Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Digitalisasi dan inovasi usaha sebagai strategi peningkatan kinerja keuangan BUMDes Bagjawaluya Ai Ilah Warnilah; Yanti Apriyani; Yani Sri Mulyani; Muhammad Dhafa Alfareza; Vincent Christian
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 5 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i5.34367

Abstract

AbstrakPengelolaan keuangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bagjawaluya masih menghadapi tantangan dalam hal transparansi, efisiensi, dan akuntabilitas. Sistem pencatatan manual yang digunakan rentan terhadap kesalahan dan kurang mendukung .Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) merupakan entitas ekonomi desa yang dibentuk oleh pemerintah desa bersama masyarakat untuk mengelola potensi lokal. BUMDes Bagjawaluya telah mengembangkan berbagai unit usaha seperti penyewaan lapangan mini soccer, bumi perkemahan, kios, air Weslik, dan internet desa. Namun, pengelolaan keuangan yang belum terintegrasi secara digital menjadi kendala utama dalam transparansi dan efisiensi administrasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan pengelolaan keuangan BUMDes melalui penerapan strategi digital berbasis teknologi informasi. Metode pelaksanaan meliputi analisis situasi mitra, perancangan sistem informasi keuangan untuk masing-masing unit usaha, pelatihan dan pendampingan penggunaan aplikasi keuangan, serta monitoring dan evaluasi capaian kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pemahaman 80% Kata Kunci: BumDes; Bagjawaluya; transfarasi; perbedayaan; unit usaha. Abstract The financial management of the Bagjawaluya Village-Owned Enterprise (BUMDes) still faces challenges in terms of transparency, efficiency, and accountability. The manual recording system used is prone to errors and lacks support. Village-Owned Enterprises (BUMDes) are village economic entities formed by the village government together with the community to manage local potential. BUMDes Bagjawaluya has developed various business units such as mini soccer field rentals, campgrounds, kiosks, Weslik water, and village internet. However, financial management that is not yet digitally integrated is a major obstacle to transparency and administrative efficiency. This community service activity aims to optimize BUMDes financial management through the implementation of information technology-based digital strategies. The implementation methods include partner situation analysis, financial information system design for each business unit, training and assistance in using financial applications, as well as monitoring and evaluation of activity achievements. The results of the activity show a significant increase in understanding of 80%. Keywords: BumDes; Bagjawaluya; transfer; empowerment; business unit.
Sistem Informasi Geografis Desa Kaputihan: Implementasi dan Pengelolaan Wilayah dengan Metode Waterfall Yani Sri Mulyani
Jurnal Infortech Vol. 7 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/infortech.v7i1.12361

Abstract

Pemerintah desa seringkali menghadapi tantangan dalam memetakan batas wilayah dan menentukan titik lokasi bangunan fasilitas umum. Ketidakakuratan dan keterlambatan dalam pemetaan tersebut tidak hanya mengganggu proses administrasi, tetapi juga menyulitkan pengunjung dari luar desa dalam menemukan lokasi tujuan. Dampak ini berpotensi menghambat berbagai aspek pengembangan desa, mulai dari perencanaan infrastruktur hingga penyediaan layanan publik yang efektif. Saat ini, aplikasi peta daring seperti Google Maps telah banyak digunakan untuk kebutuhan navigasi. Namun, aplikasi tersebut memiliki keterbatasan, seperti waktu yang diperlukan untuk meng-update titik lokasi baru dan kesulitan dalam menampilkan lokasi yang kurang populer atau dinamis. Akibatnya, data yang disajikan tidak selalu mencerminkan kondisi lapangan secara real-time atau spesifik terhadap kebutuhan warga desa. Oleh karena itu, diperlukan sebuah sistem informasi geografis (SIG) yang dirancang khusus untuk kebutuhan desa. Tujuan dibuatnya Aplikasi SIG ini diharapkan mampu memetakan batas wilayah secara akurat, menandai titik lokasi fasilitas umum, serta menyediakan informasi detail mengenai jaringan jalan dan lokasi pemukiman. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode waterfall.Dengan solusi ini, diharapkan akses informasi bagi pengunjung dan perencanaan administratif oleh pemerintah desa dapat berjalan lebih efisien dan responsif terhadap perubahan kondisi di lapangan.
PERANCANGAN SISTEM PERPUSTAKAAN DIGITAL BERBASIS WEB MENGGUNAKAN FRAMEWORK LARAVEL Yani Sri Mulyani; Yanti Apriyani; Atyla Azfa Al Harits; Hendri Mardani
INFOTECH journal Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/infotech.v11i2.16729

Abstract

Perpustakaan adalah salah satu fasilitas yang hampir ada di setiap lingkungan sekolah, sebagai sarana peningkatan literasi membaca untuk para siswa . Perkembangan teknologi informasi mendorong kebutuhan akan sistem pengelolaan perpustakaan yang lebih efektif, cepat, dan mudah diakses. perancangan sistem perpustakaan digital berbasis web menggunakan framework Laravel sebagai solusi untuk meningkatkan kualitas layanan perpustakaan. Sistem ini dirancang untuk memfasilitasi proses pengelolaan data buku, peminjaman, pengembalian, serta pencarian informasi secara real time. Metode pengembangan sistem meliputi analisis kebutuhan, perancangan arsitektur sistem, perancangan antarmuka, serta implementasi menggunakan Laravel yang dikenal memiliki struktur MVC, keamanan yang baik, dan kemudahan dalam pengembangan aplikasi web. Hasil perancangan menghasilkan sebuah prototype sistem perpustakaan digital yang mampu mengotomatisasi proses administrasi perpustakaan dan memberikan akses informasi yang lebih cepat kepada pengguna. Selain itu, sistem dilengkapi fitur manajemen anggota, notifikasi status peminjaman, serta katalog digital untuk memudahkan pengguna dalam menemukan koleksi buku. Dengan adanya sistem ini, diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional perpustakaan dan memberikan pengalaman layanan yang lebih modern serta responsif kepada pengguna.