Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Masker Medika

HUBUNGAN KUALITAS VAKSIN DAN STATUS IMUN PENJAMU DENGAN KEBERHASILAN PEMBERIAN IMUNISASI DI PUSKESMAS PEMBINA PALEMBANG TAHUN 2016 Aquari, Bina
Masker Medika Vol 4 No 2 (2016): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Imunisasi sebagai salah satu cara preventif untuk mencegah penyakit melalui pemberian kekebalan tubuh yang harus di berikan secara terus menerus. Pada dasarnya imunisasi lengkap bagi bayi itu sangat penting bagi kesehatannya, apalagi dengan melihat kualitas vaksin yang cara pemberiannya juga dosisnya sangat tepat juga bisa mempengaruhi keberhasilan pemberian imunisasi pada bayi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kualitas vaksin dan status imun penjamu dengan keberhasilan pemberian imunisasi di Puskesmas Pembina Palembang Tahun 2016. Metode Penelitian ini adalah Kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Variabel penelitian ini adalah variabel dependen (keberhasilan pemberian imunisasi) dan variabel Independen (kualitas vaksin dan status imun penjamu). Sampel penelitian ini mengunakan metode survey analitik. Informasi di dapatkan dengan melihat data di Rekam medik sebanyak 377 responden. Populasi penelitian ini adalah semua ibu – ibu yang membawa anak nya imunisasi di Puskesmas Pembina Palembang Tahun 2015. Hasil analisis univariat hubungan kualitas vaksin dengan keberhasilan pemberian imunisasi di dapatkan data sebanyak 190 responden (68,8%), kualitas vaksin yang tidak sesuai standar dengan keberhasilan pemberian imunisasi 86 responden (31,2%), nilai p value = 0,008 (p value < α 0,05 bermakna). Sedangkan hubungan status imun penjamu dengan keberhasilan pemberian imunisasi di dapatkan data sebanyak 207 (70,9%), status imun penjamu tidak baik dengan keberhasilan pemberian imunisasi sebanyak 85 responden (29,1%), nilai p value 0,000 (p value < α 0,05 bermakna). Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang bermakna kualitas vaksin dan status imun penjamu dengan keberhasilan pemberian imunisasi di Puskesmas Pembina Palembang Tahun 2016
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN HIPEREMESIS GRAVIDARUM (HEG) DI PUSKESMAS SOSIAL PALEMBANG TAHUN 2017 Aquari, Bina
Masker Medika Vol 5 No 1 (2017): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hyperemesis gravidarum adalah mual dan muntah yang berlebihan sehingga mengganggu pekerjaan sehari-hari dan bahkan dapat membahayakan hidup ibu hamil. Tujuan penelitian ini diketahuinya baik secara simultan maupun parsial hubungan antara paritas, umur dan pendidikan ibu dengan kejadian hiperémesis gravidarum (HEG) di Puskesmas Sosial Tahun 2017. Rumusan masalah adanya hubungan antara paritas, umur dan pendidikan ibu hamil dengan hyperemesis gravidarum (HEG) di Puskesmas Sosial. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei analitik dengan pendekatan analitik cross sectional, dimana variabel independen (Paritas, Umur dan Pendidikan) dan variabel dependen (Hyperemesis gravidarum). Data sekunder diperoleh dari rekam medik dan menggunakan check List. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil multigravida yang datang untuk memeriksakan kehamilannya ke Puskesmas Sosial pada bulan januari - maret Tahun 2017. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa proporsi ibu dengan tidak hyperemesis gravidarum yaitu 41 orang (54,7%), proporsi ibu dengan paritas tinggi sebanyak 20 orang (26,7%), dan proporsi umur ibu beresiko sebanyak 25 orang (33,3%), dan pendidikan tinggi sebanyak 25 orang (33,3%). Hasil analisa dengan uji statistik chi-square didapatkan bahwa tidak ada hubungan yang bermakna antara paritas ibu hamil dengan kejadian hyperemesis gravidarum dengan p value = 0,20, tidak ada hubungan yang bermakna antara umur dengan hyperemesis gravidarum dengan p value = 0,28 dan tidak ada hubungan antara pendidikan dengan kejadian hyperemesis gravidarum dengan p value = 0,28. Kesimpulan dari penelitian ini baik secara simultan maupun parsial adalah tidak ada hubungan yang bermakna antara paritas, umur dan pendidikan dengan kejadian hyperemesis gravidarum di Puskesmas Sosial. Disarankan kepada pimpinan dan staff Puskesmas untuk dapat meningkatkan mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat, khususnya pelayanan kesehatan ibu dan anak sehingga dapat mengurangi angka kejadian Hyperemesis Gravidarum di Puskesmas Sosial
HUBUNGAN KUALITAS VAKSIN DAN STATUS IMUN PENJAMU DENGAN KEBERHASILAN PEMBERIAN IMUNISASI DI PUSKESMAS PEMBINA PALEMBANG TAHUN 2016 Bina Aquari
Masker Medika Vol 4 No 2 (2016): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Imunisasi sebagai salah satu cara preventif untuk mencegah penyakit melalui pemberian kekebalan tubuh yang harus di berikan secara terus menerus. Pada dasarnya imunisasi lengkap bagi bayi itu sangat penting bagi kesehatannya, apalagi dengan melihat kualitas vaksin yang cara pemberiannya juga dosisnya sangat tepat juga bisa mempengaruhi keberhasilan pemberian imunisasi pada bayi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kualitas vaksin dan status imun penjamu dengan keberhasilan pemberian imunisasi di Puskesmas Pembina Palembang Tahun 2016. Metode Penelitian ini adalah Kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Variabel penelitian ini adalah variabel dependen (keberhasilan pemberian imunisasi) dan variabel Independen (kualitas vaksin dan status imun penjamu). Sampel penelitian ini mengunakan metode survey analitik. Informasi di dapatkan dengan melihat data di Rekam medik sebanyak 377 responden. Populasi penelitian ini adalah semua ibu – ibu yang membawa anak nya imunisasi di Puskesmas Pembina Palembang Tahun 2015. Hasil analisis univariat hubungan kualitas vaksin dengan keberhasilan pemberian imunisasi di dapatkan data sebanyak 190 responden (68,8%), kualitas vaksin yang tidak sesuai standar dengan keberhasilan pemberian imunisasi 86 responden (31,2%), nilai p value = 0,008 (p value < α 0,05 bermakna). Sedangkan hubungan status imun penjamu dengan keberhasilan pemberian imunisasi di dapatkan data sebanyak 207 (70,9%), status imun penjamu tidak baik dengan keberhasilan pemberian imunisasi sebanyak 85 responden (29,1%), nilai p value 0,000 (p value < α 0,05 bermakna). Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang bermakna kualitas vaksin dan status imun penjamu dengan keberhasilan pemberian imunisasi di Puskesmas Pembina Palembang Tahun 2016
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN HIPEREMESIS GRAVIDARUM (HEG) DI PUSKESMAS SOSIAL PALEMBANG TAHUN 2017 Bina Aquari
Masker Medika Vol 5 No 1 (2017): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hyperemesis gravidarum adalah mual dan muntah yang berlebihan sehingga mengganggu pekerjaan sehari-hari dan bahkan dapat membahayakan hidup ibu hamil. Tujuan penelitian ini diketahuinya baik secara simultan maupun parsial hubungan antara paritas, umur dan pendidikan ibu dengan kejadian hiperémesis gravidarum (HEG) di Puskesmas Sosial Tahun 2017. Rumusan masalah adanya hubungan antara paritas, umur dan pendidikan ibu hamil dengan hyperemesis gravidarum (HEG) di Puskesmas Sosial. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei analitik dengan pendekatan analitik cross sectional, dimana variabel independen (Paritas, Umur dan Pendidikan) dan variabel dependen (Hyperemesis gravidarum). Data sekunder diperoleh dari rekam medik dan menggunakan check List. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil multigravida yang datang untuk memeriksakan kehamilannya ke Puskesmas Sosial pada bulan januari - maret Tahun 2017. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa proporsi ibu dengan tidak hyperemesis gravidarum yaitu 41 orang (54,7%), proporsi ibu dengan paritas tinggi sebanyak 20 orang (26,7%), dan proporsi umur ibu beresiko sebanyak 25 orang (33,3%), dan pendidikan tinggi sebanyak 25 orang (33,3%). Hasil analisa dengan uji statistik chi-square didapatkan bahwa tidak ada hubungan yang bermakna antara paritas ibu hamil dengan kejadian hyperemesis gravidarum dengan p value = 0,20, tidak ada hubungan yang bermakna antara umur dengan hyperemesis gravidarum dengan p value = 0,28 dan tidak ada hubungan antara pendidikan dengan kejadian hyperemesis gravidarum dengan p value = 0,28. Kesimpulan dari penelitian ini baik secara simultan maupun parsial adalah tidak ada hubungan yang bermakna antara paritas, umur dan pendidikan dengan kejadian hyperemesis gravidarum di Puskesmas Sosial. Disarankan kepada pimpinan dan staff Puskesmas untuk dapat meningkatkan mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat, khususnya pelayanan kesehatan ibu dan anak sehingga dapat mengurangi angka kejadian Hyperemesis Gravidarum di Puskesmas Sosial