Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pelatihan Pembuatan Kerajinan dari Barang Bekas di Desa Bahari Nastia Nastia; Nurlinda Nurlinda; Meri Meliyanti Saputri; Nursalim Nursalim
Humanism : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1, No 3 (2020): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/hm.v1i3.5764

Abstract

Abstrak: Program pengabdian masyarakat ini dilakukan di Desa Bahari Kecamatan Sampolawa Kabupaten  Buton Selatan. Program pengabdian masyarakat ini menyimpulkan bahwa dari kegiatan ini memberikan keterampilan membuat kerajinan dengan bahan baku limbah rumah tangga, mendistribusikan  atau  memasarkan  hasil  kerajinan. Metode yang digunakan adalah pendampingan, pelatihan, dan praktek langsung. Capaian pelatihan adalah peserta pemberdayaan memiliki keterampilan dalam mengolah sampah plastik dan botol bekas sehingga memiliki nilai yang lebih ekonomis. Selain itu peserta pemberdayaan memiliki kreativitas yang tinggi dalam menciptakan produk yang lebih variasi.Kata kunci: Pemberdayaan Masyarakat, Pelatihan Pembuatan Kerajinan, Barang Bekas
PERANAN SEKTOR PARIWISATA DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN ASLI DAERAH KOTA PALOPO Ahmar Ahmar; Nurlinda Nurlinda; Mustafa Muhani
Equilibrium : Jurnal Ilmiah Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.948 KB) | DOI: 10.35906/je001.v2i1.71

Abstract

Penerimaan Pendapan Asli Daerah adalah suatu penerimaan daerah dari berbagai usaha penerimaandaerah untuk mengumpulkan dana,guna keperluan daerah yang bersangkutan.Dalam membiayai kegiatan rutin maupun pembangunan daerah dan yang lain. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahu peranan sector pariwisata dalam meningkatkan pendapatan Asli Daerah Kota Palopo serta untuk mengetahui pengaruh antara jumlah pendapatan sector pariwisata terhadap Pendapatan Asli Daerah(PAD) Kota Palopo.Berdasarkan masalah penelitian tersebut metode yang digunakan adalah metode regresi linear sederhana dengan memecahkan permasalahan tersebut.Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan penelitian kepustakaan dan penelitian lapangan yang terdiri dari wawancara,observasi,dan dokumentasi.Pada penelitian ini,data yang di analisis bersumber dari pendapatan sector pariwisata terhadap Pendapatan Asli Daerah Kota Palopo. Hasil penelitian mengenai peranan sector pariwisata dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerak Kota Palopo.Menyatakan bahwa jumlah pendapatan sector pariwisata mengalami peningkatan dan penurunan tiap tahunnya disebabkan oeh factor jumlah wisatawan yang tidak berdasarkan hasil analisis regresi sederhana diperoleh koefisien korelasi antara retribusi pariwisata dengan Pendapatan Asli Daerah Kota Palopo sebesar 70%.Pengaruh ini menunjukkan bahwa diantara kedua fariabel memiliki hubungan kuat dan positif.
SUMBER DAYA MANUSIA PEMRINTAH DESA DALAM PENGELOLAAN DANA DESA Mahyudin Mahyudin; L.M. Fakhri Mihzan; Asrin Asrin; Nurlinda Nurlinda
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JISIP) Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tungga Dewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (132.705 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v11i1.2444

Abstract

The authority of the village government to manage such a large amount of funds independently carries a heavy responsibility. For this reason, quality human resources are needed, so that the village government can manage funds based on the principles of good governance. This study aims to analyze the quality of human resources in the District Government of South Lasalimu, Buton Regency. This study uses a qualitative methodology and uses interviews as a method of collecting data. To measure the quality of human resources, this study took indicators of knowledge, skills, abilities and experience. The results showed that based on the four indicators of the quality of human resources, the Village Government of Lasalimu Selatan District was still inadequate to manage village funds. There needs to be an effort from the local government to improve the quality of the human resources of the village government.Kewenangan pemerintah desa untuk mengelola dana sebesar itu secara mandiri memiliki tanggung jawab yang berat. Untuk itu diperlukan sumber daya manusia yang berkualitas, sehingga pemerintah desa dapat mengelola dana berdasarkan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas sumber daya manusia pada Pemerintah Kecamatan Lasalimu Selatan Kabupaten Buton. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif dan menggunakan wawancara sebagai metode pengumpulan datanya. Untuk mengukur kualitas sumber daya manusia, penelitian ini mengambil indikator pengetahuan, keterampilan, kemampuan dan pengalaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan keempat indikator kualitas sumber daya manusia Pemerintah Desa Kecamatan Lasalimu Selatan masih belum memadai untuk mengelola dana desa. Perlu ada upaya dari pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia pemerintah desa.
Ragam Pembuatan Olahan Bubuk Instan Temulawak Untuk Produk Herbal Desa Rossoan Mustakim Mustakim; Syamsinar Syamsinar; S Nuristiqamah; Reni Indra Safitri; Rusmita Ulok; Nurlinda Nurlinda; Nur Indah Sari; Rahmawati B; Zalrabiatul Mal Muria; Nur Halifah; Wardiyanto Wardiyanto; Pebriansa Pebriansa
MASPUL JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT Vol 3 No 1 (2021): MASPUL JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT
Publisher : LP2M Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Temulawak (curcuma xanthorriza) atau biasa di sebut dengan koneng gede merupakan obat yang tergolong dalam suku temu-temuan yang memiliki bentuk seperti jahe namun temulawak ini berbentuk agak besar dibandingkan dengan jahe warna yang kekuning-kuningan. Sejak dulu sudah dikenal sebagai ramuan obat tradisonal oleh warga Desa Rossoan karena memiliki aroma yang khas dan warna yang kuning cerah membuat temulawak digemari banyak orang. Tanaman ini berasal dari indonesia kuhsusnya di pulau jawa dan kalimantan. Penyebarannya cukup luas hingga keluar Indonesia seperti Thailand dan Filipina dan dapat juga ditemui di Cina, India, dan Bardos. Tanaman ini dapat tumbuh dengan baik di daratan rendah sampai ketinggian 1.500 m diatas permukaan laut berhabitat berhutan tropis. Tanaman ini juga dapat tumbuh di tanah yang kering seperti d ipekarangan rumah. Tanaman ini termasuk dalam family zingiberanceae masih saudara dengan sejenis jahe,kencur,dll selama ini bagaian tanaman pada temulawak yang jamak digunakan adalah rimpang karna didalam rimpang pada temulawak banyak mengandung senyawa kimia yang aktif untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Dari alasan inilah yang membuat kami bergerak untuk mengelolah temulawak menjadi bubuk instan. Temulawak ini kami kelola langsung di Desa Rossoan Kab. Enrekang dengan cara yang masih sederhana yaitu dengan cara dikeringkan selama 7 hari di bawah terik sinar matahari jika cuacanya panas. Setelah kering ditumbuk menggunakan alu dan lesung hingga menghasilakan bubuk yang halus. Dengan cara ini dapat mempermudah konsumen yang sering mengonsumsi temulawak yang sudah jadi bubuk dan bisa mempermudah kita untuk mengomsumsi dengan cara yang praktis. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan gambaran cara membuat temulawak dengan cara sederhana di Desa Rossoan
PENGARUH INDUSTRI KECIL TERHADAP PENYERAPAN TENAGA KERJA DI KOTA PALOPO Indrianti Indrianti; Nurlinda Nurlinda; Salju Salju
Equilibrium : Jurnal Ilmiah Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.078 KB) | DOI: 10.35906/je001.v1i1.52

Abstract

Industri kecil adalah usaha kecil, perusahaan kecil, usaha skala kecil, dan lain-lain. Adapun pengertian lain menurut Badan Pusat Statistik mendefinisikan bahwa industri kecil adalah sebuah perusahaan yang mempekerjakan 5-10 orang tenaga kerja. Variabel dalam penelitian ini terdiri atas dua yaitu : 1). Mutasi pegawai (X), dan 2). Kinerja pegawai. Penelitian ini bertujuan untuk mencari jawaban atas permasalahan yang dikemukakan di atas yaitu untuk mengetahui dan menganalisis apakah ada Pengaruh Industri Kecil Terhadap Penyerapan Tenaga Kerja Di Kota Palopo. Metode penelititian yang digunakan yaitu metode penelitian survey, diamana pada penelitian ini menggunakan 21 responden. Berdasarkan hasil penelitian, maka diperoleh persamaan regresi linear sederhana. Y =( - 61.1175 ) + 0,977X, a = - 61.1175 adalah konstanta yang artinya, apabila mutasi pegawai (X) konstan atau sama dengan 0 (nol) maka kinerja pegawai sebesar 9,885, b = 0,977 adalah koefisien regresi mutasi pegawai yang artinya bahwa apabila variabel mutasi pegawai (X) meningkat sebesar 1 satuan maka akan meningkatkan kinerja pegawai (Y) sebesar 0,977. Berdasarkan dari uji F hitung sebesar 64.111 dengan tingkat signifikan 0,04. Dapat kita lihat bahwa koefisien determinasi (r2) adalah 0,095 menunjukkan bahwa 9,5 % variasi variabel tenaga kerja dapat dijelaskan oleh variabel industri kecil. Sisanya sebesar 0,905 atau 90,5 % lainnya di jelaskan oleh variabel lain. Jadi industri kecil berpengaruh signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja di kota palopo sebesar 9,5 %. Dari uraian yang telah di kemukakan pada bab – bab terdahulu, maka penulis menarik kesimpulan. Dari hasil pengamatan dan uji data yang dilakukan, di temui pengaruh yang signifikan antara jumlah industri kecil terhadap penyerapan tenaga kerja di kota palopo. Sehingga disarankan agar kiranya industri mampu mengembangkan sumber daya yang dimiliki dengan melakukan program pengembangan berupa pelatihan ketenaga kerjaan.
PERANAN TPI(TEMPAT PELELENGAN IKAN) PONRANG DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN MASYARAKAT SETEMPAT (STUDI KASUS DI DESA TIROWALI KECEMATAN PONRANG) Nurlinda Nurlinda; Saharuddin Saharuddin
Equilibrium : Jurnal Ilmiah Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi Vol 3, No 2 (2013)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.477 KB) | DOI: 10.35906/je001.v3i2.86

Abstract

Pengelolaan sumber daya wilayah pesisir dan lautan di Indonesia dari sudut pandang pembangunan berkelanjutan (sustainable development) dihadapkan pada kondisi yang bersifat mendua atau berada di persimpangan jalan. Pada umumnya para nelayan masih mengalami keterbatasan tekhnologi penangkapan sehingga wilayah operasi pun menjadi terbatas, hanya diseekitar perairan pantai. Selain masalah produksi, maka masalah pemasaran juga dihadpi dari nelayan.Untuk membantu memasarkan hasil tangkapan nelayan maka dibangunlah tempat pelelangan ikan (TPI). Tempat pelelangan ikan (TPI) merupakan pungsi utama dalam kegiatan perikanan dan juga merupakan salah satu factor yang menggerakkan dan meningkatkan usaha dan kesejahtraan nelayan. Penelitian tentang Peranan TPI (Tempat Pelelengan Ikan) Ponrang Dalam Meningkatkan Pendapatan Masyarakat Setempat Studi Kasus Di Desa Tirowali Kecematan Ponrang bertujuan untuk mengetahui bagaimana peranan TPI ponrang dalam meningkatkan pendapatan masyarakat setempat jika dihubungkan dengan Efisiensi Harga dan Efektivitas (waktu jangkau transportasi). Adapun metode analisis yang digunakan adalah uji analisis regresi yang mencakup uji korelasi, regresi linear berganda digunakan untuk mengetahui pengaruh keberadaan TPI Ponrang dalam meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar, serta analisis varians menggunakan uji-F dan uji-T. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa Variable Efisiensi Harga (X1) dan Efektivitas (waktu jangkau transportasi) (X2) secara serempak berpengaruh singnifikan terhadap pendapatan (Y) masyarakat di TPI (Tempat Pelelangan Ikan) ponrang desa tirowali serta menunjukkan bahwa Variable Efisiensi Harga (X1) dan Efektivitas (waktu jangkau transportasi) (X2) secara parsial berpengaruh singnifikan terhadap pendapatan (Y) masyarakat di TPI (Tempat Pelelangan Ikan) ponrang desa tirowali.
Analisis Penerapan 7 P Pada Usaha MUA (Sebuah Kajian Analisis) Mardelia - Desfrida; Nurlinda Nurlinda
-
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/liabilities.v3i1.4531

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggali trend konsumen dalam memanfaatkan jasa make up. Pemahaman ini akan memberi masukan dan gambaran mengenai 7P (product, price, promotion, place, people, process, physical evidence), yang dikenal dengan bauran pemasaran jasa, khususnya di kalangan pelaku Make up Artis (MUA). Makin  terbukanya pangsa pasar MUA menjadi sebuah trend baru yang cukup menggiurkan . Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, pengumpulan data menggunakan kuisioner dan wawancara pada pelaku MUA, Konsumen MUA dan Penyuplai kosmetik MUA. Data yang diperoleh akan dianalisis menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bauran pemasaran mendukung perkembangan MUA di Kota Medan
Herbarium book: Learning media in medicinal plants lecture Nining Nuraida; Suraida Suraida; Nurlinda Nurlinda; Try Susanti
Jurnal Biolokus Vol 6, No 1 (2023): June
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/biolokus.v6i1.2185

Abstract

This study aims to (1) determine the types of medicinal plants used in Teluk Kayu Putih village, (2) describe the development of the herbarium book media for medicinal plants lecture,   (3) determine the validity and (4) the readability test of the herbarium book of medicinal plants as a learning media. The ADDIE development model research consists of 2 stages of research. The first stage of qualitative research is to obtain data on the types of medicinal plants in Teluk Kayu Putih Village. The second stage of media development is making a herbarium book. Field data collection methods include observation and documentation (first stage) and questionnaire (second stage). The results obtained are: (1) The types of plants used as medicine in Teluk Kayu Putih Village are 27 species grouped into 25 families; the most plant species came from Family Euphorbiaceae, Myrtaceae, and Zingiberaceae, each with 2 species, (2) The media developed are specimens of medicinal plants originating from Teluk Kayu Putih village, including plant parts that have been dried using a pressing technique, arranged in a scrapbook with a black base color derived from black cardboard, the spesimens are pasted one by one and then identified, as well as put together and bound in a spiral to form a book, (3) The validity test from material experts and media experts on the media produced obtained a score of 81,35% and 85,26%, while the validity test score obtained a score of 86,31% (very feasible), (4) The readability test of the herbarium book by 23 respondents obtained an average percentage score of 92,6%, means that the media is suitable to use.
Pengaruh Shopping Lifestyle, Fashion Involvement dan Discount Price terhadap Impulse Buying Nicholas Randy Tjemara; Nurlinda Nurlinda
Lokawati : Jurnal Penelitian Manajemen dan Inovasi Riset Vol. 3 No. 1 (2025): Januari : Jurnal Penelitian Manajemen dan Inovasi Riset
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Manajemen Kewirausahaan dan Bisnis Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/lokawati.v3i1.1529

Abstract

This study examines and analyzes the effect of Shopping Lifestyle, Fashion Involvement, and Discount Prices simultaneously and partially on Impulse Buying in the Zalora Marketplace. And knowing which variables are most dominant in influencing impulse buying. The research approach used in this research is quantitative research. The criteria for selecting the sample in this study were those aged 17 and over who had used and made purchases through the Zalora Marketplace, and had routinely purchased products for the last 6 months through the Zalora Marketplace and were located in the Jabodetabek area. Questionnaires collected as many as 150 respondents, the data is then processed using multiple linear regression method. Based on the results of the analysis, it is known that the variables Shopping Lifestyle, Fashion Involvement and Discount Price simultaneously have a positive effect on Impulse Buying on the Zalora Marketplace. Partially, the Shopping Lifestyle and Fashion Involvement variables have a positive effect on Impulse Buying. But the Discount Price variable has no effect on impulse buying. Furthermore, the results show that the Shopping Lifestyle variable is the most dominant variable affecting Impulse Buying.
Pendampingan Pengelolaan Keuangan Keluarga pada Pengrajin Anyaman Pandan Eva Malina Simatupang; Arlina Pratiwi Purba; Nurlinda Nurlinda; Angelia Maharani Purba; Mardelia Desfrida
Inovasi Sosial : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2026): Mei : Inovasi Sosial : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/inovasisosial.v3i2.3269

Abstract

This community service activity aimed to improve financial literacy and family financial management skills based on priority scales among housewives in the pandan mat weaving artisan community in Sei Balai District, Batubara Regency, North Sumatra Province. The main problems faced by the community partners included limited understanding of simple financial record-keeping, the absence of separation between business and household finances, and low saving habits due to fluctuating income levels. The implementation method employed a participatory approach through observation, lectures, interactive discussions, household budgeting practices, and simple financial recording training. The results of the activity indicated that participants experienced an improvement in their understanding of the importance of distinguishing between needs and wants, arranging expenditure priorities, and developing saving habits as well as preparing family emergency funds. In addition, participants also began to recognize the importance of financial record-keeping as an effort to control household expenditures more effectively and efficiently. The participants’ enthusiasm throughout the program demonstrated that the materials delivered were highly relevant to community needs. Therefore, this outreach activity contributed positively to enhancing family financial management capabilities and supporting the economic well-being of the pandan mat weaving artisan community.