Widayati
Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Ngudi Waluyo

Published : 30 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Akupresure pada Ibu Hamil TM II dan TM III di Puskesmas Ambarawa Naila Duriyatul Chusa; Widayati; Atika Rizki Suryani; Uswatun Khasanah; Kinanti
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 1 No. 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Acupressure is one of form in pyshiotherapy which give massage and stimaulaton to certain point and useful to reducing fatigue, tension and many kind of diseas in order to activate vital energy circulation (Hartono, 2012&Oka Sukanta 2010). Acupressure also gives a calm, nature relaxation, regulation and stabilize emotion, reduce nauseous vomit, lighten up labor process, reducing anixiety during pregnancy and labor delivery. Removing back pain in pregnancy and overcoming insomnia (Sukeksi, 2018). A pregnant mother in Pasekan village does not knowing acupressure, then, writer have interest to do a community service about acupressure to a pregnant mother and writer's hope they will know about acupressure to help reducing uncomfortable or other pain that attack mother pregnant. Furthermore, the next step which conducted by public community are problem determination respondent determination, introduction, identification filling, filling the quisionnare pre, material presentation, question answer session, and post filling quisionnare. This event are given to two thousand of pregnant mother using leaflet, laptop and LCD AbstrakAkupresur adalah salah satu bentuk fisioterapi dengan memberikan pemijatan dan stimulasi pada titik-titik tertentu pada tubuh yang berguna untuk mengurangi bermacam-macam sakit dan nyeri serta mengurangi ketegangan, kelelahan dan berbagai penyakit dengan maksud mengaktifkan kembali peredaran energi vital. (Hartono, 2012& Oka Sukanta, 2010) Akupresur dapat menenangkan, memberikan relaksasi alami, mengatur dan menstabilkan emosi, menurunkan mual muntah, membantu proses induksi persalinan, mengurangi kecemasan selama kehamilan dan persalinan, mengurangi nyeri punggung selama kehamilan dan proses persalinan dan mengatasi insomnia (Sukeksi, 2018 ). Ibu hamil di desa Pasekan sebelum mendapatkan pengetahuan sebanyak 20 repsonden mendapatkan nilai dengan kategori 1 yaitu kurang mengetahui tentang Akupresur dari pengisian kuesioner yang telaah diberikan, maka penulis tertarik untuk melakukan pengabdian kepada masyarakat mengenai pengetahuan tentang akupresur pada ibu hamil. Ibu hamil diharapakan dapat mengetahui tentang Akupresur, sehingga membantu dirinya untuk mengurangi ketidaknyamanan atau keluhan yang dirasakan oleh ibu hamil. Tahapan yang dilakukan saat Pengabdian kepada Masyrakat meliputi penentuan permasalahan, penentuan respondan, perkenalan, pengisian identitas diri, pengisisan kuesioner pre, pemaparan materi, sesi tanya jawab, dan pengisian kuesioner post. Kegiatan ini diberikan kepada 20 ibu hamil menggunakan media leaflet, laptop dan LCD .
Hubungan Tingkat Pengetahuan tentang Covid-19 dengan Sikap Siswa Siswi Dalam Menerapkan Protokol Kesehatan Sekolah MAN 2 Jepara Wahyu Kristiningrum; Risma Aliviani Putri; Widayati
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 1 No. 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Covid-19 cases in Indonesia until February 2022 continue to grow. The increase in Covid-19 cases is due to the emergence of a new variant of the corona virus, namely Omicron. By following the Circular Letter of the governor of Central Java, face-to-face learning (PTM) is limited to 1 (one) class, only 50% of which enter every day. COVID-19 can be suppressed with a good level of knowledge and a positive attitude from students during school learning. to determine the relationship of the level of knowledge of students in schools about COVID-19 with the attitude of students in implementing health protocols during the COVID-19 pandemic.this study used a descriptive correlation design with a cros-sectional approach carried out in February 2022 at MAN 2 Jepara. The population in this study were all students of Class XII who attended the PTM amounted to 34 students. The sample in this study using a total sampling of 34 respondents. most of the students ' knowledge levels about COVID-19 were categorized as good, there were 24 respondents (70.6%), enough knowledge level as many as 2 respondents (5.9%) and those with less knowledge level were 8 respondents (23.5). Most of the students ' attitudes in implementing health protocols during the COVID-19 pandemic were categorized as positive as 22 respondents (64.7%) and adolescents with negative attitudes as many as 12 respondents (35.5%). there is a relationship between the level of knowledge of students in schools about COVID-19 and the attitude of students in implementing health protocols during the COVID-19 pandemic at MAN 2 Jepara. AbstrakKasus Covid-19 di Indonesia hingga Februari 2022 terus bertambah banyak. Peningkatan kasus Covid-19 ini dikarenakan munculnya virus corona varian baru, yaitu Omicron. Dengan mengikut surat edaran Gubernur Jawa tengah maka pembelajaran tatap muka (PTM) dilaksanakan terbatas dalam 1 (satu) kelas, hanya 50% yang masuk setiap harinya. COVID- 19 dapat ditekan dengan tingkat pengetahuan yang baik serta sikap yang positif dari siswa-siswi selama mengikuti pembelajaran di sekolah. Untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan siswa-siswi di sekolah tentang COVID-19 dengan sikap siswa-siswi dalam menerapkan protokol kesehatan di masa pandemi COVID-19. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasi dengan pendekatan cros-sectional dilaksanakan pada bulan Febuari 2022 di MAN 2 Jepara. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa-siswi kelas XII yang hadir mengikuti PTM berjumlah 34 siswa. Sampel dalam penelitian ini mengunakan total sampling sejumlah 34 responden. sebagian besar tingkat pengetauan siswa-siswi tentang COVID-19 berkategori baik terdapat 24 responden (70,6%), tingkat pengetahuan cukup sebanyak 2 responden (5,9%) dan yang memiliki tingkat pengetahuan kurang 8 responden (23,5). Sebagian besar sikap siswa-siswi dalam menerapkan protokol kesehatan di masa pandemi COVID-19 berkategori positif sebanyak 22 responden (64, 7%) dan siawa-siswi dengan sikap negatif sebanyak 12 responden (35,5%). Terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan siswa-siswi di sekolah tentang COVID-19 dengan sikap siswa-siswi dalam menerapkan protokol kesehatan di masa pandemi COVID-19 di MAN 2 Jepara.
Pijat Perineum untuk Mengurangi Resiko Terjadinya Robekan pada Jalan Lahir Ibu Hamil Tm III Desa Pasekan Ambarawa Kab.Semarang Nur Halimahi; Widayati; Gita Tilana Gita
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 1 No. 2 (2022): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perineal massage is a perineal massage technique performed during pregnancy or 2 weeks before delivery which is useful for softening connective tissue, improving blood circulation and increasing perineal elasticity. Increasing the elasticity of the perineum will prevent the occurrence of perineal tears and episiotomies. Perineal massage is treatment, massage, sorting and patting which are carried out systematically on the perineum. The goal is to properly prepare the perineal tissue for the stretching process during labor and will reduce perineal tears and speed up the healing process. Perineal massage is a coping mechanism for the mother so that the mother is comfortable. This condition causes the perineum to become elastic. In terms of psychology, perineum massage creates feelings of pleasure and comfort so that it can reduce anxiety and fear of childbirth and can reduce pain. This Community Service activity aims to provide benefits to village cadres and midwives. All cadres can obtain information to reduce the risk of tearing of the birth canal in Trimester III pregnant women so that it can be applied and taught to be independent of pregnant women.The method used in the implementation determines the target for TM III pregnant women and conducts a pre-test on perineal massage to reduce the risk of tears in the birth canal, provides information to reduce the risk of tears in the birth canal in second and third trimester pregnant women, demonstrates perineal massage , distribution of leaflets and posttest.The results of this service show that there is a difference between the pre-test and post-test given questionnaires, namely pregnant women before being given the questionnaire who have good knowledge as many as 4 people (40%), enough knowledge as many as 6 people (60%), while pregnant women after being given a questionnaire who have good knowledge good as many as 8 people (80%), enough knowledge as many as 2 people (20%). and post test from the results given a questionnaire and then with ongoing activities every week according to the complaints of pregnant women. Abstrak Pijat perinium adalah tehnik memijat perinium yang dilakukan saat hamil atau 2 minggu sebelum persalinan yang bermanfaat untuk melembutkan jaringan ikat, melancarkan peredaran darah dan meningkatkan elastisitas perinium. Peningkatan elastisitas perinium akan mencegah kejadian robekan perinium maupun episiotomi. Pijat perinium merupakan pengobatan,pemijatan, pengurutan dan penepukan yang dilakukan secara sistematik pada perinium. Tujuanya adalah mempersiapkan jaringan perinium dengan baik untuk proses peregangan selama proses persalinan serta akan mengurangi robekan perinium dan mempercepat proses penyembuhan Pijat perinium merupakan salah satu mekanisme koping bagi ibu sehingga ibu berada dalam kenyamanan. Kondisi ini menyebabkan perinium menjadi elastis. Di tinjau dari psikologi pijat perinium menimbulkan perasaan senang dan nyaman sehingga dapat menurunkan kekhawatiran, ketakutan menhadapi persalinan serta dapat menurunkan nyeri. Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini bertujuan memberi manfaat kepada kader dan bidan desa.Seluruh kader dapat memperoleh informasi untuk mengurangi resiko terjadinya robekan jalan lahir pada ibu hamil Trimester III yang benar agar dapat di aplikasikan dan diajarkan untuk memandirikan ibu hamil. Metode yang di gunakan dalam pelaksanaan Menentukan sasaran pada ibu hamil TM III dan melakukan pre test tentang pijat perineum untuk mengurangi resiko terjadinya robekan pada jalan lahir, Memberikan informasi untuk mengurangi resiko terjadinya robekan pada jalan lahir pada biu hamil trimester II dan III, mendemontrasikan pijat perineum, pembagian leaflet dan postest dengan jumlah peserta 10 orangHasil pengabdian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan antara pre test dan pos test diberikan kuesioner yaitu ibu hamil sebelum diberikan kuesioner yang berpengetahuan baik sebanyak 4 orang (40%), pengetahuan cukup sebanyak 6 orang (60%), sedangkan ibu hamil sesudah diberikan kuesioner yang memiliki pengetahuan baik sebanyak 8 orang (80%), pengetahuan cukup sebanyak 2 orang (20%). dan pos test dari hasil diberikan kuesioner dan selanjutnya dengan kegiatan berkelanjutan setiap minggu sesuai dengan keluhan ibu hamil .
Pengetahuan Ibu Hamil tentang Senam Hamil Ni Nengah Susilawati; Widayati
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 1 No. 2 (2022): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The period of pregnancy is divided into three, namely trimester I, trimester II and trimester III. During pregnancy, the body will experience changes that cause discomfort. The discomforts that often occur in pregnant women are varicose veins, back pain, muscle and joint pain and back pain. One of the ways to overcome this discomfort is by doing pregnancy exercises. The purpose of this study was to determine the knowledge of pregnant women about pregnancy exercise in PMB Amanah, East Palu District, Palu City. This research design is descriptive quantitative. The population of 72 pregnant women in November 2020 with the sampling technique is total sampling. Data collection using a questionnaire. Data were analyzed using univariate analysis.The knowledge of pregnant women about pregnancy exercise  had sufficient knowledge, namely 36 respondents (50.0%), respondents who had less knowledge were 25 respondents (34.7%) and knowledge good as many as 11 respondents (15.3%).Most pregnant women  have sufficient knowledge.   Abstrak Masa kehamilan terbagi menjadi tiga yaitu trimester I, trimester II dan trimester III. Pada masa kehamilan tubuh akan mengalami perubahan yang menimbulkan ketidaknyamanan. Ketidaknyamanan yang sering terjadi pada ibu hamil yaitu varises, sakit pinggang, nyeri otot dan persendian serta nyeri punggung. Ketidaknyamanan tersebut dapat diatasi salah satunya dengan melakukan senam hamil. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengetahuan ibu hamil tentang senam hamil di PMB Amanah Kecamatan Palu Timur Kota Palu. Desain penelitiannya deskriptif kuantitatif. Populasi sejumlah 72 ibu hamil pada bulan November 2020 dengan teknik pengambilan sampel adalah total sampling. Pengumpulan datanya menggunakan kuesioner, selanjutnya data dianalisis menggunakan analisis univariat. Pengetahuan ibu hamil tentang senam hamil yang berpengetahuan cukup yaitu sebnayak 36 responden (50,0%), responden yang mempunyai pengetahuan kurang sebanyak 25 responden (34,7%) dan pengetahuan baik sebanyak 11 responden (15,3%). Pengetahun ibu hamil tentang senam hamil berpengetahuan cukup.
Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ny. T Umur 29 Tahun G2P1A0 Di Klinik Rahayu Farida Fatimatuz Zahro; Widayati
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asuhan berkelanjutan (COC) merupakan salah satu model asuhan kebidanan sebagai upaya untuk melakukan deteksi dini komplikasi. Model asuhan kebidanan komprehensif mempunyai tujuan untuk meningkatkan asuhan yang berkesinambungan mulai dari kehamilan, persalinan, nifas, pelayanan bayi baru lahir serta pelayanan keluarga berencana. Asuhan kehamilan mengutamakan kesinambungan. Desain penelitian yang digunakan yaitu deskriptif, dengan pendekatan studi kasus (Case Study) dengan Manajemen Varney dan didokumentasikan dengan SOAP. Studi kasus dilakukan pada Ny. T umur 29Tahun G2P1A0 di Klinik Rahayu pada bulan Juni sampai September 2025. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dengan data primer dan sekunder melalui Buku KIA. Asuhan kebidanan Komprehensif dari Ibu Hamil mengalami keluhan ketidaknyamanan pada kehamilan TM III dengan pemberian Pendidikan Kesehatan dan prenatal yoga, Ibu Bersalin secara normal pada umur kehamilan 38 minggu. Bayi Baru lahir normal dan dilakukan IMD. Nifas ibu dilakukan asuhan sesuai standar asuhan yaitu 4 kali kunjungan. Ibu memilih untuk menggunakan KB Suntik 3 bulan. Dengan Asuhan kebidanan komprehensif akan meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan ibu dan janin.
Asuhan Kebidanan Continuity of Care (COC) pada Ny. E Umur 22 Tahun G2P1A0 di Puskesmas Jetak Siti Fadrinawati; Widayati
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maternal and child health is a key indicator of national development, yet maternal and infant mortality rates in Indonesia remain high. In Semarang Regency, maternal deaths due to hemorrhage and preeclampsia are still reported, although Jetak Health Center has successfully maintained Zero Maternal Mortality through intensive monitoring and reproductive health education. This study was conducted because Continuity of Care (CoC) has proven effective in reducing maternal morbidity and mortality, enhancing maternal involvement in decision-making, and strengthening the mother–midwife relationship. The research employed a descriptive case study approach on Mrs. E, 22 years old, G2P1A0, in the working area of Jetak Health Center, Semarang Regency, from May to September 2025. The subject received comprehensive midwifery care covering pregnancy, childbirth, postpartum, newborn care, and family planning, with data collected through interviews, physical examinations, and direct observation. Results showed that all care provided was consistent with midwifery service standards, with no gap between theory and practice, supporting a healthy pregnancy, safe delivery, optimal postpartum recovery, and good infant growth and development. In conclusion, CoC is effective in improving the quality of midwifery services at primary health facilities. The study recommends that clients apply care with family support, students utilize CoC to strengthen clinical skills, and midwives deliver care according to procedures with complete protective equipment.   Abstrak Kesehatan ibu dan anak merupakan indikator penting pembangunan kesehatan, namun angka kematian ibu dan bayi di Indonesia masih tinggi. Kondisi di Kabupaten Semarang juga menunjukkan kasus kematian ibu akibat perdarahan dan preeklamsia, meskipun Puskesmas Jetak berhasil mempertahankan capaian Zero AKI melalui pemantauan intensif dan edukasi kesehatan reproduksi. Penelitian ini dilakukan karena Continuity of Care (CoC) terbukti efektif menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu, meningkatkan keterlibatan ibu dalam pengambilan keputusan, serta memperkuat hubungan ibu–bidan. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif studi kasus pada Ny. E, 22 tahun G2P1A0, di wilayah kerja Puskesmas Jetak, Kabupaten Semarang, selama Mei–September 2025. Subjek mendapatkan asuhan kebidanan komprehensif mulai dari kehamilan, persalinan, masa nifas, perawatan bayi baru lahir hingga keluarga berencana, dengan data dikumpulkan melalui wawancara, pemeriksaan fisik, dan observasi. Hasil menunjukkan seluruh asuhan sesuai standar pelayanan kebidanan, tidak ditemukan kesenjangan antara teori dan praktik, serta mendukung kehamilan sehat, persalinan aman, masa nifas optimal, dan tumbuh kembang bayi yang baik. Kesimpulannya, penerapan CoC efektif meningkatkan mutu pelayanan kebidanan di fasilitas kesehatan tingkat pertama. Saran penelitian ini adalah agar klien menerapkan asuhan dengan dukungan keluarga, mahasiswa memanfaatkan CoC untuk meningkatkan keterampilan klinis, dan bidan melaksanakan asuhan sesuai prosedur dengan penggunaan APD lengkap.
Asuhan Kebidanan Continuity of Care (COC) pada Ibu K Umur 27 tahun G1P0A0 di Puskesmas Lerep Atmelia Harmayanti; Widayati
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maternal and neonatal health is a fundamental indicator of public health achievement, requiring comprehensive and continuous midwifery services to ensure early detection of risks and optimal management throughout the reproductive cycle. Continuity of Care (CoC) provides an integrated approach that supports women from pregnancy, childbirth, postpartum, newborn care, to family planning, ensuring consistent assessment and tailored interventions. This study aims to describe the implementation and outcomes of CoC midwifery care for Mrs. K, a 27-year-old primigravida, at Lerep Public Health Center from July 25 to September 25, 2025. A descriptive case study design was used, with data collected through structured interviews, direct observation, physical examinations, and documentation review. Findings revealed that the pregnancy progressed within physiological limits, fetal development corresponded with gestational age, and third-trimester discomforts such as anxiety and back pain were successfully managed with education and supportive care. The childbirth process occurred spontaneously without complications, resulting in a healthy newborn with strong crying, normal vital signs, and adequate muscle tone. Postpartum assessment showed normal uterine involution, optimal breastfeeding initiation, absence of infection, and the mother’s ability to perform self-care and newborn care independently. Newborn evaluations indicated normal reflexes, adequate elimination patterns, proper cord care, and no abnormalities during follow-up visits. During the family planning phase, the mother opted for a postpartum intrauterine device (IUD), which was placed without issues and well accepted. Overall, the application of CoC contributed significantly to strengthening maternal readiness, improving neonatal outcomes, and ensuring that every stage of care met clinical standards. The results highlight that comprehensive and continuous midwifery care is an essential strategy to enhance service quality at the primary health care level and holds an important role in reducing maternal and infant morbidity and mortality rates. Strengthening CoC practices is recommended to support better health outcomes for women and newborns in community settings.   Abstrak Kesehatan ibu dan bayi merupakan komponen penting dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, sehingga diperlukan pelayanan kebidanan yang komprehensif dan berkesinambungan melalui pendekatan Continuity of Care (CoC). CoC memungkinkan penilaian dan pendampingan menyeluruh mulai dari masa kehamilan, persalinan, nifas, asuhan bayi baru lahir, hingga keluarga berencana, sehingga perubahan kondisi ibu dan bayi dapat dimonitor secara konsisten dan deteksi dini risiko dapat dilakukan secara optimal. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses dan hasil penerapan asuhan kebidanan berkelanjutan pada Ny. K, umur 27 tahun, G1P0A0 di Puskesmas Lerep selama periode 25 Juli 2025 sampai 25 September 2025. Metode yang digunakan adalah studi penelaahan kasus dengan pendekatan deskriptif melalui pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observasi, pemeriksaan fisik, dan telaah dokumen. Hasil pendampingan menunjukkan bahwa selama kehamilan, Ny. K tidak mengalami komplikasi, pertumbuhan janin sesuai usia gestasi, dan keluhan trimester III berupa kecemasan serta nyeri punggung dapat diatasi melalui pendidikan kesehatan dan intervensi sederhana. Persalinan berlangsung spontan, aman, tanpa penyulit, dengan bayi lahir menangis kuat, tonus otot baik, dan parameter vital normal. Pada periode nifas, proses involusi uterus berjalan fisiologis, laktasi lancar, tidak ditemukan tanda infeksi, dan ibu mampu merawat diri serta bayinya secara mandiri. Asuhan bayi baru lahir juga menunjukkan hasil baik, meliputi eliminasi adekuat, refleks neonatal normal, serta perawatan tali pusat yang berjalan tanpa masalah. Pada tahap keluarga berencana, ibu memilih KB IUD pasca salin dan tidak ditemukan keluhan setelah pemasangan. Secara keseluruhan, penerapan CoC memberikan manfaat nyata dalam meningkatkan kesiapan ibu menghadapi setiap tahap reproduksi, memastikan pelayanan sesuai standar, serta memperkuat kualitas pemantauan kesehatan ibu dan bayi. Temuan ini menegaskan bahwa asuhan kebidanan berkelanjutan perlu terus diperkuat sebagai upaya strategis dalam mendukung penurunan angka kesakitan dan kematian ibu serta bayi.
Prenatal Yoga sebagai Upaya Meningkatkan Kenyamanan dan Mengurangi Kecemasan pada Ibu Hamil Alfa Ulfiana; Rizki Wahyu Wulansari; Widayati
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pregnancy is a physiological process that is often accompanied by physical and psychological discomforts, particularly during the second and third trimesters. Common complaints include low back pain, muscle tension, sleep disturbances, and increased anxiety, which may negatively affect maternal quality of life if not properly managed. Prenatal yoga has been recognized as a safe complementary therapy that integrates breathing exercises, stretching, posture strengthening, and relaxation techniques tailored for pregnant women. This community service activity aimed to improve comfort and reduce anxiety among pregnant women through prenatal yoga education and practice at BPM Rizki Ambarawa. The program was conducted using an educational and participatory approach involving health education sessions, guided prenatal yoga practice, and evaluation through pretest and posttest questionnaires. Participants consisted of ten pregnant women in their second and third trimesters. The results showed an improvement in participants’ knowledge, with posttest scores reaching 100% in all respondents. Participants also reported reduced back discomfort, improved breathing patterns, and decreased anxiety after the intervention. In conclusion, prenatal yoga is an effective, safe, and feasible complementary intervention to enhance comfort and reduce anxiety among pregnant women in community-based midwifery services.   Abstrak Kehamilan merupakan proses fisiologis yang sering disertai berbagai ketidaknyamanan fisik dan psikologis, terutama pada trimester kedua dan ketiga. Keluhan yang umum dialami meliputi nyeri punggung, ketegangan otot, gangguan tidur, serta peningkatan kecemasan yang dapat berdampak pada kualitas hidup ibu hamil. Prenatal yoga dikenal sebagai salah satu terapi komplementer yang aman dan efektif karena mengombinasikan latihan pernapasan, peregangan, penguatan postur, dan relaksasi yang disesuaikan dengan kondisi kehamilan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan dan mengurangi kecemasan ibu hamil melalui edukasi dan praktik prenatal yoga di BPM Rizki Ambarawa. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan kesehatan, demonstrasi dan praktik prenatal yoga, serta evaluasi menggunakan pretest dan posttest. Peserta kegiatan berjumlah sepuluh ibu hamil trimester II–III. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta, ditandai dengan nilai posttest seluruh responden mencapai 100%. Selain itu, peserta melaporkan penurunan keluhan nyeri punggung, pernapasan yang lebih teratur, serta penurunan kecemasan setelah mengikuti latihan. Dapat disimpulkan bahwa prenatal yoga merupakan intervensi komplementer yang efektif, aman, dan mudah diterapkan dalam pelayanan kebidanan berbasis masyarakat.
Asuhan Kebidanan Continuity of Care (COC) pada Ny. H umur 30 Tahun G4P3A0 di TPMB Siti Shofiah,S.ST.Keb,Bdn Azzade Ellyn Dardiana; Widayati
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 5 No. 1 (2026): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maternal Mortality Rate (MMR) is one of the important indicators of public health. MMR describes the number of women who die per 100,000 live births (KH), from a cause of death related to pregnancy disorders or their treatment (excluding accidents or incidental cases) during pregnancy, childbirth and in the postpartum period (42 days after delivery) so that comprehensive care is carried out to prevent maternal death during pregnancy, childbirth and postpartum (Indonesian Health Profile, 2019). The purpose of this midwifery care is to implement comprehensive midwifery care in Continuity of Care (COC) to Mrs. H at the Siti Shofiah TPMB with a descriptive approach by conducting anamnesis and observation of patients starting from pregnancy, childbirth, postpartum and at the time of choosing contraceptives and documenting using SOAP. While health services for babies are carried out during neonatal home visits and counseling on how to care for the umbilical cord to exclusive breastfeeding. The method used in comprehensive care for pregnant women, childbirth, postpartum, neonates and family planning is a descriptive research method and the type of descriptive research used is a case study, namely by examining a problem through a case consisting of a single unit. The results obtained from comprehensive assistance in Continuity of Care (COC) on Mrs. H are from pregnancy, childbirth, postpartum, newborns to mothers using contraceptives, which occurs physiologically and there are no complications. The conclusion obtained by the author from carrying out comprehensive midwifery care in Continuity Of Care (COC) on Mrs. H is that as health workers, especially midwives, they can apply comprehensive midwifery care to reduce MMR and IMR.   Abstrak Angka Kematian Ibu (AKI) menjadi salah satu indikator penting dari derajat kesehatan masyarakat. AKI menggambarkan jumlah wanita yang meninggal per100.000 kelahiran hidup (KH), dari suatu penyebab     kematian terkait dengan gangguan kehamilan atau penanganannya (tidak termasuk kecelakaan atau kasus insidentil) selama kehamilan, melahirkan dan dalam masa nifas (42 hari setelah melahirkan) sehingga dilakukan asuhan komprehensif untuk mencegah kematian ibu selama kehamilan, persalinan dan nifas (Profil Kesehatan Indonesia, 2019). Tujuan dari asuhan kebidanan ini adalah untuk menerapkan asuhan kebidanan komperhensif secara Continuity of Care (COC) pada Ny. H di TPMB Siti Shofiah dengan pendekatan secara deskriptif dengan melakukan anamnesa dan observasi kepada pasien mulai dari kehamilan, persalinan, Nifas dan pada saat pemilihan alat kontrasepsi serta mendokumentasikan menggunakan SOAP. Sedangkan pelayanan kesehan pada bayi dilakukan pada saat kunjungan rumah neonatus dan melakukan konseling tentang cara perawatan tali pusat hingga asi Ekslusif. Metode yang digunakan dalam asuhan komprehensif pada ibu hamil, bersalin, nifas, neonatus dan KB ini adalah metode penelitian deskriptif dan jenis penelitian deskriptif yang digunakan adalah studi penelaahan kasus (Case Study), yakni dengan cara meneliti suatu permasalahan melalui suatu kasus yang terdiri dari unit tunggal. Hasil yang diperoleh dari pendampingan komperhensif secara Continuity of care (COC) pada Ny. H adalah dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir hingga ibu menggunakan alat kontrasepsi yaitu terjadi secara fisiologis dan tidak ada penyulit. Kesimpulan yang diperoleh penulis dari melakukan asuhan kebidanan komperhensif secara Continuity Of Care (COC) pada Ny. H adalah bahwa sebagai tenaga kesehatan khususnya Bidan dapat menerapkan asuhan kebidanan secara komprehensif untuk menurunkan AKI dan AKB.
Pemberian Edukasi Pediatric Massage Therapy untuk Kolik pada Kader Posyandu dan Ibu Bayi Herma; Besse Nia Asniar; Selmiati selmi; Nurfitriana Roby Hapsari; Sischa Widyawati; Mugi Musrianah; Asri Puspa Dewi; Sahdia; Widayati
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 5 No. 1 (2026): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infantile colic is a common condition in infants characterized by excessive crying without an identifiable cause. This condition can cause discomfort in infants and increase stress among parents. One non-pharmacological method that can help reduce colic symptoms is Pediatric Massage Therapy. This community service program aimed to improve the knowledge and skills of community health volunteers (posyandu cadres) and mothers regarding infantile colic and infant massage techniques. The activity was conducted on May 26, 2026, at Posyandu Bunga Sepatu and involved 20 participants. The methods included health education, demonstrations, hands-on practice, and evaluation through pre-test and post-test questionnaires. The results showed an increase in participants’ knowledge, with the proportion of participants in the good knowledge category increasing from 20% in the pre-test to 80% in the post-test. In addition, participants demonstrated a better understanding and ability to perform Pediatric Massage Therapy after the training. These findings indicate that education combined with demonstrations and direct practice is effective in improving participants’ understanding. In conclusion, this program successfully enhanced the knowledge and skills of posyandu cadres and mothers in performing Pediatric Massage Therapy as a non-pharmacological approach to help reduce infantile colic symptoms. Therefore, similar educational activities should be implemented continuously to support infant health and well-being.   Abstrak Kolik infantil merupakan kondisi yang sering terjadi pada bayi dan ditandai dengan tangisan berlebihan tanpa penyebab yang jelas. Kondisi ini dapat menyebabkan ketidaknyamanan pada bayi serta meningkatkan stres pada orang tua. Salah satu metode nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk membantu mengurangi gejala kolik adalah Pediatric Massage Therapy. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader posyandu serta ibu bayi mengenai kolik infantil dan teknik pijat bayi. Kegiatan dilaksanakan pada 26 Mei 2026 di Posyandu Bunga Sepatu dengan melibatkan 20 peserta. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, demonstrasi, praktik langsung, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta, dimana kategori pengetahuan baik meningkat dari 20% saat pre-test menjadi 80% pada post-test. Selain itu, seluruh peserta mampu memahami dan mempraktikkan teknik Pediatric Massage Therapy dengan lebih baik setelah mengikuti kegiatan. Peningkatan ini menunjukkan bahwa edukasi yang disertai demonstrasi dan praktik langsung efektif dalam meningkatkan pemahaman peserta. Kegiatan ini dapat disimpulkan berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader posyandu serta ibu bayi dalam melakukan Pediatric Massage Therapy sebagai upaya nonfarmakologis untuk membantu mengurangi gejala kolik pada bayi. Oleh karena itu, kegiatan serupa perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk mendukung kesehatan dan kenyamanan bayi.