Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

PELATIHAN HYGIENE DAN SANITASI BAGI PELAKU USAHA KULINER DI DESA WISATA HUTA SIALLAGAN SAMOSIR Rosianna Sianipar; Juliana Juliana; Sandra Maleachi; Nova Bernedeta Sitorus
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i2.16081

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang diselenggarakan dibagi menjadi dua sesi yaitu bagaimana menjaga kebersihan/hygiene bagi pelaku usaha makanan dan minuman serta bagaimana menjaga sanitasi bagi pelaku usaha makanan dan minuman di Desa Wisata Huta Siallagan. Sebagai mitra dalam pelaksanaan kegiata pengabdian masyarakat, saat ini yang diperlukan adalah sosialisasi dan pelatihan tentang hygiene dan sanitasi bagi pelaku usaha makanan dan minuman di Desa Wisata Huta Siallagan. Hal ini diperlukan sebagai peningkatan mutu pelayanan terhadap pengunjung dalam hal kebersihan makanan dan minuman. Berdasarkan analisis situasi dapat teridentifikasi bahwa hal-hal yang dihadapi terkait dengan kebersihan dan sanitasi adalah sebagai berikut: Belum ada standar operasional yang tetap dalam hal kebersihan bagi pelaku usaha makanan dan minuman di Desa Wisata Huta Siallagan. Belum ada standar operasional yang tetap dalam hal sanitasi bagi pelaku usaha makanan dan minuman di Desa Wisata Huta Siallagan. Perlu adanya peningkatan pengetahuan dan kesadaran mengenai hygiene dan sanitasi bagi pelaku usaha makanan dan minuman di Desa Wisata Huta Siallagan. Agar dapat mengukur keberhasilan kegiatan PKM ini,tim PKM  menerapkan metode pre tes dan pos tes yang akan memberikan gambaran yang komprehensif mengenai peningkatan pengetahuan dan pemahaman para peserta terkait hygiene dan sanitasi. Rata-rata persentase peningkatan pemahaman peserta pada pos tes berkisar antara 70% hingga 97%, menunjukkan efektivitas pelatihan dalam meningkatkan pemahaman dan pengetahuan tentang kebersihan, sanitasi, dan praktik yang aman dalam lingkungan kerja. Namun, perlu diperhatikan bahwa pada beberapa pertanyaan terdapat penurunan pemahaman peserta setelah pelatihan, seperti pada penggunaan pestisida yang aman. Hal ini menunjukkan pentingnya evaluasi dan pengembangan strategi yang lebih efektif dalam menyampaikan materi tersebut.
Pelatihan Pembuatan Produk Dan Pemasaran Pada Media Sosial Untuk Meningkatkan Minat Beli Ulang Kepada Ibu Ibu Pkk Desa Curug Sangereng Sandra Maleachi; George Nicholas Chandra; James Austin; Venesa Daicy
Cakrawala: Jurnal Pengabdian Masyarakat Global Vol. 2 No. 1 (2023): Cakrawala: Jurnal Pengabdian Masyarakat Global
Publisher : Universitas 45 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1427.481 KB) | DOI: 10.30640/cakrawala.v2i1.615

Abstract

Desa Curug Sangereng merupakan satu-satunya desa di antara lima kelurahan yang berada di kecamatan Kelapa Dua kabupaten Tangerang dan masuk ke dalam wilayah kecamatan Legok, Kabupaten Legok mengalami pemekaran sehingga Desa Curug Sangereng masuk ke dalam kecamatan Pagedangan. Pengabdian Kepada Masyarakat yang dijalankan ini berfokus pada usaha Food and Beverage yang bertujuan untuk memperkenalkan hidangan dari negara Jepang dan Korea yaitu Sushi dan Gimbab agar masyarakat di Desa Curug mengenal dan mengetahui cara membuat hidangan dari negara lain tetapi dengan bahan yang mudah dijangkau oleh masyarakat di Desa Curug. Kegiatan ini di pandu oleh dosen pembimbing dan melibatkan mahasiswa dalam memberikan pelatihan dari menjelaskan bahan-bahan dan alat yang digunakan sampai cara membuat hidangan dari awal sampai selesai pembuatan hidangan dari negara Jepang dan Korea yaitu Sushi Ayam Mentai dan Gimbab Ayam.
Pelatihan Pembuatan Keripik, Kefir Dan Sherbet Dengan Bahan Dasar Biji Nangka Pada Ibu-Ibu Pkk Di Desa Wisata Bantaragung Majalengka Sandra Maleachi; Gracia Kilisya Tasmalia; Madeline , Madeline; Nadya Valerie; Holly Felisa; Jimmy M. H. Situmorang
Jurnal Pengabdian Masyarakat Waradin Vol. 3 No. 1 (2023): Januari : Jurnal Pengabdian Masyarakat Waradin
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56910/wrd.v3i1.264

Abstract

Laporan Penelitian ini bertujuan menjelaskan dan melaporkan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) berupa Pelatihan Pembuatan Keripik, Kefir dan Sherbet Dengan Bahan Dasar Biji Nangka Pada Ibu-Ibu PKK Di Desa Wisata Bantaragung Majalengka. Permasalahan yang dihadapi pada daerah PKM yakni: pertama, minimnya pengetahuan anggota PKK terhadap manfaat biji Nangka karena selama ini anggota PKK tidak pernah mengolahnya dan dianggap limbah. Kedua, minimnya kemampuan peserta PKK dalam pemanfaatan teknologi informasi sebagai sarana sosial media. Laporan PKM ini menjelaskan solusi atas minimnya keterampilan dalam pemanfaatan biji Nangka sebagai diversifikasi pangan, pemberian materi pemanfaatan biji nangka untuk ide bekal usaha, memberikan pelatihan pembuatan produk untuk memanfaatkan biji nangka, dan membantu mempromosikan destinasi wisata melalui media sosial. Persiapan yang dilakukan adalah melakukan perjanjian dengan Kepala Desa Wisata Bantaragung, mempersiapkan dokumen yang dibutuhkan, membuat kartu resep, mempersiapkan alat dan bahan, dan mempersiapkan buah tangan untuk peserta. Jalannya kegiatan PkM sangat baik dan lancar sehingga membuahkan hasil yang memuaskan.
Pelatihan Penggunaan Instagram dalam Promosi Produk Kuliner Ira Brunchilda Hubner; Juliana; Rudy Pramono; Sandra Maleachi; Deandra Asthyn Pakasi; Nova Bernedetta Sitorus
TAAWUN Vol. 1 No. 02 (2021): TA'AWUN AUGUST 2021
Publisher : Pusat Penelitian Pengabdian Pada Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Fattah Siman Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37850/taawun.v1i02.197

Abstract

The role of social media is very important for the advancement of various fields in this digital era. The existence of a pandemic and the rules that have been set, such as restrictions on the application of community activities have made many small and medium businesses, especially culinary products, have to sell their products online. The Faculty of Tourism of Pelita Harapan University has invited partners of Culinary Department SMKN7 to carry out Community Service (PkM) through a webinar entitled Training on the Use of Social Media in Promotion of Culinary Products. This PkM provides training to students of the Catering Department to be able to sell culinary products that are produced to be easily accepted by the community by utilizing the role of social media. This PkM is expected to be a lesson to broaden your horizons on how to use promotional strategies by maximizing the use of social media roles in promoting culinary products you want to sell. The method used is to conduct webinars with the zoom application. This webinar provides the results of a better understanding of the participants to increase creativity in developing strategies for compiling the content of the culinary products produced so that they are more accessible to the public.
Peran Bahasa Inggris sebagai Media Storytelling dalam Promosi Kuliner Tradisional Pematang Siantar untuk Mendukung Pariwisata Berkelanjutan Sandra Maleachi; Rudy Pramono; Febryola Indra
TOBA: Journal of Tourism, Hospitality, and Destination Vol. 4 No. 4 (2025): November 2025
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/toba.v4i4.6139

Abstract

Pematangsiantar, a city in North Sumatra, offers a variety of attractive tourism potentials, including the famous Pematangsiantar Zoo, natural spring sources, and historical attractions such as the Siantar rickshaw, which uses a BSA motorbike. The city's traditional culinary offerings are also a major draw, with dishes like roasted pork, pork hong, and wonton noodles reflecting the richness of local culture. The role of the English language in the tourism industry is becoming increasingly important, especially in promoting Pematangsiantar's traditional culinary heritage to international tourists. This study aims to analyze the role of English-language narratives in promoting traditional cuisine and their contribution to the local economic growth, particularly in increasing the income of culinary entrepreneurs. The research method employed is a qualitative approach, utilizing participatory observation, in-depth interviews, and document analysis. The findings are expected to reveal effective strategies for utilizing English narratives to promote traditional cuisine, support the increase in tourist visits, and contribute to the economic growth of Pematangsiantar. This research aligns with the Sustainable Development Goals (SDGs), particularly in reducing poverty, improving quality education, and fostering inclusive and sustainable economic growth.
Pengembangan Wisata Kesehatan di Indonesia Sandra Maleachi; Suwinto Johan; Angelina L.M. Chuadrey
TOBA: Journal of Tourism, Hospitality, and Destination Vol. 5 No. 2 (2026): May 2026
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/toba.v5i2.8115

Abstract

This study aims to analyze the development of health tourism in Indonesia through a comparison with Penang, Malaysia, as one of the main medical tourism destinations for Indonesian patients. The research employed a descriptive qualitative approach through in-depth interviews with three Indonesian patients who had received medical treatment in both Indonesia and Penang, along with accompanying family members. Secondary data were collected from academic journals, government reports, media publications, and regulations related to healthcare and tourism sectors. The findings indicate that Indonesian patients prefer medical treatment in Penang due to better healthcare service quality, professionalism of medical personnel, efficient hospital systems, competitive medical costs, and the ability of healthcare staff to communicate in the Indonesian language. Accessibility, service convenience, and Penang’s positive image as a trusted medical tourism destination also influence patient decisions. The study highlights that the development of health tourism in Indonesia requires strong government support, improvement of hospital quality, strengthening of healthcare human resources, and integration between healthcare and tourism sectors to enhance national competitiveness.
PELATIHAN PERCAKAPAN BAHASA INGGRIS DALAM HOSPITALITI Sandra Maleachi; Diena Mutiara Lemy; Kezia Christine; Verena Kimberly; Theresia Alexandra
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol. 6 No. 2 (2022): February
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jspc.v6i2.5748

Abstract

English as an international language is very important in facilitating communication, especially in this era of globalization. It is important for those who work in the hospitality world and dealing with guests to have the ability to speak English. Having a workforce with the ability to speak English is very much needed because there are more and more foreign tourists in Indonesia. The ability to speak English is required by hotel employees so that they can communicate and provide good hospitality services and can be more easily understood by foreign guests. The basic level hospitality English conversation training for Emmanuel Foundation students aims to provide training to students at the Emmanuel Foundation so that they can have a broader knowledge in English, as well as how to speak English in the hospitality sector. The implementation is carried out online through the Google Meet platform as a support for activities that can be easily accessed by everyone. There is a preparation stage and an implementation stage (online training). This activity went well and systematically according to the arrangement of events that had been made. The pre-test and post-test sessions have the same questions. The pre-test was used to see the Emmanuel Foundation students' understanding of the material for simple English statements. The post-test was used to see whether or not there was an increase in the understanding of the Emmanuel Foundation students after the material was presented. Based on the results of the pre-test and post-test, it was shown that there was an increase in students' understanding from before and after the presentation of the material, although the results were not significant. Therefore, in the future this kind of training can be done even better.Keywords: English, conversation, hospitalityAbtract in bahasaBahasa Inggris sebagai bahasa internasional sangatlah penting dalam mempermudah komunikasi khususnya di era globalisasi ini.  Penting bagi mereka yang bekerja di dunia hospitaliti dan berhubungan langsung dengan tamu untuk memiliki kemampuan berbahasa Inggris. Memiliki tenaga kerja dengan kemampuan berbahasa Inggris sangat dibutuhkan karena turis asing semakin banyak di Indonesia. Kemampuan berbahasa Inggris diwajibkan oleh para karyawan hotel agar mereka dapat berkomunikasi dan memberikan pelayanan keramahtamahan yang baik dan dapat lebih mudah dimengerti oleh para tamu asing. Pelatihan percakapan bahasa inggris hospitaliti tingkat dasar bagi siswa/i Yayasan Emmanuel bertujuan  untuk memberikan pelatihan kepada siswa-siswi di Yayasan Emmanuel agar dapat memiliki pengetahuan yang lebih luas dalam Bahasa Inggris, serta cara berbicara dalam Bahasa Inggris di bidang hospitaliti. Pelaksanaan dilakukan secara daring melalui platfrom google meet sebagai penunjang kegiatan yang bisa diakses dengan mudah oleh setiap orang. Terdapat tahap persiapan dan tahap pelaksanaan (pelatihan daring). Kegiatan ini  berjalan dengan baik dan sistematis sesuai dengan susunan acara yang sudah dibuat. Sesi pre-test dan post-test memiliki pertanyaan yang sama. Pre-test digunakan untuk melihat pemahaman siswa/i Yayasan Emmanuel mengenai materi pernyataan bahasa Inggris sederhana. Post-test digunakan untuk melihat ada atau tidaknya peningkatan pemahaman siswa/i Yayasan Emmanuel setelah materi dipaparkan. Berdasarkan hasil pre-test dan post-test menunjukkan terdapat peningkatan pemahaman siswa/i dari sebelum dan sesudah pemaparan materi meskipun hasilnya tidak signifikan. Oleh karena itu, di masa yang akan datang pelatihan seperti ini bisa dilakukan lebih baik lagi.Kata Kunci: Bahasa Inggris, percakapan, hospitaliti