Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Penyimpangan Morfologi dalam Bentuk Pelesapan Konfiks dalam Teks Sastra (Puisi) Indramini Indramini; Rukayah Rukayah; Aziz Thaba; Abdul Kadir; Asriani Abbas
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.668 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i6.7884

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penyimpangan morfologi berupa pelesapan konfiks dalam teks sastra berupa puisi yang dikarang oleh Sutardji Calzoum Bachri. Sumber data dalam penelitian ini adalah buku kumpulan puisi Sutardji Calzoum Bachri, O, Amuk, Kapak yang berisi 69 puisi. Data dianalisis dengan teknik deskriptif interaktif yang meliputi empat tahapan yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian ditemukan tiga bentuk konfiks yang mengalami pola pelesapan (penyimpangan morfologis) yaitu konfiks me- kan, me- i, dan pe- an. Sutardji sengaja menghilangkan salah satu unsur konfiks untuk mendapatkan efek estetik, sehingga pembaca dapat memaknai secara luas dan mengetahui kesan estetiknya.
Perbandingan Afek Positif Pemakaian Bahasa Indonesia dan Bahasa Asing Ditinjau dari Aspek Dukungan Sosial Rukayah Rukayah; Aziz Thaba; Asriani Abbas; Indramini Indramini; Abdul Kadir
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.116 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i6.8036

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan afeksi positif pemakaian bahasa antara bahasa Indonesia dan bahasa asing (Inggris, Jerman, dan Arab) pada penutur asli bahasa Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode campuran dengan jumlah responden sebanyak 150 orang. Data dikumpulkan dengan teknik angket dan wawancara, kemudian dianalisis dengan concurrent embedded strategy. Hasil dari penelitian ini yaitu (1) dukungan sosial terhadap penutur asli bahasa Indonesia dalam menggunakan bahasa Indonesia rendah (hanya 50,95%) sehingga afek positif penutur asli bahasa Indonesia terhadap pemakaian bahasa Indonesia pun rendah (hanya 49,95%); (2) dukungan sosial terhadap penutur asli bahasa Indonesia dalam menggunakan bahasa asing tinggi (70,93%) sehingga afek positif penutur asli bahasa Indonesia terhadap pemakaian bahasa asing pun tinggi (77,96%);. Dan (3) Tingginya afeksi positif terhadap pemakaian bahasa asing pada penutur asli bahasa Indonesia disebabkan adanya perolehan kepercayaan diri yang tinggi, prestise, dan jaminan sosial di masa depan.
MEMBACA STYLE KEBAHASAAN SAPARDI DJOKO DAMONO DALAM PUISI PERCAKAPAN DI LUAR SUARA RIUH Nurwardhani; Muhammad Darwis; Aziz Thaba; Asriani Abbas
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 18 No 2 (2022)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/hea6a496

Abstract

ABSTRAK: Salah satu keunggulan sastrawan adalah menciptakan estetika dan identitas dengan bahasa. Salah satu caranya adalah melakukan deviasi. Demikian tujuan penelitian ini yaitu mengetahui style kebahasaan Sapardi Djoko Damono dalam puisi Percakapan di Luar Suara Riuh. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan teknik analisis data berpola interaktif dengan tiga tahapan yaitu reduksi data, penyajian data, kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa diksi bermakna konotatif lebih dominan daripada diksi bermakna denotatif pada puisi Percakapan di Luar Suara Riuh karya Sapardi Djoko Damono. Penggunaan diksi bermakna konotatif lebih banyak digunakan penyair untuk mengkomunikasikan makna yang ingin disampakan menggunakan kata yang mengandung makna komunikatif yang terlepas dari makna harfihnya berdasarkan pemikiran/perasaan penyair atau persepsi penyair yang dibahasakan dan tidak menggunaka makna sebenarnya. Hal ini bertujuan agar pembaca dapat menginterpretasikan puisi Karya Sapardi Djoko Damono dengan luas dan sesuai pendapat masing-masing pembaca.
Transformasi Metodologi Pembelajaran Bahasa Indonesia Berbasis Teknologi Digital dan Kolaborasi di SMA Negeri 9 Gowa Muhammad Darwis; Asriani Abbas; Ikhwan M. Said; Nurhayati Nurhayati; Indarwati Indarwati
Abdimas Langkanae Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v6i1.739

Abstract

Pembelajaran Bahasa Indonesia di tingkat Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) menghadapi tantangan besar karena pendekatan konvensional yang cenderung teoretis dan kurang adaptif dengan profil kognitif Generasi Z. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengimplementasikan metodologi baru yang aktif, interaktif, dan kontekstual melalui pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI) secara bijak. Pengabdian ini dilaksanakan di SMA Negeri 9 Gowa pada tanggal 23 Mei 2026 dengan melibatkan dosen dan mahasiswa Departemen Sastra Indonesia FIB Unhas. Metode pengabdian berbasis pendampingan teknis, lokakarya desain, simulasi mengarang paragraf menggunakan bahan narasi pemicu, serta praktik menulis kolaboratif. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan signifikan pada literasi digital guru, optimalisasi peran AI sebagai asisten pengoreksi ejaan, serta meningkatnya kemampuan kolaborasi siswa dalam memproduksi paragraf yang padu. Program ini berhasil mencapai seluruh indikator keberhasilan dan direkomendasikan menjadi kemitraan strategis jangka panjang untuk penguatan kualitas pendidikan bahasa.
Formation Rules for Indonesian Nouns Reduplication (Generative Morphology Review) Kaharuddin; M. Dalyan; Asriani Abbas; Munira Hasjim; Mardi Adi Armin
ELS Journal on Interdisciplinary Studies in Humanities Vol. 6 No. 2 (2023): JUNE
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34050/elsjish.v6i2.27584

Abstract

Morphology is a branch of linguistics that deals with the internal structure of words, and how it formed. This branch of linguistics has a very wide reach so that many aspects can be traced to obtain accurate information. Among these aspects is the aspect of forming Indonesian nouns. Although this aspect has been researched, there is still room for more interesting research. The aspect of formation of Indonesian nouns can still be further investigated by looking at a more specific aspect, namely the rules for forming reduplication nouns using a generative morphology review. This research aims to describe: (1) The process of forming Indonesian reduplicated nouns, (2) The rules for forming Indonesian reduplicated nouns, (3) The morphological and morphophonemic processes that occur in the formation of Indonesian reduplicated nouns, and (4) the original representation and birth representation in the formation of Indonesian reduplication nouns. So, this research attempts to formulate rules for forming reduplication nouns without being designed using statistical procedures. Therefore, this research used qualitative method. The population of this research is the competence of native Indonesian speakers as a whole. The analysis is carried out with a structured work step, which starts with identifying all duplicate Indonesian nouns. The identified reduplication nouns are then classified. The next work step is to formulate a set of rules for forming reduplication nouns. Through the results of the formulation, the original representation is obtained. After the initial representation has gone through a morphological or morphophonemic process as a filter, it arrives at the birth representation. The results of this research show that not all processes of forming reduplication nouns have to go through a filter. Reduplicated nouns that must pass through the filter are only those that are repeated in their entirety. This noun repeated in its entirety expresses the meaning of 'a lot of X'. The reduplication nouns that are not repeated in full must go through a filter to arrive at an acceptable form of reduplication nouns. The filter can be a morphomorphic process or a morphological process. In terms of meaning, apart from showing a plural meaning, there are also reduplication noun constructions that show a single meaning even though they have gone through a reduplication process.
Language Variation of Generation Z in TikTok Live Buying and Selling Interactions: A Linguistic Economics Perspective Asriani Abbas; Abbas Abbas; Sony Tian Dhora; Sitti Rabiah
Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra dan Pengajaran Vol. 6 No. 2 (2026): Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran
Publisher : Bale Literasi: Lembaga Riset, Pelatihan & Edukasi, Sosial, Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/alinea.v6i2.3746

Abstract

The development of digital communication technology has transformed language practices within social media–based commercial interactions. In digital commerce, language functions not only as a means of communication but also as symbolic capital that shapes social identity, strengthens interpersonal engagement, and supports transaction effectiveness. This study aims to identify the language variations employed by Generation Z during buying and selling interactions on TikTok Live and examine their communicative and economic functions from a linguistic economics perspective. A descriptive qualitative approach was used through non-participant observation of interactions between Generation Z sellers and buyers on TikTok Live. Data were collected using screen recordings, screenshots, and field notes during a one-month observation period and analyzed through qualitative coding. The analysis identified four forms of language variation: abbreviations, code-mixing, puns, and emojis. These linguistic resources function as communicative and economic strategies that improve communication efficiency, strengthen audience engagement, and enhance persuasive interaction in digital commerce. Abbreviations facilitate rapid communication, code-mixing projects a modern and global identity, puns foster interpersonal closeness, and emojis reinforce emotional expression and persuasive intent. These findings contribute to digital sociolinguistics by explaining language adaptation in live commerce, extend linguistic anthropology by illustrating the relationship between Generation Z language practices and digital culture, and enrich the economics of language by demonstrating how linguistic choices create communicative value that supports commercial interaction. This study is limited to one month of TikTok Live observations; therefore, future research should examine longer observation periods and compare language practices across different live commerce platforms.