Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

DISASTER PREPAREDNESS SCHOOL (SSB) TRAINING FOR TEACHERS AND STUDENTS AT EARLY CHILDHOOD EDUCATION PROGRAMS (PAUD) SUB-DISTRICT CIWANDAN, CILEGON – BANTEN [PELATIHAN SEKOLAH SIAGA BENCANA (SSB) BAGI GURU-GURU DAN SISWA-SISWI LEMBAGA PAUD DI CIWANDAN, KOTA CILEGON – BANTEN] Rudy Pramono; Yubali Ani; Chandra Han; Ashiong P. Munthe; Manek Ndoloe
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol 3, No 2 (2019): April
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Disaster Preparedness School (SSB) is an effort to build school preparedness against disasters in order to raise awareness of all elements in the education sector both individually and collectively in schools and the school environment before, during, and after a disaster occurs. The training was conducted at Widuri PAUD located in Kubang Welut Village, Ciwandan Sub-District, Cilegon City. Method of training is simulations. Simulations in disaster management can measure and improve one's readiness in facing of disasters. In this training needed the support of principals, teachers, staff, and all parties in the school and active participation of all students. There are two stages in this exercise and simulations. First, to learn about the threat of danger, to find out whether schools are safe from the threat of earthquake disasters. According to the circumstances and location of each school, students must learn, pay attention to the situation and location of the school guide by the teacher. Second, disaster simulation training, to increase knowledge about ways to do early warning and rescue when a disaster occurs. Simulation exercises is to shape attitudes, togetherness, cohesiveness, and mutual help. In this exercise the teacher, the staff, parents are guided to increase the awareness and develop skills of students in rescuing in the moment of disaster. In order for the simulation to succeed well, this exercise needs to be planned, prepared, carried out, and evaluated repeatedly.Bahasa Indonesia Abstrak: Sekolah Siaga Bencana (SSB) merupakan upaya membangun kesiapsiagaan sekolah terhadap bencana dalam rangka menggugah kesadaran seluruh unsur-unsur dalam bidang pendidikan baik individu maupun kolektif di sekolah dan lingkungan sekolah baik itu sebelum, saat, maupun setelah bencana terjadi. Kegiatan pelatihan siaga bencana pada anak-anak ini dilakukan di PAUD Widuri yang berlokasi di Kelurahan Kubang Welut, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon. Metode pelatihan yang digunakan adalah dengan simulasi. Simulasi di dalam manajemen bencana dapat mengukur dan meningkatkan kesiapan seseorang dalam menghadapi bencana. Dalam pelatihan ini diperlukan dukungan kepala sekolah, guru, staf, dan semua pihak di lingkungan sekolah dan partisipasi aktif siswa. Ada dua tahap dalam latihan dan simulasi ini. Pertama, menyampaikan materi kepada para guru tentang ancaman bahaya, untuk mengetahui apakah sekolah aman dari ancaman bahaya bencana gempa bumi. Sesuai keadaan dan lokasi sekolah, siswa/i agar dapat belajar, memperhatikan keadaan dan lokasi sekolah dengan bimbingan para guru. Kedua, latihan simulasi menghadapi bencana: untuk meningkatkan pengetahuan tentang cara-cara melakukan peringatan dini dan penyelamatan ketika terjadi bencana. Latihan simulasi bertujuan untuk membentuk sikap, kebersamaan, kekompakan dan saling tolong menolong. Dalam latihan ini dibimbing oleh guru, staf, dan orang tua untuk meningkatkan kesadaran dan keterampilan siswa dalam melakukan penyelamatan bila terjadi bencana. Agar latihan simulai dapat berhasil dengan baik, maka latihan perlu direncanakan, dipersiapkan, dilaksanakan, dan dievaluasi secara berulang-ulang.
SEMINAR DAN PELATIHAN: PENELITIAN TINDAKAN KELAS DAN MENULIS JURNAL ILMIAH DI SEKOLAH TINGGI TEOLOGIA BERITA HIDUP SOLO [SEMINAR AND WORKSHOP: CLASSROOM ACTION RESEARCH AND WRITING A SCIENTIFIC JOURNAL AT STT BERITA HIDUP SOLO] Ashiong Munthe
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol 2, No 2 (2018): April
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This Classroom Action Research (CAR) seminar and workshop are targeted at lecturers. It is because a lecturer has three main responsibilities which are teaching, doing research, and conducting community service. Lecturers as professional teachers have to understand pedagogy, educational administration, assessment, and evaluation as well as other activities depending on the class situation. In this seminar and workshop, lecturers will be exposed to CAR as a research method which is integrated with the teaching and learning process in the classroom. Thus, research as well as the teaching and learning process could be designed simultaneously. The lecturers are also expected to understand CAR’s framework and be able to write a draft journal which is ready to be published.Bahasa Indonesia Abstrak: Seminar Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dan latihan menulis jurnal ini dikhususkan bagi dosen, karena dosen memiliki tiga tugas utama, yaitu mengajar, meneliti, dan mengabdi pada masyarakat. Dosen sebagai pengajar profesional harus memahami pedagogi, administrasi pendidikan, evaluasi dan penilaian dan kegiatan-kegiatan lainnya yang berhubungan dengan situasi kelas. Melalui seminar dan pelatihan ini akan dipaparkan mengenai PTK sebagai metode penelitian yang terintegrasi dengan proses pembelajaran dalam kelas. Dengan demikian, penelitian dan pengajaran dapat dirancang secara bersamaan. Melalui seminar ini diharapkan peserta mampu memahami kerangka PTK dan mampu membuat draf jurnal yang siap dipublikasi.
Studi Eksplorasi Program Edunation dalam Mempersiapkan Fasilitator Belajar di Yayasan Emmanuel Yubali Ani; Ashiong Parhehean Munthe; Widiastuti Widiastuti
Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 5 No. 1 (2019): The Journal of Innovation in Elementary Education
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.158 KB) | DOI: 10.22236/jipd.v5i1.88

Abstract

The Edunation Program at Emmanuel Foundation is a program that prepares the learning facilitators (instructors) who are sitting at the high school level to be able to teach elementary students in the surrounding environment. The purpose of this study was to explore: (1) the activities that needed to prepare learning facilitators at Emmanuel Foundation; (2) the implementation of the Edunation program in preparing this learning facilitator; (3) material provided in preparing learning facilitators; (4) benefits obtained by learning facilitators, Emmanuel Foundation, and students taught through this program; and (5) obstacles faced in implementing the Edu-nation program in preparing facilitators. The research method was descriptive qualitative research exploration methods. Research subject was 20 students. The research was conducted from March-June 2018. Data collection techniques were interviews and observation. The results of this research included: 1) training, direct practice, visited to the place of teaching facilitators, making teaching aids, varied games; 2) there were eight time sessions for one semester; 3) the material provided was pedagogy, basic content (read-write-calculate), class management, and self-recognition; 4) learning facilitators became more concerned with school-age students in their environment, Emmanuel Foundation achieved the expected vision of each student, and students become more enthusiastic in learning; 5) the constraints faced were the time involved with school activities from one of the participating schools.
Pelatihan Fasilitator Belajar Untuk Tingkat Sma Tahun Ajaran 2019 Yubali Ani; Ashiong Parhehean Munthe; Widiastuti Widiastuti
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 2 (2019): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mempersiapkan Masyarakat Menghadapi Era I
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.983 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v2i0.305

Abstract

This activity is a continuation of the 2018-2019 FY training, with the training of high school students from class X and XI as a participant. All students involved were foster children from the Emmanuel Foundation. Compensation from scholarships, high school students are required to assist in learning to read and write for children of primary and early school age around their homes. The high school students certainly do not have the ability to teach, because they are not teachers. Therefore, the Emmanuel Foundation equips these high school students with training for learning facilitators. The purpose of this activity is that students are able to present a learning exhibition about: 1) the ability to spell and read; 2) basic mathematics; 3) making mind mapping; 4) telling stories through story books; 5) explain simple games; and 6) explain the procedure. This training activity was held on Saturday as many as eight meetings for one semester in the Sentul area. Saturday schedule for activities, at 09.00-15.00 and carried out in January-June 2019. The training activities went well, the students in the group were able to present each lesson that was made in accordance with the assessment rubric. Keywords: training, facilitator, learning, mind mapping, class procedures
Mempersiapkan Siswa SMA Sebagai Fasilitator Belajar Melalui Pelatihan Ashiong Parhehean Munthe; Widiastuti, Yubali Ani
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 2 (2019): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mempersiapkan Masyarakat Menghadapi Era I
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.105 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v2i0.309

Abstract

Motivasi siswa dalam belajar dipengaruhi oleh beberapa hal seperti keluarga, lingkungan, fasilitas yang memadai, dan dukungan dari orang terdekat. Namun fakta di lapangan, banyak siswa yang memiliki motivasi belajar yang rendah. Hal ini disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya: 1) motivasi belajar siswa yang rendah; 2) kualitas diri para siswa yang kurang tangguh dalam menghadapi masa depan (sopan santun, antusiasme, kerjasama, keaktifan, dan kesiapan); 3) kurangnya dukungan keluarga dalam perkembangan diri setiap siswa. Tujuan pelatihan mempersiapkan siswa untuk: 1) meningkatkan percaya diri; 2) manajemen kelas; 3) mampu mengajar; 4) mampu mengkomunikasi pembelajaran. Pelatihan dilakukan sebulan 2 kali setiap Sabtu, selama bulan Maret-Juni 2018, di daerah Sentul. Kegiatan yang dilakukan antara lain: 1) pemaparan materi; 2) membuat mind mapping mengenai materi yang diajarkan; 3) belajar bagaimana menjadi seorang guru; 4) mengerjakan tugas yang diberikan di dalam kelompok bersama dengan mentor; dan 5) mempraktikkan dan mempresentasikan apa yang sudah mereka buat sesuai topik. Hasil kegiatan pelatihan berjalan dengan baik dan sesuai rencana. Para siswa menunjukkan sikap antusias dalam mengikuti kegiatan pelatihan; melakukan microteaching mengenai prosedur kelas yang sudah mereka buat; dan berbagi pengalaman mengajar dari tempat mengajar para fasilitator untuk dibagikan saat pelatihan kepada teman fasilitator lainnya.
Pemberdayaan Fasilitator Belajar Siswa Sma Pada Level Menengah Yubali Ani; Ashiong Munthe; Widiastuti Widiastuti
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 3 (2020): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha Dalam Pemberdayaan Masyarakat Untuk Menyongsong
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.591 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v3i0.766

Abstract

Kegiatan pemberdayaan fasilitator belajar yang dilakukan kepada siswa SMA level menengah (dua) adalah untuk memperlengkapi para peserta di dalam menjawab kebutuhan yang ada di lapangan. Kegiatan pemberdayaan ini diperuntukkan kepada siswa/I SMA yang sudah lulus mengikuti pemberdayaan level dasar (satu). Tujuannya adalah adalah agar para fasilitator belajar mampu merencanakan, melaksanakan, dan melakukan penilaian dengan baik terhadap kegiatan belajar dan mengajar yang mereka lakukan di lingkungan masing-masing. Metode yang digunakan pada kegiatan ini adalah pemberian materi, latihan mandiri dan kelompok, diskusi, tanya jawab, mentoring, dan presentasi. Kegiatan dilakukan setiap hari Sabtu 2x dalam sebulan, bertempat di daerah Sentul. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini, tidak berjalan sesuai dengan rencana dengan maksimal dikarenakan Pandemi Covid-19. Para peserta lebih dilatih untuk terbiasa menggunakan perangkat HP dan aplikasi yang ada didalamnya. Hal ini dikarenakan keterbatasan perangkat yang dimiliki oleh para peserta. Oleh karena itu, kegiatan ini kami beri nama “Pra-kegiatan” dimana para peserta dipersiapkan untuk dapat mengikuti kegiatan selanjutnya di semester depan dengan terbiasa menggunakan perangkat baik Hp maupun Laptop.
Penyuluhan Orang Tua Dalam Mendukung Pendidikan Anak Sebagai Fasilitator Belajar Widiastuti Widiastuti; Yubali Ani; Ashiong Munthe
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 3 (2020): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha Dalam Pemberdayaan Masyarakat Untuk Menyongsong
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.659 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v3i0.777

Abstract

Berdasarkan hasil evaluasi dari pelaksanaan progam Edunation selama dua tahun terakhir, bahwa masih terdapat beberapa fasilitator belajar yang mengundurkan diri di tengah-tengah berlangsungnya pelatihan fasilitator belajar. Hal ini dikarenakan kurangnya dukungan dari orang tua mereka, beberapa orang tua beranggapan bahwa program Edunation ini tidak penting dan membuang waktu sehingga anak tidak bisa membantu orang tua bekerja mencari uang. Pada hal, program ini merupakan salah satu bentuk kompensasi beasiswa yang sudah mereka terima dari Yayasan Emmanuel. Oleh karena itu, diperlukan penyuluhan bagi orang tua yang anaknya ikut serta dalam pelatihan fasilitator belajar. Tujuan dari penyuluhan ini adalah untuk memberikan gambaran tentang manfaat program Edunation dan peran orang tua dalam mendukung pendidikan anak. Metode kegiatan dilakukan dengan menganalisis situasi terlebih dahulu, kemudian menyusun materi yang dibutuhkan, menyusun rencana pelaksanaan penyuluhan dan terakhir melakukan evaluasi kegiatan penyuluhan. Adapun hasil dari kegiatan penyuluhan tersebut adalah 1.) Orang tua mengetahui pentingnya pendidikan bagi masa depan anak; 2.) Orang tua memiliki pengetahuan bagaimana mendukung anak dalam menjalankan pendidikan; 3.) Orang tua mengetahui tujuan dan manfaat dari anak mengikuti pelatihan fasilitator belajar; 4.) Orang tua mengetahui dampak dari anak menjadi fasilitator belajar di lingkungan mereka; 5.) Orang tua memberikan dukungan terhadap anaknya dalam mengikuti pelatihan sebagai fasilitator belajar. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kegiatan penyuluhan orang tua efektif untuk memberikan gambaran bagi para orang tua tentang pentingnya pendidikan bagi anak dan manfaat program Edunation.
PENGOLAHAN DAN PENYAJIAN MAKANAN SEHAT DI GKAI GADING SERPONG Wahyu Irawati; Lastiar Roselyna Sitompul; Imanuel Adhitya Wulanata Chrismastianto; Ashiong Munthe; Kristin Pasaribu; Damai Yanti Manalu
JURNAL Comunità Servizio : Jurnal Terkait Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat, terkhusus bidang Teknologi, Kewirausahaan dan Sosial Kemasyarakatan Vol. 4 No. 2 (2022): OKTOBER
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Univesitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/cs.v4i2.4187

Abstract

Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) merupakan sarana melaksanakan misi Universitas Pelita Harapan yaitu berkontribusi untuk kemajuan ilmu pengetahuan dan kebudayaan berdasarkan wawasan Kristen Alkitabiah serta berpartisipasi dalam pengembangan individu dan masyarakat bagi kemuliaan Allah. Kegiatan PkM dilaksanakan di Gereja Kristen Alkitab Indonesia jalan Raya Kelapa Dua, Ruko Blitz, Blok A No. 28, Gading Serpong, Tangerang- Banten. Analisis kebutuhan berdasarkan angket menunjukkan bahwa jemaat belum memahami secara utuh bagaimana memiliki pola hidup sehat dengan harga yang terjangkau. Kondisi ekonomi jemaat yang rendah membuat jemaat lebih memilih mengkonsumsi makanan murah dan tidak sehat tanpa memperhatikan kesehatan tubuh. Tujuan dilaksanakannya PkM adalah agar jemaat mengetahui, sudah seharusnya kita menerapkan pola hidup sehat sebagai upaya menjaga tubuh yang telah diberikan oleh Allah. Melalui PkM ini, berharap jemaat dapat menerapkan pengolahan makanan sehat. Kegiatan PkM dilaksanakan pada tanggal 23 Juli 2022 dan dihadiri oleh 20 orang dengan metode ceramah demonstrasi. Berdasarkan hasil angket evaluasi dari jemaat yang hadir menunjukkan, 76,2% menyadari betapa penting sekali menjaga pola hidup sehat dengan mengkonsumsi makanan sehat melalui materi yang telah disampaikan serta memiliki kemauan untuk menerapkannya.
PENDAMPINGAN SISWA SMA SEBAGAI FASILITATOR BELAJAR Oce Datu Appulembang; Ashiong Parhehean Munthe; Indra Praja Kusuma; Yubali Ani
Abdimas Galuh Vol 5, No 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v5i1.10032

Abstract

Rendahnya pendampingan belajar bagi siswa di beberapa kawasan pinggiran menjadi faktor penyebab rendahnya pencapaian belajar siswa. Orang tua yang sibuk bekerja karena ekonomi yang kurang, rendahnya pendidikan orang tua, bahkan lingkungan yang tidak mendukung menjadi penyebab anak tidak mendapatkan pendidikan padahal mereka seharusnya dapat merasakan pendidikan. Setiap anak memerlukan pendampingan belajar, terkhusus bagi siswa. Yayasan Emmanuel hadir untuk memberikan bantuan dana pendidikan dan beasiswa kepada siswa SMA. Yayasan Emmanuel memberikan tanggung jawab kepada penerima beasiswa untuk menjadi pendamping belajar. Siswa diberikan pendampingan belajar terhadap anak-anak di lingkungannya dengan pendekatan yang tepat. Siswa SMA diberi pembekalan terkait ilmu pendidikan dan pembelajaran sesuai dengan kebutuhan yang siswa terima agar siswa sebagai pendamping dapat mengajar dengan baik. Siswa diberikan pembekalan dasar berupa pendampingan mengenai pengenalan diri bagi para fasilitator belajar (siswa SMA), teori, dan praktik membaca, menulis dan berhitung di SD. 
Pelatihan Perencanaan Keuangan Keluarga Indonesia (PK2I) di GKAI Gading Serpong, Tangerang Imanuel Adhitya Wulanata Chrismastianto; Wahyu Irawati; Ashiong P. Munthe; Lastiar R. Sitompul; Kristin Armis Pasaribu; Damai Yanti Manalu
MITRA: Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2023): Mitra: Jurnal Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/mitra.v7i1.3579

Abstract

The situation analysis in community service of Gereja Kristen Alkitab Indonesia (GKAI) Gading Serpong shows that their daily living costs allocation tends to be disproportionate because they spend more than they earn, causing them difficulties in planning the income they get every month. Furthermore, the disproportion results in economic problems and conflicts in the family. Therefore, PkM activities, through the implementation of PK2I, that can provide real solutions to address family economic problems are needed. It is hoped that the program can support the realization of a happy and prosperous family now and in the future. PK2I was conducted in form of face-to-face training with 20 participants, implementing health protocols to prevent Covid-19 in GKAI Gading Serpong, Tangerang. The implementation of PkM activities in the first session was about the explanation of financial planning concept and its importance for today's families. The session was then followed by PK2I simulations using simulation sheets. In this session, participants were accompanied by direct assistants. The recapitulation results of post-training evaluation form show that PkM activities in PK2I training have met the objectives and were able to provide significant benefits for all participants.