Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Pengembangan E-Modul Pendidikan Kewarganegaraan Berbasis Flipbook untuk Meningkatkan Literasi Nilai-Nilai Kewarganegaraan Mahasiswa Ita Aristia Sa’ida; Festian Cindarbumi
Journal of Education Research Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v7i1.3053

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan e-modul Pendidikan Kewarganegaraan berbasis flipbook sebagai upaya meningkatkan literasi nilai-nilai kewarganegaraan mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Subjek penelitian terdiri dari 60 mahasiswa yang menempuh mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan pada salah satu perguruan tinggi. Instrumen penelitian meliputi angket kebutuhan, lembar validasi ahli, tes literasi kewarganegaraan, serta angket respon mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa e-modul berbasis flipbook memenuhi kriteria kelayakan dan menunjukkan respon positif mahasiswa. Hasil uji efektivitas melalui pre-test dan post-test memperlihatkan adanya peningkatan signifikan pada literasi kewarganegaraan mahasiswa. Dengan demikian, e-modul berbasis flipbook dinilai layak, praktis, dan efektif sebagai media pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan, serta dapat dijadikan alternatif inovatif untuk memperkuat internalisasi nilai-nilai kewarganegaraan di era digital.
TRANSFORMASI PENDIDIKAN BERBASIS LITERASI DIGITAL: MENINGKATKAN EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN DI BOJONEGORO Festian Cindarbumi; Naning Kurniawati; Ita Aristia Saida
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.36370

Abstract

Abstrak: Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilatar belakangi oleh rendahnya pemanfaatan literasi digital dalam proses pembelajaran pada satuan pendidikan menengah. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan efektivitas pembelajaran melalui penguatan kompetensi literasi digital pendidik dan tenaga kependidikan. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan, dan workshop penggunaan media pembelajaran digital berbasis aplikasi Canva untuk e-learning. Peserta kegiatan terdiri atas pendidik dan tenaga kependidikan. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui observasi dan kuesioner pretest–posttest untuk menilai peningkatan pemahaman serta penerapan hasil pelatihan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman literasi digital sebesar 80% berdasarkan perbandingan skor pretest dan posttest peserta, serta peningkatan efektivitas pembelajaran baik secara daring maupun luring. Kegiatan ini berkontribusi dalam mendorong transformasi pembelajaran yang lebih interaktif, kreatif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi pendidikan.Abstract: This community service activity was motivated by the low utilization of digital literacy in the learning process at the secondary education level. The purpose of this activity was to enhance learning effectiveness through strengthening the digital literacy competencies of educators and educational staff. The methods employed included socialization, training, and workshops on the use of digital learning media based on the Canva application for e-learning. The participants consisted of educators and educational staff. The evaluation was conducted through observation and pretest–posttest questionnaires to assess improvements in understanding and the application of training outcomes. The results indicated an 80% increase in participants’ digital literacy understanding based on a comparison of pretest and posttest scores, as well as improved learning effectiveness in both online and offline settings. This activity contributes to promoting a more interactive, creative, and adaptive transformation of learning in response to developments in educational technology.
SINERGI SEKOLAH DAN ORANG TUA BERBASIS DIGITAL PARENTING UNTUK PENCEGAHAN KEJAHATAN SIBER TERHADAP ANAK M. Ivan Ariful Fathoni; Festian Cindarbumi; Astrid Chandra Sari
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 4 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i4.40863

Abstract

Abstrak Perkembangan teknologi digital memperluas akses belajar anak sekaligus meningkatkan risiko paparan konten negatif, perundungan siber, penipuan daring, dan kecanduan gawai. Pada kondisi awal, 85% dari 157 siswa sekolah dasar mitra telah mengakses gawai pribadi, sedangkan 90% orang tua belum pernah mengikuti pelatihan literasi digital. Program ini bertujuan meningkatkan level keberdayaan mitra pada aspek sosial kemasyarakatan berupa pengetahuan digital parenting dan aspek manajemen berupa kemampuan mengelola pengawasan digital melalui kemitraan sekolah-orang tua. Kegiatan melibatkan 15 guru dan 45 orang tua melalui sosialisasi, workshop berbasis kasus, praktik aplikasi parental control, pendampingan penyusunan kesepakatan penggunaan gawai, dan pembentukan forum literasi digital. Evaluasi menggunakan tes pengetahuan 20 butir sebelum dan sesudah kegiatan, lembar observasi, angket penerapan, dan wawancara; data dianalisis secara deskriptif melalui rerata, persentase, dan selisih capaian. Rerata keseluruhan meningkat dari 56,3% menjadi 87,5% atau 31,2 poin persentase. Pada aspek sosial kemasyarakatan, pengetahuan meningkat dari 54,7% menjadi 87,7% (33,0 poin), sedangkan kemampuan manajemen meningkat dari 58,0% menjadi 87,3% (29,3 poin). Sebanyak 78% orang tua mulai menerapkan panduan di rumah, 85% peserta aktif dalam kegiatan kolaboratif, dan forum literasi digital menyelenggarakan dua pertemuan. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kombinasi edukasi, praktik, dan pendampingan memperkuat pengetahuan sekaligus tata kelola pengawasan digital secara berkelanjutan.Abstract: Digital technology expands children's learning access while increasing exposure to inappropriate content, cyberbullying, online fraud, and gadget addiction. At baseline, 85% of 157 pupils at the partner elementary school had access to personal devices, while 90% of parents had never attended digital-literacy training. This program aimed to improve partner empowerment in the social dimension through digital-parenting knowledge and in the management dimension through the ability to organize digital supervision within a school-parent partnership. Fifteen teachers and 45 parents participated in socialization, case-based workshops, parental-control practice, mentoring to formulate household device-use agreements, and a digital-literacy forum. Evaluation used a 20-item pretest-posttest, observation sheets, implementation questionnaires, and interviews; data were analyzed descriptively using means, percentages, and score differences. The overall mean increased from 56.3% to 87.5%, a gain of 31.2 percentage points. Social knowledge increased from 54.7% to 87.7% (33.0 points), while management ability increased from 58.0% to 87.3% (29.3 points). In addition, 78% of parents began implementing the guidance at home, 85% actively joined collaborative activities, and the forum held two meetings. The findings indicate that education, hands-on practice, and mentoring strengthened both knowledge and sustainable digital-supervision management.