional Yuniarsih, Sri Mumpuni; Hasanah, Nunung; Martani, Rahajeng Win; Nahdliyyah, Ade Irma
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 1 (2025): Bulan September
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i1.480

Abstract

Program layanan masyarakat internasional berjudul “Memperkenalkan Obat Tradisional Indonesia: Jamu dan Terapi Bekam” dirancang untuk memperkenalkan praktik pengobatan tradisional Indonesia, khususnya jamu (obat herbal) dan terapi bekam, kepada mahasiswa keperawatan internasional dari Boromarajonani College of Nursing, Nopparat Vajira (BCNNV), Thailand. Tujuan utama program ini adalah untuk meningkatkanpengetahuan, memberikan keterampilan praktis dasar, dan menumbuhkan apresiasi budaya terhadap pengobatan tradisional Indonesia. Program ini dilaksanakan dalam format tatap muka selama satu hari, yang meliputi ceramah, demonstrasi langsung, dan workshop praktis. Sebanyak 54 peserta, termasuk 46 mahasiswa dan 8 anggota fakultas, ikut serta dalam program ini. Survei pra-program menunjukkan bahwa 78% peserta belum pernah mendengar tentang jamu, dan 59% memiliki pengetahuan terbatas tentang terapi bekam. Evaluasi pasca-program menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman, dengan identifikasi yang benar terhadap herbal jamu meningkat menjadi 93% dan pengetahuan tentang teknik bekam dan keselamatan meningkat menjadi 89%. Meskipun sesi praktis individu terbatas karena keterbatasan waktu, peserta melaporkan pengalaman belajar sebagai sangat bermanfaat. Banyak yang menyatakan minat khusus pada teknik bekam sunnah, yang berbeda dari terapi cupping dalam Medicine Tradisional Cina (TCM), menunjukkan rasa ingin tahu terhadap praktik budaya yang berbeda. Selain itu, program ini berhasil membangun dasar kolaborasi akademik antara Universitas Pekalongan (UNIKAL) dan BCNNV, membuka peluang untuk pertukaran mahasiswa, penelitian bersama, dan pengembangan kurikulum di masa depan. Kesimpulannya, program ini secara efektif meningkatkan kompetensi budaya dan kesadaran peserta tentang pengobatan tradisional Indonesia. Hal ini menyoroti pentingnya mengintegrasikan pengetahuan budaya ke dalam pendidikan keperawatan untuk mendukung praktik kesehatan holistik dan sensitif budaya secara global.
Jamu Goes to School: Pengenalan Jamu sebagai Warisan Budaya Tak Benda Asli Indonesia pada Anak Sejak Dini di Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Kauman Wiradesa: Jamu Goes to School: Introducing Jamu as an Authentic Indonesian Intangible Cultural Heritage to School Aged-Children at Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Kauman Wiradesa Ermawati, Nur; Efrilia, Erin; Yuniarsih, Sri Mumpuni; Ramadhan, Gilang Putra; Parama, Muhamad Reza Patra; Hasnah, A’mirotul
DARMADIKSANI Vol 5 No 4 (2025): Edisi Desember
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v5i4.8898

Abstract

Jamu adalah bahan atau ramuan yang tersusun dari tumbuhan, hewani, mineral, sediaan galenik, atau kombinasi dari berbagai komponen tersebut, yang secara turun-temurun telah dimanfaatkan untuk pengobatan berdasarkan pengalaman. Secara tradisional, ramuan tersebut dikenal sebagai minuman berkhasiat yang berfungsi menjaga kesehatan, mencegah penyakit, serta diyakini mampu mengobati berbagai macam penyakit. Pada tahun 2023, UNESCO menetapkan jamu sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) karena dinilai sebagai bentuk ekspresi budaya yang menghubungkan manusia dengan alam dan menyetujui bahwa praktik kesehatan berbasis jamu selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs). Oleh karena itu, jamu perlu terus dipelajari, dikembangkan, dan dilestarikan antar generasi, termasuk Generasi Alpha saat ini. Beberapa faktor yang menyebabkan Generasi Alpha kurang memahami jamu antara lain gaya hidup modern dan instan yang dapat mempengaruhi preferensi Generasi Alpha terhadap produk kesehatan, adanya perkembangan teknologi yang menyebabkan generasi ini lebih banyak menghabiskan waktu untuk bermain gawai dan kurang berinteraksi dengan lingkungan sekitar termasuk pengenalan budaya dan warisan leluhur seperti jamu. Tujuan kegiatan ini untuk memberikan edukasi tentang jamu dan pengalaman langsung tentang jamu melalui kampanye gaya hidup dengan minum jamu. Metode yang digunakan meliputi survei dan observasi lahan, pemetaan lokasi kegiatan, edukasi, game puzzle dan minum jamu bersama. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta tentang jamu yang mencakup definisi, bahan dan manfaat, yang terlihat dari peningkatan nilai post-test dibandingkan pre-test. Jumlah peserta sebanyak 65 dari siswa-siswi Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Kauman Wiradesa. Luaran kegiatan ini berupa media edukasi jamu berupa game puzzle, dan artikel ilmiah yang akan diterbitkan pada jurnal nasional terakreditasi.