Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Daya Tarik Brand Image dan Brand Aura Kompas.com Terhadap Tingkat Persepsi Pengguna Instagram Teguh, Teguh Tri Susanto; septian, rio
Jurnal Media Penyiaran Vol. 4 No. 2 (2024): Desember (2024)
Publisher : LPPM UBSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jmp.v4i2.8024

Abstract

ABSTRAKSI Persaingan yang pesat di era media digital menghadirkan banyak tantangan bagi perusahaan media. Meskipun media digital bukanlah industri yang paling menguntungkan, namun ini adalah salah satu industri yang paling menjanjikan. Pesatnya penyebaran informasi dan konten persuasif menjadi dasar daya tarik media dalam komunikasi massa. Tetapi, ada juga risiko penyebaran informasi yang salah dan konten yang tidak akurat serta menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap media. Namun, dalam lingkungan komunikasi digital yang kompetitif, mempertahankan dan meningkatkan jumlah pengguna menjadi tantangan yang semakin besar bagi perusahaan Kompas.com. Di sini, penting untuk memahami bagaimana elemen suatu merek, seperti citra dan auranya, memengaruhi persepsi pengguna Instagram. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui daya tarik dari Brand Image dan Brand Aura Kompas.com terhadap tingkat persepsi pengguna Instagram. Metode yang digunakan adalah Kuantitatif dengan pendekatan paradigma post-positivisme sampel yang digunakan dalam penelitian yaitu Non Probability Sampling jenis Purposive Sampling. Hasil penelitian menunjukkan Variabel brand image (X1) secara individual memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel persepsi pengguna (Y). Variabel brand aura (X2) memiliki dampak signifikan secara individual terhadap variabel persepsi pengguna (Y). Variabel brand image (X1) dan brand aura (X2) secara bersama-sama (simultan) memiliki korelasi yang signifikan terhadap variabel persepsi pengguna (Y). Kata Kunci: Brand Image, Brand Aura, Persepsi. ABSTRACT The rapid competition in the digital media era presents many challenges for media companies. While digital media is not the most profitable industry, it is one of the most promising. The rapid spread of information and persuasive content form the basis of media's appeal in mass communication. However, there is also a risk of spreading misinformation and inaccurate content and lowering people's trust in the media. However, in a competitive digital communication environment, maintaining and increasing the number of users is becoming an increasing challenge for the Kompas.com company. Here, it is important to understand how elements of a brand, such as its image and aura, affect the perception of Instagram users The purpose of this study was to determine the attractiveness of Brand Image and Brand Aura Kompas.com to the level of perception of Instagram users. The method used is Quantitative with a post-positivism paradigm approach, the sample used in the study is Non Probability Sampling type Purposive Sampling. The results showed that the brand image variable (X1) individually had a significant effect on the user perception variable (Y). The brand aura variable (X2) has a significant impact individually on the user perception variable (Y). Brand image (X1) and brand aura (X2) variables together (simultaneously) have a significant correlation to the user perception variable (Y). Keywords: Brand Image, Brand Aura, Perception
Mitos Raja Jawa dan Transformasi Dinasti Politik, Studi Kasus Keluarga Jokowi Kusnadi, Eddy; Leliana, Intan; Septian, Rio; Haikal, Achmad
Jurnal Komunikasi Vol 15, No 2 (2024): September
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jkom.v15i2.24498

Abstract

Masyarakat Indonesia yang multikultural, namun didominasi oleh budaya Jawa, yang memiliki nilai tradisional kuat tentang kepemimpinan. Konsep raja Jawa, yang historisnya menggambarkan raja sebagai sosok dengan kekuatan absolut dan kekuatan gaib, telah mengalami transformasi dalam politik modern. Jokowi, yang berasal dari latar belakang sederhana, kerap dilihat sebagai penerus simbolik dari mitos raja Jawa, khususnya dengan keterlibatan anggota keluarganya, seperti Gibran Rakabuming dan Bobby Nasution, dalam politik. Masalah yang diteliti adalah bagaimana mitos raja Jawa memengaruhi persepsi publik terhadap fenomena dinasti politik dalam keluarga Jokowi, serta dampaknya terhadap demokrasi. Fenomena dinasti ini mengundang kekhawatiran terkait potensi praktik nepotisme, pengaruh negatif pada meritokrasi, dan kemunduran nilai-nilai demokrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun Indonesia telah mengalami modernisasi politik, elemen budaya tradisional tetap memainkan peran penting dalam membentuk persepsi dan struktur kekuasaan. Mitos raja Jawa memberikan landasan kultural yang memungkinkan penerimaan sebagian masyarakat terhadap dinasti politik, namun juga menunjukkan adanya ancaman terhadap demokrasi karena kekuasaan politik cenderung terpusat dalam keluarga tertentu
Pemanfaatan AI dan Chatbot dalam Praktik Public Relations: Adaptasi Teknologi dan Etika Komunikasi Sad Tanti, Dewi; Septian, Rio; Leliana, Intan; Haikal, Achmad; Kusnadi, Eddy
Jurnal Public Relations (J-PR) Vol. 6 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/10.31294/jpr.v6i1.9606

Abstract

  Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan chatbot telah membawa perubahan signifikan dalam praktik Public Relations (PR). Dalam konteks komunikasi strategis, chatbot tidak lagi sekadar alat bantu layanan pelanggan, melainkan telah menjadi perpanjangan tangan dari fungsi PR itu sendiri, termasuk dalam membangun relasi, menyebarkan informasi, hingga menangani isu krisis. Di sisi lain, kehadiran AI dalam ranah komunikasi juga memunculkan tantangan etis seperti transparansi, kepercayaan, dan potensi manipulasi informasi. Di Indonesia, penggunaan chatbot telah digunakan oleh berbagai institusi mulai dari layanan publik hingga perusahaan swasta. Namun, belum banyak kajian yang secara khusus membahas bagaimana pemanfaatan teknologi ini mempengaruhi praktik PR, serta bagaimana para praktisi mengadaptasinya dari sisi strategi komunikasi dan etika profesi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana AI dan chatbot dimanfaatkan dalam strategi komunikasi organisasi, bagaimana adaptasi dilakukan oleh praktisi PR, serta menelaah isu-isu etika komunikasi yang muncul dalam implementasinya. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi kasus pada dua perusahaan besar di Indonesia, yaitu Tokopedia dan Telkomsel. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan analisis konten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa chatbot telah menjadi bagian penting dalam membangun interaksi yang cepat dan efisien dengan publik. Praktisi PR menunjukkan adaptasi yang baik terhadap teknologi ini, namun masih dihadapkan pada tantangan etika seperti transparansi dan perlindungan data pribadi. Penelitian ini merekomendasikan perlunya pedoman etis dalam penggunaan AI untuk memastikan komunikasi yang bertanggung jawab dan membangun kepercayaan publik secara berkelanjutan.
Strategi Penanggulangan Kelemahan Terhadap Ancaman Keamanan Pada Jaringan Wireless Wadly, Fachrid; Septian, Rio; Ramadhan, Zuhri
Jurnal Nasional Teknologi Komputer Vol 3 No 2 (2023): Volume 3 Nomor 2 April 2023
Publisher : CV. Hawari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61306/jnastek.v3i2.89

Abstract

The use of wireless-based technology devices at this time is so much, good used for voice and data communications. Because wireless technology utilizes frequency high to deliver a communication, then the vulnerability to security is also higher compared to other communication technologies. Various security measures can be taken through communication devices used by users and by operators who provide services communication. Weaknesses of wireless networks in general can be divided into 2 types, namely weaknesses on the configuration and weakness on the type of encryption used. Broadly speaking, the gap on wireless network spans over four layers where the four layers actually are is the process of occurrence of data communication on wireless media. The four layers are layers physical layer, network layer, user layer, and application layer. The security handling models that occur in each layer of wireless technology can be done, among others, by: hide SSID, make use of WEP keys, WPA-PSK or WPA2-PSK, facility implementation, MAC filtering, installation of captive portal infrastructure.
Penggunaan Komunikasi Dalam Mengatasi Isu Ham Di Proyek Pembangunan Sirkuit Mandalika Septian, Rio; leliana, intan; Haikal, Achmad; kusnady, eddy; irhamdika, gema
Jurnal Komunikasi Vol 15, No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jkom.v15i1.22623

Abstract

Hak asasi manusia tidak hanya menjadi landasan moral pembangunan berkelanjutan, namun juga merupakan faktor penting dalam memastikan pembangunan yang adil, inklusif dan menghormati hak-hak individu. Komunikasi yang efektif merupakan sarana untuk mendukung perlindungan dan pemajuan hak asasi manusia serta menyebarkan informasi mengenai program pembangunan yang dapat mempengaruhi kehidupan masyarakat. Teori yang digunakan untuk melengkapi artikel ini adalah teori komunikasi model Claude Shannon dan Weaver yang dikemukakan pada tahun 1949 dalam buku The Mathematical/Theory of Communication. Model ini sering disebut model matematika atau model teori komunikasi dan mungkin merupakan model yang paling efektif dibandingkan model atau teori komunikasi lainnya. Model Shannon dan Weaver menyoroti masalah penyampaian pesan pada tingkat akurasi. Model ini menggambarkan sumber dari mana pesan itu berasal atau diciptakan dan dikirimkan melalui saluran tersebut kepada penerima dengan harapan dapat lebih efektif mengidentifikasi titik-titik tekanan di mana komunikasi terdistorsi. Sebagai upaya hukum, maka hal tersebut wajib untuk diikuti, dilaksanakan dan dipelihara. Mekanisme penyelesaian yang tidak diskriminatif dan memberikan sanksi atau hukuman kepada pihak yang bersalah secara keadilan hukum dan dilaksanakan sesuai dengan proses hukum yang berlaku.
Daya Tarik Brand Image dan Brand Aura Kompas.com Terhadap Tingkat Persepsi Pengguna Instagram Teguh, Teguh Tri Susanto; septian, rio
Jurnal Media Penyiaran Vol. 4 No. 2 (2024): Desember (2024)
Publisher : LPPM UBSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jmp.v4i2.8024

Abstract

ABSTRAKSI Persaingan yang pesat di era media digital menghadirkan banyak tantangan bagi perusahaan media. Meskipun media digital bukanlah industri yang paling menguntungkan, namun ini adalah salah satu industri yang paling menjanjikan. Pesatnya penyebaran informasi dan konten persuasif menjadi dasar daya tarik media dalam komunikasi massa. Tetapi, ada juga risiko penyebaran informasi yang salah dan konten yang tidak akurat serta menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap media. Namun, dalam lingkungan komunikasi digital yang kompetitif, mempertahankan dan meningkatkan jumlah pengguna menjadi tantangan yang semakin besar bagi perusahaan Kompas.com. Di sini, penting untuk memahami bagaimana elemen suatu merek, seperti citra dan auranya, memengaruhi persepsi pengguna Instagram. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui daya tarik dari Brand Image dan Brand Aura Kompas.com terhadap tingkat persepsi pengguna Instagram. Metode yang digunakan adalah Kuantitatif dengan pendekatan paradigma post-positivisme sampel yang digunakan dalam penelitian yaitu Non Probability Sampling jenis Purposive Sampling. Hasil penelitian menunjukkan Variabel brand image (X1) secara individual memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel persepsi pengguna (Y). Variabel brand aura (X2) memiliki dampak signifikan secara individual terhadap variabel persepsi pengguna (Y). Variabel brand image (X1) dan brand aura (X2) secara bersama-sama (simultan) memiliki korelasi yang signifikan terhadap variabel persepsi pengguna (Y). Kata Kunci: Brand Image, Brand Aura, Persepsi. ABSTRACT The rapid competition in the digital media era presents many challenges for media companies. While digital media is not the most profitable industry, it is one of the most promising. The rapid spread of information and persuasive content form the basis of media's appeal in mass communication. However, there is also a risk of spreading misinformation and inaccurate content and lowering people's trust in the media. However, in a competitive digital communication environment, maintaining and increasing the number of users is becoming an increasing challenge for the Kompas.com company. Here, it is important to understand how elements of a brand, such as its image and aura, affect the perception of Instagram users The purpose of this study was to determine the attractiveness of Brand Image and Brand Aura Kompas.com to the level of perception of Instagram users. The method used is Quantitative with a post-positivism paradigm approach, the sample used in the study is Non Probability Sampling type Purposive Sampling. The results showed that the brand image variable (X1) individually had a significant effect on the user perception variable (Y). The brand aura variable (X2) has a significant impact individually on the user perception variable (Y). Brand image (X1) and brand aura (X2) variables together (simultaneously) have a significant correlation to the user perception variable (Y). Keywords: Brand Image, Brand Aura, Perception