Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

SOSIALISASI PARIWISATA BERKELANJUTAN DI DESA WISATA BAGOT Juliana Juliana; Sandra Maleachi; Rosianna Sianipar; Nove Bernedeta Sitorus; Rudy Pramono
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i2.15985

Abstract

Desa Wisata Bagot merupakan salah satu desa wisata yang berada di Pulau Samosir, yang berada di Desa Parlondut, Kecamatan Pangururan. Desa ini dibentuk oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), diresmikan oleh Bupati Kabupaten Samosir dan kepala Dinas Pariwisata Sumatera Utara pada hari Jumat, 11 September 2022. Desa Wisata Bagot sudah tergolong desa wisata maju. Sesuai dengan namanya, desa wisata ini menawarkan aktivitas unik yaitu menikmati produk olahan nira yang disebut bagot. Sebagai mitra dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat, saat ini yang diperlukan adalah sosialisasi tentang pariwisata berkelanjutan di Desa Wisata Bagot. Hal ini akan berguna bagi masyarakat dan pengelola sehingga dalam pengelolaan dan pengembangan pariwisata di Desa Bagot dapat memberikan dampak yang berlanjut di bidang ekonomi, lingkungan dan sosial budaya. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dilakukan berdasarkan analisis kebutuhan di Desa Wisata Bagot. Kegiatan ini dilaksanakan dengan pemateri adalah Dosen yang memahami tentang pariwisata berkelanjutan di Fakultas Pariwisata Universitas Pelita Harapan. Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan sosialisasi konsep pariwisata berkelanjutan di Desa Wisata Bagot dengan jumlah peserta sebanyak 30 orang. Sosialisasi ini dilakukan secara on-site di Desa Wisata Bagot. Untuk mengukur keberhasilan kegiatan ini, akan dilakukan metode pre tes dan pos tes. Pelaksanaan PKM ini akan dilakukan secara on-site di Desa Wisata Bagot dengan materi dan metode sebagai berikut: definisi Pariwisata Berkelanjutan, menjelaskan konsep pariwisata berkelanjutan yang meliputi aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi. Prinsip-prinsip Pariwisata Berkelanjutan: menguraikan prinsip-prinsip yang harus diterapkan dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan, seperti konservasi alam, pengembangan masyarakat lokal, dan pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan. Seluruh data menunjukkan adanya perubahan positif dalam pemahaman dan kesadaran masyarakat terkait pariwisata berkelanjutan. Hal ini menandakan keberhasilan program pengabdian kepada masyarakat dalam mencapai tujuannya untuk meningkatkan kesadaran dan keterlibatan masyarakat dalam pembangunan pariwisata berkelanjutan di Desa Wisata Bagot.
PELATIHAN HYGIENE DAN SANITASI BAGI PELAKU USAHA KULINER DI DESA WISATA HUTA SIALLAGAN SAMOSIR Rosianna Sianipar; Juliana Juliana; Sandra Maleachi; Nova Bernedeta Sitorus
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i2.16081

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang diselenggarakan dibagi menjadi dua sesi yaitu bagaimana menjaga kebersihan/hygiene bagi pelaku usaha makanan dan minuman serta bagaimana menjaga sanitasi bagi pelaku usaha makanan dan minuman di Desa Wisata Huta Siallagan. Sebagai mitra dalam pelaksanaan kegiata pengabdian masyarakat, saat ini yang diperlukan adalah sosialisasi dan pelatihan tentang hygiene dan sanitasi bagi pelaku usaha makanan dan minuman di Desa Wisata Huta Siallagan. Hal ini diperlukan sebagai peningkatan mutu pelayanan terhadap pengunjung dalam hal kebersihan makanan dan minuman. Berdasarkan analisis situasi dapat teridentifikasi bahwa hal-hal yang dihadapi terkait dengan kebersihan dan sanitasi adalah sebagai berikut: Belum ada standar operasional yang tetap dalam hal kebersihan bagi pelaku usaha makanan dan minuman di Desa Wisata Huta Siallagan. Belum ada standar operasional yang tetap dalam hal sanitasi bagi pelaku usaha makanan dan minuman di Desa Wisata Huta Siallagan. Perlu adanya peningkatan pengetahuan dan kesadaran mengenai hygiene dan sanitasi bagi pelaku usaha makanan dan minuman di Desa Wisata Huta Siallagan. Agar dapat mengukur keberhasilan kegiatan PKM ini,tim PKM  menerapkan metode pre tes dan pos tes yang akan memberikan gambaran yang komprehensif mengenai peningkatan pengetahuan dan pemahaman para peserta terkait hygiene dan sanitasi. Rata-rata persentase peningkatan pemahaman peserta pada pos tes berkisar antara 70% hingga 97%, menunjukkan efektivitas pelatihan dalam meningkatkan pemahaman dan pengetahuan tentang kebersihan, sanitasi, dan praktik yang aman dalam lingkungan kerja. Namun, perlu diperhatikan bahwa pada beberapa pertanyaan terdapat penurunan pemahaman peserta setelah pelatihan, seperti pada penggunaan pestisida yang aman. Hal ini menunjukkan pentingnya evaluasi dan pengembangan strategi yang lebih efektif dalam menyampaikan materi tersebut.
Pelatihan Pembuatan Produk Dan Pemasaran Pada Media Sosial Untuk Meningkatkan Minat Beli Ulang Kepada Ibu Ibu Pkk Desa Curug Sangereng Sandra Maleachi; George Nicholas Chandra; James Austin; Venesa Daicy
Cakrawala: Jurnal Pengabdian Masyarakat Global Vol. 2 No. 1 (2023): Cakrawala: Jurnal Pengabdian Masyarakat Global
Publisher : Universitas 45 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1427.481 KB) | DOI: 10.30640/cakrawala.v2i1.615

Abstract

Desa Curug Sangereng merupakan satu-satunya desa di antara lima kelurahan yang berada di kecamatan Kelapa Dua kabupaten Tangerang dan masuk ke dalam wilayah kecamatan Legok, Kabupaten Legok mengalami pemekaran sehingga Desa Curug Sangereng masuk ke dalam kecamatan Pagedangan. Pengabdian Kepada Masyarakat yang dijalankan ini berfokus pada usaha Food and Beverage yang bertujuan untuk memperkenalkan hidangan dari negara Jepang dan Korea yaitu Sushi dan Gimbab agar masyarakat di Desa Curug mengenal dan mengetahui cara membuat hidangan dari negara lain tetapi dengan bahan yang mudah dijangkau oleh masyarakat di Desa Curug. Kegiatan ini di pandu oleh dosen pembimbing dan melibatkan mahasiswa dalam memberikan pelatihan dari menjelaskan bahan-bahan dan alat yang digunakan sampai cara membuat hidangan dari awal sampai selesai pembuatan hidangan dari negara Jepang dan Korea yaitu Sushi Ayam Mentai dan Gimbab Ayam.
Pelatihan Pembuatan Keripik, Kefir Dan Sherbet Dengan Bahan Dasar Biji Nangka Pada Ibu-Ibu Pkk Di Desa Wisata Bantaragung Majalengka Sandra Maleachi; Gracia Kilisya Tasmalia; Madeline , Madeline; Nadya Valerie; Holly Felisa; Jimmy M. H. Situmorang
Jurnal Pengabdian Masyarakat Waradin Vol. 3 No. 1 (2023): Januari : Jurnal Pengabdian Masyarakat Waradin
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56910/wrd.v3i1.264

Abstract

Laporan Penelitian ini bertujuan menjelaskan dan melaporkan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) berupa Pelatihan Pembuatan Keripik, Kefir dan Sherbet Dengan Bahan Dasar Biji Nangka Pada Ibu-Ibu PKK Di Desa Wisata Bantaragung Majalengka. Permasalahan yang dihadapi pada daerah PKM yakni: pertama, minimnya pengetahuan anggota PKK terhadap manfaat biji Nangka karena selama ini anggota PKK tidak pernah mengolahnya dan dianggap limbah. Kedua, minimnya kemampuan peserta PKK dalam pemanfaatan teknologi informasi sebagai sarana sosial media. Laporan PKM ini menjelaskan solusi atas minimnya keterampilan dalam pemanfaatan biji Nangka sebagai diversifikasi pangan, pemberian materi pemanfaatan biji nangka untuk ide bekal usaha, memberikan pelatihan pembuatan produk untuk memanfaatkan biji nangka, dan membantu mempromosikan destinasi wisata melalui media sosial. Persiapan yang dilakukan adalah melakukan perjanjian dengan Kepala Desa Wisata Bantaragung, mempersiapkan dokumen yang dibutuhkan, membuat kartu resep, mempersiapkan alat dan bahan, dan mempersiapkan buah tangan untuk peserta. Jalannya kegiatan PkM sangat baik dan lancar sehingga membuahkan hasil yang memuaskan.
Pelatihan Penggunaan Instagram dalam Promosi Produk Kuliner Ira Brunchilda Hubner; Juliana; Rudy Pramono; Sandra Maleachi; Deandra Asthyn Pakasi; Nova Bernedetta Sitorus
TAAWUN Vol. 1 No. 02 (2021): TA'AWUN AUGUST 2021
Publisher : Pusat Penelitian Pengabdian Pada Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Fattah Siman Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37850/taawun.v1i02.197

Abstract

The role of social media is very important for the advancement of various fields in this digital era. The existence of a pandemic and the rules that have been set, such as restrictions on the application of community activities have made many small and medium businesses, especially culinary products, have to sell their products online. The Faculty of Tourism of Pelita Harapan University has invited partners of Culinary Department SMKN7 to carry out Community Service (PkM) through a webinar entitled Training on the Use of Social Media in Promotion of Culinary Products. This PkM provides training to students of the Catering Department to be able to sell culinary products that are produced to be easily accepted by the community by utilizing the role of social media. This PkM is expected to be a lesson to broaden your horizons on how to use promotional strategies by maximizing the use of social media roles in promoting culinary products you want to sell. The method used is to conduct webinars with the zoom application. This webinar provides the results of a better understanding of the participants to increase creativity in developing strategies for compiling the content of the culinary products produced so that they are more accessible to the public.
Peran Bahasa Inggris sebagai Media Storytelling dalam Promosi Kuliner Tradisional Pematang Siantar untuk Mendukung Pariwisata Berkelanjutan Sandra Maleachi; Rudy Pramono; Febryola Indra
TOBA: Journal of Tourism, Hospitality, and Destination Vol. 4 No. 4 (2025): November 2025
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/toba.v4i4.6139

Abstract

Pematangsiantar, a city in North Sumatra, offers a variety of attractive tourism potentials, including the famous Pematangsiantar Zoo, natural spring sources, and historical attractions such as the Siantar rickshaw, which uses a BSA motorbike. The city's traditional culinary offerings are also a major draw, with dishes like roasted pork, pork hong, and wonton noodles reflecting the richness of local culture. The role of the English language in the tourism industry is becoming increasingly important, especially in promoting Pematangsiantar's traditional culinary heritage to international tourists. This study aims to analyze the role of English-language narratives in promoting traditional cuisine and their contribution to the local economic growth, particularly in increasing the income of culinary entrepreneurs. The research method employed is a qualitative approach, utilizing participatory observation, in-depth interviews, and document analysis. The findings are expected to reveal effective strategies for utilizing English narratives to promote traditional cuisine, support the increase in tourist visits, and contribute to the economic growth of Pematangsiantar. This research aligns with the Sustainable Development Goals (SDGs), particularly in reducing poverty, improving quality education, and fostering inclusive and sustainable economic growth.