Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

The Integral Role of School Culture in Shaping Student Behavior and Attitudes: A Case Study of Elementary School Dewi Widiana Rahayu; Sadun Akbar; Sri Untari; Hari Wahyono
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 16, No 2 (2024): AL-ISHLAH: JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v16i2.5336

Abstract

This study explores the influence of school culture on student behavior and attitudes at Antawirya Krian Elementary School. Recognizing its significance, the research examines how various elements such as philosophy, organizational structure, facilities, vision, mission, and procedural rules shape this dynamic. A qualitative case study approach was employed, using observations, interviews, and documentation for data collection. Data analysis through a phenomenological perspective offered a thorough understanding of the school's cultural practices. The findings highlight the principal's crucial role in embedding the school's philosophy, which combines religious and Javanese cultural values, through consistent communication and exemplary behavior. The school's organizational structure promotes democratic values and management transparency, essential for achieving its objectives. Although the facilities are not perfect, their maintenance ensures a conducive learning environment. The vision and mission focus on developing well-rounded students with strong moral values and a global perspective, reinforced through both curricular and extracurricular activities. School culture is evident in practices such as morning recitations and communal activities, fostering a sense of community and respect among students. The involvement of the entire school community, including teachers and students, is vital in maintaining a positive school culture. Teachers serve as role models and educators, while students actively uphold school values. The study emphasizes the importance of collaboration among all school stakeholders in optimizing character education and enhancing educational quality. The roles of the principal, organizational structure, and community practices are identified as key factors in cultivating a positive school culture, ultimately improving character education and overall educational quality at Antawirya Krian Elementary School.
Analisis Pemanfaatan Buku Cerita Bergambar Untuk Meningkatkan Karakter Santun Siswa Kelas II SDN Mojokumpul 2 Kab. Mojokerto Ahya Syahidah Eka Putri; Agus Wahyudi; Dewi Widiana Rahayu; Akhwani Akhwani
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2458

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan buku cerita bergambar dalam meningkatkan karakter santun siswa kelas II di SDN Mojokumpul 2, Kabupaten Mojokerto. Karakter santun menjadi salah satu aspek penting dalam pembentukan kepribadian siswa sejak dini, mencakup sikap menghargai, kesopanan dalam berinteraksi, serta etika dalam komunikasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one group pretest-posttest. Subjek penelitian adalah seluruh siswa kelas II yang berjumlah 16 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan angket yang diberikan sebelum dan sesudah perlakuan. Perlakuan yang diberikan adalah pembiasaan membaca buku cerita bergambar sebelum pembelajaran dimulai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan signifikan dalam karakter santun siswa setelah penerapan buku cerita bergambar. Hal ini dibuktikan melalui hasil observasi yang menunjukkan lebih dari 56,25% siswa mencapai kategori sangat baik, sedangkan sisanya berada di kategori baik. Selain itu, hasil pretest menunjukkan rata-rata persentase karakter santun siswa masih tergolong rendah yaitu berkisar antara 34% hingga 66%. Namun, setelah penerapan buku cerita bergambar, terjadi peningkatan persentase karakter santun siswa menjadi rata-rata antara 84% hingga 98%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan buku cerita bergambar efektif dalam meningkatkan karakter santun siswa kelas II di SDN Mojokumpul 2. Dengan adanya media ini, siswa lebih mudah memahami isi cerita, meneladani karakter dala cerita, serta menerapkan perilaku santun dalam interaksi sehari-hari, baik di dalam maupun di luar kelas.
Implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila di SDN Margorejo 1 Surabaya Erika Novia Nengtyas; Dewi Widiana Rahayu; Afib Ruliansyah; Akhwani Akhwani
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2840

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh perubahan kurikulum sebelumnya yakni kurikulum 2013 yang telah diganti menjadi Kurikulum Merdeka. Kurikulum Merdeka merupakan Kurikulum Baru yang dibuat bertujuan untuk membentuk karakter peserta didik. Pembentukan karakter tersebut didukung adanya Projek dalam kurikulum Merdeka yaitu Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan Implementasi dan untuk mendeskripsikan Hambatan dan Solusi dari implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Di SDN Margorejo 1 Surabaya. Jenis Penelitian yang digunakan adalah Pendekatan Kualitatif yang bersikap deskriptif. Penelitian ini menggunakan Teknik pengumpulan data dengan Observasi, Wawancara, dan Dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah Pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data yang digunakan pada penelitian ini adalah trianggulasi data. Hasil dari penelitian Implementasi P5 di SDN Margorejo 1 Surabaya menunjukkan bahwa tema "Bangunlah Jiwa dan Raganya" dengan topik "Tubuhku Sehat Jiwaku Kuat" serta dimensi berpikir kritis dan kreatif telah diterapkan dengan baik. Tema, topik, dan dimensi dipilih melalui rapat koordinasi, menyesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan peserta didik. Dengan menggunakan dimensi Kreatif tujuan dari sekola yakni mampu menumbuhkan karakter peserta didik yang kreatif dalam menciptakan gerakan senam kreasi. Strategi yang digunakan adalah Project Based Learning (PJBL), mendorong kolaborasi, kreativitas, dan pemecahan masalah melalui kegiatan senam yang dikreasikan sendiri oleh peserta didik. Hambatan yang dialami oleh SDN Margorejo 1 Surabaya yaitu tersitanya waktu projek dengan kegiatan lainnya oleh karena itu solusi yang dilakukan oleh pihak terlibat yaitu dengan mengganti waktu projek dengan waktu pembelajaran yang lainnya serta mengintregasikan nilai-nilai pancasila dalam pembelajaran.