Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Tingkat Kecemasan Perawat Instalasi Gawat Darurat terhadap Resiko Paparan Covid-19 Lidya Situmorang; Untung Sudharmono
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 3 No 4 (2021): November 2021, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v3i4.692

Abstract

Peningkatan kasus Covid-19 tentunya perpengaruh terhadap beban kerja pelayanan kesehatan dan juga SOP rumah sakit. Perubahan ini juga tidak terlepas dari peran perawat yang berada di garis depan dalam melayani pasien baik yang terpapar Covid-19 maupun tidak. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif untuk menggambarkan tingkat kecemasan perawat. Subjek penelitian 15 perawat yang ditentukan dengan menggunakan teknik sampling jenuh dimana seluruh populasi terlibat dalam penelitian. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Hamilton Anxiety Rating Scale. Hasil dari penelitian ini adalah tingkat kecemasan perawat di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Advent Medan berada pada tingkat kecemasan sedang dengan nilai HARS sebesar 25.40 dengan nilai Std. Deviation 7.989.
EFEKTIFITAS LAGU DALAM PROGRAM PENGURANGAN RESIKO BENCANA GEMPA BUMI SISWA PAUD RA. AL-MUNAWWAROH LEMBANG: THE EFFECTIVENESS OF THE SONG IN THE EARTHQUAKE DISASTER RISK REDUCTION PROGRAM OF PAUD RA STUDENTS. AL-MUNAWWAROH LEMBANG Maria; Untung Sudharmono
Jurnal Kesehatan Vol. 11 No. 1 (2023): April : Health Journal "Love That Renews"
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Santo Borromeus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Lembang Fault causes cracks along 29 kilometers, the Lembang Fault which crosses 5 districts starting from the districts of Lembang, Parongpong, Cisarua, Ngamprah and Padalarang Lembang which has the potential for earthquakes of 6.8 SR. The purpose of this study was to measure the effectiveness of songs in earthquake risk reduction programs for Paud RA. Al-Munawwaroh students Lembang. This research method uses quantitative descriptive, data taken through observation of the behavior of PAUD RA students. AL-Munawwaroh Lembang. The respondents in this study were 31 students, The research instrument used observation sheets to document the behavior of PAUD students. Disaster material is delivered through disaster song lyrics sung at the beginning of each class will start for one week. The simulation is carried out by blowing a whistle indicating an earthquake. During the simulation, researchers observed and documented the behavior of Paud RA. Al-Munawwaroh students Lembang, Lembang, West Bandung Regency on the observation sheet. The results of the study found that 80.6% of PAUD students followed instructions to save themselves from the classroom during an earthquake, so it was hoped that students could survive when an earthquake occurred. The conclusion of this study is that the delivery of disaster material through song lyrics sung every day can be used for earthquake risk reduction programs for Paud RA. Al-Munawwaroh students Lembang
EFEKTIFITAS PENDIDIKAN BENCANA TERHADAP KAPASITAS EVAKUASI DIRI DARI DALAM KELAS SAAT GEMPA BUMI SISWA TK RA. AL-MUNAWWAROH LEMBANG: THE EFFECTIVENESS OF DISASTER EDUCATION ON THE CAPACITY OF SELF-EVACUATION FROM THE CLASSROOM DURING AN EARTHQUAKE OF KINDERGARTEN RA STUDENTS. AL-MUNAWWAROH LEMBANG Triwulan Anggraeni; Untung Sudharmono
Jurnal Kesehatan Vol. 11 No. 1 (2023): April : Health Journal "Love That Renews"
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Santo Borromeus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Earthquakes due to the movement of the Lembang fault are potential major disasters that threaten the people of Lembang District, West Bandung Regency. The potential for earthquakes due to the Lembang fault is predicted at 6.8 on the Richter scale. Children are a group of people who are vulnerable groups, so it is necessary to increase children's capacity in facing disaster threats. The purpose of the study was to see the effectiveness of disaster education on self-evacuation capacity from inside the classroom during the Earthquake of RA Kindergarten Students. AL-MUNAWWAROH Lembang. The method used is descriptive quantitative with the research design of Earthquake Disaster Simulation Observation. The respondents in this study were 21 students. This research instrument uses observation sheets to document student behavior during earthquakes. Disaster education materials are delivered with power point media delivered through laptops and LCD impressions. The results of the data obtained as many as 85% of kindergarten students. RA. AL-Munawwaroh Lembang, West Bandung Regency has the capacity to evacuate themselves from the classroom during an earthquake. The conclusion of this study is that disaster education delivered through material exposure and simulation can be used to increase self-evacuation capacity from inside the classroom during an earthquake of RA Al-Munawwaroh Lembang Kindergarten students
The Peran Kader Malaria di Wilayah Kerja Puskesmas Bagaiserwar Sarmi Timur: The Role of Malaria Cadres in the Work Area of Health Centers in Bagaiserwar East Sarmi Lappra, Karenina Gabriela; Untung Sudharmono
Promotif : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 11 No. 2: DESEMBER 2021
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (997.791 KB) | DOI: 10.56338/pjkm.v11i2.2026

Abstract

Malaria adalah penyakit endemik yang sampai saat ini belum dapat diselesaikan. Kasus malaria banyak terjadi di provinsi Papua hal ini dikarenakan kondisi lingkungan fisik daerah Papua yang panas dan lembab. Pemerintah daerah mengupayakan pengendalian dan penanganan malaria melalui program pelatihan bagi kader malaria. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat peran kader malaria di wilayah kerja Puskesmas Bagaiserwar Sarmi Timur. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif retrospektif. Populasi dan sampel adalah kader malaria yang berjumlah 11 orang di area kerja Puskesmas Bagaiserwas. Hasil penelitian yang didapatkan adalah terdapat 11 orang kader yang rata-rata berpendidikan SMA dengan jenis kelamin perempua dan rentang usia 36- 45 tahun. Kasus malaria tahun 2019 sebanyak 582 orang dan tahun 2020 sebanyak 1054 orang. Penderita malaria didapati lebih banyak laki-laki dengan rentang usia 15-64 tahun. Diagnosa jenis malaria dilakukan dengan metode Rapid Diagnostic Test didapati jenis terbanyak pada tahun 2019 dan 2020 adalah P.Falciparum sebanyak 397 orang dan 546 orang. Peran pendistribusian obat dan pengawasan obat dilakukan selama 14 hari dengan obat Artimisin Combination Therapy dan primaquine, serta dilakukan pengendalian vector malaria. Tahun 2019 menunjukkan penurunan angka tetapi tahun 2020 terjadi kenaikan akibat dari pandemik Covid-19 sehingga peran kader tidak dilakukan dengan maksimal.
Kapasitas Evakuasi Diri dari Ruang Kelas Saat Gempa Bumi di Sekolah Dasar Suka Asih Cugenang Cianjur Sudharmono, Untung; Sitompul, Monalisa; Malinti, Evelin; Wulandari, Imanuel Sri Mei; Haro, Masta
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i4.18601

Abstract

ABSTRAK Kapasitas evakuasi diri dari ruang kelas saat gempa bumi merupakan aspek penting dalam upaya mitigasi risiko bencana di lingkungan sekolah. Penelitian ini untuk mengetahui kemampuan siswa dalam mealkukan evakuasi dari ruang kelas saat terjadi gempa. Metode yang digunakan adalah dengan penyuluhan dan simulasi melakukan evakuasi dari dalam ruang kelas saat terjadi bencana gempa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman siswa terhadap langkah-langkah evakuasi masih bervariasi, dipengaruhi oleh frekuensi simulasi, tingkat edukasi tentang bencana, dan peran guru dalam memimpin evakuasi. Infrastruktur sekolah, seperti jalur evakuasi dan titik kumpul, juga menjadi faktor penentu keberhasilan evakuasi. Hambatan utama meliputi kepanikan siswa, keterbatasan fasilitas, dan kurangnya simulasi yang terintegrasi. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan frekuensi simulasi, pelatihan bagi guru, dan perbaikan infrastruktur untuk memperkuat kapasitas evakuasi. Dengan langkah ini, sekolah dapat meningkatkan keselamatan siswa dan staf selama gempa bumi. Kata Kunci: Bencana, Evakuasi, Gempa  ABSTRACT The capacity to self-evacuate from classrooms during an earthquake is an important aspect in efforts to mitigate disaster risk in the school environment. This research is to determine students' ability to evacuate the classroom when an earthquake occurs. The method used is counseling and simulation of evacuating from the classroom when an earthquake occurs. The research results show that students' understanding of evacuation steps still varies, influenced by the frequency of simulations, the level of education about disasters, and the role of teachers in leading evacuations. School infrastructure, such as evacuation routes and assembly points, is also a determining factor in the success of an evacuation. The main obstacles include student panic, limited facilities, and lack of integrated simulations. This research recommends increasing the frequency of simulations, training for teachers, and improving infrastructure to strengthen evacuation capacity. With these steps, schools can improve the safety of students and staff during earthquakes. Keywords: Knowledge, Health Teaching, Life Style
Tingkat Kecemasan Pasca Gempa Bumi Pada Anak di Sekolah Dasar Sihotang, Intan Cynthia Tamara; Sudharmono, Untung
NUTRIX Vol 8 No 1 (2024): Volume 8, Issue 1, 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/nj.v8i1.1096

Abstract

Earthquake disasters have the potential to have a psychological impact on all ages, including children. Child earthquake victims accounted for around 37% of the 271 casualties recorded in the Cianjur earthquake. Children are a vulnerable age group to face disaster situations, this is due to children's limited abilities and resources and immature psychological adaptations to prepare themselves to face fear of these conditions. The purpose of this study was to determine the level of anxiety of children in Suka Asih Elementary School, Sukamanah Village, Cugenang District, Cianjur Regency after the earthquake. The research method used was descriptive quantitative with accidental sampling technique. There were 269 research subjects who were victims of the earthquake disaster in Cianjur Regency. The instrument used was the Hamilton Anxiety Rating (HARS) questionnaire. The results of this study indicate the level of anxiety of children in Suka Asih elementary school, Sukamanah Village, Cugenang District, Cianjur Regency after the earthquake the majority experienced mild anxiety (Score 14 - 20) as many as 135 children (50.19%) and as many as 56 children (20.82%) experienced moderate anxiety (Score 21 - 27). It is recommended that post-disaster child victims be given play therapy, art therapy, storytelling, traditional games, traumatic counseling, instructional games, block and group games, and trauma healing. Bencana gempa bumi memiliki potensi berdampak psikologis bagi semua kalangan usia termasuk pada usia anak-anak. Korban gempa usia anak-anak mencapai sekitar 37% dari yang tercatat 271 korban jiwa gempa Cianjur. Anak-anak merupakan kelompok usia yang rentan menghadapi situasi bencana, hal ini disebabkan karena kemampuan dan sumber daya anak yang terbatas dan adaptasi psikologi yang belum matang untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi rasa takut terhadap kondisi tersebut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat kecemasan pasca gempa bumi pada anak di sekolah dasar Suka Asih, Desa Sukamanah, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur. Metode penelitian yang digunakan deskriptif kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel secara accidental sampling. Terdapat 269 subjek penelitian yang menjadi korban bencana gempa bumi di Kabupaten Cianjur. Instrument yang digunakan ialah kuesioner Hamilton Anxiety Rating (HARS). Hasil penelitian ini menunjukkan tingkat kecemasan pasca gempa bumi pada anak di sekolah dasar Suka Asih, Desa Sukamanah, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur mayoritas mengalami kecemasan ringan (Skor 14 – 20) sebanyak 135 anak (50.19%) dan sebanyak 56 anak (20.82%) mengalami kecemasan sedang (Skor 21 – 27). Disarakan untuk anak korban pasca bencana diberikan terapi bermain, art therapy, bercerita, melakukan permainan tradisional, melakukan konseling traumatic, permainan instruksional, permainan blok maupun kelompok,dan trauma healing.
Analisis Kesiapsiagaan Bencana Gempa Bumi Mahasiswa Universitas Advent Indonesia Marpaung, Oshin Stevany; Sudharmono, Untung
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 6 No 6 (2024): Desember 2024, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v6i6.4802

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh potensi gempa bumi yang diakibatkan oleh pergeseran Sesar Lembang diprediksi mencapai kekuatan 6,8 SR. Melihat potensi bencana tersebut, maka perlu dilakukan kesiapsiagaan bagi masyarakat yang ada didaerah sesar tersebut. Kecamatan parongpong merupakan salah satu kecamatan yang ada di sesar lembang yang mempunyai resiko tinggi terjadi bencana gempa bumi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa kesiapsiagaan mahasiswa Uiversitas Advent Indonesia saat terjadi bencana gempa bumi yang dilihat dari tingkat pengetahuan, upaya penyelamatan diri dan waktu evakuasi diri. mengetahui tingkat kesiapsiagaan mahasiswa UNAI yang berada diasrama saat terjadi gempa bumi. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik pengambilan data menggunakan total sampling dengan total 108 orang subjek penelitian yang berpartisipasi. Instrumen yang digunakan untuk mengukur tingkat pengetahuan adalah menggunakan test, upaya keselamatan diri saat evakuasi dinilai dengan menggunakan observasi saat simulasi dan untuk mengukur waktu dengan menggunakan stopwatch. Hasil penelitian ini menujukkan mean tingkat pengetahuan mahasiswa 92,03, sedangkan mean untuk upaya keselamatan evakuasi diri 94,44 dan waktu yang dibutuhkan untuk sampai di titik kumpul 2 menit 9 detik. Berdasarkan hasil data diatas dapat disimpulkan bahwa pengetahuan dan upaya keselamatan evakuasi diri dari mahasiswa Universitas Advent Indonesia sangat tinggi. Disarankan agar penelitian ini dapat dikembangkan dengan melibatkan lebih banyak subjek penelitian dan simulasi dapat dilakukan minimal 3 kali dalam setahun.
Edukasi Dan Pemberdayaan Lansia dalam Menjaga Kesehatan di Kelurahan Kacapiring, Kecamatan Batununggal Bandung Haro, Masta; Sudharmono, Untung; Sitompul, Monalisa; Malinti, Evelin; Wulandari, Imanuel Sri Mei
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i3.13372

Abstract

ABSTRAK Proses penuaan terjadi secara alami dan proses alami tersebut menyebabkan terjadinya berbagai perubahan pada lansia, yaitu dari segi kondisi fisik atau biologis, kondisi psikologis, kondisi sosial, serta kondisi ekonomi. Lansia perlu mendapatkan perhatian dengan mengupayakan agar mereka tidak terlalu tergantung kepada orang lain dan mampu mengurus diri sendiri (mandiri), menjaga kesehatan diri. Tujuan Pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat untuk menumbuhkan pemahaman lansia kelompok Ina Hanna HKBP Reformanda dalam Upaya meningkatkan Kesehatan secara mandiri. Untuk meningkatkan pengetahuan lansia perlu adanya edukasi melalui penyuluhan Kesehatan. Metode yang digunakan adalah dengan penyuluhan Kesehatan menggunakan power point dan poster. Terdapat peningkatan pengetahuan dari hasil pre test dan post test pemahaman lansia tentang kiat sehat bugar di usia lanjut. Dari 30 lansia yang mengikuti penyuluhan Kesehatan rata-rata nilai pre tes adalah 73,3%, nilai ini masuk dalam kategori nilai baik, nilai post test dengan nilai rata-rata 86,6% dimana masuk dalam ketegori sangat baik. Dapat disimpulkan bahwa Penyuluhan Kesehatan yang diberikan memberikan manfaat yang positif dalam peningkatan pengetahuan lansia mengenai kiat hidup sehat bugar di usia lanjut. Kata Kunci: Edukasi, Kiat Sehat, Lansia  ABSTRACT The aging process occurs naturally, all these natural process causes various changed in older people, namely in terms of physical or biological conditions, psychological conditions, social conditions, and economic conditions. Elderly needs more attention by ensuring they are not too dependent on other people and can take care of themselves (independently) to maintain their health. Implementation of health promotion efforts aimed at increasing understanding of elderly in the Ina Hanna HKBP Reformanda group in efforts to improve health. To increase the knowledge of th elderly, education is needed through health education. The method used is health education using power points and posters. There is an increase in knowledge by pre-test and post -test show result understanding of elderly regarding tips for being healthy and fit in old age. From 30 elderly atending in health education, the average result pre-test score was 73.3%, meant good score category, and post-test score is average score 86.6%, that meant the excellent category. It concluded that the health education provided provides positive benefits in increasing elderly knowledge regarding tips for healthy living in old age Keywords: Education, Healthy Tips, Elderly
Peningkatan Kapasitas P3K melalui Edukasi First Aid di Area Wisata Dusun Bambu Kabupaten Bandung Barat Sudharmono, Untung; Wulandari, Imanuel Sri Mei; Sitompul, Monalisa; Haro, Masta
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i5.14368

Abstract

ABSTRAK Salah satu latar belakang utama bagi perlunya edukasi P3K di daerah wisata adalah meningkatnya angka kecelakaan dan kejadian darurat medis yang melibatkan wisatawan. Destinasi wisata seringkali menawarkan beragam aktivitas, seperti hiking, snorkeling, atau bersepeda gunung, yang dapat meningkatkan risiko cedera. Tanpa pengetahuan dan keterampilan P3K yang memadai, penanganan keadaan darurat bisa menjadi lambat dan tidak efektif. Tujuan dari pemberian edukasi ini adalah untuk meningkatkan kapasitas P3K dari para pekerja di area wisata Dusun Bambu. Metode yang digunakan adalah memberikan edukasi dengan simulasi mengenai First Aid  pada pekerja di area wisata. Hasil yang didapati bahwa 86% peserta mampu memahami materi yang disampaiakn dengan baik, dan 100 % peserta dapat mempraktekan kembali apa yang telah diajarkan. Edukasi yang disertai dengan simulasi mampu meningkatkan kapasitas P3K dari pegawai di area wisata Dusun bambu. Saran yang dapat disampaikan kiranya peserta terus memperbarui pengetahuan dan keterampilan dalam pertolongan pertama melalui pelatihan reguler dan belajar dari pengalaman. Kata Kunci: Edukasi, P3K, BHD ABSTRACT One of the main backgrounds for the need for first aid education in tourist areas is the increasing number of accidents and medical emergencies involving tourists. Tourist destinations often offer a variety of activities, such as hiking, snorkeling or mountain biking, which can increase the risk of injury. Without adequate first aid knowledge and skills, handling emergencies can be slow and ineffective. The aim of providing this education is to increase the first aid capacity of workers in the Dusun Bambu tourist area. The method used is to provide education with simulations regarding First Aid to workers in tourist areas. The results showed that 86% of participants were able to understand the material presented well, and 100% of participants were able to practice what had been taught. Education accompanied by simulations can increase the first aid capacity of employees in the Dusun Bamboo tourist area. Suggestions that can be conveyed are that participants continue to update their knowledge and skills in first aid through regular training and learning from experience. Keywords: Education, Basic Life Support
TINGKAT KECEMASAN PASCA GEMPA BUMI WARGA DESA CIJENDIL KECAMATAN CUGENANG KABUPATEN CIANJUR JAWA BARAT Caswati, Neng Cica; Sudharmono, Untung
JURNAL KEPERAWATAN SUAKA INSAN (JKSI) Vol. 8 No. 2 (2023): Jurnal Keperawatan Suaka Insan (JKSI)
Publisher : STIKES Suaka Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51143/jksi.v8i2.466

Abstract

The occurrence of earthquakes has objectively been shown to be closely related to the onset of mental health problems such as depression, anxiety, and post-traumatic stress disorder after a disaster, which can have a negative impact if continuously felt by victims. The purpose of this study was to determine the level of anxiety after the earthquake of residents of Cijedil Village, Cugenang District, Cianjur Regency, West Java. The research method used was quantitative descriptive. Sampling was using accidental sampling technique, where 129 research subjects were victims after the earthquake in Cijedil Village, Cugenang District, Cianjur Regency, West Java Province. The instrument used in this study was the Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) questionnaire. This study showed the results of the majority of post-earthquake victims experiencing sleep disorders, namely as many as 68 respondents (52.71%). This study also showed that 72 respondents (55.81%) were in the mild anxiety category. It is recommended for post-earthquake victims to increase coping with stress management that effectively reduces anxiety levels, such as religious activities, cognitive behavior therapy, art therapy, healing therapy, emotional support, and play therapy. Keywords : Anxiety, Earthquake, Mental health